Tampilkan postingan dengan label Senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senja. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Senja di Sini

senja di sini
berpijaran sayap-sayap mentari
menari
berjuntai serangkai melati
karam dalam kemerduan puisi

sayang rindu ini terlalu terdengar lirih

27 Februari 2012

Rabu, 22 Februari 2012

Angin Senja


angin senja membelai jiwa
tersenyum manja
merambati hampa
menghembuskan cinta
dalam laju pusaran masa

warna bunga memutih
menyeret resah kini
walau sendiri
rindu tiada bersembunyi
hanya padamu melati
kuserahkan setangkai hati

angin senja menyanyikan rindu
yang tertidur seharian penuh
telah kupinta untuk selalu menjagamu
sampai nanti jadi mempelaiku

22 Februari 2012

Sabtu, 04 Februari 2012

Senja Merintik Kerinduan


hujan kembali mendesah
menyeret selembar resah
di tubuh senja
ia menderas mencurahkan rindu
bersenandung melagukan selirik sajak
saatku rebah memandangi sunyi
mencari-cari sesuatu yang aku sendiri tak tahu

hujan sepertinya telah menitipkan segalanya padaku
untuk menjaga kenangan, perjalanan, dan juga masa depan
sebab aku tahu
tiap kali turun hujan selalu menyapaku dengan senyuman
dengan rintik yang selalu bergumam
membasuh segenap impi dan khayalan

kini,
entah sudah berapa rintik hujan meninabobokan ingatan
rindu ini kian terasa memabukkan

04 Februari 2012

Jumat, 03 Februari 2012

Di Ujung Senja

ujung senja ini menyirat sebuah rasa
saat sunyi menjelajah derasnya waktu
menghunjam kidung di tepian hati
sebuah kerinduan

kenapa tak cepat kita temukan saja
rindu yang mencair di pucuk-pucuk kedua hati kita?

sebelum senja ini benar-benar berlari

03 Februari 2012

Minggu, 29 Januari 2012

Selepas Maghrib

di kamar yang mendamaikan
lengang membayang tanpa suara
sekian rindu memuncak menanti sua
seminggu kita seperti menampung langkah
jauh terasing seperti tak berarah
menandai geliat jejak yang lelah
hingga senja pun mendesah resah

engkau sebelah hati
hanya meninggalkan senyum dan tatap misteri
beradu rindu penuh teka-teki
mungkin jiwa tetap menangkap makna
menjarah setiap langkah detikan masa
agar tak berlalu sia-sia

di sini selepas maghrib
sendiri aku dirundung rindu
mendebur ombak selaut harapan
sambil tetap membeningkan keruh di kejauhan
yang sunyi kedustaan

dan sesekali dengan puisi
kerinduan ini aku senandungkan

29 Januari 2012

Kamis, 22 Desember 2011

Sore yang Indah

meski gerimis tak lagi menyinggah
kurasakan sore ini tetaplah indah
bersama suaramu yang renyah
bersama semilir angin dari jendela sisi kamar
melayarkan cinta
mengantar kemerduan kata sampai kedalaman
hati berselimut rindu

22 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

Bermula Kembali

ribuan gerimis senja
menetes tanpa ragu
meruntun mencipta lagu
lagu yang telah lama menghitung kisah
kisah dari semua perjalanan kita
kita, turut mengalir bersama tetesan-tetesan gerimis senja

ada harap yang tersembunyi
diam setenang kejujuran yang dalam
lama kita berteduh
sebelum kita tautkan kembali tautan yang dulu hilang

dan dari gerimis senja yang jatuh beribu
di sini kita bermula kembali

09 Desember 2011

Kamis, 24 November 2011

Hujan Rinduku

tak pagi
pun tak senja
tak jua malam
bagiku
engkau hujan rinduku

24 November 2011

Selasa, 15 November 2011

Bila Hujan Mengguyur Sepi



bila hujan mengguyur sepi
menderas dalam sukma kenangan lama
sajak-sajak tiada lagi berbunyi
terlena dalam kilauan senyum gerimis merona

aku terdiam
jiwa menghening tenang
saat hujan sore ini kembali membasah bumi

jangan sangkakan aku menghilang, sayang
hujan ini sudah terlalu sering menghanyut kenangan
resah mendesah di tebing-tebing kerinduan
memecah sepi di pantai haluan

adakah terasa rinduku di hatimu?

15 November 2011

Rabu, 09 November 2011

Perempuan Senja

kau antarkan aku sepotong cinta
menghiasi sisa-sisa gerimis senja
cinta tanpa air mata

tapi mungkin kau lupa
senyum dan canda tawamu
masih tertinggal di rerintikan salju

meleleh
hening mencair di reranting kalbu

09 November 2011

Rabu, 02 November 2011

Saat Turun Hujan


hujan turun menderai saat hati terberai
jatuh dengan bahasa yang paling merdu
di sini masih ada sisa cahaya senja
menyeringai menembus rapuhnya jiwa

ketika hujan turun air mataku terberai jua
menyekap kepiluan di jelang malam
menjerat rindu
menelanjangi kata-kata bisu
jatuhnya lembut
tapi terasa begitu mengiris kalbu

sebab tak kuasa kuhentikan hujan
kubiarkan ia bersenandung riang
diantara temaram lampu-lampu kamar
diantara bayang-bayang wajah perempuan
walau terdengar bagai letusan meriam
kuharap ia tetap membukakan jalan
bagi rinduku akan kehangatan

di sini setelah hujan
menyisakan rerintik gerimis yang lembut-lembut berjatuhan
namun memilukan

02 November 2011

Senin, 17 Oktober 2011

Senandung Senja


barangkali aku memang beruntung
tak pernah menyangka
menyaksikan bagian akhir dari kisah pencarian ini
saat aku menikmati senja seperti biasa
tiba-tiba ia merekah di sudut keremangan
perempuan yang cantik
dengan senyum yang tak pernah luput dari ingatan
hingga kurasa mentari terlalu cepat mengubah gelap

senjaku bersenandung
dengan lagu tentang hati yang merah
malam pun menyala dengan rupa yang tak biasa

bisakah kau dekap kesendirianku, sayang
sekedar menemaniku duduk di bibir malam
dan jangan lagi kau tinggalkan
sebab aku masih dalam ketakberujungan
kumohon jangan kemana-mana lagi, sayang!

dekap aku perlahan
kau pasti bisa merasakan
betapa rinduku akan dirimu begitu dalam

17 Oktober 2011

Rabu, 21 September 2011

Dalam Kenangan

kenangan tertinggal di dahan-dahan cemara
menyisakan sunyi senyap
hati kian kerinduan

namun jemari senantiasa menggenggam
mengurai nyanyian alam
senyum merekah tergambar di pucuk-pucuk dedaunan

adalah hujan
yang memisahkan raga di gerbang senja

21 September 2011

Minggu, 07 Agustus 2011

Gelisah Merindumu

sungguh,
di rerimbunan dan keteduhan wajahmu
penaku begitu bebas menyanyikan sajak
yang tiada henti memuji-muji indahmu
hingga hatiku menitikkan rindu di dalam dada
hingga malam-malamku pun tiada sepi dari duka

sendiri, terkadang memang menyedihkan
hidup seperti terbelenggu banyak beban

sungguh,
betapa keanggunanmu hanya dapat kunikmati lewat angan
dan meminangmu, mungkin tak bisa dilalui hanya dengan berharapan

tadi siang
dalam sekejap engkau datang
kemudian menghilang dari tatapan mata
entah ke mana
mungkin bersembunyi di sebalik kabut-kabut senja

07 Agustus 2011

Senin, 01 Agustus 2011

Saat Senja Mulai Merapuh

saat senja merapuh
kau masih saja sendirian
apa lagi yang akan tiba di kegelapan sana, sayang
segala ruang telah menciut bagi sebuah angan

malam yang datang
hanya akan jadi selimut bagi kata yang meronta
dan bagi puisi yang mati
merindu gerimis hanyalah mimpi

01 Agustus 2011

Jumat, 01 Juli 2011

Terlanjur Cinta


langit senja ini melukisi lembar kerudungmu
lirik-lirik ribuan sajak saat rindu menjelma kata-kata
telah mengubah hitam masa lalu menjadi keindahan yang senyatanya
menjadi sebentuk cinta yang mengelus-elus nurani jiwa

di sini, ada banyak sajak menyimpan kenangan kita
menimbun nafasku nafasmu yang menyatu sejak lama

di sini, ada banyak malam menyulap kesunyian
bersama seluruh luka-luka kepedihan
membias lenyap seiring rerintik kata menghujan
menyihir air mata menjadi senyum keriangan
mengubah masa lalu menjadi hidup yang sesungguhnya

langit senja ini menulisi lembar kerudungmu
membawa sejarah kenangan itu kembali lagi
tapi aku tak menangis
sebab cinta yang terlanjur membanjiri hati

01 Juli 2011

Kamis, 23 Juni 2011

Di Ambang Senja

bayangmu yang selalu datang tanpa salam
sesaat singgah kala senja merah mengambang
mencari ruang dalam pori-pori usang
lalu menetap dengan denyut kerinduan yang panjang

bayangmu yang tak pernah menghilang
menjelma gelombang dalam dada yang malang
dalam dingin sekujur hati menggerayang
memacu siung-siung harapan
membelah ruang dengan desah nafasmu yang panjang

seperti parasmu
bayangmu teduh dan penuh kasih sayang
menghimpit peluk dalam keheningan yang paling nyaman
menganyam luka yang pecah dalam kepingan
menembus rasa menukik dalam jiwa
mendebur puncak gelora asmara

dan di ambang senja
bagiku, bayangmu selalu terasa lebih nyata

23 Juni 2011

Jumat, 17 Juni 2011

Rindu Untuk Aisyah

senja melenyap
menipis gelap
ada rindu yang semestinya kusampaikan
sebelum malam mendekap erat pelukan
namun dingin yang menyekap bersama hujan
terasa benar-benar menusuk dan memilukan
menyisir hati sehalaman
menyusur hingga ke tepian

17 Juni 2011

Sabtu, 04 Juni 2011

Memetik Rindu di Hatimu


sayang, hamparan rindumu menggenang
terbungkus indah seisi hati
hiasi debar-debar asmara dalam dada
terbingkai warna-warni bianglala
di tengah terik panas mentari
menumpah cahaya surga dalam kawah jiwa

memetik rindu di hatimu
saat rasa itu tergenggam kian meronta
entah akan jadi apa nantinya
kadung aku terpesona

memetik rindu di hatimu
saat dalam jiwa terlukis bayang-bayang wajah
memintal kata menyulam satu risalah
entah akan jadi apa nantinya
kadung aku terkesima

sayang,
ujung demi ujung hati ini dijunjung jutaan cinta
mendandani kita di antara kisah-kisah tua
sampai berlalu kedipan senja

sedang di persimpangan jalan ini
ada jumpa dan perpisahan kembali
dan kita akan berjalan sendiri-sendiri
namun jangan pernah menyangka aku pergi
karena aku akan selalu di sini
membasuh nurani dalam pucuk-pucuk mimpi

04 Juni 2011

Senin, 16 Mei 2011

Sampaikan Pada Bunga


sampaikan pada bunga
hatiku telah lagi memutih
dalam sajak menggema
saat senja mulai merona

sampaikan pada bunga
mataku tiada lagi mengalir air
melebur bersama angin
waktu yang belum sempat terbaca

dan senja yang menua
malam yang sebentar lagi singgah
pada puisi tak berujung
dari setiap irama
rindu-rindu yang menggelora
adalah asa

sampaikan pada bunga
sampaikan...

16 Mei 2011