Selasa, 03 Januari 2012

Puisi Kecil


sayup-sayup gemuruh kerinduan menghias kesejukan pagi
kunikmati sekumpulan harapan demimu yang menanti
rangkaian impian yang kugambar pada gugusan awan-awan putih
tak terasa tiba-tiba jatuh di pangkuan melati
merebahkan rindu hari demi hari
memupus sunyi dalam diri

ini untukmu sebaris puisi kecil
terlahir dari kejernihan hati
dari kehangatan segelas kopi

03 Januari 2012

Senin, 02 Januari 2012

Episode Pertama, 2012

-sebuah skenario hidup

tak seperti awal tahun lalu,
awal tahun ini aku telah tidak lagi sendiri, setidaknya aku merasa telah kedatangan seseorang yang sedia menemani, dan kuanggap ini sebagai sesuatu yang (mungkin) kebetulan yang menyenangkan bagiku, dan setidaknya itu membuatku bisa lebih leluasa meluahkan rasa tanpa harus terjebak lagi dalam keegoan birahi terhadap kerumunan wanita

dulu aku selalu berpikir aku selalu merasa memiliki cinta dan kasih sayang yang besar, cinta yang tulus, cinta yang begitu indah, namun ternyata itu hanya mimpi terbodohku, aku sangat mencintai cinta, tapi cinta sama sekali tak pernah mencintaiku, membuatku jera terjatuh dan terjatuh lagi, jadi aku memilih sendiri, untuk apa pusing-pusing memikirkan cinta

tapi belum jenuh menikmati kesendirian, tiba-tiba aku merasa ingin berdua, kemudian ingin juga seseorang yang dulu suka menatapku dalam-dalam, aku ingin seseorang yang menurutku biasa melakukan itu tanpa harus banyak berbicara tentang cinta yang baru, cinta yang menurutku tak lebih dari penjara


hampir dua tahun ini aku mencoba bermetamorfosa dari diriku yang semula, aku tidak pernah begitu percaya dengan cinta, sekalipun sejujurnya aku sangat mendambakan cinta, namun aku begitu menikmati kesendirian yang kujalani, dan bila kelak aku ada yang menemani, aku sangat berharap kenikmatan semacam ini masih bisa kurasakan pada saat-saat nanti

lega saat di tengah kesendirianku akhirnya teringat keanggunan bunga melati, aku sangat tahu, di belakang kesibukan hari-hariku, sesungguhnya aku merindukan segala sesuatu yang beraroma melati, dan aku mengerti dengan apa yang semestinya kulakukan untuk membuatnya bisa kembali mengisi kekosongan langit-langit kamar hatiku, yang tiba-tiba menjadi sangat merindukannya

kupandangi potret-potret kenangan yang lama aku beranjak meninggalkannya, kubuang jauh-jauh debu-debuan usang, lantas kutarik selimut putih yang dengan kelembutannya kuharap dapat kembali menumbuhkan putih-putih melati yang dulu segar bermekaran seisi hati

dan seperti kataku di tahun-tahun sebelum ini, seusai membantai panjangnya sepi, dengan puisi aku masih akan berdiri, memasrahkan keindahan rindu yang tak terakhiri, lantas mengecup kembali kuntuman-kuntuman bunga melati, karena kusadari banyak hal yang selama ini telah kusesali

kini, di sini, dalam kepingan-kepingan cinta di dasar palung hati, aku mendamba melati, merindu bunga-bunganya yang putih, dan aku mencintainya, dengan cinta yang kupikir telah banyak belajar memberi tanpa pamrih, bukan seperti pelangi yang ada sekedar mewarnai hari

ya, di sini, setidaknya biarkan aku berkata seadanya, seandainya ada keterpaksaan yang dirasa dari rentetan helai demi helai kenangan kita, dan tak mampu lagi menumbuhkanmu karena terbungkam kegetiran masa lalu, dan tak benar-benar mudah terobati, aku takkan ragu untuk mentahbiskan diriku sendiri sebagai seorang pendosa, namun seandainya segala apa yang telah kutuliskan di sini dapat merintikkan tetesan kedamaian, penuh harmoni di dalam hati, membintikkan keindahan dalam jiwa, menjilati segenap resahmu, meninabobokan gelisahmu, dan meniduri curigamu, ambillah cintaku, sandingkan dengan cinta yang ada dalam hatimu sepenuh keyakinan, dan biarkan aku memetikmu, lantas menyuntingmu untuk menjadikanmu halal dalam kehangatan pelukanku

I’ll be there for you, insya Allah...

02 Januari 2012

Minggu, 01 Januari 2012

Renungan Awal Tahun

beginilah dunia adanya
hanya lintasan masa demi masa
datang untuk kemudian lewat begitu saja

01 Januari 2012

Jumat, 30 Desember 2011

Hanya Padamu Cintaku Bermuara

jika rindu ini membara
hatiku menyebut namamu tanpa jeda
dan dari anugerah keindahan cinta
aku menyebutmu serupa bunga
meski angin itu pernah memaksamu sirna
namun langkah tetap menguntai jutaan rasa
lantas aku percaya segalanya
karena hanya padamu cintaku bermuara

30 Desember 2011

Melatiku


engkau adalah melati, bunga hati
melati dengan putih kelembutan
seputih arakan awan
mengembanglah, bunga
cinta kita mengembang
selalu mengembang
dengan kembangan kesayuan

engkau adalah melati
tawanan hati
menguncup kelopak keindahan
indah dalam pangkuan jiwa
:aku jatuh padamu

melatiku adalah engkau
bermekaran dalam gerimis dan hujan
menebar seribu kerinduan
menyergap bilik-bilik kekosongan
semangat cintaku yang membara

dalam hati
engkau tetaplah melati
yang kelak akan kupinang sebagai isteri

30 Desember 2011

Selasa, 27 Desember 2011

Kasidah Rindu di Awal Hari

pagi melebur diri dalam rindu tak terperi
sabda hati mengaliri pucuk-pucuk melati
berbaur wangi aroma bunga syurgawi

embun mengucuri ketakberdayaan diri
sinar mentari menebar kekuatan mimpi-mimpi
kuakui,
kesederhanaan melati adalah persemayaman yang indah bagi cintaku
dan kesahajaannya, kerap menyingkap rundung rindu relungku

27 Desember 2011

Senin, 26 Desember 2011

Sepenggal Puisi untuk Melati

tak salah kukatakan di sini
hanya melati bunga segala di hati
bunga tempat segenap rinduku bermuara
tempatku menampung benih-benih cinta dalam jiwa
yang selama ini tersimpan hanya dalam rasa

mungkin kau tak pernah tahu
sepenggal sajak ini tadinya berserakan
tiada dandanan
tiada yang boleh menyentuh barang seorang
hanya aku yang memegang
hanya aku yang membaca
dan aku selalu percaya
melati masih akan memberi arti
untuk hidupku yang hampir tepi
demi wujudkan satu mimpi yang pasti

tak terasa kini kau telah kembali
membuat indah setiap serakan di hati
siang menenggelamkan kenangan usang
malam selalu jadi selimut kehangatan
membiarkan tahun-tahun terlepas dari ingatan
lantas menatap tempat tinggal untuk masa depan

melati yang dulu seringkali menumbuhkan banyak puisi
dalam sebentar bermekaran lagi di beranda hati
memutih hari
kian mewangi

semoga tetap abadi
kini hingga akhir nanti

26 Desember 2011

Sejak Aku Kehilangan


sajakku tak pernah bisa kuselesaikan sejak aku kehilangan
lalu kubiarkan berserakan
berdebu dan using bertahun-tahun
lantas engkau hadir kembali
setelah sekian lama aku tetap merasa sendiri
meski ada yang menggandeng hati
rinduku padamu tetap seperti dulu
meski pernah membeku
cintaku padamu, seperti kisah puteri tidur
kubawa mati
dan hadirmu menghidupkan lagi
seakan membawa benih-benih cinta yang dulu tak kau punya

aku masih saja termangu
ingin kupandangi kau lekat-lekat
kupeluk kau erat-erat
agar tak lagi kau berlalu dan meninggalkanku
dalam sepi yang mencekam

sekarang,
kusambut bahagia tanganmu, janji dan cintamu
bisikkanlah rindumu juga cintamu yang kau simpan dua tahun ini
aku akan mendengarkan sepenuh hatiku
dalam kebahagiaan dan kemesraan terdalamku

Jasmine

26 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Tidak Sedang Bermimpi

malam ini aku akan datang, sayang
mengajarimu membaca rindu yang dulu hilang
aku akan menemanimu sampai pagi tiba nanti
dan meyakinkanmu bahwa kita tidak sedang bermimpi

25 Desember 2011

Sabtu, 24 Desember 2011

Sebiru Hatiku

awalnya
kau bujuk aku menari di tepian pantai
berdansa, pasrah meniti titian waktu
di bawah terik yang menjerit
ditemani nyanyian ikan-ikan kecil
sementara ceriamu, terus saja mencerahkan wajahku

sekian lama rindu menggebu
melalui hari-hari yang tak pernah tidur
melintasi senyap-senyap malam yang berlalu
kini menggelora di pesisir biru
tak jua pecah digiring ombak
kita pun kian lena dalam tarian-tarian mesra

birunya pantai selatan
turut membuat biru langit-langit di hatiku
sambil membiarkan senyummu menguntai kata
kupahami rapuhmu
kugenggami cintamu
lalu mendekap setiap dingin yang kurasakan di tubuhmu

janji hati
kutumbuhkan kembali melati-melati yang pernah mati
dan menjaganya hingga akhir nanti

24 Desember 2011

Jumat, 23 Desember 2011

Kisah Kemarin


kisah kemarin hanyalah singgah
melipat waktu yang kian pasrah
dan pertemuan kini seperti mengulang semuanya
mengingatkan akan mekarnya melatiku yang indah

melati itu tidak sedang sendiri seperti di kala masa
kini ia denganku
berdua bersama menumbuhkan cinta

23 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

Sore yang Indah

meski gerimis tak lagi menyinggah
kurasakan sore ini tetaplah indah
bersama suaramu yang renyah
bersama semilir angin dari jendela sisi kamar
melayarkan cinta
mengantar kemerduan kata sampai kedalaman
hati berselimut rindu

22 Desember 2011

Selasa, 20 Desember 2011

Kembali

malam kesepian
gema suara jiwa terdengar lirih
di antara keajaiban hitam dan putih
kata demi kata berhamburan
menyengat kenangan demi kenangan
dalam dua belas bulan
dalam dua belas puisi

malam sunyi terkenang kembali
kisah kita yang sesungguhnya belumlah usai
kita hanya gontai
meninggalkan sekian jejak langkah
:masa-masa kuliah
masa-masa berdua yang indah
kedekatan yang tak sepenuhnya milik kita
kedekatan yang tak lagi membutuhkan bahasa
lantas di simpang jalan
mereka membeku
tanpa warna

demikianlah,
kemudian kita pergi meninggalkan semua
sejauh-jauhnya
tanpa saling melupakan
untuk kemudian kembali dipertemukan

20 Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

OST Upin Ipin : Kakakku Tersayang

menyenangkan kau hadir di hidupku
bagai bintang yang menerangi
engkau selalu ada dalam sedih dan senang
engkau sungguh kakakku sayang

sungguh aku ingin mengucap kata
terima kasih untuk semua
ketulusan hatimu untuk menjaga aku
engkau sungguh kakakku sayang

selalu bersamaku tunjukkan padaku
indahnya duniamu yang penuh warna
ajarkan diriku arti ketulusan
kasih dan sayangmu selalu bersamaku

jangan letih mengingatkan diriku
untuk jadi anak berbakti
menyayangi sesama dan menolong yang lemah
agar dunia menjadi indah

you show me how to laugh
you teach me how to live
just like the sun shining
give the light to universe

-Fadly feat Zahra

Download Ost. Upin Ipin Fadly feat Zahra_Kakakku Sayang.mp3

Jumat, 16 Desember 2011

Diari Kenangan


just for : My Sister

hari kemarin
menutup selembar catatan tersurat
setahun ke belakang
mungkin kini tiba saatnya
membuka sekat yang menyekat dinding semangat
mungkin setangkai melati, atau segenggam bunga impian
akan lebih segar bermekaran
untuk menghias hari di masa hadapan

semoga,
esok kan datang sinar mentari harapan
untuk selembar diari yang terlempar
mungkin lebih indah
mungkin juga tiada bermakna
tapi tak apa
sungguh tak apa
hidup memang semestinya berbeda

mungkin mentari kan menyapamu lebih mesra
walau ilalang yang kian menjulang
akan lebih sering menghalang menerjang

berbahagialah
berbahagialah dengan semua
jalan ini pasti ada yang menentukan

16 Desember 2011