Selasa, 13 Desember 2011

Datanglah Padaku

datanglah padaku
bawakan sejuta kuntuman bunga cintamu
rengkuh hatiku dalam pangkuan indah jiwamu
sesungguhnya,
aku takkan pernah bisa sempurna
tanpa cincin melingkar di lentik jari manismu

13 Desember 2011

Senin, 12 Desember 2011

Menara Kenangan Lama

kita adalah kenangan yang sempat terkaramkan
pada beberapa waktu sebelum bungamu melayu
sebelum wajahmu benar-benar terbenam
membenamkan diriku dalam kesunyian yang panjang

barangkali kau pun mengerti
aku pergi dengan dingin yang kian menggigil
putih cintamu, tetap berkilauan mengakrabi sepiku
sepi dalam kerinduan sekujur

dan jika langitku berselimut rindu
aku selalu ingat lembut belai kasihmu
kerdip matamu
senyum canda tawamu
yang dengan bersama-sama mereka menerbangkan anganku
sungguh serupa lagu yang teramat merdu

kini aku rindukan lagi doa-doa sebelum tidurmu
doa-doa yang dulu selalu menitipkan kita
pada harap yang sama-sama kita impikan nyata
di kemudian masa

maka jangan pernah lagi kita terpisah
biarkan semua kenangan kembali menguatkan rasa
rasa yang sama-sama kita surgakan

12 Desember 2011

"...kenangan itu ternyata tak sekedar catatan tanggal dan nama-nama, kenangan juga kadang ada yang tersisa di dedaunan, tergambar dalam hembusan angin, dan terhampar luas dari semburan ombak-ombak di pantai..."

Jumat, 09 Desember 2011

Bermula Kembali

ribuan gerimis senja
menetes tanpa ragu
meruntun mencipta lagu
lagu yang telah lama menghitung kisah
kisah dari semua perjalanan kita
kita, turut mengalir bersama tetesan-tetesan gerimis senja

ada harap yang tersembunyi
diam setenang kejujuran yang dalam
lama kita berteduh
sebelum kita tautkan kembali tautan yang dulu hilang

dan dari gerimis senja yang jatuh beribu
di sini kita bermula kembali

09 Desember 2011

Rabu, 07 Desember 2011

Akuntansi Cinta

belahan jiwaku
debetlah cintaku di neraca hatimu
kan kujurnal setiap saldo rindumu hingga setebal laporan keuanganku

kekasihku
jadikan aku manager investasi cintamu
kan kuhedging selalu kasih dan sayangmu
di setiap lembaran portofolio hatiku
bila jatuh tempo telah tiba
jangan kau return kenangan indah kita
biarlah ia bersemayam di reksadana asmara
berkelana di antara aktiva dan passiva

mutiara kalbuku
hanya kaulah master budget hatiku
inventaris hatiku yang syahdu
general ledgerku
yang tak lekang oleh waktu

07 Desember 2011

Selasa, 06 Desember 2011

Rindu Bertandang

rindu bertandang menjulang
mengembangkan senyum dalam pikiran
lalu malam hanya menghantar bayangan
mungkin sekedar menyiram ketakutan

dalam sendiri
dielus mesra kehangatan segelas kopi
aku bebas berpuisi
lalui celah-celah kenangan berserakan
dari pagi ke pagi
aku dan dirimu
kugambarkan sebagai sepasang hati
memuncak rasa di halaman jiwa

rinduku rindumu
ikut membuat langit di luar rumah
dan dengan perlahan-lahan
membiarkan kita menyatu di atas singgasana

sajakku pun terbang
bersama rindu yang bertandang kian menjulang

06 Desember 2011

Dari Pertemuan Kemarin


sebagaimana pertemuan kita sebelumnya
masih terlalu banyak yang perlu kita lengkapi bersama

bahasa-bahasa jiwa
dari kata ke kata
masih terbata kita membacanya
apalagi gerimis kian mengencang
menyudutkan kita jauh ke dalam ruang lengang
belum lagi raut wajah di langit senja
kita masih jua tak bisa mengejanya

masih banyak memang yang harus saling kita lengkapi
sebelum jiwa ini benar-benar saling mengikat
sebelum waktu benar-benar menyatukan dua detak

06 Desember 2011

Senin, 05 Desember 2011

Walau Jauh, Hatiku Tetap Menjagamu

purnamaku sirna
gerimisku tiada
entah di mana bungaku berada
meninggalkan bayang maya yang tak tereka
menjejakkan kerinduan yang tak terbaca

aku, hanya bersajak bersama angin malam
menantimu
sepenuh hati
hati yang sunyi

05 November 2011

Sabtu, 03 Desember 2011

Masih Ada Engkau

telah bertahun lamanya kita berkisah
meninggalkan sekian jejak langkah-langkah kita yang lalu
kita pernah bersama
kita pun pernah berpisah cukup lama
lantas panjangnya waktu kembali mempertemukan kita

masih ada rasa
masih ada cinta bergelora dalam jiwa
dan aku, masih ingin mendengarkan kata sayang yang dulu sering kau bisikkan

masih ada engkau
masih ada engkau yang membuatku tertawa
tersenyum, meski masih seperti bermimpi
dan aku, selalu saja merasa ingin memilikimu

duakan jiwaku
lantas sandingkan dengan sebelah jiwamu

03 Desember 2011

Selasa, 29 November 2011

Catatan Lelaki Hujan


“Suatu hari, aku akan mengunjungimu di kotamu...”

gerimis akhir november tiba-tiba membesar disertai deru angin yang menjadi liar serupa kelebat bayangmu dalam kepalaku, kurapatkan jaketku sekedar mengurangi rasa dingin yang merasuki kulitku, tapi seolah ada yang lebih dingin lagi merayap dalam dadaku...

larik-larik air yang jatuh di jendela kamarku membentuk semacam tirai di hadapanku, dan seorang gadis manis berlari menembusnya, gadis itu merapat ke sisi kiriku dengan tubuh menggigil, entahlah, segalanya seolah bersatu padu melekatkan bayangmu pada benakku, segalanya: malam yang miris, hujan menderas, bahkan aroma parfum yang melekat di tubuhmu...

kerinduan memang selalu datang begitu saja, seperti hari ini, aku baru bangun dari tidur nyenyak ketika menemukan rintik-rintik gerimis di luar jendela, dan seperti yang sering terjadi, tentunya aku segera teringat padamu, aku merasa begitu kangen padamu, entahlah, tiba-tiba seperti merasa ingin sekali mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu dulu...

aku percaya kau masih begitu menyukai hujan, kau pernah membisikkanku kalau kau lebih suka menyebutku sebagai lelaki hujan, aku hanya tersenyum waktu itu, walau tidak tahu apa alasanmu, aku merasa kau seolah-olah berada di sisiku, dan kita berdua sedang menatap hujan yang berkejaran di luar sana...

ah, hujan tiba-tiba menjadi getir di mataku, suara curahannya terdengar seperti sebuah senandung kepiluan, aku pernah mengatakan kepadamu, jika setiap kali hujan turun di kotaku, aku akan selalu teringat padamu, dan membayangkan kau ada di sampingku, karenanya, aku selalu berlama-lama memandangi hujan yang tercurah dari langit, terkadang aku ingin mengirimimu pesan: “apakah hujan sedang turun juga di kotamu?”...

dan seringkali aku sangat ingin kau membalas pesanku, agar aku tahu kau juga sedang menikmati hujan sepertiku, sekedar untuk membuat hatiku ceria, bukankah hujan adalah waktu yang teramat indah untuk bercumbu?...

di hidupku, kau pun seperti hujan yang datang membasahi, yang membuat pepohonan dan rerumputan meruap segar di hatiku, barangkali saat itulah aku mulai menyukai hujan, dan betah menikmatinya berlama-lama, sebab di saat seperti itu aku merasa benar-benar menemukan dirimu...

gerimis akhir november turun lagi membasahi ingatan-ingatanku padamu, ingin sekali aku mengirimkan sebuah pesan untukmu sebagaimana biasanya, sekedar mengabarkan bahwa hujan sedang turun di kotaku, dan aku sangat merindukanmu, kau tahu aku begitu takut membayangkan akan ada seseorang yang mendampingimu di sisa hidupmu nanti, sedang aku mungkin akan tinggal bayang-bayang yang jauh, apakah nanti kita akan tetap saling berkirim pesan dan sesekali bertelepon? aku tak tahu, apakah kelak kau masih akan menyukai hujan seperti saat bersamaku kini?...

aku tak ingin musim hujan berlalu, diriku terlalu takut kehilangan bayangmu, kalau saja kau tahu betapa cemasnya diriku, kadang aku berharap hujan akan melupakan musimnya dan turun sepanjang waktu, seperti rinduku padamu, agar jejak kerinduan kita tak meranggas oleh kemarau yang mendatang...

apakah musim hujan akan segera pergi dengan membawa serta pergi bayangmu dari benakku, membawa pergi segenap debar dada yang kurasa begitu nikmat setiap kali pesan-pesanmu datang, sehingga barangkali aku akan lupa bahwa aku pernah begitu menyukai hujan...

tapi seharusnya aku memang tak menyukai hujan, sebab mungkin aku takkan semestinya mengingatmu lagi...

Cha’unk El Fakir


29 November 2011

Senin, 28 November 2011

Hujan Lagi


malam lagi
hujan
rindu lagi
hmm…
dingin
sepi

membayangkanmu lagi
apa saja
membayangkanmu
terserah aku
matamu
pipimu
senyummu
tidak masalah
membayangkanmu
apa saja boleh
terserah aku

hujan lagi
rindu lagi
tapi ada bayangmu
jadi tidak masalah

28 November 2011

Minggu, 27 November 2011

Tak Mampu Membacamu

malam kian gelap
rintihan rindu menggema kian syahdu
bahasa-bahasa sepi
tentang aku yang terkapar dalam kenangan
segalanya terselimut dingin

ini malam menyatukan bayangmu
dalam benakku yang tak berkaca
mendalami cucuran senyummu yang mengguyur
memecah hamparan bebatuan

kusisir perlahan malam yang kian kelam
sambil terus mengeja bahasa cintamu
namun samar pandanganku
sama sekali tak mampu membacamu

27 November 2011

Sabtu, 26 November 2011

Sebelum Aku Menemukan Cintamu


aku percaya engkau adalah masa depanku
ajariku melewati gerbang jalan kehidupan
tunjukkan aku semua keindahan yang kau miliki
beri aku rasa bangga untuk memilikimu
biarkan tawamu mengingatkanku bagaimana masa lalu kita
biarkan senyummu kembali merekah di dalam hatiku
aku membutuhkan seseorang untuk bisa melihat semuanya
tempatku masih sunyi
aku membutuhkanmu untuk tempatku bergantung harapan

aku memutuskan sendiri untuk waktu yang lama
dan aku tidak pernah berjalan dalam bayang-bayang siapa pun
jika kelak kita jadi bersama
setidaknya sebelah sayapku akan kembali hidup untuk terbang
tak peduli apa yang akan kuambil di sana
karena cinta terbesar dari semua yang pernah kurasakan
hanya ada dalam dirimu
dan aku akan kembali belajar untuk mencintaimu
sebab ini adalah kasih terbesar yang pernah ada

dan jika kelak kita telah saling bersama
aku akan mengatakan sesuatu
bahwa aku telah sangat lama memimpikan ini
membawamu ke dalam hatiku yang sunyi
sebelum aku menemukan cintamu

26 November 2011

Kamis, 24 November 2011

Hujan Rinduku

tak pagi
pun tak senja
tak jua malam
bagiku
engkau hujan rinduku

24 November 2011

Bila Diri Disayangi

terdengar bisikan mesra
kalimah keramat bermentara
bermulanya siang berakhir malamku
tak akan ku jemu menyebut namamu

tiada batasan waktu
tiada tempatmu tertentu
di gunung di lembah, di darat, di air
siapa pun hamba, keikhlasan doa, keagungan
kasih merubah takdir

bila ku sedari diri disayangi
langkah kaki ini semakin berani
bila terkeliru kuucap namamu, terasa diriku
kembali dipandu

engkau yang pertama, tiada akhirnya
aku dalam kegelapan engkaulah cahaya
izinkahlah aku menumpang di sini
di bawah naungan kasih dan sayang mu
kuberserah diri

-Uks

Download Uks - Bila Diri Disayangi Akustik.Mp3

Selasa, 22 November 2011

Saat Mimpi Itu Pecah

saat mimpi itu pecah
kita sedang berdua
manis senyummu seindah lagu
aku termangu menyanggah dagu
ada setumpuk asa yang kian membasah
dalam hujan yang bertubi-tubi menyapa bumi
sedang di luar
angin terus berhembus mengantar tulus

dari hati ke hati
kita nyanyikan syair nurani
bertaruh menempuh waktu hari demi hari
menyatu, berselimut rindu
kataku, ada yang dijanjikan dalam kenangan
dalam jiwa yang semakin malam

kuharap kau lebih mengerti, bunga
saat mimpi itu pecah
di hati akan selalu ada cinta

22 November 2011