selalu,
kupandangi bayangmu lebih dekat
padahal telah separuh malam
mataku belum jua terpejam
selalu,
kupandangi bayangmu lebih lekat
sekedar mencari-cari goresan warna
cinta yang hilang…..
20 Desember 2006
Rabu, 20 Desember 2006
Senin, 18 Desember 2006
Tentang Sepasang Melati
sepasang melati tumbuh
di balik belukar kalbu
bernaung antara hati satu
ke hati satu
saling mengetuk pintu dengan bunganya
mengukir kenangan
sewaktu-waktu.....
18 Desember 2006
di balik belukar kalbu
bernaung antara hati satu
ke hati satu
saling mengetuk pintu dengan bunganya
mengukir kenangan
sewaktu-waktu.....
18 Desember 2006
Hampa
dinda,
setelah hati terpelanting
apa lagi hendak kusematkan
apakah setangkai mawar
yang durinya masih menancap di nadi
ataukah setangkai melati
yang sudah tiada lagi mewangi
kupikir
barangkali hatimu tak pernah lagi mengukir namaku.....
18 Desember 2006
setelah hati terpelanting
apa lagi hendak kusematkan
apakah setangkai mawar
yang durinya masih menancap di nadi
ataukah setangkai melati
yang sudah tiada lagi mewangi
kupikir
barangkali hatimu tak pernah lagi mengukir namaku.....
18 Desember 2006
Selasa, 12 Desember 2006
Hadirkan Diriku
hadirkan diriku dalam harap dan cintamu
hadirkan diriku dalam setiap langkah-langkahmu
hadirkan diriku dalam kegelisahanmu
agar kegelisahanmu menjadi ketabahan bagimu
juga ketabahan bagi cinta kita
hadirkan diriku dalam mimpimu
agar mimpimu menjadi kedamaian bagimu
juga kedamaian bagi cinta kita
12 Desember 2006
hadirkan diriku dalam setiap langkah-langkahmu
hadirkan diriku dalam kegelisahanmu
agar kegelisahanmu menjadi ketabahan bagimu
juga ketabahan bagi cinta kita
hadirkan diriku dalam mimpimu
agar mimpimu menjadi kedamaian bagimu
juga kedamaian bagi cinta kita
12 Desember 2006
Senja Itu Kita Padamkan
dinda,
mampukah senja itu kita padamkan
meski cahayanya seperti orang sedang bercinta
dinda,
tak usahlah senja itu kita padamkan
malam tetap saja akan menjadi malam
dan esok
kita hanya harus sudahi sejarah semu
adam dan hawa.....
12 Desember 2006
mampukah senja itu kita padamkan
meski cahayanya seperti orang sedang bercinta
dinda,
tak usahlah senja itu kita padamkan
malam tetap saja akan menjadi malam
dan esok
kita hanya harus sudahi sejarah semu
adam dan hawa.....
12 Desember 2006
Minggu, 10 Desember 2006
Menunggu Pagi
pagi dingin itu adalah suaramu
yang mengalun lembut
lewat desir-desir semilir angin
menyapaku
pagi dingin itu adalah cahayamu
yang terbersit indah
dalam bening bola matamu
menyinariku
pagi dingin itu adalah keharumanmu
yang terangkum rapi
dalam wangi pucuk bunga melati
membiusku
sementara malamku
rasanya semakin panjang.....
10 Desember 2006
yang mengalun lembut
lewat desir-desir semilir angin
menyapaku
pagi dingin itu adalah cahayamu
yang terbersit indah
dalam bening bola matamu
menyinariku
pagi dingin itu adalah keharumanmu
yang terangkum rapi
dalam wangi pucuk bunga melati
membiusku
sementara malamku
rasanya semakin panjang.....
10 Desember 2006
Kujalin Cinta
kujalin cinta
yang menjadi sebutir cerita
melewati hari-hari penuh cuaca
dengan beragam lukisan rindu dipahatmu
kujalin kisah
yang akan menjadi seuntai cerita
biarkan ia menembus ruang kalbu
berlari sepanjang sinar mentari
kujalin mimpi
akan masih ada bayangan selimuti duniaku
dalam keheningan yang bertanya
sampai rindu terjatuh jua dalam puisi
kujalin bayangan
akan masih selalu ada mimpi-mimpi
dalam gelisah yang menjadi kehampaan
yang terluka.....
10 Desember 2006
yang menjadi sebutir cerita
melewati hari-hari penuh cuaca
dengan beragam lukisan rindu dipahatmu
kujalin kisah
yang akan menjadi seuntai cerita
biarkan ia menembus ruang kalbu
berlari sepanjang sinar mentari
kujalin mimpi
akan masih ada bayangan selimuti duniaku
dalam keheningan yang bertanya
sampai rindu terjatuh jua dalam puisi
kujalin bayangan
akan masih selalu ada mimpi-mimpi
dalam gelisah yang menjadi kehampaan
yang terluka.....
10 Desember 2006
Rabu, 06 Desember 2006
Simfoni Bunga Melati
kuncup bunga yang merekah
mengoyak nurani seputih melati
pada jendela kamar hati
dalam gerak yang ramah
ia buatkan taman yang indah
diantara bunga-bunga bermekaran
kulihat putih kelopaknya
kuncup jua dalam jiwaku
06 Desember 2006
mengoyak nurani seputih melati
pada jendela kamar hati
dalam gerak yang ramah
ia buatkan taman yang indah
diantara bunga-bunga bermekaran
kulihat putih kelopaknya
kuncup jua dalam jiwaku
06 Desember 2006
Senin, 04 Desember 2006
Selamanya
aku milikmu
kau milikku
itu kita yakini
kau telah kukunci dalam hatiku
dan kuncinya telah kubuang jauh-jauh
kau harus tinggal di situ
selamanya.....
04 Desember 2006
kau milikku
itu kita yakini
kau telah kukunci dalam hatiku
dan kuncinya telah kubuang jauh-jauh
kau harus tinggal di situ
selamanya.....
04 Desember 2006
Sabtu, 02 Desember 2006
Dalam Perjalanan
dinda,
senja berlabuh ke arahmu
mengusung rindu mentari pada pelukan bumi
seiring angin hanyutkan selembar daun
kan kukembarakan cinta ini, dinda
serupa mentari di balik awan
tetapi malamku
ternyata terlalu cepat melahirkan gelapnya.....
02 Desember 2006
senja berlabuh ke arahmu
mengusung rindu mentari pada pelukan bumi
seiring angin hanyutkan selembar daun
kan kukembarakan cinta ini, dinda
serupa mentari di balik awan
tetapi malamku
ternyata terlalu cepat melahirkan gelapnya.....
02 Desember 2006
Jumat, 01 Desember 2006
Rahasiakan Ini, Dinda
ada rindu menggema dalam dadaku
kala engkau yang satu
jatuh dalam dekapan nafasku
ada resah mengetuk jendela batin
kala puisi tak pernah usai kususun
karena sulaman jiwa terbelit rindu akan dirimu
jeratlah aku, dinda
rangkul dengan kelopak melatimu
kurung aku dalam kalbumu
tambatkan selalu pada hatimu
semayamkan dalam jiwa yang terdalam
lantas,
rahasiakan ini, dinda.....
01 Desember 2006
kala engkau yang satu
jatuh dalam dekapan nafasku
ada resah mengetuk jendela batin
kala puisi tak pernah usai kususun
karena sulaman jiwa terbelit rindu akan dirimu
jeratlah aku, dinda
rangkul dengan kelopak melatimu
kurung aku dalam kalbumu
tambatkan selalu pada hatimu
semayamkan dalam jiwa yang terdalam
lantas,
rahasiakan ini, dinda.....
01 Desember 2006
Hening
tak mesti tahu kutulis apa
kali ini puisi
tak berarti
resah datang lalu pergi menghilang
puisi pendek dan singkatnya waktu
jadi penghilang resah yang datang.....
01 Desember 2006
kali ini puisi
tak berarti
resah datang lalu pergi menghilang
puisi pendek dan singkatnya waktu
jadi penghilang resah yang datang.....
01 Desember 2006
Lagu Rindu
dengarlah, sayang
aku akan menyanyikan sebuah lagu rindu
dan meraungkannya ke dalam hatimu
simpanlah, sayang
simpan semua rinduku
tuk jadi lirik lagu malam-malammu
01 Desember 2006
aku akan menyanyikan sebuah lagu rindu
dan meraungkannya ke dalam hatimu
simpanlah, sayang
simpan semua rinduku
tuk jadi lirik lagu malam-malammu
01 Desember 2006
Kamis, 30 November 2006
Sebuah Kisah Baru
dinda,
seuntai kisah baru akan kita jalani
biarkan menembus relung-relung hati
dan bergelayut sepanjang hari
dinda,
seuntai mimpi baru akan kita arungi
biarkan selimuti tidurku tidurmu lagi
hingga rindu terlukis dalam puisi
dinda,
seuntai rindu baru akan kita lewati
tapi aku tak pernah mengerti
sampai kapankah kau akan tetap bersemayam di hati ini?......
30 November 2006
seuntai kisah baru akan kita jalani
biarkan menembus relung-relung hati
dan bergelayut sepanjang hari
dinda,
seuntai mimpi baru akan kita arungi
biarkan selimuti tidurku tidurmu lagi
hingga rindu terlukis dalam puisi
dinda,
seuntai rindu baru akan kita lewati
tapi aku tak pernah mengerti
sampai kapankah kau akan tetap bersemayam di hati ini?......
30 November 2006
Selasa, 28 November 2006
Tentang Gerimis
rinai gerimis terus menetes ke pucuk daun waru
penuh haru
mengabarkan bahwa rindu turun penuh curah
di pagi ini
tapi rindu itu
tak kunjung sampai pada batas kerinduanmu
masih meraung-raung dalam birunya hatiku
dan hanya separuh saja puisi ini kukirimkan
sekedar mengendapkan kecewamu
ketika hanya padaku
hatimu kau titipkan
28 November 2006
penuh haru
mengabarkan bahwa rindu turun penuh curah
di pagi ini
tapi rindu itu
tak kunjung sampai pada batas kerinduanmu
masih meraung-raung dalam birunya hatiku
dan hanya separuh saja puisi ini kukirimkan
sekedar mengendapkan kecewamu
ketika hanya padaku
hatimu kau titipkan
28 November 2006
Jumat, 24 November 2006
Pesan Air Mata
jawabanmu telah kuterima dari pesan yang kau layangkan
isinya mengaduk-aduk kalbu sekaligus mendamaikan, menenteramkan
dengan linangan air mata kubasuhi suratmu
tak main-main aku dengan segenap perasaanku
selalu,
air mataku menyirami baris demi baris kata-katamu
air mataku menghapusnya satu per satu
esok, kugoreskan kata pertamaku dengan air mata
dan lusa, dengan air mata jua kata terakhirku kutintakan.....
24 November 2006
isinya mengaduk-aduk kalbu sekaligus mendamaikan, menenteramkan
dengan linangan air mata kubasuhi suratmu
tak main-main aku dengan segenap perasaanku
selalu,
air mataku menyirami baris demi baris kata-katamu
air mataku menghapusnya satu per satu
esok, kugoreskan kata pertamaku dengan air mata
dan lusa, dengan air mata jua kata terakhirku kutintakan.....
24 November 2006
Selasa, 21 November 2006
Sepi
denting gitar iringi nyanyian malam
sementara waktu terus melaju
bersama senyum rembulan
di malam hari
kidung sunyi menjelma sendu
membawa hati ke lintas tak berujung
menenggelamkan diri
dalam ribuan kejenuhan
tidakkah kau mengerti
bahwa kau telah berada dalam diriku
bahwa kau adalah sebuah bayangan di bawah alam sadarku
bahwa kau memiliki arti
untuk hidupku?......
21 November 2006
sementara waktu terus melaju
bersama senyum rembulan
di malam hari
kidung sunyi menjelma sendu
membawa hati ke lintas tak berujung
menenggelamkan diri
dalam ribuan kejenuhan
tidakkah kau mengerti
bahwa kau telah berada dalam diriku
bahwa kau adalah sebuah bayangan di bawah alam sadarku
bahwa kau memiliki arti
untuk hidupku?......
21 November 2006
Sabtu, 18 November 2006
Luka Lama Terkoyak Kembali
saat terjaga di hening malam
seketika kusadari perihnya batin ini
luka lama seakan terkoyak kembali
seiring lintasan angan meraba mata hati
sesungguhnya,
aku tak pernah berharap mendapatkan hati dan cintamu
tapi sedikit pun tak dapat kuhindari
rasanya gelora mengharu biru asaku
semakin aku melangkah
semakin menganga luka-luka
dengan segala kegalauan yang ada
kini luka lamaku kembali menguak.....
18 November 2006
seketika kusadari perihnya batin ini
luka lama seakan terkoyak kembali
seiring lintasan angan meraba mata hati
sesungguhnya,
aku tak pernah berharap mendapatkan hati dan cintamu
tapi sedikit pun tak dapat kuhindari
rasanya gelora mengharu biru asaku
semakin aku melangkah
semakin menganga luka-luka
dengan segala kegalauan yang ada
kini luka lamaku kembali menguak.....
18 November 2006
Sabtu, 04 November 2006
Melati di Hatimu dan di Dadaku
kusuntingkan melati di sudut hatimu
sebagai simpul mimpi yang kita anyam bersama
saat bulam masih mengambang rendah di ufuk barat
biarkan aromanya menggamit nafasmu nafasku
yang berlabuh menyatu di tepian pantai
saat laut memasang gelombang-gelombangnya
biarkan warna putihnya menyapu dinding hatimu hatiku
yang kerap terpercik noda-noda keraguan
saat bintang-bintang berjatuhan di pelataran
lantas kau semat jua melati itu di dadaku
katamu sebagai pengayuh
saat biduk terbentur karang terhempas gelombang
katamu,
biarkan aromanya menghapus keringatmu keringatku
saat gelora membakar malam di pasir pantai
tempat kita menyulam janji
katamu,
putih warnanya adalah putih kesetiaan
mempersempit jarak diantara tebing-tebing terjal
tempat kita meniti perjalanan ini.....
04 November 2006
sebagai simpul mimpi yang kita anyam bersama
saat bulam masih mengambang rendah di ufuk barat
biarkan aromanya menggamit nafasmu nafasku
yang berlabuh menyatu di tepian pantai
saat laut memasang gelombang-gelombangnya
biarkan warna putihnya menyapu dinding hatimu hatiku
yang kerap terpercik noda-noda keraguan
saat bintang-bintang berjatuhan di pelataran
lantas kau semat jua melati itu di dadaku
katamu sebagai pengayuh
saat biduk terbentur karang terhempas gelombang
katamu,
biarkan aromanya menghapus keringatmu keringatku
saat gelora membakar malam di pasir pantai
tempat kita menyulam janji
katamu,
putih warnanya adalah putih kesetiaan
mempersempit jarak diantara tebing-tebing terjal
tempat kita meniti perjalanan ini.....
04 November 2006
Jumat, 03 November 2006
Aku Bermimpi Tentangmu
malam tadi kubermimpi tentangmu
hingga mentari mendatangiku
membiaskan keindahan
betapa sinar hangatnya menyinar
betapa ranting bergoyang menyapaku
saat ini
baru kusadari betapa semua menjadi berarti
karena satu perihal
bahwa sinarnya hanya sudi menghangatkan dunia setelah menyinariku
bahwa angin bergegas menemuiku
membuat semua ranting bergoyang
bahwa rinduku baru berarti setelah ia berlari
dan hinggap tepat di pangkuanku
sempurnakan mimpi malamku tadi....
03 November 2006
hingga mentari mendatangiku
membiaskan keindahan
betapa sinar hangatnya menyinar
betapa ranting bergoyang menyapaku
saat ini
baru kusadari betapa semua menjadi berarti
karena satu perihal
bahwa sinarnya hanya sudi menghangatkan dunia setelah menyinariku
bahwa angin bergegas menemuiku
membuat semua ranting bergoyang
bahwa rinduku baru berarti setelah ia berlari
dan hinggap tepat di pangkuanku
sempurnakan mimpi malamku tadi....
03 November 2006
Rabu, 01 November 2006
Di Ujung Asaku
ketika semuanya harus berjalan seperti ini
ketika rinduku kurasa tak lagi berarti
apa yang ada di pikiranmu saat ini sungguh tak beralasan
kita memang jauh
tapi bukan berarti hati kita tak bisa saling menyapa
telah kuberikan apa yang mampu kuberi
namun tak jua mampu puaskan hatimu
di ujung asaku ini
aku yakin
kau masih selalu rindukan hadirku
di sana.....
01 November 2006
ketika rinduku kurasa tak lagi berarti
apa yang ada di pikiranmu saat ini sungguh tak beralasan
kita memang jauh
tapi bukan berarti hati kita tak bisa saling menyapa
telah kuberikan apa yang mampu kuberi
namun tak jua mampu puaskan hatimu
di ujung asaku ini
aku yakin
kau masih selalu rindukan hadirku
di sana.....
01 November 2006
Selasa, 31 Oktober 2006
Kasidah Sunyi
Surat Rindu
kukirimkan surat rindu padamu
setelah malam menyimpan keabadian di balik gerimis
tanpa alamat kukirim gairah cinta pada embun-embun
yang meleleh di dasar jantungku
suara-suara bunga membisik bersama isyaratmu
aku akan menepi
di batas waktu tanpa akhir ini
lewat cahaya kesenyapan
kukirim bunga-bunga rinduku padamu
seperti jua angin menyanyikan lagu-lagu
pada keheningan suasana
pada kehampaan yang abadi
tak ada jarak
31 Oktober 2006
setelah malam menyimpan keabadian di balik gerimis
tanpa alamat kukirim gairah cinta pada embun-embun
yang meleleh di dasar jantungku
suara-suara bunga membisik bersama isyaratmu
aku akan menepi
di batas waktu tanpa akhir ini
lewat cahaya kesenyapan
kukirim bunga-bunga rinduku padamu
seperti jua angin menyanyikan lagu-lagu
pada keheningan suasana
pada kehampaan yang abadi
tak ada jarak
31 Oktober 2006

Sebuah Tanya
hangat sinar mentari pagi ini
perlahan mengganti dinginnya angin malam
tapi yang kurasa
belum sehangat sentuh kasih sayangmu
yang mampu membakar jiwaku yang beku
mahkota pagi perlahan sirna
alam pun mulai bertanya
:”apakah esok ia kan kembali bertahta?”
aku tak tahu
lantas kau berkata
“mendadak aku begitu istimewa di hatimu...”
membuat jiwaku bertanya
“apakah esok aku kan tetap istimewa di hatimu?”
aku tak tahu
31 Oktober 2006
perlahan mengganti dinginnya angin malam
tapi yang kurasa
belum sehangat sentuh kasih sayangmu
yang mampu membakar jiwaku yang beku
mahkota pagi perlahan sirna
alam pun mulai bertanya
:”apakah esok ia kan kembali bertahta?”
aku tak tahu
lantas kau berkata
“mendadak aku begitu istimewa di hatimu...”
membuat jiwaku bertanya
“apakah esok aku kan tetap istimewa di hatimu?”
aku tak tahu
31 Oktober 2006
Sabtu, 28 Oktober 2006
Derai-Derai Kehidupan
kueja bayangmu lepas pagi hingga petang
kueja namamu dalam heningnya tabir malam
kukabarkan rinduku lewat hembusan angin
dan kutitipkan cintaku pada kerlipan-kerlipan bintang
selama mentari bersinar tanpa padam
aku pun kan tetap menyinarimu dengan cinta
meski harus menunggu rembulan untuk bicara
aku tetap merangkai cinta dalam setia
dalam derai-derai kehidupan......
28 Oktober 2008
kueja namamu dalam heningnya tabir malam
kukabarkan rinduku lewat hembusan angin
dan kutitipkan cintaku pada kerlipan-kerlipan bintang
selama mentari bersinar tanpa padam
aku pun kan tetap menyinarimu dengan cinta
meski harus menunggu rembulan untuk bicara
aku tetap merangkai cinta dalam setia
dalam derai-derai kehidupan......
28 Oktober 2008
Rabu, 25 Oktober 2006
Rinduku Teramat Panjang
rinduku sudah teramat panjang
sampai aku tak sanggup tuk menghapusnya
ingin rasa kugenggam rindu itu
untuk kujadikan sebuah rindu yang manis dan lembut
aku tak tahu harus berkata apa lagi
rinduku sudah teramat panjang dan jauh
dan takkan berhenti sampai di sini
sebab aku yakin
dengan rindu, kesetiaan akan selalu abadi.....
25 Oktober 2006
sampai aku tak sanggup tuk menghapusnya
ingin rasa kugenggam rindu itu
untuk kujadikan sebuah rindu yang manis dan lembut
aku tak tahu harus berkata apa lagi
rinduku sudah teramat panjang dan jauh
dan takkan berhenti sampai di sini
sebab aku yakin
dengan rindu, kesetiaan akan selalu abadi.....
25 Oktober 2006
Rabu, 18 Oktober 2006
Sampai Nanti
kupandang jua langit itu
di sana, di satu titik
titik tempat kita menganyam angan dan asa
tempat pertemuan kita
meski hanya menitip kangen lewat taburan bintang
yang terserak di atas sana
kita pun mesti berkata
bahwa kita akan bertemu di tempat itu
dalam keabadian rindu
sampai nanti.....
18 Oktober 2006
di sana, di satu titik
titik tempat kita menganyam angan dan asa
tempat pertemuan kita
meski hanya menitip kangen lewat taburan bintang
yang terserak di atas sana
kita pun mesti berkata
bahwa kita akan bertemu di tempat itu
dalam keabadian rindu
sampai nanti.....
18 Oktober 2006
Senin, 16 Oktober 2006
Peluklah Rinduku
kutulis untukmu berita pendek
yang di dalamnya senantiasa tersimpan rindu
hangat dan lembut, seperti engkau
kurasakan hingga merasuk ke dalam selimutku
aku sedang merasakan kesendirianku, dinda
hambar seperti sedang menikmati segulung waktu yang hampa
kubaca puisi-puisimu sebab yang kupunya hanya itu
agar tak lantas pergi dari ingatku
agar kau tetap menegendap di jendela hatiku
aku bahasakan rinduku
dengan suara yang lebih sayup
dari sekian rindu yang pernah kurasakan untukmu
kucatat dalam sesobek kertas putih ini
ketika malam melumat kecantikan rasa
hingga rindu terus menyelinap
dalam kehangatan tubuh yang gelisah
maka sambutlah
peluklah rinduku, dinda.....
16 Oktober 2006
yang di dalamnya senantiasa tersimpan rindu
hangat dan lembut, seperti engkau
kurasakan hingga merasuk ke dalam selimutku
aku sedang merasakan kesendirianku, dinda
hambar seperti sedang menikmati segulung waktu yang hampa
kubaca puisi-puisimu sebab yang kupunya hanya itu
agar tak lantas pergi dari ingatku
agar kau tetap menegendap di jendela hatiku
aku bahasakan rinduku
dengan suara yang lebih sayup
dari sekian rindu yang pernah kurasakan untukmu
kucatat dalam sesobek kertas putih ini
ketika malam melumat kecantikan rasa
hingga rindu terus menyelinap
dalam kehangatan tubuh yang gelisah
maka sambutlah
peluklah rinduku, dinda.....
16 Oktober 2006
Kamis, 12 Oktober 2006
Senandung Lagu Malam
malam ini…
ada yang mengirim untukmu seuntai rindu
yang manis menyelinap lewat rongga-rongga hati
atau desahan sendu biru lewat detak jantungmu
biarkan ia menyusup lembut
barangkali lewat hembusan nafasmu
senandung itu memang tak terdengar
tapi akan tetap mengalir di nadimu
malam ini…
ada yang mengirim untukmu seuntai rindu
yang lahir dari kesunyian pahit yang membosankan
atau dari ribuan rasa yang tertahan
melimpah ruah di permukaan hati
biarkan ia menggetarkan dada
menghanyutkan kesadaran hari demi hari
meski sanandung itu takkan pernah terdengar lagi
malam ini…
tak ada yang benar-benar bisa kukirimkan untukmu
selain tembang rindu manis yang lembut itu.....
12 Oktober 2006
ada yang mengirim untukmu seuntai rindu
yang manis menyelinap lewat rongga-rongga hati
atau desahan sendu biru lewat detak jantungmu
biarkan ia menyusup lembut
barangkali lewat hembusan nafasmu
senandung itu memang tak terdengar
tapi akan tetap mengalir di nadimu
malam ini…
ada yang mengirim untukmu seuntai rindu
yang lahir dari kesunyian pahit yang membosankan
atau dari ribuan rasa yang tertahan
melimpah ruah di permukaan hati
biarkan ia menggetarkan dada
menghanyutkan kesadaran hari demi hari
meski sanandung itu takkan pernah terdengar lagi
malam ini…
tak ada yang benar-benar bisa kukirimkan untukmu
selain tembang rindu manis yang lembut itu.....
12 Oktober 2006
Minggu, 08 Oktober 2006
Biarkan Bersatu
bila saja kau berkunjung tiba-tiba
aku rela meski cuma dapatkan isyarat mata
sua denganmu, cukup sekali tak apa
walau sebatas tegur sapa, aku rela
tak ingin lebih, cukup terobati
kau,
jauh dari pandang mataku
tangan ini tak mampu menyentuhmu
jarak selalu menghalang-halangi pertemuan
relakan hanya dalam mimpi, dalam angan
sementara biarkan kita tetap bersatu.....
08 Oktober 2006
aku rela meski cuma dapatkan isyarat mata
sua denganmu, cukup sekali tak apa
walau sebatas tegur sapa, aku rela
tak ingin lebih, cukup terobati
kau,
jauh dari pandang mataku
tangan ini tak mampu menyentuhmu
jarak selalu menghalang-halangi pertemuan
relakan hanya dalam mimpi, dalam angan
sementara biarkan kita tetap bersatu.....
08 Oktober 2006
Jumat, 06 Oktober 2006
Nyanyian Rindu
kala kusambut pagi dengan senyumku
tak ada duka hiasi hari-hariku
rasa tak menentu
ragu dan malu membelenggu
kala kudekat denganmu
satu keindahan
satu kebahagiaan
satu kedamaian
menyatu bila kau di sisiku
rintik hujan gerimis di senja ini
kucoba hitung tetesannya yang menerpa bumi
bila saja ada kau di sampingku
inginku arungi danau biru bersama-sama
bila malam mata enggan terpejam
langit-langit kamar penuh gambar wajahmu
yang sejuk segarkan hati.....
-nurma
06 Oktober 2006
tak ada duka hiasi hari-hariku
rasa tak menentu
ragu dan malu membelenggu
kala kudekat denganmu
satu keindahan
satu kebahagiaan
satu kedamaian
menyatu bila kau di sisiku
rintik hujan gerimis di senja ini
kucoba hitung tetesannya yang menerpa bumi
bila saja ada kau di sampingku
inginku arungi danau biru bersama-sama
bila malam mata enggan terpejam
langit-langit kamar penuh gambar wajahmu
yang sejuk segarkan hati.....
-nurma
06 Oktober 2006
Rabu, 04 Oktober 2006
Kidung Malam
kidung malam sunyi menjelma sendu
membawa hatiku masuki ruang jiwamu
menenggelamkan diri dalam seribu kerinduan
rindu untuk bertemu dengan bayangmu
tidakkah kau tahu
bahwa aku telah berada dalam mimpimu
bahwa aku adalah sebuah bayangan di bawah alam sadarmu
saat rindu menggema dalam dadamu
dalam dadaku
dalam dada kita
04 Oktober 2006
membawa hatiku masuki ruang jiwamu
menenggelamkan diri dalam seribu kerinduan
rindu untuk bertemu dengan bayangmu
tidakkah kau tahu
bahwa aku telah berada dalam mimpimu
bahwa aku adalah sebuah bayangan di bawah alam sadarmu
saat rindu menggema dalam dadamu
dalam dadaku
dalam dada kita
04 Oktober 2006

Jumat, 29 September 2006
Temani Aku
malam ini aku berharap, sangat berharap
kau merindukan hadirku
di setiap hela nafasmu
sama seperti aku merindukanmu setiap waktu
meski tak terucap
aku akan sangat bahagia
bila ternyata kita punya rindu yang sama
biar aku tak merasa sendiri
temani aku, dinda
habiskan malam gelisahku ini.....
29 September 2006
kau merindukan hadirku
di setiap hela nafasmu
sama seperti aku merindukanmu setiap waktu
meski tak terucap
aku akan sangat bahagia
bila ternyata kita punya rindu yang sama
biar aku tak merasa sendiri
temani aku, dinda
habiskan malam gelisahku ini.....
29 September 2006
Kamis, 21 September 2006
Aku Ini Seperti Ini
kalau saja masa ini bukan sebuah harapan
mungkin bukan hanya waktu yang ingin kuhentikan
pedih ini juga akan kutimbunkan
karena ini terlalu sepi
terlalu sunyi untuk kujadikan catatan
di hari nanti
aku ini seperti ini
seperti pagi yang tak pernah terhampiri
dan tetap seperti ini
bila ingin mendekap sang mentari
menjemur pagi hingga darah ini tak lagi berarti
karena aku ini seperti ini
dan akan terus seperti ini.....
21 September 2006
mungkin bukan hanya waktu yang ingin kuhentikan
pedih ini juga akan kutimbunkan
karena ini terlalu sepi
terlalu sunyi untuk kujadikan catatan
di hari nanti
aku ini seperti ini
seperti pagi yang tak pernah terhampiri
dan tetap seperti ini
bila ingin mendekap sang mentari
menjemur pagi hingga darah ini tak lagi berarti
karena aku ini seperti ini
dan akan terus seperti ini.....
21 September 2006
Selasa, 15 Agustus 2006
Pasrah
berulang kali aku mencoba tuk mengisi kehampaan di jiwa
namun apa yang kudapat selain goresan luka yang sangat pedih
kini kucoba untuk menyembuhkan goresan luka itu
namun rasanya begitu sulit
dan aku tak tahu dengan apa aku harus mengobatinya
mungkin satu-satunya pilihan
aku hanya bisa berserah diri
dengan kenyataan yang kudapati kini
kadang aku bertanya-tanya
adakah cinta yang indah untukku
aku selalu mengharapkannya
tapi harapan itu mulai sirna
saat tahu seseorang yang kucintai
tak sepenuhnya mencintaiku.....
-mega
15 Agustus 2006
namun apa yang kudapat selain goresan luka yang sangat pedih
kini kucoba untuk menyembuhkan goresan luka itu
namun rasanya begitu sulit
dan aku tak tahu dengan apa aku harus mengobatinya
mungkin satu-satunya pilihan
aku hanya bisa berserah diri
dengan kenyataan yang kudapati kini
kadang aku bertanya-tanya
adakah cinta yang indah untukku
aku selalu mengharapkannya
tapi harapan itu mulai sirna
saat tahu seseorang yang kucintai
tak sepenuhnya mencintaiku.....
-mega
15 Agustus 2006
Rabu, 02 Agustus 2006
Aku Membutuhkanmu
aku membutuhkanmu, bunga
aku tak siap berdiri sendiri
aku perlu tanganmu untuk kugenggam
aku butuh hangat sentuh lembut jiwamu
dalam duniaku yang kian sepi
dingin
aku membutuhkanmu, bunga
seperti dulu
peluklah aku hari demi hari
sebab dengan pelukanmu dalam rebah tubuhku
aku akan tahu
aku takkan pernah bisa terpisahkan
02 Agustus 2006
aku tak siap berdiri sendiri
aku perlu tanganmu untuk kugenggam
aku butuh hangat sentuh lembut jiwamu
dalam duniaku yang kian sepi
dingin
aku membutuhkanmu, bunga
seperti dulu
peluklah aku hari demi hari
sebab dengan pelukanmu dalam rebah tubuhku
aku akan tahu
aku takkan pernah bisa terpisahkan
02 Agustus 2006

Jumat, 28 Juli 2006
Memburu Rindu
memburu merdu rindumu
rintangi gerimis dengan puisi-puisi
segala bisa
meskipun fana, tak pernah abadi
memburu merdu rindumu
membiasi rimbun dedaunan hati
di dahan jiwa
rekah melati indahkan hari
dengan cinta, dengan kedamaian
memburu merdu rindumu
di matamu yang sayu
karena setiap tatapmu binarkan kesunyian jiwa
meski ada yang tak bisa kubaca
antara mata dan jiwa
tentang cinta, tentang kedamaian
tapi aku terus memburu merdu rindumu
hingga pagi yang takkan pernah bisa kembali lagi.....
28 Juli 2006
rintangi gerimis dengan puisi-puisi
segala bisa
meskipun fana, tak pernah abadi
memburu merdu rindumu
membiasi rimbun dedaunan hati
di dahan jiwa
rekah melati indahkan hari
dengan cinta, dengan kedamaian
memburu merdu rindumu
di matamu yang sayu
karena setiap tatapmu binarkan kesunyian jiwa
meski ada yang tak bisa kubaca
antara mata dan jiwa
tentang cinta, tentang kedamaian
tapi aku terus memburu merdu rindumu
hingga pagi yang takkan pernah bisa kembali lagi.....
28 Juli 2006
Jumat, 14 Juli 2006
Dalam Kenangan
bunga,
di saat duka, kaulah teman setia
di saat sepi, kaulah penghibur hati
pelita jiwa
kini semua berlalu
yang tersisa tinggal kenangan
bersua sejenak
berpisah sekian lama
inikah jalan hidup kita?.....
14 Juli 2006
di saat duka, kaulah teman setia
di saat sepi, kaulah penghibur hati
pelita jiwa
kini semua berlalu
yang tersisa tinggal kenangan
bersua sejenak
berpisah sekian lama
inikah jalan hidup kita?.....
14 Juli 2006
Minggu, 04 Juni 2006
Di Pagi Indah Ini
ada seberkas kerlip cahaya
di matamu yang tampak sayu
kala engkau memandang mentari
yang mulai muncul di ufuk timur
kau biarkan tetesan air embun pagi
membasahi elok tubuhmu
di kesejukan pagi seperti saat ini
kau telah menebar keharuman yang semerbak
hangatkan indahnya cinta.....
04 Juni 2006
di matamu yang tampak sayu
kala engkau memandang mentari
yang mulai muncul di ufuk timur
kau biarkan tetesan air embun pagi
membasahi elok tubuhmu
di kesejukan pagi seperti saat ini
kau telah menebar keharuman yang semerbak
hangatkan indahnya cinta.....
04 Juni 2006
Senin, 29 Mei 2006
Jadikan Hari Ini Indah
jadikan hari ini indah dan romantis
pandanglah hari ini dengan pandangan syahdu dan penuh cinta
pada mereka yang serba kekurangan
nyatakan hari ini adalah hari terbaik untuk bersedekah
pada mereka yang membutuhkan
jadikan hari ini indah bersama anak-anak yatim kesepian
dan fakir yang perlu uluran tangan
mari, ikutlah tersenyum bersama mereka
rasakan ia lebih dekat
sadari bahwa ia harus melekat dengan hati dan urat nadi kita
jadikan hari indah dan romantis
saatnya kita kunjungi guru, ulama, dan orang tua
agar mereka bisa menasihati dan mengisi batin kita dengan doa
hingga jiwa haru luruh air mata di pangkuannya
jadikan hari ini indah dan romantis
betapa saat ini adalah saat terbaik untuk membasuh diri
dengan taubat yang sebenar-benarnya
di hening malam bertaburan rahmat Illahiah
jadikanlah hari ini hari yang indah
dan paling romantis dalam hidup kita
untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi
dalam nauangan takwa dan ridha-Nya
rasakanlah saja.....
29 Mei 2006
pandanglah hari ini dengan pandangan syahdu dan penuh cinta
pada mereka yang serba kekurangan
nyatakan hari ini adalah hari terbaik untuk bersedekah
pada mereka yang membutuhkan
jadikan hari ini indah bersama anak-anak yatim kesepian
dan fakir yang perlu uluran tangan
mari, ikutlah tersenyum bersama mereka
rasakan ia lebih dekat
sadari bahwa ia harus melekat dengan hati dan urat nadi kita
jadikan hari indah dan romantis
saatnya kita kunjungi guru, ulama, dan orang tua
agar mereka bisa menasihati dan mengisi batin kita dengan doa
hingga jiwa haru luruh air mata di pangkuannya
jadikan hari ini indah dan romantis
betapa saat ini adalah saat terbaik untuk membasuh diri
dengan taubat yang sebenar-benarnya
di hening malam bertaburan rahmat Illahiah
jadikanlah hari ini hari yang indah
dan paling romantis dalam hidup kita
untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi
dalam nauangan takwa dan ridha-Nya
rasakanlah saja.....
29 Mei 2006
Minggu, 23 April 2006
Sayap-Sayap Cinta
relakanlah sayap cintamu
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua
tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....
23 April 2006
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua
tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....
23 April 2006
Selasa, 18 April 2006
Satu Dalam Puisi
untuk sebuah puisi
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi
baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya
ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....
18 April 2006
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi
baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya
ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....
18 April 2006
Jumat, 24 Maret 2006
Hadirmu...
hadirmu menyejukkan kalbuku
embunkah?...
aku tak tahu
hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu
yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....
24 Maret 2006
embunkah?...
aku tak tahu
hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu
yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....
24 Maret 2006
Kamis, 09 Februari 2006
Cahaya Cintamu
pada awalnya cintaku adalah cahaya
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih
karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku
bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela
kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....
"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."
08 Februari 2006
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih
karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku
bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela
kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....
"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."
08 Februari 2006
Senin, 30 Januari 2006
Bercinta dengan Puisi
kutulis rindu di penghujung januari
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?
kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba
sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....
30 Januari 2006
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?
kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba
sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....
30 Januari 2006
Senin, 16 Januari 2006
Tak Bisa
maaf...
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....
16 Januari 2006
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....
16 Januari 2006
Minggu, 01 Januari 2006
Tahun Baru Kelabu
akhirnya mentari pagi mulai menyapa mesra
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri
di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan
pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa
pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....
andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus
di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....
01 Januari 2006
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri
di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan
pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa
pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....
andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus
di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....
01 Januari 2006
Langganan:
Postingan (Atom)