Kamis, 11 Maret 2010

Tentang Kita

langkahku terhenti saat hati mulai mencair karena rindu
tataplah mentari, karena hari ini semuanya harus kita akhiri
genggamlah jemariku, karena mungkin kita tak mungkin kembali ke masa-masa ini
peluk tubuhku ini, karena sungguh... aku ingin...

pertama kusentuh hatimu, saat hatiku ini gersang, penuh dengan debu...
seperti sahara yang bangkitkan hasrat untuk berbagi angan...
kau hadir bawakan aku cinta..
kau buat aku tertunduk, merenung, dan menatap jauh ke dalam mata indahmu
sungguh, aku telah tenggelam dan hanyut dalam lautan cintamu ini...

saat kupejam mataku, terbersit keinginan untuk bawa kau jauh ke dalam kehidupanku
saat kuyakinkan hati ini
bahwa aku akan mampu bertahan dengan semua keadaanku saat ini
selalu ada sesuatu yang memaksa aku berpikir untuk melangkah lebih jauh
sampai di titik ini, aku harus ungkapkan
mengapa hatiku sering bimbang?...

jujur,
dari lubuk hatiku yang paling dalam aku katakan
aku sayang kamu
aku cinta kamu
aku akan selalu rindu padamu
dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
hingga membuatmu benci padaku karena perasaanku ini

27 November 2006,
kita putuskan untuk arungi bersama lautan yang penuh gelombang ini
berbekal hati yang terluka
coba abaikan sakitnya
penuh harap
gantungkan angan di angkasa
walau hampir basah pipi ini dengan air mata
getir, saat kau ucapkan setiap kata yang terbungkus cerita tentang kau dan dia

tapi sudahlah,
aku bisa terima semua itu
dan berharap,
tak ada lagi cerita yang keluar dari bibirmu
tentang masa lalumu itu
karena aku masih ingat jelas rasa sakitnya

sejak saat itu, hariku tak lagi membosankan
sejak saat itu, ada wajah dan warnamu dalam setiap ruang di hati dan pikiranku
ada senyummu, pandangan dan suaramu di sela-sela aku menghela nafas
sungguh
kau begitu memberi arti di dalam kisah hidupku ini

sampai aku sadari, aku bukanlah orang yang kau cari
aku bukanlah pangeran dalam mimpi-mimpimu
aku bukanlah pembawa bahagia di masa depanmu
aku hanya seorang pemimpi
yangg selalu menghalangi dirimu untuk temukan belahan hatimu yang lain...

aku tak bisa menjadi tanpa batas di matamu
aku pun kadang tak bisa selalu ada di sisimu saat kau butuh aku
aku tak bisa janjikan waktu-waktu indah untukmu
aku sadar, semua ini menyiksamu
aku dan kenangan-kenangan kita

aku tahu kini
bila kita tak mungkin lagi bersatu
sungguh,
aku akan tetap berusaha selalu ada untukmu
walau tak mungkin lagi hatimu utuh untukku

semoga kau temukan cinta sejatimu
tanpa batas
hingga dunia tahu
sesungguhnya ada ruang di dalam mata hatimu
ruang yang hanya pantas di isi dengan cinta setulus hati
:aku selalu cinta padamu

terima kasih, dinda
untuk semua sayang dan cintamu
yang membuatku akan sangat kehilanganmu
jangan pernah kau lupakan aku
sungguh,
kisah ini jadi penggalan manis dalam hidupku
walau kisah kita telah cukup sampai di sini
mungkin,
sampai aku kembali lagi nanti

mungkin nanti...

11 Maret 2010

Selasa, 09 Maret 2010

Save My Soul

perjalanan ini kadang tak sesuai harapan, tak sejalan dengan yang kuimpikan, dan tak begitu indah, namun meskipun begitu, aku senantiasa meyakinkan jiwaku dengan segala sesuatu yang indah, saatku rapuh dan tak berdaya menata repihan-repihan hati ini...

meski aku di sini tanpamu, dan terus terbakar cemburu, aku percaya kau akan selalu bisa menyentuh ruang-ruang hatiku yang terdalam, kau tak hanya diam, kau sungguh sang penghibur jiwa saatku hampa, yang membuat diriku masih tetap tersenyum hingga saat sekarang ini...

kau memang seperti kekasihku yang dulu, seperti mahadewi, seperti bidadari yang selalu sanggup menerobos gelap dengan rencana-rencana besar, kau bangkitkan aku saat hatiku patah dan terluka, membuatku begitu yakin semua penggalan kisah ini bukanlah akhir dunia, melainkan hanya sesuatu yang tertunda...

sobat...
kuingin kau beri aku arti agar jalan hidupku senantiasa elok dan harmoni, ibaratnya menanti sebuah jawaban, aku sadar semua ini belum terlambat, maka teruslah bernyanyi dinda, hapus semua hitam di jiwaku, dan satu yang pasti, save my soul....

09 Maret 2010

Sabtu, 06 Maret 2010

Aku dan Tiga Sahabatku

secangkir kopi susu pasti awali hari-hariku,
memberi hangat dan kesegaran tak terkira,
juga kenikmatan tiada dua,
kutuangkan satu sendok kopi bubuk,
dan tambahan susu secukupnya,
campuran keduanya membuat aroma yang membuai rasa

menyusul pelan kuhisap sebatang rokok,
hingga tak terhitung berapa banyak kepulan asapnya,
aku tak pernah berpikir ke mana mereka pergi dan menghilang,
aku tak peduli itu,
karena aku terus menyulut batang demi batang rokok berikutnya,
dan terus kunikmati

lantas coretan-coretan puisi tak pernah lekang dari diriku,
temani pagi siang dan malamku,
waktu demi waktu,
makin melekat,
tanganku sanggup melukiskan keindahan melalui kata,
menyempurnakan sabda hati ini

yang pada akhirnya,
ketiganya membaur menyatu dalam diriku,
menjadi sahabat sejati yang paling setia menemaniku,
suka dukaku,
dan tak bisa terpisahkan

06 Maret 2010
*Terima kasih tak terhingga untuk sahabatku, atas inspirasi tercurahnya puisi ini.

Selasa, 02 Maret 2010

Parasmu

lewat tengah malam ini, sepi
belum juga bisa tidur
tergoda pada bayangan paras yang mengganggu hati
mulanya cuma bayang-bayang
tak terduga kau datang membawa seuntai rindu

paras yang singgah itu pernah kulukis
pada kanvas hati yang melahirkan puisi
dengan kuas pena di sela-sela jemari
dan tak kuasa menghentikannya

aku tahu paras itu ada padamu
cantik, sendu
kukenal itu.....

02 Maret 2010

Jumat, 26 Februari 2010

Teu Nyangka

panginteun dasar salah ti mimiti
sareng kurangna kaati-ati
teu taliti milih kabogoh
nu akhirna meunang kanyeuri
ayeuna neumbe kahartos saparantos urang peugatan
geuning anjeun teh awewe tukang ingkar janji
abdi teu nyangka bakal kieu tungtungna
abdi teu nyangka bakal kieu janteunna
ayeuna abdi teh nyalira deui
teu gaduh paleubah kangge curhat
lir ibarat angka hiji, nyeungceuling bari sepi
salami tilu taun hasilna ngan peujet beungeut

kapungkur anjeun ngajanjian bade sasareungan
hirup ngahiji sareung abdi dina cinta sajati
teu nyangka anjeun teh beut kitu pisan
teu nyangka anjeun teh beut tega ka abdi
meugatkeun tali katresna
peurih nu aya
sahengga batin abdi ceurik kasiksa

ternyata janji anjeun teh sulaya
anjeun geuning beut tega kitu meugatkeun cinta
ngadameul nasib abdi salamina bakal hirup nyalira

duh Gusti Anu Ageung tur Kawasa
mugi kiatkeun manah abdi
dina sagala cocobi nu tumiba ka diri abdi

25 Februari 2010

Senin, 22 Februari 2010

Aku Adalah Aku

mungkin aku hanya sebutir pasir di keluasan gurun
yang terperanjat senyatanya
begitu mendengar petir membangunkanku

mungkin juga aku adalah sepucuk daun
yang terbang melayang terhempas
saat seseorang menyanyikan lagu duka

kini aku hanya air mata
yang menyaksikan keindahan masa depan bersamamu
sebelum sadar segalanya telah runtuh

kini bumiku seakan sepi
kini duniaku seakan mati
tapi kusimpan segala itu
dalam hati dan catatanku

goodbye

21 Februari 2010

Minggu, 21 Februari 2010

Selang Tiga Puluh Menit

untukmu,
yang telah mengakhiri mimpi indahku
yang telah membangunkanku dari tidur panjangku
aku menantang rintang
menembus aral
dan berlari sekencang-kencangnya
kan kutolak semua cinta yang akan datang
dari kebuntuan yang kuharap sementara ini

barangkali bukan takdirku
untuk terus membelai lembut jemarimu
barangkali bukan milikku
berbagi mimpi bersamamu
namun kau terlanjur sejatiku dalam mengarungi hari

aku tak kuasa lagi
meredam keperitan yang menghunjam
memendam semacam kepedihan yang mendalam
aku bisa mengerti, bisa memahami banyak kenistaan
kadang sudah baik tapi belum benar
bukan sekedar tulisan-tulisan
untuk lalui beragam kenyataan

aku terbiasa merasakan kepedihan sejenak
keperitan, juga keresahan
tapi aku tak pahami penting artimu bagiku
aku tak pedulikan saat-saat tertentu
senyatanya aku hanya berteriak lantang
dengan keegoanku sendiri

selang tiga puluh menit saja
kini aku pahami
aku mengerti apa yang telah terjadi
bahwa takdir bukanlah kejadian
melainkan suatu keadaan
di mana ada yang menentukan
dan ada yang ditentukan
aku dan kau kini di dalamnya
sebuah tragedi asmara
antara nurani dan kata

21 Februari 2010

Sabtu, 20 Februari 2010

Selamat Jalan

seribu seratus delapan puluh hari kau ada
membagi kasihmu bersamaku
menapaki hari-hari panjang berdua
kau curah rindumu
kau limpah cintamu
kureguk semua itu sepenuh kenikmatan

hari-hari kita lalui
kita jalani dalam damai
terasakan betapa makin erat saja
pelukanmu saatku merindumu

namun kini bagai kilat saja waktu berlalu
kau meninggalkanku
saat kehausan ini masih terasa
saat hangat peluk itu belum jua mereda
kau langkahkan lagi kakimu
menjelang kehidupan barumu
merangkai hari esok bahagiamu

selamat jalan sayang
sepotong doa tulus aku naikkan
songsonglah hari depanmu
nikmatilah hidup barumu
semoga bahagia selalu

20 Februari 2010

Dalam Sunyi

menyambut sejuk semilir angin pagi
tampak sinar mentari lembut menerpa bumi
deru awan berarak
seputih kapas menyentuh ubun-ubun kalbu

alam kehijauan, putih, jingga, dan semakin berwarna
sang jiwa tertunduk sayu berganti biru
sendiri, padahal tak sendiri
ada Engkau selalu di hati

20 Februari 2010

Setelah Kutahu Kau Tak Harapkan Aku Lagi

dari caramu memandangku
entah apa yang ada di benakmu tentangku
dari caramu berbicara
tiada lagi kau tunjukkan kerinduan
kau...
yang menjadi cerita harianku
kau yang menjadi tujuanku
yang pasti kau sudah berubah
yang pasti kau sudah tak harapkan aku lagi

walau aku tak tahu kepastian di benakmu, di ujung hatimu
namun aku merasa
kesungguhanmu mulai timbul samar
cintamu pun mulai terbatasi sesuatu

sayang....
aku akan mengerti
aku tak kecewa dengan perlakuanmu
aku bersyukur atas anugerah-Nya
penentu anugerah atas segalanya

kubercerita kembali
kumulai awal hari-hariku yang panjang
saat hati ini tak mengetahui arah
ke mana kakiku mesti melangkah

kubersyukur
di ketika ini usai sudah
aku tak bisa melepas penaku dari genggaman tangan
untuk kucatat segalanya

selamat jalan sayang
kututup kenangan dirimu

20 Februari 2010

Minggu, 29 November 2009

Melepas Pergimu

hari ini,
kembali aku harus merelakanmu pergi
meninggalkan canda dan tawa
membekaskan kecupan di bibir
yang entah kapan lagi akan kutemui
berharap kemarin dapat menjadi kenangan sejati

cinta dan rindu yang selalu ada untukmu ini
akan tetap kusimpan rapi di dalam hati

sungguh
tanpamu hati ini menjadi sunyi
terdiam, menderai sepi sepanjang hari
memaksaku untuk tetap berdiri
demi indahnya sebuah mimpi

Sepenuh Cinta

29 November 2009

Dalam Sunyi

dalam sunyi
terciptalah selembar puisi
tak begitu indah namun kuharap begitu berarti
kisah tiga tahun yang lalu
diantara dua kota yang begitu berjarak
aku mencarimu kau mencariku
sikapmu membisu
sesatkan aku dalam rindu
indah menuntunku
dan tanpa seorang pun tahu

sebelum tiga tahun yang lalu
wajahmu sempat menyiratkan sebuah rasa
yang hangat membelai malam-malamku
meski jarak begitu jauh menyembunyikanmu
cinta ini terasa begitu
memesonaku

dalam tiga tahun itu
kau hiasi hari-hariku dengan cinta
datang memeluk mimpi-mimpiku
menjadi permaisuri tidurku
membuatku terpaku

wajahmu yang cantik menggodaku
mengubah anganku untuk memilikimu
kita pun bersatu
berharap rasa ini adalah sejati

lantas kita saling berangan
diantara begitu banyak kenangan tak terabaikan
bahwa cinta ini kan kita bawa ke pelaminan
hidup bersama
melewati waktu yang akan terus berlalu

aku semakin mencintaimu
lebih dari sekedar niatku menikahimu
kuharap kau juga sepertiku
agar impian itu tetap menyatu
semua rindu, cinta, dan kasih sayang
biarkan tetap tumbuh
membawa perjalanan yang akan menjadi kenangan
menyejarah yang tak terlupakan
tak cukup terukir dalam kurun tiga tahun
kita tak boleh lagi menghentikan
meski ego kadang muncul tak terbantahkan
tetap dekap erat rasa cinta di dalam dada

Tuhan...
jadikanlah tiga tahun ini
pencari arah jalan kesempurnaan hidup
berikan kami kesempatan untuk tetap bersama
dalam cinta mulia yang telah kami jaga
istiqamahkan kami di jalan lurus-Mu
biarkanlah kelak kami bersatu
dalam rumah tangga yang Engkau ridhai selalu
amin...

-Penjaga Hatimu

29 November 2009

Selasa, 17 November 2009

Selamat Malam, Sayang

ingin lagi kurebahkan tubuhku di sampingmu
menjadikannya selimut bagi tubuhmu
agar kau tak kedinginan lagi
biarkan kutemani tidurmu
menghangatkanmu dengan ciuman-ciumanku

biarkan indah tubuhmu dengan pelukanku
biarkan cerah harimu dengan kerinduanku
biarkan abadi semayam cintaku dalam hatimu
kutitipkan padamu
agar kau jaga selalu sepanjang waktu

raihlah mimpi dalam tidurmu malam ini
bangun istana kita di sana
berpondasikan cinta
beratapkan kasih sayang
berlantai kemesraan
berdindingkan kehangatan
dan biarkan kita tinggal di sana
berdua selamanya

with all love

17 November 2009

Sabtu, 14 November 2009

Maknai Dengan Indah

hidup memang penuh dinamika, berliku dan banyak tikungan, sesuatu yang direncanakan tak selalu berjalan mulus sesuai yang diharapkan, sesuatu yang tak pernah terbayang sekalipun, kadang dengan santainya menghampiri, dan tanpa pernah bisa ditolak, datang silih berganti, selalu begitu

tapi semuanya, yang menyenangkan atau sebaliknya, menjadi guru yang terbaik, darinya beragam hikmah bisa diambil sebagai pelajaran paling berharga bagi perjalanan hidup, dan semuanya, kebahagiaan dan duka, akan selalu menghiasi lembar-lembar halaman kehidupan

bagaimana pun juga, kedewasaan dan jiwa besar bisa terbangun bila kita pernah mengalami berbagai rasa dan beragam bentuk peristiwa kehidupan ini, inilah saatnya kembali merenungkan, saat jatah usia kembali terambil tahun per tahun, tak boleh ada kata berdiam diri, semuanya harus bergerak untuk mencapai tujuan hidup, melalui jalan yang semestinya, dan meyakini betapa pentingnya alur sebuah proses

yang lalu tak boleh kita biarkan berlalu, meski kesempatan tak pernah dua kali tiba, jadikanlah hidupmu selanjutnya menjadi lebih baik, aku ingin kau tampak lebih matang, lebih dewasa dari usiamu yang sebenarnya, kau punya cita-cita dan segudang impian, kau juga memiliki cinta yang selalu mengelus lembut hari-harimu, kau harus bisa menjaganya

cobalah selalu hal-hal baru yang positif untuk hidupmu, dan teruslah belajar, adalah indah orang yang mau berusaha keras untuk memaknai hidup ini, aku akan selalu di sampingmu dengan cinta yang terus menggedor-gedor pintu hatimu

14 November 2009

Kamis, 12 November 2009

Tentang Diriku Menulis Puisi

ingin aku menulis puisi
sebab ingin menjejaki banyak pujangga
tapi aku hanya terhenyak di sudut kamar

bila aku menulis puisi
akankah puisi lahir dari lubuk hati
sedang rangsangan puisi ini
tak kunjung jua kuilhami

aku ingin tanya
kalau engkau menulis puisi
mondar-mandirkah engkau di dalam kamar
mereka-reka sekian kata
atau hanya duduk terdiam
sambil merenungkan kata-kata
atau barangkali dengan pergi ke luar negeri
melihat dan memilih sejumlah imaji
sedang puisi enggan berhenti di sini

aku tak pernah ingin menulis puisi
melihat petret kenangan dan membayangkanmu
membuat diriku merasa tercukupi
melahirkan kerinduan yang mendalam
setelah itu lantas aku berpikir
bahwa dirimu telah banyak membantuku
melahirkan sekian judul puisi-puisi baru

12 November 2009