Tampilkan postingan dengan label Kehilangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehilangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Malam Pun Melagu Sepi

-untuk kesendirianku

sayup jauh
deras hujan rinduku
kian meluap kepiluan
tenggelamkan aku
tapi tiada tepian
mengambang
terapung-apung gelombang
tiada arah tujuan
untuk melayar ribuan masa ke depan
padahal ia tak lebih sebuah rasa

barangkali ada mimpi
yang sama sekali tak berarti

kini seakan terhenti
tiada terlihat lagi
malam pun melagu sepi
langit mengelam abadi
di luar, dingin meresapi hati
adakah ia singgah kembali
di kembara waktu sesunyi ini?

mungkin yang masih terbaca
manusia sebatas perencana
dan adalah bahwa segala
tetap kuasa di tangan-Nya

19 Januari 2012

"...mungkin sebaiknya, aku memang masih harus sendiri, tanpa terbebani..."

Sabtu, 12 November 2011

Tiada Jemu

ketika sesobek puisiku hilang
engkau pergi, aku pun sepi

dan dengan penuh gemetar hati
aku menantimu hari demi hari

tak dapat dimengerti
puisi yang telah kupilihkan untukmu, mati

mataku berkaca kembali
bukan menyesali yang telah terjadi
barangkali, inilah saat-saat yang menyenangkan dulu
saat-saat yang lama kurindukan
walau separuh semu
kita tak pernah jemu

12 November 2011

Senin, 07 November 2011

Lima Menit Lagi

di luar
langit hari ini teramat cepat berubah

di sini pun sama, hanya ada waktu lima menit
rindu yang sejak kemarin malam membungkus hati
tersaput angin entah ke mana
aku benar-benar kehilangan bayangmu

dan sebelum lima menit ini berakhir
kuingin kau kembalikan lagi senyumku
setidaknya malam ini langit akan tampak menyenangkan
sedikit banyak akan mengobati rindu yang tertimbun semalaman

07 November 2011

Minggu, 06 November 2011

Potret Kenangan

aisyah,
hamparkan kembali rindumu pada sajak-sajakku yang dulu
yang kukirimkan bersama lembaran-lembaran kertas biru
beberapa bulan yang lalu
saatitu, rindumu masih membasahi kerontang hatiku
membanjiri kawah-kawah jiwaku
mendebur ombak dalam dadaku
sampai juni berlalu

dulu
kurasakan rindumu semesra belaian sayap kupu-kupu
menyihir kata menjelma air susu
menetes-netes semanis madu
rindumu memintal sejuta asa
menyirat syair dalam sebuah puisi
mengiringi denyut nadi dan pikir
memburu rindu yang akan tiba di lain hari

walau jauh, kau selalu kurasakan dekat
sebab rindumu tersemai jua di belantara malam
sayangnya kau lantas mengukir ukiran angin lalu
menggambar kegalauan jiwa
kini hanya menyerpih dalam potret-potret kenangan

rindumu
rindu yang tersimpan
rindu yang terlupakan

06 November 2011

Jumat, 04 November 2011

Catatan Hujan


selama kebersamaan kita
kurasakan hatimu senantiasa memancarkan cahaya
cahaya yang menyala, menyilaukan pandangan mata
seperti menawar lebih dari sejuta kerinduan
setiap hari
bahka saat setiap senja telah berlalu
dan saat itu belum jua kutemu cahayamu
aku menanti
tetap menanti
untuk kurangkul dan kuciumi

namun kini tiba-tiba kau diam
saat kita yakinkan jalan kita masih seiringan
nyala cahayamu meredup
jauh
hilang ke ranah entah

kebersamaan ini memang sebatas teman
namun cahayamu, kadung mempesonakan hati
kita saling sayang, saling mengasihi
merangkai hari dengan bunga-bunga
semestinya saat kau diam
aku masih bisa tersenyum
menikmati binar-binar cahayamu
walau dari kejauhan
tapi nyatanya itu tidak pernah terjadi
kau kian membisu
kau kian menjauh

cahayamu hilang
menjelma hujan
hujan yang kurasa kian memilukan

04 November 2011

Rabu, 19 Oktober 2011

Meleleh Bersama Air Mata

di langit pagi kenangan beterbangan
saatku mengecup bibirmu lembut

ada cinta yang belum pernah sirna
dalam kemalangan tangisku
namun pada akhirnya
meleleh jua bersama air mata

19 Oktober 2011

Minggu, 07 Agustus 2011

Gelisah Merindumu

sungguh,
di rerimbunan dan keteduhan wajahmu
penaku begitu bebas menyanyikan sajak
yang tiada henti memuji-muji indahmu
hingga hatiku menitikkan rindu di dalam dada
hingga malam-malamku pun tiada sepi dari duka

sendiri, terkadang memang menyedihkan
hidup seperti terbelenggu banyak beban

sungguh,
betapa keanggunanmu hanya dapat kunikmati lewat angan
dan meminangmu, mungkin tak bisa dilalui hanya dengan berharapan

tadi siang
dalam sekejap engkau datang
kemudian menghilang dari tatapan mata
entah ke mana
mungkin bersembunyi di sebalik kabut-kabut senja

07 Agustus 2011

Kamis, 21 Juli 2011

Kepergianmu

jarak ini membawa kita pada kesunyian
kau yang kemarin kusambut riang
meneteskan air mata sepertiku
mengembara ke lain cinta

21 Juli 2011

Selasa, 12 Juli 2011

Meminjam Kenangan

aku meminjam kenangan hanya untuk akhir malam ini
agar esok mampu mencapai titik awal terindah dalam hidup
paling tidak sejauh ketika mimpi memandang harapan besar
namun dalam kenangan itu sudah tiada engkau
engkau yang dulu kuingin terkenang
kini telah hilang
telah tak terpegang

12 Juli 2011

Senin, 13 Juni 2011

Ilusi

ketika kisah kita satu-satunya telah bergerak pergi
aku sepi, engkau sepi
embun rinduku pun menetes-netes tiada henti
dan dengan penuh debar hati
aku terus menantimu hari demi hari
berharap kembali

kamarku kini begitu sulit dimengerti
kisah yang telah terhimpun dalam beribu puisi
kini meredup sunyi
dan pesonanya, kini mungkin hanya tinggal ilusi
dan tak indah lagi

13 Juni 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Patah

biarkan aku sakit hati
biar semua mati
dengan sendiri

sia-sia kuanyam putih melati
tanpa ada rasa saling memaknai
biarkan saja kisah ini terberai
tergulung tumpukkan kenangan menderai

namun aku takkan pergi
sampai pagi tak lagi memberi arti

27 Mei 2011

Rabu, 25 Mei 2011

Tak Pasti



kau yang jauh kutulis dalam puisiku
di sini, ranah setia namun tetap menyendiri
sepi

kau tahu sejak dulu
kala pertama aku mengenalmu
rindumu mendesah lembut merdu
tatap sayu matamu menggerimis sejuk
memagut hampa lorong-lorong kalbu
kau tebar pesona indah menawan
kau lukis dengan warna-warni keindahan
banyak harapan kusandarkan
di sela ketegaran menata luka-luka endapan

lama kita mengalir bersama
seiring nada sajak-sajak berirama

tapi apa yang terjadi kini
lambat-lambat kau membenam diri
sayup gemuruh rindu yang dulu membisiki hati
perlahan mulai jatuh di pangkuan senja yang menanti
menutup asa tanpa muara
bergelayut hampa

ini puisi masih setia menuliskan tentangmu
walau jauh, tetap mengulum namamu tanpa jemu

25 Mei 2011

Rabu, 18 Mei 2011

Hilang

malam ini,
aku tak bisa sembunyi
kusadari
sekian waktu pergi
diterbangkan angin sunyi
mati

bahkan sampai tak terasakan lagi
rindu yang seperti kemarin hari

18 Mei 2011

Selasa, 17 Mei 2011

Tiada yang Abadi


angan menabung kenangan
di bawah terang mentari terhalang
mendung tampak memburam
menggerus aku dalam bimbang yang malang

dalam kesementaraan hidup ini
memang tak ada puisi yang panjang
sejenak datang, lalu menghilang

17 Mei 2011

Kamis, 05 Mei 2011

Selamat Malam, Sayang

selamat malam, sayang
jika kau belum lelap jua
aku siap bercengkerama
namun jika mimpimu telah jauh mengembara
kutimang engkau dengan sebaris doa

di sini rindu mengejar hujan menderas
menggetar di jiwa yang terus menyala
jika kubayangkan senyum indahmu
rasanya tak mungkin secepat itu kau berlalu

aku tahu,
puisikiu tak pernah seindah cinta yang ada dalam hatimu
pun tak seperti purnama di atas setapak jalan hidupmu
tapi setidaknya, ia kaya dengan rasa
hidupkan makna dalam pelangi warna
damai sejenak untuk bersama mengecap bahagia

selamat malam, sayang
hanya ada sajak malam peniti jembatan kerinduan
tak panjang, memang tak panjang
namun telah kutuliskan dua tangkai hati di dalamnya
yang satu menyanyi
satunya lagi menari

05 Mei 2011

Rabu, 04 Mei 2011

Mengapa

ada saatnya datang
ada saatnya menghilang
tentu...
tapi mengapa datang dan menghilang dalam hidupku
seperti tak menemui perhentian
mengapa?...

04 Mei 2011

Sabtu, 23 April 2011

Malam Ke Sekian

masih di satu sudut jendela
waktu selalu saja dipermainkan bayu
membuatku tak bisa lagi melukis gerimis

aku coba menguntai pecahan kata di atap hati
yang mengaliri kesunyian diri
tiada yang menjadi lain
selain lembar-lembar puisi yang melayang-layang
membungkus rindu yang mengambang di permukaan waktu
membunuh pilu

dan tangan-tangan malam merengkuh luka
sebelum aku beranjak dari sudut jendela

23 April 2011

Senin, 11 April 2011

Saat Rindu Membelai Jiwa yang Meronta

rindu membelai jiwa yang meronta
mempersembahkan untai kata-kata
bermain-main dengan kegelisahan pena
mengeja bayangmu dalam lamunan
dalam kemerduan nyanyian kerinduan

lama aku kehilangan sosokmu
setiap hari rindu menyapa membalut sukma
dalam senyum dan tatap mata hampa
dalam galaunya penantian

kini keresahan mendesah
saat rindu membelai jiwa yang meronta

11 April 2011

Sabtu, 09 April 2011

Betapa Rindu Aku Padamu


betapa lama kau tak lagi menyapa sepi hampaku
betapa rindu aku padamu
waktu
berlalu
kau membayang selalu di benakku

adindaku,
aku rindu, sungguh rindu

09 April 2011

Jumat, 01 April 2011

Aku Mengenalnya Ayah

aku mengenalnya ayah
yang telah dipercaya untuk melahirkanku ke alam dunia

aku mengenalnya ayah
yang saat hujan atau pun kemarau selalu saja menjaga dan membesarkanku

aku mengenalnya ayah
yang senantiasa mengajarkan arti dan makna hidup di masa kecilku

aku mengenalnya ayah
yang rela membagi cahayanya demi terang dalam jiwaku

aku mengenalnya ayah
yang telah bertahun-tahun menabung kenangan dalam hatiku

sudah bertahun pula lamanya
aku kehilangan jejak langkah-langkahnya
aku merindukan peluk dekap hangatnya
yang dulu senantiasa menjulur menyentuh jiwa
mengukir ranting-ranting berselimut cahaya
penuh warna

dan kini, sebagai manusia biasa
aku harus rela merenungi sisa kepergiannya
berharap doa dapat menjadi cahaya di malam pertama
selamat jalan, ayah
tunggulah aku di surga-Nya

01 April 2011