Tampilkan postingan dengan label Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pagi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Surat Untuk Melati

melati yang cantik,
semoga hari ini engkau ini baik-baik saja

ingatkah saat-saat bagaimana dulu engkau membangun sebuah taman cinta yang paling mewah dalam dadaku?

aku masih saja merindukanmu hingga kini
kupandangi engkau dari balik jendela kamar hati
putih cerah terpayung sinar mentari
berseri bungamu sepagi ini
menggubah kemerduan irama simfoni
memberi damai tiada henti

melatiku yang manis, lihatlah
kini taman itu indah sudah
taman cinta yang paling mewah
tempat kenangan cintaku dan cintamu berkisah

11 Maret 2012

Selasa, 06 Maret 2012

Percik Embunan

begitu percik embun rindu memecah pagi
dan meleleh di sudut-sudut jendela hati
aku bangkit berdiri
berdiri bukan karena sesali diri
melainkan tuntutan hidup di masa yang akan datang
serupa keinginan melawan derasnya rintang yang menerjang

aku tahu betapa banyak cinta telah kau titipkan
membuatku menyesali luka-lukamu yang menggenang
seperti luahan puisi di dasar palung hati
yang ditulis dengan sunyi
melati tetap pesona hari
tak teringkari

sepanjang kenangan masih jelas terbaca di batin ini
dan kuyakini
rumahmu, sebuah tempat mungil
harapanku di masa nanti

06 Maret 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Selalu Selamanya

lihatlah
pagiku masih terlena dalam wangi aroma bunga
yang menyapa sejak hening malam terjaga
dan aku tak harus banyak bicara

lihatlah
kata-kata ini masih saja bernada
menelan sisa kehampaan semalam
cinta kian menyala dalam kemegahan rasa
tanpa perlu banyak bicara

begitulah setiap pagi kusambut mesra
memasak rindu dengan sejuta setia
dalam tungku sepalung jiwa
melayari bahtera masa
selalu dan selamanya

25 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012

Nyanyian Pagi buat Melati


bukan sinar mentari memecah keheningan malam
hanya sebaris puisi
yang tiba-tiba memutih
bernyanyi bersama melati

aku yang berdiri di sini
merenda harap dan doa-doa

sabarlah sayang!

24 Februari 2012

Minggu, 19 Februari 2012

Bingung

kemarin kita berharap hujan tak turun pagi ini
dan ia memang tidak turun
kupikir pagi yang cerah
dengan sinar mentari merekah di celahanku
namun aku tak tahu
sungguh tak tahu
apa yang harus kulakukan hari ini

19 Februari 2012

Selasa, 14 Februari 2012

Melodi Rindu

barusan kupotret fajar pagi yang lengang sepi
kunikmati kesejukan rindu di mulut jendela kamar
menanti cahaya mentari meluruh
dan bunga melati meruntuh
jatuh menari dalam kemerduan melodi
mesra mendekap manja
terpigura dalam lukisan sangkar jiwa

bilakah rindu menjelma sebenar-benar lagu?

14 Februari 2012

Rabu, 01 Februari 2012

Kuncup Baru


kini februari kembali memijakkan kaki
mengarungi titian masa
saat melati lelap terbuai kesejukan pagi
saat mentari memancarkan terang cahayanya
sedang di lubuk hati yang terdalam
helai demi helai mahkotanya
berhasrat menumbuhkan rindu-rindu yang baru
untuk tetap bersama menjaga sang waktu
membenah diri di pucuk putih bungamu

di alis matamu tampak rindu menguncup baru
memaku aku
walau begitu jauh untuk bisa kusentuh

01 Februari 2012

Sabtu, 28 Januari 2012

Could You Stay With Me, Jasmine?


I feel more than you know
I've concluded that I love you
yesterday, today, and later
quite simply a fact
:I love you

28 Januari 2012

Minggu, 15 Januari 2012

05.00 am

dari sinilah rindu dan tujuanku bermula
masa depan yang sedang kupindai
menyusunnya menjadi satu
dan menyatukan apa yang masih menjadi teka-teki
menebus semua kesempatan yang telah hilang menepi

aku dulu demikian
yang ingin agar nantinya aku menjadi demikian
tiada lain yang kuharapkan
selain mengetahui dan memahami masa depan

aku selalu membayangkan
pagi seperti ini datang dan akan selalu datang
melahirkan banyak harapan yang didambakan
pun harapan yang masih di luar perkiraan

bukankah tak sepantasnya kita tinggal diam?

15 Januari 2012

Jumat, 13 Januari 2012

Untukmu Bunga dan Sebuah Nama


engkau yang telah sekali kembali singgah di hati
tetaplah menyatu dalam diri dengan irama rindu tanpa tepi
iringi kesunyian hariku dengan tebaran aroma nafas melati
kalungkan selalu bungamu saat tiap kali aku membuka pagi

mekar kuncupmu
akan kuiringi selalu dengan senandung sajak rinduku
hari-hariku telah tak lagi mempunyai warna
merindu putihmu, memutih, dan memutih
untuk kemudian terlelap dalam mimpi yang panjang
dan dalam keterpesonaanku
aku teteskan benih-benih rindu sebening embun
tiada cela sedikit pun
utuh, seperti sepantun gerimis yang risik mengalun
nafas-nafas kerinduan

namamu yang malam ini kusebut-sebut
impian segala dalam tidur dan jaga
simpan segenap harapan di kedalaman jiwa
agar jalan kita tetap seirama, dalam setia

13 Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Aku Ingin Jadi Sajak Pagimu

aku ingin jadi sajak pagimu
yang tumpah dari jiwa dengan tumpukkan kata
menebar sejuk yang berselimut
membuka mata mengurai kabut-kabut

menyapamu di kesejukan adalah harapan
mendamba guratan di pipimu mengembang
yang kurindu di bilik-bilik penantian
mencipta irama nyanyian bunga-bunga

dalam sajak di hening pagi ini
berdua kita jalani harap dan mimpi-mimpi
bersama memelihara cinta dalam hati
lalui semua misteri-misteri Illahi

12 Januari 2012

Selasa, 03 Januari 2012

Puisi Kecil


sayup-sayup gemuruh kerinduan menghias kesejukan pagi
kunikmati sekumpulan harapan demimu yang menanti
rangkaian impian yang kugambar pada gugusan awan-awan putih
tak terasa tiba-tiba jatuh di pangkuan melati
merebahkan rindu hari demi hari
memupus sunyi dalam diri

ini untukmu sebaris puisi kecil
terlahir dari kejernihan hati
dari kehangatan segelas kopi

03 Januari 2012

Minggu, 01 Januari 2012

Renungan Awal Tahun

beginilah dunia adanya
hanya lintasan masa demi masa
datang untuk kemudian lewat begitu saja

01 Januari 2012

Kamis, 24 November 2011

Hujan Rinduku

tak pagi
pun tak senja
tak jua malam
bagiku
engkau hujan rinduku

24 November 2011

Jumat, 28 Oktober 2011

Pagi di Kamar Sepi

saat binar cahaya menelusup sebelah jendela
damai menyelinap di sela rongga-rongga dada
meja kecil dengan kehangatan secangkir kopi
bergumul mesra bersama bayang-bayangmu
yang kemudian tak lama menjelma puisi

walau di beranda
pagi seperti menghabiskan mimpi
menyibak gelap yang sepanjang malam menutupi
menikam kesenduan bola matamu
yang kupuja di antara ceruk-ceruk indahmu

sementara waktu
yang selalu saling mengisi dan melepaskan
kugenggam selalu bersama gumpalan angan
entah dengan siapa kini aku bergandengan
segalanya hanya deretan panjang keseorangan
membeku bersama kesunyian hujan

28 Oktober 2011

Minggu, 17 Juli 2011

Siluet Pagi


wajah pagi mencerah
menghias indah semesta jiwa
daun-daun melambai tersapa angin mesra
dalam kerinduan yang mengalir deras
mengguyur tubuh sekujur
menghempas diam yang bungkam

kau yang dulu pergi menyisakan luka
menghancurkan asa cinta dan cita-cita
kini seakan menyeret rasa iba
kau dan aku, karib seperti tak berjarak
dalam kisah yang terkubur sudah

aku
di tiap luka yang menganga
masih selalu menyajikan cinta
namun tak lagi sama

aku
di puing berpeluk rana duka
memandang cerita indah masa lalu kita
dalam nyanyian kesunyian jiwa
namun liriknya telah lama berubah

dan di pagi cerah yang menghangatkan hati
sementara, kubiarkan kau mengisi separuh jiwa ini

17 Juli 2011

Rabu, 15 Juni 2011

Embun Berwajah Gelisah


dari bibir jendela yang separuh menganga
aku melihat titik-titik air terpelanting ke sana ke mari
suara rindu melengking dan menyayat gendang telinga
mereka seakan sedang mengawali hari
untuk memupus kesunyian yang bertindihan

namun embun di luar benar-benar mengiris hati
aku sendiri merasakan perih ini semakin bertambah
nurani terguncang dengan isak yang mati-matian kutahan
jiwa keharuan kian meruncing menyesakkan
perasaan ini, seperti tersayat tajam pisau belati

aku sangat merindukan seseorang
mungkin sebanding dengan rinduku pada hujan saat kanak-kanak
aku merindukannya dengan kepasrahan segenap
dengan ketelanjangan yang tak dibuat-buat

aku masih merindukannya hingga detik ini
bahkan saat embun bernyanyi menyuarakan kegelisahan
aku berharap titik-titik air itu mereda
saat sinar mentari menelusup bibir jendela
lantas perlahan-lahan sirna

karena aku ingat kejadian beberapa hari lalu
saat keresahan embun lenyap ditelan indahnya kerinduan
dan saat itu sinar mentari sedang hangat-hangatnya

15 Juni 2011

Sabtu, 14 Mei 2011

Aku Masih Merindukanmu

dingin sisa malam
dari tetesan embun pagi ini
ada suara angin kesepian di ambang lahirnya sinar mentari
karena manjamu tak selalu menyapa diri

mungkin perlu waktu lama untuk mengakhiri semua mimpi
memenuhi harap, menatap dan memegangnya dalam pelukan yang panjang
agar semua bukan hanya sekedar fantasi hampa

kini kenanganku juga seakan menjadi lebih tajam
merajuk mendapatimu saat aku mengurai kata
duduk bersama dalam singgasana yang lebih menjanjikan
berdua bersama menghadapi masa hadapan

pagi ini kutarik nafas panjang sehela
dalam kesejukan pagi ke sekian
senda menarik gurauanmu
namun anganku kembali menikung
menyisir kembali kenangan kita setahun lalu

entah kapan kita akan bisa bertemu
jalanku seperti buntu
di sini aku memohon maaf, tidak cukup banyak waktu
kuulur tanganku
aku masih merindukanmu

14 Mei 2011

Kamis, 12 Mei 2011

Subuh di Tepi Kerinduan


kemudian subuh mulai terbangun
seuntai fajar mulai menyalakan cahayanya
menyisakan bayangmu di celah rinduku yang paling dalam

aku ingin doamu memanjang
bagai aliran deras sungai-sungai kenangan
aku ingin doamu membentang
bagai samudera menggulung luka setenang malam
agar aku bisa kembali berenang
berguling mesra di kening jiwa
melimpahkan pijar cinta di ruang dada

dan saat subuh mulai membukakan mata
telah kutanam sebenih cinta
membubung mimpi di tengah pusaran kata-kata
sampai rindu berpaut satu menjelma

12 Mei 2011

Jumat, 22 April 2011

Sajak Pagi

kau senantiasa ada, dinda
kau pun selalu bertahta
namun kau tak pernah bertanya tentang tetesan sajak yang mengaliri pelupuk jiwa
saat kau selalu datang seperti malam

dan yang tak pernah lupa menyapa sinar mentari
hanyalah nyanyian sajakku di beranda pagi

dan sajak itu hanya untukmu, dinda

22 April 2011