Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Surat Untuk Melati

melati yang cantik,
semoga hari ini engkau ini baik-baik saja

ingatkah saat-saat bagaimana dulu engkau membangun sebuah taman cinta yang paling mewah dalam dadaku?

aku masih saja merindukanmu hingga kini
kupandangi engkau dari balik jendela kamar hati
putih cerah terpayung sinar mentari
berseri bungamu sepagi ini
menggubah kemerduan irama simfoni
memberi damai tiada henti

melatiku yang manis, lihatlah
kini taman itu indah sudah
taman cinta yang paling mewah
tempat kenangan cintaku dan cintamu berkisah

11 Maret 2012

Selasa, 13 September 2011

Untuk Melati


lihatlah,

sudah setahun kita tidak saling menemukan, padahal rasanya seakan baru kemarin kau mengajarkan aku bagaimana caranya membuat email, kita memang sebatas sahabat, namun pernahkah kita berpikir hubungan itu akan kembali menjadi lebih dari sekedar sahabat? Rasa-rasanya tidak, aku merasa sudah begitu lama pergi dari kehidupanmu...

ingatkah,

setahun yang lalu kita masih bisa bertemu, duduk dan bercanda bersama, melihat pesona nuansa kebiruan di atas langit yang mendamaikan, mereka telah dengan begitu indah menyentuh kita sedalam-dalamnya, rasanya kita masih bisa bersama-sama merasakan sesuatu, dan rasanya sesuatu itu tak jauh berbeda dengan sesuatu yang sering kita rasakan dahulu, tapi mungkin lebih baik kita biarkan saja...

belum begitu lama, kita bersua kembali kali kedua, di tempat yang berbeda, dan saat itu, kita seperti mengenang dan mengulang kembali apa-apa yang pernah kita lalui di tempat itu, kita melihat betapa indahnya dua jiwa yang dinaungi rasa persahabatan, dan mungkin kita pun sama-sama merasakannya...

tapi setelah itu, kita seakan lenyap...

kadang-kadang, kenangan-kenangan semacam itu bisa membuatku begitu kuat menyimpan perasaan ini, perasaan yang pernah ada dulu, saat telah begitu jauh kita melangkah bersama, disadari atau pun tidak, rindu ini sepertinya tak pernah benar-benar sirna, dari semesta jiwa, kupikir, betapa menakjubkan...

kini,

setahun sudah kita tak lagi bertatap muka, ada kecemasan yang tak terbaca, ada juga bahagia yang dirasa, namun semuanya telah memberi banyak pelajaran untuk kita percayai, bahwa segala sesuatu dalam hidup kita terjadi karena suatu alasan, yang pada saatnya telah ditentukan, dan apa yang telah kita percayai itu akan menunjukkan pada kita bahwa apa yang terjadi diantara kita selalu menjadi yang terbaik...

melati,

pejamkanlah sejenak kedua matamu, ingatlah semua hal yang pernah kita lewati bersama, aku doakan, semoga kau di sana baik-baik saja, dan untuk 11 September yang kemarin, selamat ulang tahun, semoga kau panjang umur dan sehat selalu, tambah kedewasaan, dan semakin bisa merasakan betapa penting arti dan makna dari orang-orang terdekatmu, aku ucapkan ini sekarang, bukannya aku sengaja melupakan, melainkan di hari spesialmu itu, hatimu tak lagi selalu ada untukku...

salam hangat

13 September 2011

Jumat, 12 Agustus 2011

Sajak Sederhana yang Datang dari Jauh



mentari terbit setiap pagi

mentari terbenam setiap hari

lantas usia, terus saja merangkak tanpa terasa

mengalir dan selalu mengalir

tanpa pernah tenggelam ke sisi muara



detak detik kehidupan ini

tak pernah mampu kita bayangkan alurnya

kadang saat tiada terasa ada

atau pun sebaliknya

sejarah yang indah

sejarah yang muram

segalanya terbungkus dalam kenangan

benderang cinta

benderang rindu

tersimpan rapi dalam memori yang tak mati



kini dua satu tahun sudah berjalan

anugerah cinta amanah kehidupan

berawal tentang manisnya masa kanak-kanak

kini renyah mengenyam indahnya masa remaja

satu persatu masa itu pergi

satu persatu mungkin ada yang kembali

tinggal menunggu di lain hari



ini sajak hanya sajak sederhana

barangkali sekedar menyapa saja

kukatakan sajakku, sajak yang tak mampu memberi lebih kesan di hidupmu

namun aku janji

pada tiap saat-saat yang memungkinkan

aku akan selalu mengirimimu doa-doa kebaikan

sepenuh ketulusan

dan dari sini, engkau bisa berangkat kapan saja

untuk memperindah hari-harimu



dan bila dalam perjalanan kau temukan rintangan

jangan menyerah

jangan kau sesal

yakinlah pahit dan kesulitan hidup sekarang ini

suatu saat akan menunjukkan keindahannya

mudah-mudahan saja



terakhir kuharap

semoga sajak sederhana ini tak cepat sirna

agar esok tetap bisa menanam senyum di bibir indahmu

senyum yang entah untuk kali ke berapa



hehehe...



Salam Sayang Selalu



12 Agustus 2011



Jumat, 22 Juli 2011

Sepotong Cinta yang Istimewa

ukhti,
sudah begitu lama aku berbaring dalam kesendirian, di tempat tidur, berharap menemukan seseorang untuk membelai mesra di hatiku, tanpa maksud apa pun selain untuk menjalin kedekatan dengan cara yang penuh cinta dan kasih sayang, aku seringkali berharap menemukan perasaan itu, tapi pada akhirnya aku selalu kecewa

kenyataannya memang begitu, karena sampai saat ini aku tak sanggup menemukan seseorang yang istimewa untuk kusayangi dan kucintai, dan semua itu telah membuatku bertanya-tanya sendiri

ukhti,
aku tahu hubungan kita telah berjalan lama, dan aku sangat bahagia, semua yang ada pada dirimu, adalah gambaran dari semua angan-anganku kini, dalam hidupku, kau telah membagi dirimu yang indah denganku, dan membuat hal-hal yang menjadikannya begitu penting bagi perjalananku

telah lama aku mendambakan seseorang yang baik hati, penuh kasih, penuh cinta, penuh perasaan, seseorang yang mau menjaga, dan bijak dalam berkeputusan, pandai menutup aurat, dengan sepasang mata yang cerah, senyum yang indah, dan kata-kata yang mengesankan, aku percaya kau memiliki semua itu, dan mungkin lebih banyak hal lagi yang tak dapat terungkap dari kata-kataku

ukhti,
seperti yang telah kau tulis dalam suratmu beberapa waktu lalu, kukatakan aku juga sangat menyayangimu, dan aku telah berjanji untuk takkan melakukan apa pun yang akan melukai hubungan yang selama ini kita nikmati, bagaimana pun juga, akhirnya aku menemukan seseorang yang yang mau membelaiku tanpa syarat, dalam keindahan pesonamu

ukhti,
sebenarnya ada begitu banyak yang ingin kusampaikan padamu, tapi terkadang aku kesulitan menuangkannya lewat kata, aku hanya berharap kau mampu merasakan apa yang kini kurasakan, aku sungguh tak sabar ingin segera menemuimu, menjumpai seseorang yang begitu istimewa dalam hidup, terbayang olehku sentuhan tangan yang penuh cinta, dan kita akan saling bergandengan, bersama melewati panjangnya kehidupan

karena aku merasa hidupku akan berlangsung sejuta tahun lagi.....

22 Juli 2011

Taken from:
Kompasiana : Sepotong Cinta yang Istimewa

Selasa, 28 Juni 2011

Surat Ke 101

aku pernah datang kepadamu dan tidak pernah meminta banyak hal
dan kini aku kembali lagi
aku hanya ingin tahu apa yang kini akan kau katakan
berharap kau mengerti
ini bukan peran yang biasa kumainkan

aku takkan berbicara terlalu banyak dari apa yang telah terjadi di antara kita
masa yang lalu telah berlalu dan mereka pergi tanpa pernah kita tahu
kubiarkan semua itu mengganggu pikiranku
kau tahu karena apa?
sebab aku memang bisa melakukan begitu banyak hal untukmu
dan aku ingin kau tahu itu

setelah kini kita saling merasa dekat
aku ingin kau tetap tinggal di sini dan tak pernah pergi
ini pilihanku, dan kuharap menjadi pilihan yang sama untukmu
dan bila aku katakan bahwa aku telah mencintaimu lebih dalam
rasanya begitu sungguh
terasa begitu sungguh

akan kubisikkan ke dalam hatimu bahwa kita takkan tersesat lagi dalam cinta
saat nanti kau telah membuka lapang hatimu hanya untukku
aku sangat percaya kau pasti merasa
percaya kau juga merasakan cinta

kau tahu seberapa dalam cinta bisa membuatku begitu kuat menjagamu
malam ini kita akan bersama menyentuhnya sampai saatnya pergi
kehilangan hanyalah hal biasa, dan itu tak membuatku gentar
walau harus kembali terjatuh
aku ingin selalu menjadi apa yang sama-sama kita inginkan

ya, malam ini kita akan bersama menyentuhnya sampai saatnya pergi
tak seorang pun bakal boleh mengganggu kita di rumah
aku percaya aku bisa melakukan itu untukmu
karena inginku hanya kamu
hanya dirimu

28 Juni 2011

Minggu, 19 Juni 2011

Untuk Sahabat


-sebuah catatan kecil

sahabatku,
tak lama lagi buku itu akan kau terima, dan kuharap semoga kedatangannya lebih indah dari sekedar pengorbanan lelahmu menantikannya, karena dalam halaman muka buku itu, tampaknya telah membuka pintu-pintu harapan baru dan rindu yang selama ini ada dalam diriku, serta mampu menciptakan rindu-rindu yang baru dalam dirimu, sehingga saat nanti kau membacanya, seolah-olah engkau sedang berada di dekatku…

namun rindu hanyalah hal kecil dalam diriku yang kurasakan terhadapmu, tapi paling dalam dari semuanya, dan itu tidak pernah berubah, aku akan tetap merindukanmu seribu kali lebih dalam dan lebih lembut, walau aku tahu itu tak akan pernah mempertemukan kita kembali...

sahabatku,
kuharap dengan buku itu, takkan ada sesuatu pun yang akan menggoyahkan perasaan kita, rasa sayang, rasa rindu, dan kuharap, kita tidak dapat merubah apa pun tentang hubungan kita ini, mungkin jika aku mampu mencintai perempuan lain, aku ingin engkau ingatkan aku tentang hal ini, karena bagiku tak ada yang paling berharga selain dirimu...

aku tidak pernah bisa menggambarkan saat engkau mengatakan rindu kepadaku, sebagaimana yang sering kurasakan terhadapmu, engkau katakan tentang dirimu sendiri seakan tak ada kecantikan dalam dirimu, padahal sebaliknya bagiku, raut wajahmu luar biasa, dan engkau pun mungkin tahu, aku telah menemukan kecantikan itu dalam hatimu, dan berulang kali aku telah melukiskannya ke dalam sajak-sajakku, dan itu benar-benar dirimu...

sahabatku,
kelak jika buku itu telah kau terima, ceritakan padaku hal-hal yang telah mampu menggetarkan jiwamu, lalu simpanlah baik-baik sampai kau telah benar-benar merasa rindu untuk membukanya lagi, dan belajarlah untuk saling merasakan hal itu ketika kita sama-sama melihatnya...

salam kerinduan selalu

19 Juni 2011

Selasa, 26 April 2011

Selamat Ulang Tahun, Aisyah


kemarin kita telah saling melihat dan berbicara
dalam kesejukan rindang persahabatan
dan di hari istimewamu ini
tiada kata terindah yang bisa kurangkai
atau hal-hal paling berkesan yang mampu kuurai
dan mungkin ini takkan pernah berarti apa-apa bagimu
tapi satu yang pasti
doaku akan selalu mengiringi setiap jejak langkahmu

aisyah,
mungkin sudah saatnya kita menyadari
kita telah bersama dalam setahun ke belakang ini
tanpa pernah ada perjumpaan sama sekali
tapi entah kenapa
aku tak pernah bisa melupakanmu
meski beberapa waktu terakhir ini
kesibukan memaksaku untuk merelakanmu
namun pada akhirnya aku tersadar kembali
hanya karena aku tak bisa membohongi
bahwa persahabatan kita semestinya abadi
bahwa dalam hatiku tersimpan rindu yang senantiasa ada untukmu
percaya tak percaya, itulah kenyataannya

aisyah,
terima kasih atas warna yang pernah kau lukis dalam hidupku
ijinkan aku untuk selalu menyimpannya
ijinkan aku untuk selalu mengenangnya
walau mungkin sesungguhnya tak berhak kumiliki
semua ini karena engkaulah yang terindah

maafkan aku, aisyah
hanya ini yang mampu aku persembahkan
dengan segenap isi hati dan ketulusan
semoga sejahtera selalu payungi hari-harimu
dan semoga aku menjadi yang terbaik dalam hidupmu
selamat ulang tahun ke-22

Salam Kerinduan

26 April 2011

Kamis, 17 Maret 2011

Repihan Hati


-sepucuk surat cinta untuk kekasih lama

sayang...
jika kita merasakan sesuatu yang disebut dengan rindu, itu hanya sebagian kecil dari perjalanan kita sampai saat ini, dan kerinduan ini juga merupakan sebagian kecil dari panjangnya kisah kita

engkau telah begitu banyak membantuku melahirkan sajak-sajakku, dari dalam diriku sendiri, dan semoga semua tulisan-tulisanku dapat membantumu dalam melanjutkan perjalanan hidup, untuk hidupmu sendiri, dan aku, akan sangat berterima kasih kepada bayangmu, yang kau hadirkan selalu, menjelang aku lelap dalam tidurku

sayang...
aku tak pernah mampu menggambarkan betapa besar kadar rinduku akan kehadiranmu di sampingku, pun saat kau mengatakan kepadaku, sebagaimana yang mungkin pernah kau ucapkan kepada kekasih-kekasihmu sebelumku, bahwa tiada rasa kasih yang lebih besar daripada yang kau rasa terhadapku, semuanya membuatku merasa sangat terharu, namun di hidupku, engkau memang berbeda dari siapa pun yang pernah mengisi hati dan jiwaku, dan aku yakin, engkau pasti lebih tahu dan lebih mengenal siapa sebenarnya diriku

sayang...
saat kau ceritakan tentang dirimu sendiri, yang seakan-akan merasa dirimu tidaklah pantas untuk bersanding dengan diriku, kupikir itu hanya merupakan sebuah pengakuan yang bersilang arah dari kenyataan yang sesungguhnya

sejak dulu aku mencintaimu, cinta yang paling dalam sebelum kau hancur leburkan segalanya, dan semua itu kini seperti hidup kembali, saat aku begitu menikmati kesendirian ini, dan itu membuatku tak mampu mencintai perempuan lain, mungkin tanpa sedikit pun kesempatan untuk melakukan

aku ingin engkau selalu ingat dengan hal ini, bahwa di dalam hatiku ada yang lebih lembut dan lebih dalam kurasakan padamu, sejak pertama kali bertemu setelah sekian lama terjerat waktu-waktu yang berlalu, mungkin akan jujur kukatakan di sini, bagiku, engkau adalah anugerah yang paling berharga, di seluruh dunia

sayang...
tentang tulisanku ini, awalnya aku tak dapat memulai sampai semua pekerjaanku selesai, namun aku harus benar-benar menuliskannya, untuk menyatakan, sekaligus menyerahkan segala rindu yang menguasai hampir di setiap malamku, dan tentu saja, aku mampu menyelesaikannya, aku mampu melaluinya, dan engkau harus membacanya

17 Maret 2011

Rabu, 09 Februari 2011

Sepucuk Risalah Hati yang Terbungkus Surat Putih

-untuk aisyah



engkau ibarat mentari pagi sinari ubun-ubun hati
sekian senyum mengembang mengiringi hari demi hari
teteskan rindu sebening embun yang tumpah di atas bunga melati
lengkapi kemesraan dalam kehangatan secangkir kopi

sebelum kupeluk lebih erat kata-kata menanti
yang pernah kita janjikan di ambang pintu hati
di satu tempat bersama kita memijakkan kaki
menghitung langkah yang telah dilalui
membeningkan keruh dalam diri
mencoba untuk terus menjauh dari keterasingan ini

aisyah,
pada desah kesendirianku
lambat-lambat engkau menjelma puisi
dari arah temaram cahaya seluas kamar jiwa
seindah nyanyian nurani membahana

selamat datang di duniaku yang begini adanya
tak ada keindahan
tak ada kehangatan
mungkin pun tak pernah mampu memberimu selayak persahabatan

aku percaya
dalam sebagian hidupmu, akulah sahabat pilihan
tanpa sedikit mengukur harta dan tahta dunia
meski aku tak dapat setiap saat menjadi yang kau inginkan
terlebih saat aku engkau butuhkan

selamat datang kuucapkan, aisyah
semoga persahabatan kita akan terus mewarnai indah kehidupan ini
yang akan membuat kita termasuk orang-orang yang berbahagia
fi dunya wal akhirah
amin...

09 Februari 2011

Rabu, 10 November 2010

Surat dari Iblis

(surat ini akan membuat anda benar-benar berpikir)

aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai pekerjaan harianmu, kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu, bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan 'bismillah' sebelum memulai sarapanmu, pun tidak sempat mengerjakan shalat 'isya sebelum berangkat ke tempat tidurmu, kau benar-benar orang yang bersyukur, dan aku menyukainya...

aku tak dapat mengungkapkan betapa bahagianya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu, hai bodoh, sekarang kau adalah millikku, ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu, malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah...

aku hanya memanfaatkanmu untuk membalas dendamku kepada Allah, Dia sudah mencampakkan diriku dari surga, dan aku akan tetap memperalatnmu sepanjang masa untuk membalaskannya...

kau lihat, Allah menyayangimu, dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari nanti, tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka, sehingga kita bisa selalu bersama-sama, dan ini akan menyakiti hati-Nya...

aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada-Nya siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu untuk masa-masa yang kita jalani, kita akan nonton film bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, bergosip, menghakimi orang, menghujam orang dari belakang, membangkang pada orang tua, tidak menghargai masjid, dan perilaku-perilaku buruk yang lain...

tentunya kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja, ayolah bodoh, kita terbakar bersama-sama, selamanya.

aku masih memiliki banyak rencana-rencana hangat untuk kita, ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu, aku ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mengijinkanku memanfaatkan hampir semua waktu-waktu dalam hidupmu...

kau memang sangat mudah dibodohi, aku akan menertawakanmu senang, saat kau tergoda berbuat dosa kau menghadiahkanku tawa, dosa-dosa sudah mulai mewarnai hidupmu, kau sudah dua puluh tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda, jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana cara berbuat dosa...

yang perlu kau lakukan sekarang adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, malas-malasan, dan hiduplah seegois mungkin, lakukan semua ini di depan anak-anak sampai mereka akan menirunya, begitulah anak-anak...

baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang, aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggodamu, jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu, dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sebentar...

mengingatkan orang bukanlah tabiatku, tapi di usiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh, jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu, hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata Allah, hahaha...

jika kau benar-benar menyayangiku juga, kau tak akan pernah menyebarkan surat ini kepada siapa pun...

10 November 2010

Kamis, 12 Agustus 2010

Surat Kecil Untuk M

maafkan aku
aku tak pernah bermaksud menyalahkanmu
mungkin aku sendiri yang terlalu memaksa diri
karena selama ini aku selalu mengejar bayangmu
hanya untuk satu
:aku ingin menipiskan beda yang ada di antara kita

mungkin seharusnya
aku yang lebih dulu membuka mata
cinta ini tak boleh buta
cinta ini harus nyata
aku siapa, kamu siapa
kita memang tak perlu meniadakan kenyataan ini

sekali lagi
maafkan aku...

12 Agustus 2010

Jumat, 02 Mei 2008

Sepucuk Surat Untukmu

ini cinta masih milik kita
ini jalan masih masih milik kita
jangan ragu untuk menelusurinya lagi

meski
sendiri aku di sini melagu sepi
menelanjangi waktu-waktu mati
dihempas rindu
antara jatuh dan tak jatuh

mari telusuri kembali
membenih embun-embun baru
di jalan yang sempat kita tinggalkan..

02 Mei 2008

Selasa, 31 Oktober 2006

Surat Rindu

kukirimkan surat rindu padamu
setelah malam menyimpan keabadian di balik gerimis
tanpa alamat kukirim gairah cinta pada embun-embun
yang meleleh di dasar jantungku
suara-suara bunga membisik bersama isyaratmu
aku akan menepi
di batas waktu tanpa akhir ini

lewat cahaya kesenyapan
kukirim bunga-bunga rinduku padamu
seperti jua angin menyanyikan lagu-lagu
pada keheningan suasana
pada kehampaan yang abadi
tak ada jarak

31 Oktober 2006

Kamis, 27 Januari 2005

Surat Cinta

ini adalah surat cinta
surat yang ditulis dengan kesungguhan
bacalah...
bacalah dengan jiwa terbuka
niscaya akan kau rasakan
betapa indahnya harapan
dan percayalah
cinta kan tetap jadi anugerah buat kita
karena ia adalah bunda imaji, juga energi
di padang luas tak bertepi

27 Januari 2005

Kamis, 30 Desember 2004

Tiga Puluh Desember Dua Ribu Empat


mungkinkah aku salah mengartikan semuanya, betapa bodohnya aku yang selalu mengartikan semua perhatianmu adalah cinta, salahkah aku yang saat ini menginginkanmu lebih dari sebelumnya, bahwa aku selalu menginginkan kau coba untuk mengerti akan diriku yang selalu berharap kau ada di sampingku?...

sahabatku,
kutemukan cinta dalam dirimu yang selama ini aku cari-cari, dan itu tak pernah kurasakan sejak ia bawa pergi cintaku ikut terkubur bersama jasadnya, kau kembalikan cinta yang hilang dari hidupku dan tak pernah aku dapatkan dari orang-orang yang dulu pernah menyentuh kehidupanku...

sayangku,
aku bohong kalau aku mengatakan aku takkan pernah menangis saat kau meninggalkanku, aku bohong kalau aku mengatakan aku takkan cemburu saat aku tahu kau mulai memuja perempuan lain, dan aku juga bohong kalau aku mengatakan aku tak pernah merindukanmu...

kekasihku,
sebenarnya apa yang kau rasakan saat kau menyentuh tubuhku, saat ribuan kata sayang pernah kau ucapkan untukku? apa kau bahagia di sampingku? dan sekarang, saat aku jauh dari hidupmu, pernahkah kau rindukan kehadiranku? jawablah, aku tak akan marah walau itu akan melukai hati dan perasaanku, tapi itu lebih baik...

sahabatku,
aku tak ingin kau bersikap seperti ini, kau gantung cintaku, aku ingin sebelum tahun ini berganti, kita selesaikan semuanya, kalau kita ingin lanjutkan, aku ingin semuanya berubah, aku ingin kau yang dulu begitu mengerti akan arti hadirku, tapi kalau pun kita ingin akhiri semuanya, akhirilah ini dengan indah, walau aku tahu semuanya akan begitu menyakitkan hatiku, tapi lebih baik aku merasakan rasa sakit itu daripada aku harus mengemis di kakimu untuk mengharap cintamu, tidak sayang...

tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi ternyata tak pernah cukup untuk bisa mengerti dan memahami dirimu, dan selama itu, waktu telah begitu banyak mengukir kenangan manis yang akan membunuhku perlahan-lahan...

apa karena aku pernah bermimpi memilikimu, dan sekarang hari sudah pagi dan sudah saatnya aku bangun dari mimpi panjangku, tapi mengapa saat aku terbangun, tubuhku begitu rapuh seolah tak memiliki sedikit pun semangat untuk tetap hidup, kaulah semangat hidupku, bagian dari jiwaku, dan kaulah nyawa kedua untukku...

sayangku,
jika memang kau ingin pergi, pergilah..., pergilah sejauh yang kau mau, carilah arti dan makna hubungan kita, dan jika kau sudah merasa lelah, kembalilah..., kembalilah dalam pelukanku, aku akan sediakan banyak waktuku untuk menemanimu, dan menghilangkan rasa lelahmu...

jujur aku katakan, aku kecewa, kau hancur leburkan seluruh angan dan cintaku, kau biarkan aku hidup dalam kepalsuan dan buaian belaka, tapi aku bahagia dengan semua itu, begitu angkuhkah kau hingga tak pernah mampu merasakan betapa tulusnya cintaku, tulusnya cinta saat kau permainkan perasaanku berulang dan berulang kali, dan saat aku tahu ternyata hatimu telah dimiliki perempuan lain...

kekasihku,
kucurahkan cinta dan perhatianku hanya untukmu, kukorbankan ego dan keangkuhanku dengan menerimamu apa adanya dalam hidupku, dan melupakan janjiku untuk tak pernah menggantikan tempatnya dalam hatiku, kau penuhi semua ruang di hati ini hingga tak pernah aku biarkan siapa pun memasukinya, dalam dirimu telah kudapatkan semua yang aku butuhkan dalam hidupku, kau sahabat baikku saat aku ingin kau ikut larut dalam kegembiraan dan keceriaanku hari ini...

kaulah sahabatku,
yang akan memapahku dan takkan pernah membiarkan aku terjatuh saat kurasakan tubuh ini begitu rapuh, karena hari ini begitu melelahkan, yang akan menghapus air mataku dan menenangkanku saat gundah mulai merasuki jiwaku...

kau kekasihku,
saat malam ini ingin kutatap indahnya langit ditaburi bintang-bintang bersamamu, memeluk hangatnya tubuhmu, dan lembutnya belaianmu, tak pernahkah kau coba untuk mengerti perasaan hatiku saat aku sadari kau mulai menjauh dari kehidupanku, sementara aku begitu memuja dan menggilaimu?...

malam ini aku inginkan segudang cintamu untuk menghapus segenap kerinduan di hatiku, tapi semua hilang ikut larut dalam gelapnya malam, dan kerinduan itu selalu menghadirkanmu dalam setiap mimpi-mimpiku, dan semua itu semakin menambah perih luka di hatiku...

sahabatku..., kekasihku...,
masih ingatkah kau akan janji kita untuk tetap bersam melewati waktu sampai Tuhan benar-benar tak lagi memberi kita kesempatan untuk bersama? masih ingatkah satu janjimu untuk membahagiakan hidupku, menemani, menjaga, dan melindungiku?...

sayangku,
pejamkanlah sejenak kedua matamu, ingatlah semua hal yang pernah kita lewati bersama, pantaskah aku menerima semua ini atas semua hal yang pernah aku beri untukmu?...

terakhir…
semoga kau di sana baik-baik saja, dan untuk 14 Oktober yang kemarin, selamat ulang tahun, semoga kau panjang umur dan sehat selalu, tambah kedewasaan dan semakin bisa merasakan betapa penting arti dan makna dari orang-orang terdekatmu, aku ucapkan ini sekarang, bukannya aku sengaja melupakan, melainkan di hari spesialmu itu kau selalu menggoreskan sebuah luka di hatiku, karena sikap tak pedulimu...

sekali lagi terima kasih, kuharap surat ini berbalas sebelum tahun berganti, tapi jika tidak, kuharap kita bisa selesaikan ini baik-baik, salam terhangatku untukmu...

-delmie

“Cinta adalah bayangan dan tanda dari sesuatu yang lain yang lebih dalam, cinta ada dalam relung jiwa, ada dalam kesadaran manusia tentang hubungan dengan selain dirinya, dan ia takkan pernah membuat seseorang menderita, karena cinta adalah anugerah...”

Rabu, 18 Agustus 2004

Aku Bukanlah Gibran

aku bukanlah gibran
yang senantiasa membawamu terhanyut
terbuai mimpi dan teka teki
tapi aku punya puisi
yang kan selalu mengalir untukmu
bukan catatan harian
yang terpenggal-penggal

18 Agustus 2004