Tampilkan postingan dengan label Gelisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gelisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Demi Cinta Kita

maafkan aku
karena aku takkan mungkin bisa membohongi hatiku
tak mungkin aku berpayung dengan kebanggaan yang kuinginkan
sementara jiwamu kehancuran
biar aku menentukan langkahku sendiri
biar tangan takdir memapah masa depan kehidupanku
aku takkan berani meninggalkanmu
kau tahu aku kini bukan aku yang dulu ada
aku juga ingin menjadi manusia
bukan lagi bayi yang selalu disuapi
biarkan langkah kaki menentukan tujuan hidupku

kulakukan ini semua demi kamu juga
demi kita
demi cinta kita

20 April 2012

Selasa, 13 Maret 2012

Di Mana

-bukan catatan mimpi

malam tak sesempurna biasanya
samar, temaram, gelap mencekam
engkau tiada kenaliku lagi

barangkali sebagian indahmu sedang pergi
atau mungkin juga melarikan diri
sebab kini lembut jemarimu tiada mampu kenaliku lagi

13 Maret 2012

Sabtu, 10 Maret 2012

Rindu yang Tak Mati

menghabiskan setiap detik bersama
selalu bisa membuatku merasa begitu bahagia
melepas kenangan silam
yang tadinya entah bagaimana akan menghilang

aku menepi
sejenak detak jantungku berhenti
dan saat dengan tiba-tiba aku sadari
air mata dalam hatiku mengalir
aku tak pernah bisa membiarkanmu pergi
dan bahkan setelah sekian hari tak kutemui
bayangmu tetap hinggapi jendela hati

sungguh rindu yang mati-mati

10 Maret 2012

Jumat, 02 Maret 2012

Bilakah Kau Datang

kamar separuh tua ini membaringkan aku bersama malam
bersama hujan menemaniku menuju pintu-pintu impian
malam ini aku tak sedang berharap kedatangan sang bulan
cukup kau tersenyum, walau dalam angan
memberiku kedamaian
terlelap kesendirian
berselimut kerinduan

perempuanku,
bilakah engkau datang?

02 Maret 2012

Selasa, 28 Februari 2012

Semu

hujan pun mulai menceritakan rindu
gemerisiknya menggetarkan seisi ruang kalbu
dan rerintiknya meneteskan ribuan setiaku menantimu
sedang penaku mencoba terus menggambarkan indahmu

tapi aku bingung
katamu,
rindu tak dapat bertemu dalam angan-angan semu

28 Februari 2012

Minggu, 19 Februari 2012

Bingung

kemarin kita berharap hujan tak turun pagi ini
dan ia memang tidak turun
kupikir pagi yang cerah
dengan sinar mentari merekah di celahanku
namun aku tak tahu
sungguh tak tahu
apa yang harus kulakukan hari ini

19 Februari 2012

Sabtu, 11 Februari 2012

Mengapa Masih Merasa Sepi Sementara Aku Selalu Menjaga Cintamu?

dalam keheningan aku membilang langkah yang dikeluhkan malam
semestinya ada selautan rasa kasih sayang memeluk dahan-dahan hatimu saat kau cium kelopak bunga-bungaku
namun malam yang jatuh ternyata banyak bercucuran kesunyian

aku sendiri tak pernah mengerti dengan perasaan

11 Februari 2012

Jumat, 10 Februari 2012

Camouflage

kupandangi malam
jauh, lepas tak berbatas
sejenak bercermin
merenungi kemalangan diri

langit gelap
namun butiran rindu tetap berpendaran
memancarkan terang
mencari kuntuman melati
menggamit jutaan mimpi
berharap esok dapat kutemui
saat pagi datang kembali

kini malam telah semakin diam
mungkin sudah saatnya jiwa ikut temaram

10 Februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Wajah Semu Malamku


wajah malamku semu sudah
tiada arti harap dan penantian
tahukah engkau apa yang kurasakan
saat aku mencoba menepis semua galauan?

wajah malamku kian semu
namun aku tetap tegar lalui kenyataan
menghadapi belenggu kehampaan
mencoba tetap tersenyum
mencoba untuk kembali menyusun retak serpihan
mencoba berdiri dan terus berjalan
tanpamu
keseorangan

kau tahu lara ini tak pernah mampu kusembuhkan sendiri
aku hanya melebarkan sayap kecilku yang pernah patah
untuk menjemput indahnya mimpi

wajah malamku yang semu tak cukup mampu kuatkan hati
tiada kehangatan yang mendamaikan
inikah arti penantian panjang
memamah gugusan bintang-bintang
meretas gelombang selautan
namun tak pernah sampai di tepian labuan

menyedihkan bukan?

selain semu wajah malamku
hati tiada sesunyi penantian
masih ada separuh asa
saat maya enggan lagi menyapa
derai tawa
binar mata
dan belai jiwa
masih mengalunkan nada-nada cinta
menghias bunga
kala mimpi mulai terjaga

09 Februari 2012

Sabtu, 04 Februari 2012

Senja Merintik Kerinduan


hujan kembali mendesah
menyeret selembar resah
di tubuh senja
ia menderas mencurahkan rindu
bersenandung melagukan selirik sajak
saatku rebah memandangi sunyi
mencari-cari sesuatu yang aku sendiri tak tahu

hujan sepertinya telah menitipkan segalanya padaku
untuk menjaga kenangan, perjalanan, dan juga masa depan
sebab aku tahu
tiap kali turun hujan selalu menyapaku dengan senyuman
dengan rintik yang selalu bergumam
membasuh segenap impi dan khayalan

kini,
entah sudah berapa rintik hujan meninabobokan ingatan
rindu ini kian terasa memabukkan

04 Februari 2012

Jumat, 27 Januari 2012

Elegi Januari


akan selalu ada keterbatasan
yang tercium di balik ruang persembunyian
namun tak perlu diindahkan
dan akan selalu ada kekurangan
menjejali sekian ragu yang terpendam
tertimbun keelokan dunia

danau kerinduan yang selalu menggenangi hati
tenang di kedalaman yang tak pernah bisa teraba
senantiasa mengalirkan ribuan rasa curiga dalam dada
menenggelamkannya, sampai tak dapat kita baca
dan ketenangan wajahnya
menjaga gelisah maya penuh bara
entah bagaimana

namun kini aku harus menulis puisi lagi
di januari yang ternyata menyimpan elegi
dengan bahasa cinta yang paling siri
mengingatkan bahwa kita pernah sama-sama melingkari hari
memagarinya dengan impian asa dan janji-janji
untuk tidak segera melangkah pergi
sampai datang senja berganti

27 Januari 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Menghening Sunyi

semalam di tubuhku lekat dengan dingin
tiada purnama atau pun semilir angin
yang membalut hangat dalam nikmat peraduan
perjalananku memang melelahkan
namun biar sejenak aku harus duduk berdampingan
menemanimu menjelajah malam
mengecup kehangatan bunga

sungguh, bahagia tak terkata
bersamamu bunga
berdua menjilati malam di ranjang kita
mendesahi taman impian yang indah
seperti mempelai di hari pernikahan
namun tiba-tiba kita terhenyak
lantas terhenti
ada yang kurasa menjerat langkah kaki
membangunkan mimpi-mimpi
aku pun menghening sunyi

26 Januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Malam Pun Melagu Sepi

-untuk kesendirianku

sayup jauh
deras hujan rinduku
kian meluap kepiluan
tenggelamkan aku
tapi tiada tepian
mengambang
terapung-apung gelombang
tiada arah tujuan
untuk melayar ribuan masa ke depan
padahal ia tak lebih sebuah rasa

barangkali ada mimpi
yang sama sekali tak berarti

kini seakan terhenti
tiada terlihat lagi
malam pun melagu sepi
langit mengelam abadi
di luar, dingin meresapi hati
adakah ia singgah kembali
di kembara waktu sesunyi ini?

mungkin yang masih terbaca
manusia sebatas perencana
dan adalah bahwa segala
tetap kuasa di tangan-Nya

19 Januari 2012

"...mungkin sebaiknya, aku memang masih harus sendiri, tanpa terbebani..."

Jumat, 13 Januari 2012

Rindu


sajak ini kuawali dengan rindu, tiada aroma lain yang lebih menyenangkan yang dapat kutangkap rasa di dalamnya selain rindu, segalanya dengan cara demikian alamiah, adalah bahwa aku tak mampu menuliskan apapun secara keseluruhan- di bawah gelap langit malam, dengan suasana mendamaikan, bahkan pada hampir setiap kata yang kutuang, berbagi rahasia, untuk sendiri, untuk yang bersedia menemani diri ini, juga untuk sebagian orang yang senang membuat hal-hal atau momen-momen yang tidak akan mudah terlupakan,- kecuali dengan rindu

bahkan kini, saat manakala aku membuka kata pertama, rindu menjadi sebuah ide besar bagiku, untuk menggambar segala sesuatu yang tak pernah mampu terungkap dari kedalaman, untuk membuat hal-hal sulit menjadi begitu dengan mudah terlewatkan, tanpa suara sedikit pun, hanya pena yang bergerak kesana kemari tanpa diam barang sejenak, si kecil yang keriangan, dengan tangan yang begitu mengistimewakan rasa yang bernama rindu

barangkali di hidupku, ada masih begitu banyak rindu yang belum lagi terbit, tapi aku tak perlu mencari-cari kapan dan di mana rindu baru itu akan menyentuh permukaan hati, segenap hari-hari, kujalani, kulalui, kulewati, melangkah keluar, hanya menatap muka, mengikuti kemestian, percaya atau tidak, rindu seolah telah menjadi nilai yang paling suci, mempengaruhi naluri, yang pada akhirnya membawa pikiran ke dalam keheningan istirahat, menenangkan, tiada lagi tuntutan yang membuatku melakukan apa yang semestinya kulakukan, segalanya seperti diarahkan oleh rindu

jadi aku tidak pernah merasa akan kehilangan sesuatu, atau seseorang, manakala naluri begitu tenang menyambut rindu-rindu yang datang, betapa kurasakan kedalamannya mampu melahirkan sajak malamku ini, dengan keriangan bergandengan tangan, dan dengan demikian semuanya bisa kututup dengan sempurna dan mengesankan, ya, sajak ini sudah semestinya berakhir dengan rindu, dan akan menjadi satu-satunya sajak yang kuawali dan kuakhiri dengan sebuah rindu

13 Januari 2012

"...tugasku tahun ini adalah mempersiapkan sebuah momen terbesar dalam sejarah hidup, rindu telah memapahku melakukan langkah pertama beberapa hari lalu, dan meyakinkanku untuk bisa mewujudkannya..."

Senin, 05 Desember 2011

Walau Jauh, Hatiku Tetap Menjagamu

purnamaku sirna
gerimisku tiada
entah di mana bungaku berada
meninggalkan bayang maya yang tak tereka
menjejakkan kerinduan yang tak terbaca

aku, hanya bersajak bersama angin malam
menantimu
sepenuh hati
hati yang sunyi

05 November 2011

Minggu, 27 November 2011

Tak Mampu Membacamu

malam kian gelap
rintihan rindu menggema kian syahdu
bahasa-bahasa sepi
tentang aku yang terkapar dalam kenangan
segalanya terselimut dingin

ini malam menyatukan bayangmu
dalam benakku yang tak berkaca
mendalami cucuran senyummu yang mengguyur
memecah hamparan bebatuan

kusisir perlahan malam yang kian kelam
sambil terus mengeja bahasa cintamu
namun samar pandanganku
sama sekali tak mampu membacamu

27 November 2011

Rabu, 16 November 2011

Temani Aku



temani aku
temani aku sememangnya kau mau
temani aku secepat dulu saat kau berlalu

lara kenangan telah saling kita lepaskan
jangan lagi berlama-lama menggambar dalam kebimbangan

dekati aku
pahami aku
aku takkan bertahan lebih lama lagi

16 November 2011

Selasa, 15 November 2011

Bila Hujan Mengguyur Sepi



bila hujan mengguyur sepi
menderas dalam sukma kenangan lama
sajak-sajak tiada lagi berbunyi
terlena dalam kilauan senyum gerimis merona

aku terdiam
jiwa menghening tenang
saat hujan sore ini kembali membasah bumi

jangan sangkakan aku menghilang, sayang
hujan ini sudah terlalu sering menghanyut kenangan
resah mendesah di tebing-tebing kerinduan
memecah sepi di pantai haluan

adakah terasa rinduku di hatimu?

15 November 2011

Kamis, 10 November 2011

Mencarimu

aku masih mencarimu
di antara batas gelap dan terang

seorang gadis berkerudung sunyi
yang pernah menguatkan ketakberdayaan
pesona yang senantiasa menawarkan keindahan
seribu senyum yang melukis kesejukan
membalut pilu, menemaniku memupuk kehidupan baru

namun hingga kini tiada mampu kutemukanmu
sekadar menyapa
berbisik rasa
sampai-sampai malam pernah mentertawakan kita

namun aku tetap mencarimu
di antara batas mimpi dan harapan
mengurai namamu sepenuh kerelaan
dalam nafas hidup ketidakmungkinan
entah, di manakah akan kutemui engkau

10 November 2011

Senin, 07 November 2011

Lima Menit Lagi

di luar
langit hari ini teramat cepat berubah

di sini pun sama, hanya ada waktu lima menit
rindu yang sejak kemarin malam membungkus hati
tersaput angin entah ke mana
aku benar-benar kehilangan bayangmu

dan sebelum lima menit ini berakhir
kuingin kau kembalikan lagi senyumku
setidaknya malam ini langit akan tampak menyenangkan
sedikit banyak akan mengobati rindu yang tertimbun semalaman

07 November 2011