Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Kembalikan

kembalikan jejak langkah kita yang lalu
rangkum seluruhnya
satukan pijak di awal perjalanan baru
tetap bersampulkan cinta dan rindu

24 Juni 2012

Hari Ini

hari ini,
hari penuh lambang dan kenang
segalanya menguntum
segalanya mengembang
meski kadang tak pernah mampu kulukiskan dengan kata

24 Juni 2012

Minggu, 11 Maret 2012

Surat Untuk Melati

melati yang cantik,
semoga hari ini engkau ini baik-baik saja

ingatkah saat-saat bagaimana dulu engkau membangun sebuah taman cinta yang paling mewah dalam dadaku?

aku masih saja merindukanmu hingga kini
kupandangi engkau dari balik jendela kamar hati
putih cerah terpayung sinar mentari
berseri bungamu sepagi ini
menggubah kemerduan irama simfoni
memberi damai tiada henti

melatiku yang manis, lihatlah
kini taman itu indah sudah
taman cinta yang paling mewah
tempat kenangan cintaku dan cintamu berkisah

11 Maret 2012

Kamis, 08 Maret 2012

21.21 WIB


rindu harian
kali ini mereka menjamah lagi
kamis malam

jasmine
satu yang tertinggal dari sekian banyak kenangan
kembali lagi mencium lelah yang tak berbatas
jatuh membara seisi kamar berjelaga

kini kuharap kekal

08 Maret 2012

Selasa, 06 Maret 2012

Percik Embunan

begitu percik embun rindu memecah pagi
dan meleleh di sudut-sudut jendela hati
aku bangkit berdiri
berdiri bukan karena sesali diri
melainkan tuntutan hidup di masa yang akan datang
serupa keinginan melawan derasnya rintang yang menerjang

aku tahu betapa banyak cinta telah kau titipkan
membuatku menyesali luka-lukamu yang menggenang
seperti luahan puisi di dasar palung hati
yang ditulis dengan sunyi
melati tetap pesona hari
tak teringkari

sepanjang kenangan masih jelas terbaca di batin ini
dan kuyakini
rumahmu, sebuah tempat mungil
harapanku di masa nanti

06 Maret 2012

Senin, 05 Maret 2012

Kita

antara dua jiwa kusemai cinta di semak-semak belukar dada
kubangun impian dalam sekumpulan sajak-sajak tak bersuara
mengubur sekian kenangan kita tentang luka dan air mata
yang mungkin masih berserakan di pesisir biru samudera
kita, membaca dan tak pernah henti berencana
mengeja semesta dengan ketelanjangan rasa
menggambar biduk kecil seluas bola mata
memapah langkah berdua menjemput asa demi asa
mengayuh kayuh bersama dalam jaga dan doa
menelusuri tapak-tapak detikan masa
agar tetap searah dan seirama
menuju ke sana

kita, satu jiwa dalam satu cinta
mencoba menyingkap makna hidup sebenarnya
yang masih tersembunyi dalam balutan rahasia

05 Maret 2012

Minggu, 04 Maret 2012

Pertemuan Ini

hari ini seperti biasanya
ada cerita berkesan ditulis oleh gerimis
menjelajah seisi langit dan bumi
dalam ruang kerinduan yang tersisa

awalnya bertumpu pada harapan
dengan sekeranjang rindu bertumpahan
bermandikan kecemasan
namun di detik saat menatap wajahmu
hatiku meluap bahagia
senyummu mengalirkan resah lewat debar-debar dada
menyusuri denyut-denyut nadi
seketika aku diseret lupa

sayang, siang sudah tampak mendung
kita memanja semoga langit tetap memayung
jalan panjang yang bersama akan kita arung

berlayarlah kita tanpa ragu mengharu
meski angin kencang bertiup menggoda
tak surut hati berselimut rindu
sampai pada ujung pertemuan ini
saat jiwaku dan jiwamu ikut sama-sama membasah

baiklah, kita berpisah di sini
namun kuharap dengan sangat rasa tetap saling menali
sampai akhir nanti

04 Februari 2012

Minggu, 26 Februari 2012

Seperti Bunga


seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan rona keteduhan wajah yang begitu menenangkan
betapa pertemuan demi pertemuan saat itu memintal jutaan rasa
yang dibangun dari angan yang hingga kini masih bergelayutan
dulu tiada terukir janji untuk masa depan
hanya aku memahami kita enggan saling melupakan

seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan taburan putih putiknya yang menyimpan banyak harapan
menyemai akar-akar setia walau harus dalam kesendirian
mengekalkan kenangan seraya tetap merimbunkan kerinduan
dulu tiada mimpi tergambar dari masa demi masa yang dilayari
hanya aku bisa mengerti rekah kuncupmu meneteskan cinta tiada henti

dan kini saat senja belum lagi tiba
aku masih saja senang menamakanmu sebagai bunga
untuk sepanjang kenangan dan untuk masa depan tergenggam
entah, berapa lama lagi aku akan menyuntingmu di pelaminan
aku hanya ingin melihat bagaimana cara kita bertahan
sebab kurasa sudah tiada lagi alasan untuk kita saling melepaskan

26 Februari 2012

Kamis, 23 Februari 2012

Penyesalan

seperti rindu menderu menyeret sukma jiwaku
segalanya seolah menghentikan sang waktu
meratapi pilu yang semalam mengendapi kalbu
namun tenang wajahmu terkenang
membukakan hati di satu pertemuan
dan kuyakini jauh di sudut-sudutnya
kau harus tetap tinggal di sini
dan tak kubiarkan pergi

aku selalu mencintaimu, melati

23 Februari 2012

Kamis, 16 Februari 2012

Hujan Jatuh di Atas Kamarku

sisa hujan yang tinggal seiris, jatuh
impaskan janji lama memeluk bunga
untuk sederet nama yang pernah terpahat dalam jiwa
menghias lekukan malam yang entah milik siapa
karena sepenggal nama tak menyisakan apa-apa
hanya guguran bunga-bunga dan linangan air mata
dalam sebait sajak sunyi
sepanjang kenangan
:rindu untuk melati

16 Februari 2012

Minggu, 12 Februari 2012

Sekuntum Bunga


-buat melati, sang penghias hati

di hidupku pernah berguguran bunga-bunga
terbaca jelas sisa wajah dan luka-luka
berguguran, terhembus angin kencang
terbang memeluk jambangan orang
tak kecuali engkau, yang pernah demikian lekat di jiwa
mengubur titik tanda cinta
pupus sudah terhapus perjalanan masa
sempat kucari-cari kenangan di selembar peta
namun tiada tumbuh kuntuman bunga

lantas aku mencarimu saat setiap ombak rindu menyapa
melayarinya dengan sampan rapuh penuh duka rana
serupa diari tiada lagi berhalaman
kisah kita mungkin tinggal kenangan

sebelum pada akhirnya engkau membelah rahasia
saat aku telah kehilangan banyak tanya
terasa kembali menemu sedikit cinta
sisa sejarah yang mungkin masih bertanda
hati pun kembali berserah
membuka jiwa untuk tumbuhkan lagi sekuntum bunga
sebab sesuatu yang selama ini aku rasa
kisah kita bukanlah tiada lagi apa-apa

kini yang mungkin semestinya aku sadari
genderang masa lalu telah saling memintal kedewasaan
sekuntum bunga yang dulu gugur merekah sudah
indah menghiasi jambangan hati
melati oh melati
engkau memang bukan yang pertama memulai
namun doa-doa yang sedang kutanam sedari pagi
akan selalu menuntun hari demi hari
memapah waktu untuk satukan kita nanti

kapan?
biar ia sendiri yang bercerita

12 Februari 2012

“...sejarah mungkin bukan lagi sebatas etalase keindahan semata bagi keunikan hubungan kita yang pada akhirnya ternyata kian jelas bermakna...”

Rindu di Kamar Sepi


aku menyadari bahwa setiap kerinduan hanya mendamba pertemuan
seperti halnya kita duduk berdua
bersama dengan canda dan tawa ceria
dan aku akan katakan bahwa aku kini membutuhkanmu
bukan menginginkanmu
selebihnya mungkin merindukanmu
mendambamu

andai saja...

aku sungguh ingin berada di sisimu setiap hari
menikmati damainya saat-saat memandang wajahmu
meskipun terngiang-ngiang alunan rindu
sungai-sungai yang menyiram di jiwaku
turut mengalir membasah di jiwamu
perlahan, namun begitu penuh pesona
menetapi langkah setia

pada akhirnya engkau datang jua
berkenan mengelus gelora birahi membara
teriring desah lembut sepasrah nafas
mengantar rindu ke puncak peraduan
deras desir darah mengalir
menggetar riak sedalam samudera
cinta seindah bianglala

kumohon melati,
jaga aku sampai matiku nanti

12 Februari 2012

Minggu, 29 Januari 2012

Selepas Maghrib

di kamar yang mendamaikan
lengang membayang tanpa suara
sekian rindu memuncak menanti sua
seminggu kita seperti menampung langkah
jauh terasing seperti tak berarah
menandai geliat jejak yang lelah
hingga senja pun mendesah resah

engkau sebelah hati
hanya meninggalkan senyum dan tatap misteri
beradu rindu penuh teka-teki
mungkin jiwa tetap menangkap makna
menjarah setiap langkah detikan masa
agar tak berlalu sia-sia

di sini selepas maghrib
sendiri aku dirundung rindu
mendebur ombak selaut harapan
sambil tetap membeningkan keruh di kejauhan
yang sunyi kedustaan

dan sesekali dengan puisi
kerinduan ini aku senandungkan

29 Januari 2012

Sabtu, 28 Januari 2012

Could You Stay With Me, Jasmine?


I feel more than you know
I've concluded that I love you
yesterday, today, and later
quite simply a fact
:I love you

28 Januari 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Bawa Aku Pergi

sayang,
rengkuh aku dalam dekap terhangatmu
bawa aku lari menuju mimpi-mimpimu
menggapai tempat terindah yang hanya ada aku dan dirimu
menikmati manisnya madu-madu cinta
melepas masa-masa yang lalu
menghapus kisah sedih yang terlewati

bawalah aku pergi, sayang
menuju suatu tempat yang sekali lagi hanya ada aku dan dirimu
dalam peraduan cinta kita
tanpa ada bayang-bayang dari masa lalu

'I hope I love you all my life'


-Jasmine

26 Januari 2012

Rabu, 25 Januari 2012

Rahasia Bunga


sajakku akan selalu menggambarkanmu sebagai bunga
penuh rahasia, selain sebuah nama
sebab sudah sangat lama aku mencintai bunga
yang warnanya mengingatkanku betapa damainya rindu
sajakku akan selalu menyimpan dan menjaganya
seperti aku menyimpan dan menjaga cintamu

25 Januari 2012

Senin, 23 Januari 2012

Kutitipkan Cintaku

ada yang singgah di hati
senyum putih bunga melati
kubiar singgah lebih lama lagi
bersamanya kuingin nikmati
merangkai banyak mimpi
menabung untai janji hingga saat nanti

ada dan datang lagi
melati meredam emosi diri
tiada kupingkiri

itulah sebab mengapa aku memilihmu kini
dan membiarkanmu tetap di sini
seolah tak pernah ada apa-apa atau siapa-siapa atau juga tanda-tanda
yang sebelum ini pernah begitu erat menjerat kita dengan cinta
atau setidaknya dengan rindu ini bisa sampai menumbuhkan bunga-bunga
rasanya aku tak mungkin lupa kisah-kisahnya

aku minta
dan kumohon jagalah semua cinta
yang kutitipkan pada bunga yang tumbuh di relung-relung jiwa

23 Januari 2012

Minggu, 22 Januari 2012

Sejernih Air

seperti janji kita yang saling mengikat dan kian melekat, tiada pernah terkira betapa waktu akan merangkum segenap yang dilalui, dalam dingin kejernihan air yang tak berjarak dari kita, dari harapan yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya

kerinduan melimpah ruah, seperti kesumat, tanpa bisa terlihat, kupikir, tiada sepatah bara yang sanggup hentikan denyut-denyut air, segala yang bernama resah perlahan terlupakan, berlalu, lenyap dari pandangan, dari perasaan

senyum kita, kian tergambar jelas di atas permukaan air, menjernih semula, teduh, berpendaran dalam jiwa, dan di bawahnya tiada lagi tampak keresahan, bahkan sampai saat perjalanan pulang, walau sempat dicucurkan hujan

dan setelah hujan terhenti, cahaya cinta kembali membias diri, sebagaimana waktu yang terus menetasi hari, membayangkan rentetan asa untuk hidup bersama nanti, sementara dingin yang kian menebal di ujung-ujung jemari, aku sudah tak ingat lagi

aku bahagia hari ini

22 Januari 2012

Jumat, 20 Januari 2012

A Simple Pleasure

dengan sayap kecilku
kuajak kau terbang menembus awan
menyentuh mega putih yang berarak pelan

seketika aku terkagum melihatmu
sayap kecilku yang tak begitu kokoh
kau kuatkan dengan senyum yang indah, sangat indah
senyum yang begitu tulus
setulus senyum melatimu
damai
tenang
nyaman dan syahdu
kita kembali terbang bersama
bertamasya di hampar cakrawala
merangkai banyak mimpi dan asa
semakin jauh
dan kian menjauh

jangan takut akan terjatuh, sayang
karena aku ada di sampingmu
aku akan tetap bersamamu
dan akan selalu ada dalam hatimu

20 Januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Malam Pun Melagu Sepi

-untuk kesendirianku

sayup jauh
deras hujan rinduku
kian meluap kepiluan
tenggelamkan aku
tapi tiada tepian
mengambang
terapung-apung gelombang
tiada arah tujuan
untuk melayar ribuan masa ke depan
padahal ia tak lebih sebuah rasa

barangkali ada mimpi
yang sama sekali tak berarti

kini seakan terhenti
tiada terlihat lagi
malam pun melagu sepi
langit mengelam abadi
di luar, dingin meresapi hati
adakah ia singgah kembali
di kembara waktu sesunyi ini?

mungkin yang masih terbaca
manusia sebatas perencana
dan adalah bahwa segala
tetap kuasa di tangan-Nya

19 Januari 2012

"...mungkin sebaiknya, aku memang masih harus sendiri, tanpa terbebani..."