untukmu,
yang telah mengakhiri mimpi indahku
yang telah membangunkanku dari tidur panjangku
aku menantang rintang
menembus aral
dan berlari sekencang-kencangnya
kan kutolak semua cinta yang akan datang
dari kebuntuan yang kuharap sementara ini
barangkali bukan takdirku
untuk terus membelai lembut jemarimu
barangkali bukan milikku
berbagi mimpi bersamamu
namun kau terlanjur sejatiku dalam mengarungi hari
aku tak kuasa lagi
meredam keperitan yang menghunjam
memendam semacam kepedihan yang mendalam
aku bisa mengerti, bisa memahami banyak kenistaan
kadang sudah baik tapi belum benar
bukan sekedar tulisan-tulisan
untuk lalui beragam kenyataan
aku terbiasa merasakan kepedihan sejenak
keperitan, juga keresahan
tapi aku tak pahami penting artimu bagiku
aku tak pedulikan saat-saat tertentu
senyatanya aku hanya berteriak lantang
dengan keegoanku sendiri
selang tiga puluh menit saja
kini aku pahami
aku mengerti apa yang telah terjadi
bahwa takdir bukanlah kejadian
melainkan suatu keadaan
di mana ada yang menentukan
dan ada yang ditentukan
aku dan kau kini di dalamnya
sebuah tragedi asmara
antara nurani dan kata
21 Februari 2010
Minggu, 21 Februari 2010
Sabtu, 20 Februari 2010
Selamat Jalan
seribu seratus delapan puluh hari kau ada
membagi kasihmu bersamaku
menapaki hari-hari panjang berdua
kau curah rindumu
kau limpah cintamu
kureguk semua itu sepenuh kenikmatan
hari-hari kita lalui
kita jalani dalam damai
terasakan betapa makin erat saja
pelukanmu saatku merindumu
namun kini bagai kilat saja waktu berlalu
kau meninggalkanku
saat kehausan ini masih terasa
saat hangat peluk itu belum jua mereda
kau langkahkan lagi kakimu
menjelang kehidupan barumu
merangkai hari esok bahagiamu
selamat jalan sayang
sepotong doa tulus aku naikkan
songsonglah hari depanmu
nikmatilah hidup barumu
semoga bahagia selalu
20 Februari 2010
membagi kasihmu bersamaku
menapaki hari-hari panjang berdua
kau curah rindumu
kau limpah cintamu
kureguk semua itu sepenuh kenikmatan
hari-hari kita lalui
kita jalani dalam damai
terasakan betapa makin erat saja
pelukanmu saatku merindumu
namun kini bagai kilat saja waktu berlalu
kau meninggalkanku
saat kehausan ini masih terasa
saat hangat peluk itu belum jua mereda
kau langkahkan lagi kakimu
menjelang kehidupan barumu
merangkai hari esok bahagiamu
selamat jalan sayang
sepotong doa tulus aku naikkan
songsonglah hari depanmu
nikmatilah hidup barumu
semoga bahagia selalu
20 Februari 2010
Dalam Sunyi
Setelah Kutahu Kau Tak Harapkan Aku Lagi
dari caramu memandangku
entah apa yang ada di benakmu tentangku
dari caramu berbicara
tiada lagi kau tunjukkan kerinduan
kau...
yang menjadi cerita harianku
kau yang menjadi tujuanku
yang pasti kau sudah berubah
yang pasti kau sudah tak harapkan aku lagi
walau aku tak tahu kepastian di benakmu, di ujung hatimu
namun aku merasa
kesungguhanmu mulai timbul samar
cintamu pun mulai terbatasi sesuatu
sayang....
aku akan mengerti
aku tak kecewa dengan perlakuanmu
aku bersyukur atas anugerah-Nya
penentu anugerah atas segalanya
kubercerita kembali
kumulai awal hari-hariku yang panjang
saat hati ini tak mengetahui arah
ke mana kakiku mesti melangkah
kubersyukur
di ketika ini usai sudah
aku tak bisa melepas penaku dari genggaman tangan
untuk kucatat segalanya
selamat jalan sayang
kututup kenangan dirimu
20 Februari 2010
entah apa yang ada di benakmu tentangku
dari caramu berbicara
tiada lagi kau tunjukkan kerinduan
kau...
yang menjadi cerita harianku
kau yang menjadi tujuanku
yang pasti kau sudah berubah
yang pasti kau sudah tak harapkan aku lagi
walau aku tak tahu kepastian di benakmu, di ujung hatimu
namun aku merasa
kesungguhanmu mulai timbul samar
cintamu pun mulai terbatasi sesuatu
sayang....
aku akan mengerti
aku tak kecewa dengan perlakuanmu
aku bersyukur atas anugerah-Nya
penentu anugerah atas segalanya
kubercerita kembali
kumulai awal hari-hariku yang panjang
saat hati ini tak mengetahui arah
ke mana kakiku mesti melangkah
kubersyukur
di ketika ini usai sudah
aku tak bisa melepas penaku dari genggaman tangan
untuk kucatat segalanya
selamat jalan sayang
kututup kenangan dirimu
20 Februari 2010
Minggu, 29 November 2009
Melepas Pergimu
hari ini,
kembali aku harus merelakanmu pergi
meninggalkan canda dan tawa
membekaskan kecupan di bibir
yang entah kapan lagi akan kutemui
berharap kemarin dapat menjadi kenangan sejati
cinta dan rindu yang selalu ada untukmu ini
akan tetap kusimpan rapi di dalam hati
sungguh
tanpamu hati ini menjadi sunyi
terdiam, menderai sepi sepanjang hari
memaksaku untuk tetap berdiri
demi indahnya sebuah mimpi
Sepenuh Cinta
29 November 2009
kembali aku harus merelakanmu pergi
meninggalkan canda dan tawa
membekaskan kecupan di bibir
yang entah kapan lagi akan kutemui
berharap kemarin dapat menjadi kenangan sejati
cinta dan rindu yang selalu ada untukmu ini
akan tetap kusimpan rapi di dalam hati
sungguh
tanpamu hati ini menjadi sunyi
terdiam, menderai sepi sepanjang hari
memaksaku untuk tetap berdiri
demi indahnya sebuah mimpi
Sepenuh Cinta
29 November 2009
Dalam Sunyi
dalam sunyi
terciptalah selembar puisi
tak begitu indah namun kuharap begitu berarti
kisah tiga tahun yang lalu
diantara dua kota yang begitu berjarak
aku mencarimu kau mencariku
sikapmu membisu
sesatkan aku dalam rindu
indah menuntunku
dan tanpa seorang pun tahu
sebelum tiga tahun yang lalu
wajahmu sempat menyiratkan sebuah rasa
yang hangat membelai malam-malamku
meski jarak begitu jauh menyembunyikanmu
cinta ini terasa begitu
memesonaku
dalam tiga tahun itu
kau hiasi hari-hariku dengan cinta
datang memeluk mimpi-mimpiku
menjadi permaisuri tidurku
membuatku terpaku
wajahmu yang cantik menggodaku
mengubah anganku untuk memilikimu
kita pun bersatu
berharap rasa ini adalah sejati
lantas kita saling berangan
diantara begitu banyak kenangan tak terabaikan
bahwa cinta ini kan kita bawa ke pelaminan
hidup bersama
melewati waktu yang akan terus berlalu
aku semakin mencintaimu
lebih dari sekedar niatku menikahimu
kuharap kau juga sepertiku
agar impian itu tetap menyatu
semua rindu, cinta, dan kasih sayang
biarkan tetap tumbuh
membawa perjalanan yang akan menjadi kenangan
menyejarah yang tak terlupakan
tak cukup terukir dalam kurun tiga tahun
kita tak boleh lagi menghentikan
meski ego kadang muncul tak terbantahkan
tetap dekap erat rasa cinta di dalam dada
Tuhan...
jadikanlah tiga tahun ini
pencari arah jalan kesempurnaan hidup
berikan kami kesempatan untuk tetap bersama
dalam cinta mulia yang telah kami jaga
istiqamahkan kami di jalan lurus-Mu
biarkanlah kelak kami bersatu
dalam rumah tangga yang Engkau ridhai selalu
amin...
-Penjaga Hatimu
29 November 2009
terciptalah selembar puisi
tak begitu indah namun kuharap begitu berarti
kisah tiga tahun yang lalu
diantara dua kota yang begitu berjarak
aku mencarimu kau mencariku
sikapmu membisu
sesatkan aku dalam rindu
indah menuntunku
dan tanpa seorang pun tahu
sebelum tiga tahun yang lalu
wajahmu sempat menyiratkan sebuah rasa
yang hangat membelai malam-malamku
meski jarak begitu jauh menyembunyikanmu
cinta ini terasa begitu
memesonaku
dalam tiga tahun itu
kau hiasi hari-hariku dengan cinta
datang memeluk mimpi-mimpiku
menjadi permaisuri tidurku
membuatku terpaku
wajahmu yang cantik menggodaku
mengubah anganku untuk memilikimu
kita pun bersatu
berharap rasa ini adalah sejati
lantas kita saling berangan
diantara begitu banyak kenangan tak terabaikan
bahwa cinta ini kan kita bawa ke pelaminan
hidup bersama
melewati waktu yang akan terus berlalu
aku semakin mencintaimu
lebih dari sekedar niatku menikahimu
kuharap kau juga sepertiku
agar impian itu tetap menyatu
semua rindu, cinta, dan kasih sayang
biarkan tetap tumbuh
membawa perjalanan yang akan menjadi kenangan
menyejarah yang tak terlupakan
tak cukup terukir dalam kurun tiga tahun
kita tak boleh lagi menghentikan
meski ego kadang muncul tak terbantahkan
tetap dekap erat rasa cinta di dalam dada
Tuhan...
jadikanlah tiga tahun ini
pencari arah jalan kesempurnaan hidup
berikan kami kesempatan untuk tetap bersama
dalam cinta mulia yang telah kami jaga
istiqamahkan kami di jalan lurus-Mu
biarkanlah kelak kami bersatu
dalam rumah tangga yang Engkau ridhai selalu
amin...
-Penjaga Hatimu
29 November 2009
Selasa, 17 November 2009
Selamat Malam, Sayang
ingin lagi kurebahkan tubuhku di sampingmu
menjadikannya selimut bagi tubuhmu
agar kau tak kedinginan lagi
biarkan kutemani tidurmu
menghangatkanmu dengan ciuman-ciumanku
biarkan indah tubuhmu dengan pelukanku
biarkan cerah harimu dengan kerinduanku
biarkan abadi semayam cintaku dalam hatimu
kutitipkan padamu
agar kau jaga selalu sepanjang waktu
raihlah mimpi dalam tidurmu malam ini
bangun istana kita di sana
berpondasikan cinta
beratapkan kasih sayang
berlantai kemesraan
berdindingkan kehangatan
dan biarkan kita tinggal di sana
berdua selamanya
with all love
17 November 2009
menjadikannya selimut bagi tubuhmu
agar kau tak kedinginan lagi
biarkan kutemani tidurmu
menghangatkanmu dengan ciuman-ciumanku
biarkan indah tubuhmu dengan pelukanku
biarkan cerah harimu dengan kerinduanku
biarkan abadi semayam cintaku dalam hatimu
kutitipkan padamu
agar kau jaga selalu sepanjang waktu
raihlah mimpi dalam tidurmu malam ini
bangun istana kita di sana
berpondasikan cinta
beratapkan kasih sayang
berlantai kemesraan
berdindingkan kehangatan
dan biarkan kita tinggal di sana
berdua selamanya
with all love
17 November 2009
Sabtu, 14 November 2009
Maknai Dengan Indah
hidup memang penuh dinamika, berliku dan banyak tikungan, sesuatu yang direncanakan tak selalu berjalan mulus sesuai yang diharapkan, sesuatu yang tak pernah terbayang sekalipun, kadang dengan santainya menghampiri, dan tanpa pernah bisa ditolak, datang silih berganti, selalu begitu
tapi semuanya, yang menyenangkan atau sebaliknya, menjadi guru yang terbaik, darinya beragam hikmah bisa diambil sebagai pelajaran paling berharga bagi perjalanan hidup, dan semuanya, kebahagiaan dan duka, akan selalu menghiasi lembar-lembar halaman kehidupan
bagaimana pun juga, kedewasaan dan jiwa besar bisa terbangun bila kita pernah mengalami berbagai rasa dan beragam bentuk peristiwa kehidupan ini, inilah saatnya kembali merenungkan, saat jatah usia kembali terambil tahun per tahun, tak boleh ada kata berdiam diri, semuanya harus bergerak untuk mencapai tujuan hidup, melalui jalan yang semestinya, dan meyakini betapa pentingnya alur sebuah proses
yang lalu tak boleh kita biarkan berlalu, meski kesempatan tak pernah dua kali tiba, jadikanlah hidupmu selanjutnya menjadi lebih baik, aku ingin kau tampak lebih matang, lebih dewasa dari usiamu yang sebenarnya, kau punya cita-cita dan segudang impian, kau juga memiliki cinta yang selalu mengelus lembut hari-harimu, kau harus bisa menjaganya
cobalah selalu hal-hal baru yang positif untuk hidupmu, dan teruslah belajar, adalah indah orang yang mau berusaha keras untuk memaknai hidup ini, aku akan selalu di sampingmu dengan cinta yang terus menggedor-gedor pintu hatimu
14 November 2009
tapi semuanya, yang menyenangkan atau sebaliknya, menjadi guru yang terbaik, darinya beragam hikmah bisa diambil sebagai pelajaran paling berharga bagi perjalanan hidup, dan semuanya, kebahagiaan dan duka, akan selalu menghiasi lembar-lembar halaman kehidupan
bagaimana pun juga, kedewasaan dan jiwa besar bisa terbangun bila kita pernah mengalami berbagai rasa dan beragam bentuk peristiwa kehidupan ini, inilah saatnya kembali merenungkan, saat jatah usia kembali terambil tahun per tahun, tak boleh ada kata berdiam diri, semuanya harus bergerak untuk mencapai tujuan hidup, melalui jalan yang semestinya, dan meyakini betapa pentingnya alur sebuah proses
yang lalu tak boleh kita biarkan berlalu, meski kesempatan tak pernah dua kali tiba, jadikanlah hidupmu selanjutnya menjadi lebih baik, aku ingin kau tampak lebih matang, lebih dewasa dari usiamu yang sebenarnya, kau punya cita-cita dan segudang impian, kau juga memiliki cinta yang selalu mengelus lembut hari-harimu, kau harus bisa menjaganya
cobalah selalu hal-hal baru yang positif untuk hidupmu, dan teruslah belajar, adalah indah orang yang mau berusaha keras untuk memaknai hidup ini, aku akan selalu di sampingmu dengan cinta yang terus menggedor-gedor pintu hatimu
14 November 2009
Kamis, 12 November 2009
Tentang Diriku Menulis Puisi
ingin aku menulis puisi
sebab ingin menjejaki banyak pujangga
tapi aku hanya terhenyak di sudut kamar
bila aku menulis puisi
akankah puisi lahir dari lubuk hati
sedang rangsangan puisi ini
tak kunjung jua kuilhami
aku ingin tanya
kalau engkau menulis puisi
mondar-mandirkah engkau di dalam kamar
mereka-reka sekian kata
atau hanya duduk terdiam
sambil merenungkan kata-kata
atau barangkali dengan pergi ke luar negeri
melihat dan memilih sejumlah imaji
sedang puisi enggan berhenti di sini
aku tak pernah ingin menulis puisi
melihat petret kenangan dan membayangkanmu
membuat diriku merasa tercukupi
melahirkan kerinduan yang mendalam
setelah itu lantas aku berpikir
bahwa dirimu telah banyak membantuku
melahirkan sekian judul puisi-puisi baru
12 November 2009
sebab ingin menjejaki banyak pujangga
tapi aku hanya terhenyak di sudut kamar
bila aku menulis puisi
akankah puisi lahir dari lubuk hati
sedang rangsangan puisi ini
tak kunjung jua kuilhami
aku ingin tanya
kalau engkau menulis puisi
mondar-mandirkah engkau di dalam kamar
mereka-reka sekian kata
atau hanya duduk terdiam
sambil merenungkan kata-kata
atau barangkali dengan pergi ke luar negeri
melihat dan memilih sejumlah imaji
sedang puisi enggan berhenti di sini
aku tak pernah ingin menulis puisi
melihat petret kenangan dan membayangkanmu
membuat diriku merasa tercukupi
melahirkan kerinduan yang mendalam
setelah itu lantas aku berpikir
bahwa dirimu telah banyak membantuku
melahirkan sekian judul puisi-puisi baru
12 November 2009
Sabtu, 31 Oktober 2009
Di Pagi Cerah Ini
di pagi cerah ini
aku teringat masa-masa kita yang lalu
saat tubuhku terbenam dalam pelukanmu
hati ini merasa nyaman dan tenang
hingga aku enggan terlepas dalam pelukmu
cinta dan kehangatan tubuhmu
aku ingin merasakannya lebih lama lagi
tapi jarak telah memisahkan kita kembali
aku harus pergi ke negeri orang
namun bukan untuk selamanya
dan bukan pula karena keegoisanku semata
aku pergi untuk masa depan kita
untuk impian kita
percayalah sayang
cinta ini masih utuh selalu untukmu
tubuh ini hanya milikmu seorang
dan masa depanku juga
hanya kau yang kumau menemaniku
aku sangat mencintaimu
jagalah cinta kita ini, sayang
31 Oktober 2009
aku teringat masa-masa kita yang lalu
saat tubuhku terbenam dalam pelukanmu
hati ini merasa nyaman dan tenang
hingga aku enggan terlepas dalam pelukmu
cinta dan kehangatan tubuhmu
aku ingin merasakannya lebih lama lagi
tapi jarak telah memisahkan kita kembali
aku harus pergi ke negeri orang
namun bukan untuk selamanya
dan bukan pula karena keegoisanku semata
aku pergi untuk masa depan kita
untuk impian kita
percayalah sayang
cinta ini masih utuh selalu untukmu
tubuh ini hanya milikmu seorang
dan masa depanku juga
hanya kau yang kumau menemaniku
aku sangat mencintaimu
jagalah cinta kita ini, sayang
31 Oktober 2009
Jumat, 23 Oktober 2009
Maafkanlah...
bagiku,
melupakanmu adalah sama sulitnya dengan mengingat seseorang
yang sebelumnya tak pernah aku kenal
kau tak pernah mampu kuhapus dalam hatiku
tapi aku tak peduli itu
memang sudah semestinya tempatmu di situ
meski tiada bunga yang sempurna
meski bersatu dengan segala perbedaan yang ada
seiring perubahanmu yang mengindah
seiring perasaanmu yang tulus setia
kau akan selalu kubangga dan kucinta
kembali kan kugenggam tanganmu untuk berjalan bersama
bercinta melintasi hamparan jarak dan waktu
maafkanlah segala keterbatasanku, dinda
yang membuatku tak pernah bisa sempurna mencintaimu
membuatku selalu berbalut rasa bersalah
juga angkuh hati saat bersamamu
aku berharap
kau dapat memaafkan semua kekuranganku
karena aku masih sangat mencintaimu
23 Oktober 2009
melupakanmu adalah sama sulitnya dengan mengingat seseorang
yang sebelumnya tak pernah aku kenal
kau tak pernah mampu kuhapus dalam hatiku
tapi aku tak peduli itu
memang sudah semestinya tempatmu di situ
meski tiada bunga yang sempurna
meski bersatu dengan segala perbedaan yang ada
seiring perubahanmu yang mengindah
seiring perasaanmu yang tulus setia
kau akan selalu kubangga dan kucinta
kembali kan kugenggam tanganmu untuk berjalan bersama
bercinta melintasi hamparan jarak dan waktu
maafkanlah segala keterbatasanku, dinda
yang membuatku tak pernah bisa sempurna mencintaimu
membuatku selalu berbalut rasa bersalah
juga angkuh hati saat bersamamu
aku berharap
kau dapat memaafkan semua kekuranganku
karena aku masih sangat mencintaimu
23 Oktober 2009
Rabu, 07 Oktober 2009
Sajak Kerinduan
setelah jarak tak mampu lagi mengelak dari dekapan
saat itu jua engkau terlepas menjauh
menganga, tak seperti biasanya
mengurung hari-hariku dengan kehangatan
namun, kuharap cinta tetap kau tebar
untuk selalu hiasi hati dan jiwaku
setelah jarak menyembunyikanmu jauh di sana
ada sebuah rasa bergemuruh
terayun-ayun
menyiratkan kerinduan
dan kugambarkan dalam sepotong sajak ini
semoga
sajak ini akan terus berarti
menjerat rindu di kening dadamu
menghapus gelisahmu
terus mengingatku di sepanjang waktu-waktumu
dan ketika sampai di kelak hari
meniti jembatan samudera sejauh ini
kan kujatuhkan tubuhku erat di pelukmu
kutaburi dengan berjuta ciuman semanis madu
menunaikan janji
menjemput impian
hidup berdua dalam satu atap
bahagia
07 Oktober 2009
saat itu jua engkau terlepas menjauh
menganga, tak seperti biasanya
mengurung hari-hariku dengan kehangatan
namun, kuharap cinta tetap kau tebar
untuk selalu hiasi hati dan jiwaku
setelah jarak menyembunyikanmu jauh di sana
ada sebuah rasa bergemuruh
terayun-ayun
menyiratkan kerinduan
dan kugambarkan dalam sepotong sajak ini
semoga
sajak ini akan terus berarti
menjerat rindu di kening dadamu
menghapus gelisahmu
terus mengingatku di sepanjang waktu-waktumu
dan ketika sampai di kelak hari
meniti jembatan samudera sejauh ini
kan kujatuhkan tubuhku erat di pelukmu
kutaburi dengan berjuta ciuman semanis madu
menunaikan janji
menjemput impian
hidup berdua dalam satu atap
bahagia
07 Oktober 2009
Minggu, 27 September 2009
Sebelum Jarak Memisahkan
sebelum jarak menjauh dan rasa makin saling merindu
kita mesti saling merangkul lebih dulu
erat tanpa terhalang sesuatu
saling melumat rasa
menikmati gurat-gurat bibir bersenyawa
dengan ciuman membabi buta
mengagungkan cinta
hingga habis sudah kata kecewa
mengangkasa
tidur dan tertidurlah, sayang
tanggalkan semua yang melekati tubuhmu
temui diriku di taman penuh madu
meleburlah bersamaku
melepas rindu sepanjang waktu
dalam singgasana yang satu
rasakanlah, sayang
nikmati deras persetubuhan ini
guyurlah dengan desah-desah nafsu
aku mencintaimu
selalu sampai kapan pun kau mau
karena aku tahu waktu tak pernah mampu
mengubah segenap perasaanku
sebelum jarak ini makin menganga
antarkan birahiku ke puncak payudaramu
biarkan aku berkuasa di atasnya
melayari indah samuderanya
memeluh sekujur tubuh
sambil merentang harap
semoga cinta ini abadi selamanya
Rindu Selalu
27 September 2009
kita mesti saling merangkul lebih dulu
erat tanpa terhalang sesuatu
saling melumat rasa
menikmati gurat-gurat bibir bersenyawa
dengan ciuman membabi buta
mengagungkan cinta
hingga habis sudah kata kecewa
mengangkasa
tidur dan tertidurlah, sayang
tanggalkan semua yang melekati tubuhmu
temui diriku di taman penuh madu
meleburlah bersamaku
melepas rindu sepanjang waktu
dalam singgasana yang satu
rasakanlah, sayang
nikmati deras persetubuhan ini
guyurlah dengan desah-desah nafsu
aku mencintaimu
selalu sampai kapan pun kau mau
karena aku tahu waktu tak pernah mampu
mengubah segenap perasaanku
sebelum jarak ini makin menganga
antarkan birahiku ke puncak payudaramu
biarkan aku berkuasa di atasnya
melayari indah samuderanya
memeluh sekujur tubuh
sambil merentang harap
semoga cinta ini abadi selamanya
Rindu Selalu
27 September 2009
Kamis, 17 September 2009
Bintangku
kupandangi langit
kutatapi awan yang berarak pelan
sang mentari telah lama sembunyi di balik bumi
rembulan pancarkan cahaya temaram
diantara redup taburan bintang-bintang
karena tak kutemukan sinar terang bintangku
bintangku,
tak dengarkah getar dawai cintaku alunkan kidung kerinduan
sampai kapan aku harus menanti terangmu
menanti bias kasih membelai sukma jiwaku?
17 September 2009
kutatapi awan yang berarak pelan
sang mentari telah lama sembunyi di balik bumi
rembulan pancarkan cahaya temaram
diantara redup taburan bintang-bintang
karena tak kutemukan sinar terang bintangku
bintangku,
tak dengarkah getar dawai cintaku alunkan kidung kerinduan
sampai kapan aku harus menanti terangmu
menanti bias kasih membelai sukma jiwaku?
17 September 2009
Kamis, 10 September 2009
Janji Hati
merenda hari merajut mimpi
menggapai bayangmu
yang semakin hari semakin samar
semakin menjauh pergi
akankah harap dan impian kan terbukti
sedang kasih dan cintamu kini mulai menepi
sayang,
aku tak sanggup lalui lagi hidup ini
tanpa kasih dan cintamu
kau terlanjur melekat erat di dalam hati
jangan lukai jiwa yang telah rapuh ini
jangan pupuskan harap dan impian yang telah tertata rapi
jangan biarkan cintamu layu hanya karena waktu
jangan biarkan setiamu rusak hanya karena jarak
ingat janji kita
hilangkan semua keraguan dalam hati
10 September 2009
menggapai bayangmu
yang semakin hari semakin samar
semakin menjauh pergi
akankah harap dan impian kan terbukti
sedang kasih dan cintamu kini mulai menepi
sayang,
aku tak sanggup lalui lagi hidup ini
tanpa kasih dan cintamu
kau terlanjur melekat erat di dalam hati
jangan lukai jiwa yang telah rapuh ini
jangan pupuskan harap dan impian yang telah tertata rapi
jangan biarkan cintamu layu hanya karena waktu
jangan biarkan setiamu rusak hanya karena jarak
ingat janji kita
hilangkan semua keraguan dalam hati
10 September 2009
Langganan:
Postingan (Atom)