Kamis, 23 Januari 2003

Genggam Erat

genggam erat jemariku
bangkitkan rindu
yang pernah membeku
dan kikiskan hati
yang tertutup
terselimut waktu

23 Januari 2003

Minggu, 12 Januari 2003

Senyumku Selalu Menantimu

aku mencintaimu
dengan segenap rasa yang ada
sehingga saat kau ingin berlabuh
di sanalah senyumku selalu
menantimu

12 Januari 2003

Rabu, 08 Januari 2003

Menjelma Puisi

jangan pernah kau pasrahkan
cinta kepada waktu
sebab dirimu aku terjerat rindu
kemudian engkau menjelma sebuah puisi
setelah tanganmu pertama kali terkecup
dalam percakapan teramat beku
garis senyum yang begitu abstrak
menjelma kata-kata
terangkai diantara celah-celah hari

08 Januari 2003

Selasa, 07 Januari 2003

Aku Mencintaimu

dalam sajak yang terindah dan yang termanis
yang pernah kau tuliskan untukku
aku mencintaimu...
sebagai perempuan puisi

pada senyuman yang selalu
mewarnai dan melukiskan keceriannmu
aku mencintaimu...
sebagai perempuan melati

pada kelembutan tutur kata dan sikap ramahmu
yang selalu aku nikmati pelukannya
aku mencintaimu...
sebagai perempuan musim semi

07 Januari 2003

Selasa, 31 Desember 2002

Goodbye 2002

mentari 2002 tenggelam di peraduan
meninggalkan banyak kenangan
menyimpan banyak catatan
menyisakan banyak pekerjaan rumah
yang belum sempat kita selesaikan
sinarnya melemah
meredup lalu hilang

tapi percayalah...
esok hari kan ada sinar yang lebih terang
memancarkan banyak harapan
membuka banyak kesempatan
tergantung cara kita menggapainya

31 Desember 2002

Minggu, 22 Desember 2002

Hal yang Terindah

hal yang terindah, mawar
adalah bahwa kau dan aku
selalu berjalan bergandengan
dalam keindahan dunia ini

22 Desember 2002

Meminangmu dengan Sebait Puisi

sebelum meminangmu dengan sebait puisi belum jadi
aku mengubur beribu puisi yang telah mati
agar semakin kupahami makna sebait puisi
dari sisa usia yang terus digali
dari ampas kata yang terhempas di tepian mimpi

terimalah sebait puisi belum jadi ini
sebagai mahar abadi
sebagai prasasti di bumi
yang kehilangan pagi
sebagai saksi bahwa kita pernah saling berbagi

22 Desember 2002

Jumat, 20 Desember 2002

Sahaja

aku mengenalmu dalam kesederhanaan
tanpa puisi...
tanpa lagu pujian...
hanya harapan

aku memandangmu dalam kesederhanaan
tanpa tanya...
tanpa banding...
hanya kepastian

aku mencintaimu dalam kesederhanaan
tanpa ragu...
tanpa paksaan...
hanya ketulusan

aku mengenalmu dalam kesederhanaan
dan dalam kesederhanaan pula
aku memilih jalanmu...

20 Desember 2002

Senin, 02 Desember 2002

Tentang Rinduku

ketika aku merasa sedih dan sendiri, bunga
aku selalu membaca surat-suratmu
saat rindu sudah menumpuk di jiwa
kuambil surat-suratmu dari dalam laci, dua atau tiga
lalu membacanya berulang kali
sampai aku merasa seperti berenang dalam rona warna
keindahan dan kebahagiaan berpadu menjadi satu
bagaikan bianglala

dan jika kau pergi meninggalkanku
barangkali selamanya aku akan kehilangan
sesuatu yang paling berharga dan paling bermakna sepanjang hidup

aku sangat merindukanmu bunga
dan kuharap hal yang sama juga kau alami
kan kureguk segala sesuatu yang kudamba darimu
dan saat kau hadir dalam nestapaku
kau bagai sebuah langkah yang kudaki
demi harapan untuk merasakan hadirmu
sungguh sebuah perasaan yang damai

02 Desember 2002

Sabtu, 30 November 2002

Renungan Tutup Tahun


ada saat senang
ada saat sedih
menjelang hari raya dan tutup tahun pertama bersama
kita tak bisa tersenyum selebar-lebarnya

biasanya,
aku merenung lama
akankah tahun depan menjadi milik kita
atau menjadi milik orang lain

harapku,
hubungan kita akan berjalan lebih manis
dan takkan pernah tinggal diam
menghadapi masalah demi masalah yang menghadang
dan yang lebih menyenangkan
akan ada kesibukan luar biasa di awal tahun
terutama menghadapi ujian sekolah

semoga kita bisa lebih berbenah diri
untuk lebih bersahabat
di masa-masa yang akan tiba

30 November 2002

Jumat, 29 November 2002

Dalam Kehampaan

pada akhirnya
puisi ini terlahir jua dari kata-kata hampa
puisi yang hidup dalam sepi yang menyesakkan malam
saat diri terselubung rindu
terjepit menit demi menit waktu
ditata tanpa tataan
diuntai tanpa untaian
dinaungi jiwa yang tanpa warna
diteduhi hati yang hampir mati

barangkali aku telah tersesat
hanya menikmati semilir angin malam
inginku melebur kembali dalam jiwamu
kembali, dan lebur bersama keindahanmu

29 November 2002

Kamis, 21 November 2002

Memandangmu Lebih Tegar

bertahanlah engkau di sini lebih lama lagi
biarkan aku belajar untuk menatapmu lebih tegar
namun,
kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menunjukkan
bahwa aku bisa lebih tegar memandangmu

21 November 2002

Senin, 11 November 2002

Sejati

matamu makin sendu menatap senja
semburat kemerah-merahan
terpantul pula di wajahmu
tampak ada keresahan di sana
tanpa sadar mungkin jemarimu menggamit erat jemariku
air mata pun mengalir tak terelakan

11 November 2002

Jumat, 25 Oktober 2002

Catatan Sebuah Rasa

kepada yang terbalut cintaku
seandainya telah engkau catatkan kepadaku
bahwa kau akan menjadi teman menapaki hidup
satukanlah diriku dengan dirimu
titipkanlah kebahagiaan di antara kita
agar cinta ini abadi selamanya
seiringkanlah kita melayari hidup ini ke tepian yang damai

tapi...
seandainya telah engkau catatkan kepadaku
bahwa dirimu bukanlah untukku
pergilah jauh dari pandangku
dan melepaslah dari kisah-kisahku

ambillah keceriaan ketika kau ada di sisiku
peliharalah aku dari kekecewaan hati
berikanlah aku sedikit kekuatan
untuk melontarkannya jauh ke dada langit
sementara kebahagiaan
biarkanlah tetap menyertai kita
meskipun untuk sendiri

25 Oktober 2002

Rabu, 02 Oktober 2002

Pada 29 September

warna merah bibirmu
adalah warna kasih yang ceria
tak seperti pagi mengusap embun
yang meleleh di sudut matamu
sungguh, aku tahu...
hangat cintamu telah jatuh di hatiku

02 Oktober 2002