Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Kan Kutulis

debar jantung melantunkan rindu
menuntun semanja gemulai hatimu
kan kutulis namamu
di tempat yang sebelumnya
telah tertulis namaku

24 Juni 2012

Kembalikan

kembalikan jejak langkah kita yang lalu
rangkum seluruhnya
satukan pijak di awal perjalanan baru
tetap bersampulkan cinta dan rindu

24 Juni 2012

Sabtu, 10 Maret 2012

Rindu yang Tak Mati

menghabiskan setiap detik bersama
selalu bisa membuatku merasa begitu bahagia
melepas kenangan silam
yang tadinya entah bagaimana akan menghilang

aku menepi
sejenak detak jantungku berhenti
dan saat dengan tiba-tiba aku sadari
air mata dalam hatiku mengalir
aku tak pernah bisa membiarkanmu pergi
dan bahkan setelah sekian hari tak kutemui
bayangmu tetap hinggapi jendela hati

sungguh rindu yang mati-mati

10 Maret 2012

Senin, 27 Februari 2012

Senja di Sini

senja di sini
berpijaran sayap-sayap mentari
menari
berjuntai serangkai melati
karam dalam kemerduan puisi

sayang rindu ini terlalu terdengar lirih

27 Februari 2012

Rabu, 22 Februari 2012

Angin Senja


angin senja membelai jiwa
tersenyum manja
merambati hampa
menghembuskan cinta
dalam laju pusaran masa

warna bunga memutih
menyeret resah kini
walau sendiri
rindu tiada bersembunyi
hanya padamu melati
kuserahkan setangkai hati

angin senja menyanyikan rindu
yang tertidur seharian penuh
telah kupinta untuk selalu menjagamu
sampai nanti jadi mempelaiku

22 Februari 2012

Sabtu, 18 Februari 2012

Cahaya Malam


ini cahaya membunuh kegelapan
lebih melimpah dari yang selama ini menyentuh kamar tidur
cahaya itu kini menghias malam
membuatku yakin akan indahnya kehidupan
karena aku melihat mereka penuh harapan
harapan untuk memahami masa depan

siang tadi mereka belum kelihatan
sepertinya terjerat angin dan deras curah hujan
kini malam mereka adalah peristirahatan
dari sekian gelora rindu yang menyerang

aku tahu mereka bicara tentang kerinduan
kerinduan yang selama ini ada pada perasaan
perasaan bahwa kita berdua adalah sebuah nyanyian
nyanyian dari dua jiwa yang sama

cahaya malam berjalan di dalam kamarku
kurasa mereka lebih mendamaikan dari bayanganku sendiri
kutatap harap lantas kupahami
sungguh, mereka takkan tergantikan
mereka adalah masa depan
mungkin saja masa depan antara kau dan aku

kulalui malam perlahan
seperti seseorang yang datang dari tempat yang jauh
sehingga aku berharapan
segalanya akan sampai pada hatimu yang lama luruh

18 Februari 2012

Kamis, 16 Februari 2012

Hujan Jatuh di Atas Kamarku

sisa hujan yang tinggal seiris, jatuh
impaskan janji lama memeluk bunga
untuk sederet nama yang pernah terpahat dalam jiwa
menghias lekukan malam yang entah milik siapa
karena sepenggal nama tak menyisakan apa-apa
hanya guguran bunga-bunga dan linangan air mata
dalam sebait sajak sunyi
sepanjang kenangan
:rindu untuk melati

16 Februari 2012

Selasa, 14 Februari 2012

Potret Malamku

kembali,
malam mengajariku melawan sepinya kerinduan
apalagi sisa bayangmu kemarin kian terkenang
bermain-main di puncak anganan
terus memburu, mengejar
mengetuk-ngetuk alam bawah sadar

di kamar ini malam membayangkan wajahmu
wajah merona penuh bunga
bunga merekah beribu asa
asa meluruh ke dalam mimpi-mimpi kita
menggenggam setia
bukan sekedar kata semata

lantas malam mengajakku menyanyikan lagu-lagu rindu
sejenak membuka kisah-kisah kita yang lalu
indahmu, tanpa kau tahu
telah lama larut bersama biru cintaku
begitu pun senyummu
kian dalam mengendap di sudut-sudut kalbu

harapku,
malam tak lekas mengaburiku
cukup pejamkan mata
dan kunikmati malam esok semula

14 Februari 2012

Melodi Rindu

barusan kupotret fajar pagi yang lengang sepi
kunikmati kesejukan rindu di mulut jendela kamar
menanti cahaya mentari meluruh
dan bunga melati meruntuh
jatuh menari dalam kemerduan melodi
mesra mendekap manja
terpigura dalam lukisan sangkar jiwa

bilakah rindu menjelma sebenar-benar lagu?

14 Februari 2012

Minggu, 12 Februari 2012

Rindu di Kamar Sepi


aku menyadari bahwa setiap kerinduan hanya mendamba pertemuan
seperti halnya kita duduk berdua
bersama dengan canda dan tawa ceria
dan aku akan katakan bahwa aku kini membutuhkanmu
bukan menginginkanmu
selebihnya mungkin merindukanmu
mendambamu

andai saja...

aku sungguh ingin berada di sisimu setiap hari
menikmati damainya saat-saat memandang wajahmu
meskipun terngiang-ngiang alunan rindu
sungai-sungai yang menyiram di jiwaku
turut mengalir membasah di jiwamu
perlahan, namun begitu penuh pesona
menetapi langkah setia

pada akhirnya engkau datang jua
berkenan mengelus gelora birahi membara
teriring desah lembut sepasrah nafas
mengantar rindu ke puncak peraduan
deras desir darah mengalir
menggetar riak sedalam samudera
cinta seindah bianglala

kumohon melati,
jaga aku sampai matiku nanti

12 Februari 2012

Sabtu, 28 Januari 2012

Could You Stay With Me, Jasmine?


I feel more than you know
I've concluded that I love you
yesterday, today, and later
quite simply a fact
:I love you

28 Januari 2012

Senin, 23 Januari 2012

Kutitipkan Cintaku

ada yang singgah di hati
senyum putih bunga melati
kubiar singgah lebih lama lagi
bersamanya kuingin nikmati
merangkai banyak mimpi
menabung untai janji hingga saat nanti

ada dan datang lagi
melati meredam emosi diri
tiada kupingkiri

itulah sebab mengapa aku memilihmu kini
dan membiarkanmu tetap di sini
seolah tak pernah ada apa-apa atau siapa-siapa atau juga tanda-tanda
yang sebelum ini pernah begitu erat menjerat kita dengan cinta
atau setidaknya dengan rindu ini bisa sampai menumbuhkan bunga-bunga
rasanya aku tak mungkin lupa kisah-kisahnya

aku minta
dan kumohon jagalah semua cinta
yang kutitipkan pada bunga yang tumbuh di relung-relung jiwa

23 Januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Malam Pun Melagu Sepi

-untuk kesendirianku

sayup jauh
deras hujan rinduku
kian meluap kepiluan
tenggelamkan aku
tapi tiada tepian
mengambang
terapung-apung gelombang
tiada arah tujuan
untuk melayar ribuan masa ke depan
padahal ia tak lebih sebuah rasa

barangkali ada mimpi
yang sama sekali tak berarti

kini seakan terhenti
tiada terlihat lagi
malam pun melagu sepi
langit mengelam abadi
di luar, dingin meresapi hati
adakah ia singgah kembali
di kembara waktu sesunyi ini?

mungkin yang masih terbaca
manusia sebatas perencana
dan adalah bahwa segala
tetap kuasa di tangan-Nya

19 Januari 2012

"...mungkin sebaiknya, aku memang masih harus sendiri, tanpa terbebani..."

Jumat, 13 Januari 2012

Untukmu Bunga dan Sebuah Nama


engkau yang telah sekali kembali singgah di hati
tetaplah menyatu dalam diri dengan irama rindu tanpa tepi
iringi kesunyian hariku dengan tebaran aroma nafas melati
kalungkan selalu bungamu saat tiap kali aku membuka pagi

mekar kuncupmu
akan kuiringi selalu dengan senandung sajak rinduku
hari-hariku telah tak lagi mempunyai warna
merindu putihmu, memutih, dan memutih
untuk kemudian terlelap dalam mimpi yang panjang
dan dalam keterpesonaanku
aku teteskan benih-benih rindu sebening embun
tiada cela sedikit pun
utuh, seperti sepantun gerimis yang risik mengalun
nafas-nafas kerinduan

namamu yang malam ini kusebut-sebut
impian segala dalam tidur dan jaga
simpan segenap harapan di kedalaman jiwa
agar jalan kita tetap seirama, dalam setia

13 Januari 2012

Rindu


sajak ini kuawali dengan rindu, tiada aroma lain yang lebih menyenangkan yang dapat kutangkap rasa di dalamnya selain rindu, segalanya dengan cara demikian alamiah, adalah bahwa aku tak mampu menuliskan apapun secara keseluruhan- di bawah gelap langit malam, dengan suasana mendamaikan, bahkan pada hampir setiap kata yang kutuang, berbagi rahasia, untuk sendiri, untuk yang bersedia menemani diri ini, juga untuk sebagian orang yang senang membuat hal-hal atau momen-momen yang tidak akan mudah terlupakan,- kecuali dengan rindu

bahkan kini, saat manakala aku membuka kata pertama, rindu menjadi sebuah ide besar bagiku, untuk menggambar segala sesuatu yang tak pernah mampu terungkap dari kedalaman, untuk membuat hal-hal sulit menjadi begitu dengan mudah terlewatkan, tanpa suara sedikit pun, hanya pena yang bergerak kesana kemari tanpa diam barang sejenak, si kecil yang keriangan, dengan tangan yang begitu mengistimewakan rasa yang bernama rindu

barangkali di hidupku, ada masih begitu banyak rindu yang belum lagi terbit, tapi aku tak perlu mencari-cari kapan dan di mana rindu baru itu akan menyentuh permukaan hati, segenap hari-hari, kujalani, kulalui, kulewati, melangkah keluar, hanya menatap muka, mengikuti kemestian, percaya atau tidak, rindu seolah telah menjadi nilai yang paling suci, mempengaruhi naluri, yang pada akhirnya membawa pikiran ke dalam keheningan istirahat, menenangkan, tiada lagi tuntutan yang membuatku melakukan apa yang semestinya kulakukan, segalanya seperti diarahkan oleh rindu

jadi aku tidak pernah merasa akan kehilangan sesuatu, atau seseorang, manakala naluri begitu tenang menyambut rindu-rindu yang datang, betapa kurasakan kedalamannya mampu melahirkan sajak malamku ini, dengan keriangan bergandengan tangan, dan dengan demikian semuanya bisa kututup dengan sempurna dan mengesankan, ya, sajak ini sudah semestinya berakhir dengan rindu, dan akan menjadi satu-satunya sajak yang kuawali dan kuakhiri dengan sebuah rindu

13 Januari 2012

"...tugasku tahun ini adalah mempersiapkan sebuah momen terbesar dalam sejarah hidup, rindu telah memapahku melakukan langkah pertama beberapa hari lalu, dan meyakinkanku untuk bisa mewujudkannya..."

Selasa, 10 Januari 2012

Adakah Kau Rasakan

dalam keterjagaan yang panjang
kita jejaki usia di pekat malam
saat tiada lagi turun hujan
jutaan rindu kian bertebaran
adakah jua kau rasakan?

10 Januari 2012

Minggu, 08 Januari 2012

Sepanjang Hari


deras hujan di sepanjang hari
seakan membasuh luka bumi
sepi yang sekian lama menyelimuti
kini diputikkan melati

08 Januari 2012

Selasa, 27 Desember 2011

Kasidah Rindu di Awal Hari

pagi melebur diri dalam rindu tak terperi
sabda hati mengaliri pucuk-pucuk melati
berbaur wangi aroma bunga syurgawi

embun mengucuri ketakberdayaan diri
sinar mentari menebar kekuatan mimpi-mimpi
kuakui,
kesederhanaan melati adalah persemayaman yang indah bagi cintaku
dan kesahajaannya, kerap menyingkap rundung rindu relungku

27 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Tidak Sedang Bermimpi

malam ini aku akan datang, sayang
mengajarimu membaca rindu yang dulu hilang
aku akan menemanimu sampai pagi tiba nanti
dan meyakinkanmu bahwa kita tidak sedang bermimpi

25 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

Sore yang Indah

meski gerimis tak lagi menyinggah
kurasakan sore ini tetaplah indah
bersama suaramu yang renyah
bersama semilir angin dari jendela sisi kamar
melayarkan cinta
mengantar kemerduan kata sampai kedalaman
hati berselimut rindu

22 Desember 2011