Kamis, 08 Juli 2004

Waktu Menepi

pernah kusangka hatimu penuh telaga
kunanti di halaman rumah
namun hari memupus diri

pernah kusangka rumahmu penuh lautan
kumasuki bagai impian semalam
namun waktu menepi
mempersempit jarak maya

pernah kusangka ladangmu penuh bunga
kusiram di hati bagai kemilau cahaya
namun kini kutemui
serpihan angin membeku

08 Juli 2004

Sabtu, 26 Juni 2004

Rapuh

kutegakkan wajahku
mencoba tersenyum
menembus kemilau cahayamu
terbiaskan keping-keping jiwaku
terjatuh
tersungkur
mencoba tegar
tanpamu
rapuh

26 Juni 2004

Kamis, 24 Juni 2004

Bunga

lihat
hasratku menggebu
rinduku membiru
menantimu di malam air mata puisi

bunga, isyarat yang kubaca di daun senja
aku mesti mengepakkan sayap-sayap cintaku
membasuh kata-kata berdebu

bunga, baru aku boleh menunggumu
di ranjang pengantin yang kita janjikan

24 Juni 2004

Selasa, 22 Juni 2004

Puisi Kenangan

setangkai bunga
atau sepasang gelas yang berdenting di meja pertemuan
kini menjadi kisah manis untuk kita
tapi, akankah kisah manis ini
terus berlanjut hingga nanti
hingga kita berdua membacanya
sebagai puisi kenangan?

22 Juni 2004

Jumat, 11 Juni 2004

Sepi

malam masih menyisakan gerimis
ketika kangen menyayat hati
teriris

ada yang terasa
serpihan-serpihan cinta
mulai mencair
mengguyur
seisi hati tak bersangkar

11 Juni 2004

Kamis, 10 Juni 2004

Jangan Katakan Dukamu Hari Ini

jangan katakan
dukamu hari ini
biar melintas saja
seperti embun meninggalkan pagi
lalu jatuh dan menghilang

10 Juni 2004

Jumat, 04 Juni 2004

Dalam Angan

namamu selalu ada dalam jiwa
dalam setiap debaran dada
saatku mulai terjaga
bayang wajahmu selalu tercipta

simpati yang kau miliki
telah membuatku jatuh hati
rosmie, kau selalu ada dalam angan ini
kala hati terasa sepi dan sunyi

dalam setiap kerinduan
aku tenggelam dengan khayalan
di mana hanya ada keindahan
yang selalu kau pancarkan

tiada bersua bukanlah suatu hambatan
karena kubahagia dalam sebuah impian
dan mampukah semua angan
bukan hanya sekedar angan?

04 Juni 2004

Jumat, 28 Mei 2004

Cinta Sejati

ketika aku tak butuh
senda gurau bersamamu
tatap-tatap beku
dan senyum-senyum kaku
menghujaniku di bawa langit biru
meretakkan hati
mengobarkan benci
tenggelamkan amarah
dalam gejolak darah

masihkah ada tempatku berserah?

28 Mei 2004

Minggu, 23 Mei 2004

Tentang Bunga Mawar

mawarku benar-benar sudah berubah
yang tidak berubah, ia masih cantik
senyumnya masih tetap ramah
ia juga masih pintar seperti dulu
seperti saat pertama aku mengenalnya
malah, kini ia tampak makin merekah
indah

23 Mei 2004

Masihkah

masihkah rasa cinta bersarang dalam dada, saat kita merasa lapar, merasa sangat haus, sedang kita saling sendirian, dan pernahkah kita rasakan, pada saat yang sama, kerinduan ini melimpahkan kekuatannya?...

seandainya,
semua rasa itu sempat menghilang dalam hatimu, mengapa tak segera kau singkirkan segenap ragu, yang menerjang rindu yang tertanam di dadaku?...

seandainya memang, selama ini kau coba menghindar dari cengkeraman keegoanku, katakanlah..., agar aku tak perlu lagi membebani rindu, agar aku lebih mengerti atas sikapmu, yang kerap menghasilkan sebuah rasa yang sangat mengerikan: kekecewaan.....

23 Mei 2004

Selasa, 11 Mei 2004

Senyummu

senyummu...
menembus lorong hampa
mendendangkan seribu lagu cinta
menyapa menghapus butir air mata
dan kualirkan menuju lembah kasih abadi

tapi, mengapa kau hapus lukisan hatiku
yang telah kucipta dengan tinta biru
lantas kau taburkan benih pilu
di kanvas kalbu

11 Mei 2004

Selasa, 04 Mei 2004

Kutulis Kembali Catatan Kecil Ini

kutulis kembali catatan kecil ini
kala bayangmu melintas lagi di pelupuk mata
harapku kau akan mengerti
tentang sesuatu yang telah terlewati
sekali lagi kuyakinkan diri
bahwa kau akan membacanya, pasti
karena aku tahu
duniamu tak jauh dari buku
kau selalu pegang dunia itu
tak sepertiku
yang mesti banyak belajar dari keluasanmu
doakan saja
agar aku bisa segera sepertimu

kutulis kembali catatan kecil ini
kala bayangmu kerap berkelebat di sisi jendela kamar
semula memang tak sempat mengetuk kesadaran
tentang bayangmu yang sayup merayap perlahan-lahan
yang sesungguhnya terlalu indah untuk kuabaikan
dan terlalu lama waktu untuk kunanti-nantikan
sayang kini kau pergi menjauh
awalnya mungkin karena kecewa
lantas kau makin menjauh
dan menghilang ke mana entah
sementara aku...
ah, kenapa tak dari mula kau ceritakan semua
tahukah kau itu sangat menyakitkan
terlalu, sungguh terlalu

kini,
kembali kutulis catatan kecil ini
untuk ke sekian kali
karena bayangmu enggan berlalu jua dari benak ini
pintaku, doakan aku selalu
salam hormatku untuk ayah ibumu
salam manisku untuk angeli-angeli kecil di rumah
bahagia sejahtera selalu untuk keluargamu
dan terakhir untuk hatimu
kehdina, you are my soniya.....

04 Mei 2004

Rabu, 28 April 2004

Di Sini Tadi Pagi

pagi tadi,
riang kita mengukur hati
mencabut setitik demi setitik perih yang pernah ada
hingga kau mengendap ke dalam mimpi
ke pucuk-pucuk menara

siang ini aku akan kembali
walau dengan jalan penuh liku
karena aku kini adalah kekasihmu
dan aku akan terus senantiasa berdoa
semoga suatu saat nanti
dua hati kita kan tetap saling membukakan pintunya
dan kita akan kembali bersama lagi

28 April 2004

Selasa, 27 April 2004

Pada Sebuah Pagi

di pertemuan kita yang ke sekian
aku masih tetap diam
membiarkan keluasan dan kedalamanmu
goreskan lembut bibirmu
kubiarkan semua itu mengalir
dan hidup di lorong-lorong nadiku

tapi aku pun ingin bisa
memandangmu tanpa rasa lelah
tuk sekedar menafsirkan cinta
yang kau lahirkan melalui kata
kubaca hingga kali ketiga
saat kencan indah tanpa jeda

ternyata memang ada
cinta itu memang terasa

27 April 2004

Minggu, 25 April 2004

Indah

kau tunjukkan padaku keindahan
yang menarik jiwaku mengagumimu
kau buka mata hatiku dengan cinta
yang mengikat segenap perih hidupku
kau peluk aku dengan untaian kata batin
yang memutus sepi sendiriku
kau tumbuhkan sekuntum bunga mawar
yang mengisi memenuh sudut-sudut hatiku
kau rangkum masa-masa laluku
dengan indah jiwa tiada tara dalam dirimu

karena itu,
kan kujadikan jiwaku sebagai selubung jiwamu
dan hatiku sebagai permukiman bagi indahmu
dan dadaku sebagai makam bagi segenap duka nestapamu

aku akan selalu mencintaimu
dan dalam dirimu kan kutempuh jauh perjalanan ini
bagai kehidupan bunga mawar di bawah sinar mentari
kan selalu kukenang dirimu
sebagai penyemai keindahan untuk hari-hariku

25 April 2004