Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Kan Kutulis

debar jantung melantunkan rindu
menuntun semanja gemulai hatimu
kan kutulis namamu
di tempat yang sebelumnya
telah tertulis namaku

24 Juni 2012

Jumat, 20 April 2012

Demi Cinta Kita

maafkan aku
karena aku takkan mungkin bisa membohongi hatiku
tak mungkin aku berpayung dengan kebanggaan yang kuinginkan
sementara jiwamu kehancuran
biar aku menentukan langkahku sendiri
biar tangan takdir memapah masa depan kehidupanku
aku takkan berani meninggalkanmu
kau tahu aku kini bukan aku yang dulu ada
aku juga ingin menjadi manusia
bukan lagi bayi yang selalu disuapi
biarkan langkah kaki menentukan tujuan hidupku

kulakukan ini semua demi kamu juga
demi kita
demi cinta kita

20 April 2012

Senin, 05 Maret 2012

Kita

antara dua jiwa kusemai cinta di semak-semak belukar dada
kubangun impian dalam sekumpulan sajak-sajak tak bersuara
mengubur sekian kenangan kita tentang luka dan air mata
yang mungkin masih berserakan di pesisir biru samudera
kita, membaca dan tak pernah henti berencana
mengeja semesta dengan ketelanjangan rasa
menggambar biduk kecil seluas bola mata
memapah langkah berdua menjemput asa demi asa
mengayuh kayuh bersama dalam jaga dan doa
menelusuri tapak-tapak detikan masa
agar tetap searah dan seirama
menuju ke sana

kita, satu jiwa dalam satu cinta
mencoba menyingkap makna hidup sebenarnya
yang masih tersembunyi dalam balutan rahasia

05 Maret 2012

Minggu, 04 Maret 2012

Pertemuan Ini

hari ini seperti biasanya
ada cerita berkesan ditulis oleh gerimis
menjelajah seisi langit dan bumi
dalam ruang kerinduan yang tersisa

awalnya bertumpu pada harapan
dengan sekeranjang rindu bertumpahan
bermandikan kecemasan
namun di detik saat menatap wajahmu
hatiku meluap bahagia
senyummu mengalirkan resah lewat debar-debar dada
menyusuri denyut-denyut nadi
seketika aku diseret lupa

sayang, siang sudah tampak mendung
kita memanja semoga langit tetap memayung
jalan panjang yang bersama akan kita arung

berlayarlah kita tanpa ragu mengharu
meski angin kencang bertiup menggoda
tak surut hati berselimut rindu
sampai pada ujung pertemuan ini
saat jiwaku dan jiwamu ikut sama-sama membasah

baiklah, kita berpisah di sini
namun kuharap dengan sangat rasa tetap saling menali
sampai akhir nanti

04 Februari 2012

Jumat, 02 Maret 2012

Bilakah Kau Datang

kamar separuh tua ini membaringkan aku bersama malam
bersama hujan menemaniku menuju pintu-pintu impian
malam ini aku tak sedang berharap kedatangan sang bulan
cukup kau tersenyum, walau dalam angan
memberiku kedamaian
terlelap kesendirian
berselimut kerinduan

perempuanku,
bilakah engkau datang?

02 Maret 2012

Rabu, 29 Februari 2012

Dalam Hening Malam


dalam hening malam tiada berpenghangat
tiba-tiba suaramu memecah kesunyian
menggemakannya jauh ke dalam rongga
menjelma sebuah tanda
detak seakan tertunda
terkapar selimut asmara
bertebaran wangian cinta

sejenak kubayangkan
kalau serumah berduaan
mungkin malam tak lagi berbias keresahan
rindu tiada mengambang seperti yang barusan

lalu kubayangkan lagi
waktu mungkin masih mengharuskan kita bercerita sendiri-sendiri
selagi tetap mengasuh sunyi
kupikir rindu takkan pernah ada kata berhenti

terima kasih, bunga
kau temani aku mendengarkan merdunya nyanyian malam
melintasi derasnya detik-detik yang berjalan
kau jaga kamarku dari angkuhnya kesunyian
dari gejolak jiwa yang menyerang

dari sini aku doakan
biar embun-embun kerinduan tetap terus berjatuhan
di atas putih bunga-bungamu yang menawan
tentu saat setiap pagi datang menjelang

29 Februari 2012

"...harapan tentang indahnya masa depan, penuh romantika dan kesetiaan, mau tidak mau harus ada yang menjadi catatan, setidaknya malam ini kita telah saling menuliskan..."

Selasa, 28 Februari 2012

Semu

hujan pun mulai menceritakan rindu
gemerisiknya menggetarkan seisi ruang kalbu
dan rerintiknya meneteskan ribuan setiaku menantimu
sedang penaku mencoba terus menggambarkan indahmu

tapi aku bingung
katamu,
rindu tak dapat bertemu dalam angan-angan semu

28 Februari 2012

Minggu, 26 Februari 2012

Seperti Bunga


seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan rona keteduhan wajah yang begitu menenangkan
betapa pertemuan demi pertemuan saat itu memintal jutaan rasa
yang dibangun dari angan yang hingga kini masih bergelayutan
dulu tiada terukir janji untuk masa depan
hanya aku memahami kita enggan saling melupakan

seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan taburan putih putiknya yang menyimpan banyak harapan
menyemai akar-akar setia walau harus dalam kesendirian
mengekalkan kenangan seraya tetap merimbunkan kerinduan
dulu tiada mimpi tergambar dari masa demi masa yang dilayari
hanya aku bisa mengerti rekah kuncupmu meneteskan cinta tiada henti

dan kini saat senja belum lagi tiba
aku masih saja senang menamakanmu sebagai bunga
untuk sepanjang kenangan dan untuk masa depan tergenggam
entah, berapa lama lagi aku akan menyuntingmu di pelaminan
aku hanya ingin melihat bagaimana cara kita bertahan
sebab kurasa sudah tiada lagi alasan untuk kita saling melepaskan

26 Februari 2012

Sabtu, 18 Februari 2012

Cahaya Malam


ini cahaya membunuh kegelapan
lebih melimpah dari yang selama ini menyentuh kamar tidur
cahaya itu kini menghias malam
membuatku yakin akan indahnya kehidupan
karena aku melihat mereka penuh harapan
harapan untuk memahami masa depan

siang tadi mereka belum kelihatan
sepertinya terjerat angin dan deras curah hujan
kini malam mereka adalah peristirahatan
dari sekian gelora rindu yang menyerang

aku tahu mereka bicara tentang kerinduan
kerinduan yang selama ini ada pada perasaan
perasaan bahwa kita berdua adalah sebuah nyanyian
nyanyian dari dua jiwa yang sama

cahaya malam berjalan di dalam kamarku
kurasa mereka lebih mendamaikan dari bayanganku sendiri
kutatap harap lantas kupahami
sungguh, mereka takkan tergantikan
mereka adalah masa depan
mungkin saja masa depan antara kau dan aku

kulalui malam perlahan
seperti seseorang yang datang dari tempat yang jauh
sehingga aku berharapan
segalanya akan sampai pada hatimu yang lama luruh

18 Februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Wajah Semu Malamku


wajah malamku semu sudah
tiada arti harap dan penantian
tahukah engkau apa yang kurasakan
saat aku mencoba menepis semua galauan?

wajah malamku kian semu
namun aku tetap tegar lalui kenyataan
menghadapi belenggu kehampaan
mencoba tetap tersenyum
mencoba untuk kembali menyusun retak serpihan
mencoba berdiri dan terus berjalan
tanpamu
keseorangan

kau tahu lara ini tak pernah mampu kusembuhkan sendiri
aku hanya melebarkan sayap kecilku yang pernah patah
untuk menjemput indahnya mimpi

wajah malamku yang semu tak cukup mampu kuatkan hati
tiada kehangatan yang mendamaikan
inikah arti penantian panjang
memamah gugusan bintang-bintang
meretas gelombang selautan
namun tak pernah sampai di tepian labuan

menyedihkan bukan?

selain semu wajah malamku
hati tiada sesunyi penantian
masih ada separuh asa
saat maya enggan lagi menyapa
derai tawa
binar mata
dan belai jiwa
masih mengalunkan nada-nada cinta
menghias bunga
kala mimpi mulai terjaga

09 Februari 2012

Minggu, 29 Januari 2012

Selepas Maghrib

di kamar yang mendamaikan
lengang membayang tanpa suara
sekian rindu memuncak menanti sua
seminggu kita seperti menampung langkah
jauh terasing seperti tak berarah
menandai geliat jejak yang lelah
hingga senja pun mendesah resah

engkau sebelah hati
hanya meninggalkan senyum dan tatap misteri
beradu rindu penuh teka-teki
mungkin jiwa tetap menangkap makna
menjarah setiap langkah detikan masa
agar tak berlalu sia-sia

di sini selepas maghrib
sendiri aku dirundung rindu
mendebur ombak selaut harapan
sambil tetap membeningkan keruh di kejauhan
yang sunyi kedustaan

dan sesekali dengan puisi
kerinduan ini aku senandungkan

29 Januari 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Bawa Aku Pergi

sayang,
rengkuh aku dalam dekap terhangatmu
bawa aku lari menuju mimpi-mimpimu
menggapai tempat terindah yang hanya ada aku dan dirimu
menikmati manisnya madu-madu cinta
melepas masa-masa yang lalu
menghapus kisah sedih yang terlewati

bawalah aku pergi, sayang
menuju suatu tempat yang sekali lagi hanya ada aku dan dirimu
dalam peraduan cinta kita
tanpa ada bayang-bayang dari masa lalu

'I hope I love you all my life'


-Jasmine

26 Januari 2012

Selasa, 17 Januari 2012

Permintaan

sayang,
maukah kau melakukan sebuah perjalanan
seraya membawa pucuk-pucuk cinta ke pelaminan
paling tidak sejauh memandang harapan?

kita hanya mengorbankan sedikit waktu yang tersisa
tidak lama
dan mungkin tiada diberi kesempatan kedua

17 Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Aku Ingin Jadi Sajak Pagimu

aku ingin jadi sajak pagimu
yang tumpah dari jiwa dengan tumpukkan kata
menebar sejuk yang berselimut
membuka mata mengurai kabut-kabut

menyapamu di kesejukan adalah harapan
mendamba guratan di pipimu mengembang
yang kurindu di bilik-bilik penantian
mencipta irama nyanyian bunga-bunga

dalam sajak di hening pagi ini
berdua kita jalani harap dan mimpi-mimpi
bersama memelihara cinta dalam hati
lalui semua misteri-misteri Illahi

12 Januari 2012

Selasa, 10 Januari 2012

Adakah Kau Rasakan

dalam keterjagaan yang panjang
kita jejaki usia di pekat malam
saat tiada lagi turun hujan
jutaan rindu kian bertebaran
adakah jua kau rasakan?

10 Januari 2012

Minggu, 01 Januari 2012

Renungan Awal Tahun

beginilah dunia adanya
hanya lintasan masa demi masa
datang untuk kemudian lewat begitu saja

01 Januari 2012

Jumat, 30 Desember 2011

Melatiku


engkau adalah melati, bunga hati
melati dengan putih kelembutan
seputih arakan awan
mengembanglah, bunga
cinta kita mengembang
selalu mengembang
dengan kembangan kesayuan

engkau adalah melati
tawanan hati
menguncup kelopak keindahan
indah dalam pangkuan jiwa
:aku jatuh padamu

melatiku adalah engkau
bermekaran dalam gerimis dan hujan
menebar seribu kerinduan
menyergap bilik-bilik kekosongan
semangat cintaku yang membara

dalam hati
engkau tetaplah melati
yang kelak akan kupinang sebagai isteri

30 Desember 2011

Senin, 26 Desember 2011

Sepenggal Puisi untuk Melati

tak salah kukatakan di sini
hanya melati bunga segala di hati
bunga tempat segenap rinduku bermuara
tempatku menampung benih-benih cinta dalam jiwa
yang selama ini tersimpan hanya dalam rasa

mungkin kau tak pernah tahu
sepenggal sajak ini tadinya berserakan
tiada dandanan
tiada yang boleh menyentuh barang seorang
hanya aku yang memegang
hanya aku yang membaca
dan aku selalu percaya
melati masih akan memberi arti
untuk hidupku yang hampir tepi
demi wujudkan satu mimpi yang pasti

tak terasa kini kau telah kembali
membuat indah setiap serakan di hati
siang menenggelamkan kenangan usang
malam selalu jadi selimut kehangatan
membiarkan tahun-tahun terlepas dari ingatan
lantas menatap tempat tinggal untuk masa depan

melati yang dulu seringkali menumbuhkan banyak puisi
dalam sebentar bermekaran lagi di beranda hati
memutih hari
kian mewangi

semoga tetap abadi
kini hingga akhir nanti

26 Desember 2011

Sejak Aku Kehilangan


sajakku tak pernah bisa kuselesaikan sejak aku kehilangan
lalu kubiarkan berserakan
berdebu dan using bertahun-tahun
lantas engkau hadir kembali
setelah sekian lama aku tetap merasa sendiri
meski ada yang menggandeng hati
rinduku padamu tetap seperti dulu
meski pernah membeku
cintaku padamu, seperti kisah puteri tidur
kubawa mati
dan hadirmu menghidupkan lagi
seakan membawa benih-benih cinta yang dulu tak kau punya

aku masih saja termangu
ingin kupandangi kau lekat-lekat
kupeluk kau erat-erat
agar tak lagi kau berlalu dan meninggalkanku
dalam sepi yang mencekam

sekarang,
kusambut bahagia tanganmu, janji dan cintamu
bisikkanlah rindumu juga cintamu yang kau simpan dua tahun ini
aku akan mendengarkan sepenuh hatiku
dalam kebahagiaan dan kemesraan terdalamku

Jasmine

26 Desember 2011

Selasa, 20 Desember 2011

Kembali

malam kesepian
gema suara jiwa terdengar lirih
di antara keajaiban hitam dan putih
kata demi kata berhamburan
menyengat kenangan demi kenangan
dalam dua belas bulan
dalam dua belas puisi

malam sunyi terkenang kembali
kisah kita yang sesungguhnya belumlah usai
kita hanya gontai
meninggalkan sekian jejak langkah
:masa-masa kuliah
masa-masa berdua yang indah
kedekatan yang tak sepenuhnya milik kita
kedekatan yang tak lagi membutuhkan bahasa
lantas di simpang jalan
mereka membeku
tanpa warna

demikianlah,
kemudian kita pergi meninggalkan semua
sejauh-jauhnya
tanpa saling melupakan
untuk kemudian kembali dipertemukan

20 Desember 2011