Jumat, 13 Januari 2012

Untukmu Bunga dan Sebuah Nama


engkau yang telah sekali kembali singgah di hati
tetaplah menyatu dalam diri dengan irama rindu tanpa tepi
iringi kesunyian hariku dengan tebaran aroma nafas melati
kalungkan selalu bungamu saat tiap kali aku membuka pagi

mekar kuncupmu
akan kuiringi selalu dengan senandung sajak rinduku
hari-hariku telah tak lagi mempunyai warna
merindu putihmu, memutih, dan memutih
untuk kemudian terlelap dalam mimpi yang panjang
dan dalam keterpesonaanku
aku teteskan benih-benih rindu sebening embun
tiada cela sedikit pun
utuh, seperti sepantun gerimis yang risik mengalun
nafas-nafas kerinduan

namamu yang malam ini kusebut-sebut
impian segala dalam tidur dan jaga
simpan segenap harapan di kedalaman jiwa
agar jalan kita tetap seirama, dalam setia

13 Januari 2012

2 komentar:

Picoz Shupalula. mengatakan...

mendalam maksud nye tu. huhu

Cha'unk El Fakir mengatakan...

Hmmmmm....
ada sebuah nama di sebalik sajak yang tak istimewa ini

Posting Komentar