Senin, 13 September 2004

Pertemuan Gersang

akhirnya kau pun pergi
lebih cepat dari dugaanku semula
entah, mendadak ada sesak menderak
kala sadar bayangmu melayang

aku tahu
kita memang belum apa-apa
kita hanya jalan mengitari mimpi
menapaki kata demi kata
kemudian mencoba tuk saling jatuh cinta

kau tahu
aku justru terjerembah lebih dulu
saat sajak-sajakmu berterbangan
malam selalu kunanti
karena berharap waktu akan menjembatani
namun itu keliru

kau dengar seketika nadiku remuk
berdarah-darah menggenang
tertikam pertemuan gersang

13 September 2004

Rabu, 08 September 2004

Salam Rindu

kau yang kucinta
selalu takkan kulepas
di sini aku kirimkan
sebait puisi dari hati
juga setumpuk salam
tentang rasa rinduku
bersama embun malam

08 September 2004

Rabu, 01 September 2004

Puisiku

puisiku adalah pecahan kata yang menyatu
puisiku adalah kata-kata yang terurai sendu
puisiku adalah ungkapan indah nan biru
yang lahir dari kesunyianku
yang hadir sebagai teman sekaligus guruku
dalam hidup dan tingkah laku
yang lahir karena cinta dan rinduku
padamu, mawar merahku

01 September 2004

Selasa, 31 Agustus 2004

Bisikkan Padanya

Tuhan...
bila cinta itu anugerah
ijinkan aku turut luruh di dalamnya
bila semua atas kehendak-Mu
hadirkan sosok dia seutuhnya

Tuhan...
tolong bisikkan padanya
tentang bening cintaku ini
yang tak pernah kenal lelah
menanti tanpa batas

31 Agustus 2004

Jumat, 20 Agustus 2004

Untuk Dinda

akhirnya singgah jua aku di hatimu
yang kebekuannya telah menggenangi jejak air matamu
dan memenjarakanku di mega-mega sunyi
kuingat...,
suatu hari dinda pernah berkata
pada langit-langit semesta hatiku
bahwa cinta kita tinggalah cerita
penuh luka di reranting jiwa

20 Agustus 2004

Untuk Perempuan Bunga

cinta....
kutaburkan seluruh benihnya
di tubuh perempuan tujuh belas tahun itu
kusentuh hatinya
dengan kibasan kata-kata
sebagai mahar untuk meminangnya
kujanjikan kehidupan yang layak
untuk dia dan calon bayinya
kelak

cinta...
kembali terbayang di mataku
episode kehidupan yang telah begitu indah
menghiasinya

20 Agustus 2004

Kamis, 19 Agustus 2004

Rose in Seventeen

seiring dengan melajunya detik-detik waktu
hari demi hari bergulis dengan pasti
tak terasa bulan pun berganti tahun
dari agustus lalu hingga agustus kini

mungkin inilah saat bahagia buatmu
di mana usia telah mendewesakanmu
bersama ini kuucapkan buat dirimu
selamat ulang tahun bunga
semoga panjang umur selalu
dan tercapai segenap cita dan cintamu

19 Agustus 2004

"Aku kan selalu mengingat pandangan pertamaku terhadapmu, dan mencoba untuk mengambil kembali saat-saat paling berkesan itu, sebuah kenangan yang aku rasa telah mengubah perasaanku yang terdalam, dan membuatku begitu bahagia di luar getirnya misteri-misteri itu." (Kahlil Gibran)

Rabu, 18 Agustus 2004

Aku Bukanlah Gibran

aku bukanlah gibran
yang senantiasa membawamu terhanyut
terbuai mimpi dan teka teki
tapi aku punya puisi
yang kan selalu mengalir untukmu
bukan catatan harian
yang terpenggal-penggal

18 Agustus 2004

Kamis, 12 Agustus 2004

Puisi Untukmu

selalu aku titipkan
sebaris kata rindu pada hujan
agar alirnya yang riuh
menyiram kemarau hatimu
teduh

12 Agustus 2004

Jumat, 06 Agustus 2004

Hingga Fajar Pun Luruh

senja menatap tajam
saat-saat menangkap butiran isyaratmu
kubiarkan tanganmu mekar
merengkuhku erat
takkan kubiarkan ada celah disini
hingga fajar pun luruh
menurunkan mimpi yang mengapung

06 Agustus 2004

Sabtu, 31 Juli 2004

Kau Masih Ada

kau masih ada
karena cintaku tak mudah berpindah
meski tinggal bayangan samar
tapi ingin kunyatakan hari ini juga
kau masih sangat kudamba

31 Juli 2004

Kamis, 22 Juli 2004

Karma

adalah bukan salahmu
jika perasaanmu kau biarkan mengarjunakan dia
karena kecewaku kini
karma sebuah keangkuhan

22 Juli 2004

Minggu, 18 Juli 2004

Sunyi

angan berlabuh dalam kesunyian
hati tertambat pada kegundahan
jiwa berontak ingin lari
saat kutemukan diriku di sini
pada akhir perjalanan panjang
kisah cintaku

18 Juli 2004

Minggu, 11 Juli 2004

Selepas Perih Berlalu

tak perlu setangkai bunga
kata-kata seindah mutiara
atau sederet rencana
adanya kau
cukup membuatku terjaga

kasih,
aku tenggelam dalam teduhmu
tentu selepas perih berlalu

11 Juli 2004

Kamis, 08 Juli 2004

Waktu Menepi

pernah kusangka hatimu penuh telaga
kunanti di halaman rumah
namun hari memupus diri

pernah kusangka rumahmu penuh lautan
kumasuki bagai impian semalam
namun waktu menepi
mempersempit jarak maya

pernah kusangka ladangmu penuh bunga
kusiram di hati bagai kemilau cahaya
namun kini kutemui
serpihan angin membeku

08 Juli 2004