Tampilkan postingan dengan label Luka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

Sepanjang Hari


deras hujan di sepanjang hari
seakan membasuh luka bumi
sepi yang sekian lama menyelimuti
kini diputikkan melati

08 Januari 2012

Jumat, 29 Juli 2011

Hanya dalam Kata

semesta cinta
tersesat aku membayangkan ihwalnya
tak lebih dari sekadar menorehkan jejak luka
lalu senyap
siapa yang peduli kepadaku?

ah,
ternyata aku hanya merasakan cinta
dalam kata-kata
dan ketakpastian tak terhingga

29 Juli 2011

Sabtu, 09 Juli 2011

Saat Tanpamu

sayang,
aku tak sanggup lagi melawan gejolak perasaan ini
semuanya hanya membuatku gila
saat aku mencoba untuk terus melupakanmu
kau malah menjerat hati kembali
aku tak kuasa
sungguh tak kuasa

padahal selama ini aku begitu menikmati kesendirian ini
saat aku yakin kau takkan pernah lagi menjadi milikku
dan kita tak pernah bisa untuk terus bersama selamanya
aku begitu menikmati hampa yang kurasakan kini

karena tanpamu
aku sangat merasakan apa yang sebelumnya tak pernah kurasakan
betapa indahnya hidup
ketika aku berjalan hanya untuk menjadi diriku sendiri

09 Juli 2011

Rabu, 06 Juli 2011

Pasrah

semestinya kau tak perlu berpura-pura dengan kata
karena aku telah lama tahu engkau yang sesungguhnya
semestinya kau tak perlu lagi mengukir jiwa dengan cinta
karena aku tahu siapa dirimu sebenarnya

biarkan pergi semuanya
biarkan sirna segala kenangan yang tercipta

kuharap menepi sampai di sini
kisah kita yang tak lagi sejalan seiring
dan bila masih ada cinta mengelus-elus sukma
lepaskan saja
lupakan saja
aku tahu ini hanya sekedar sandiwara
sebab kisah kita memang telah berakhir sejak lama
dan saat itu berhujankan air mata

kini tak kubiarkan mekar lagi
sebab hanya mengiris hati tak berarti
aku pun pasrah dengan sepi berkepanjangan ini

06 Juli 2011

Sabtu, 25 Juni 2011

Tentang Kerinduan

jika ada luka dan air mata
mengiringi jejak langkah-langkah kita
kelak,
kerinduan akan mengecupnya dengan cinta

25 Juni 2011

Rabu, 15 Juni 2011

Embun Berwajah Gelisah


dari bibir jendela yang separuh menganga
aku melihat titik-titik air terpelanting ke sana ke mari
suara rindu melengking dan menyayat gendang telinga
mereka seakan sedang mengawali hari
untuk memupus kesunyian yang bertindihan

namun embun di luar benar-benar mengiris hati
aku sendiri merasakan perih ini semakin bertambah
nurani terguncang dengan isak yang mati-matian kutahan
jiwa keharuan kian meruncing menyesakkan
perasaan ini, seperti tersayat tajam pisau belati

aku sangat merindukan seseorang
mungkin sebanding dengan rinduku pada hujan saat kanak-kanak
aku merindukannya dengan kepasrahan segenap
dengan ketelanjangan yang tak dibuat-buat

aku masih merindukannya hingga detik ini
bahkan saat embun bernyanyi menyuarakan kegelisahan
aku berharap titik-titik air itu mereda
saat sinar mentari menelusup bibir jendela
lantas perlahan-lahan sirna

karena aku ingat kejadian beberapa hari lalu
saat keresahan embun lenyap ditelan indahnya kerinduan
dan saat itu sinar mentari sedang hangat-hangatnya

15 Juni 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Patah

biarkan aku sakit hati
biar semua mati
dengan sendiri

sia-sia kuanyam putih melati
tanpa ada rasa saling memaknai
biarkan saja kisah ini terberai
tergulung tumpukkan kenangan menderai

namun aku takkan pergi
sampai pagi tak lagi memberi arti

27 Mei 2011

Rabu, 25 Mei 2011

Tak Pasti



kau yang jauh kutulis dalam puisiku
di sini, ranah setia namun tetap menyendiri
sepi

kau tahu sejak dulu
kala pertama aku mengenalmu
rindumu mendesah lembut merdu
tatap sayu matamu menggerimis sejuk
memagut hampa lorong-lorong kalbu
kau tebar pesona indah menawan
kau lukis dengan warna-warni keindahan
banyak harapan kusandarkan
di sela ketegaran menata luka-luka endapan

lama kita mengalir bersama
seiring nada sajak-sajak berirama

tapi apa yang terjadi kini
lambat-lambat kau membenam diri
sayup gemuruh rindu yang dulu membisiki hati
perlahan mulai jatuh di pangkuan senja yang menanti
menutup asa tanpa muara
bergelayut hampa

ini puisi masih setia menuliskan tentangmu
walau jauh, tetap mengulum namamu tanpa jemu

25 Mei 2011

Selasa, 24 Mei 2011

Usai


aku tahu rasanya
tentang kerinduan yang suatu saat pernah kau timbunkan
sekedar terbaca dari sorot mata
dari bibir yang tak pernah berteman setia

dan waktu pun kini memberi kepastian
pada akhir yang semestinya kita rasakan
dalam sebentuk perpisahan
yang tak terelakan

24 Mei 2011

Minggu, 08 Mei 2011

Elegi Hati


kau susun kembali pecahan puisi di atas puing-puing hati
yang mengaliri kesunyian diri
tak ada yang menjadi lain, waktu telah melumpuhkan langkah kaki
setangkai melati yang mengambang di jambangan
rekahnya tak lagi seputih kesucian
seperti kelayuan di sepanjang jalan
menjemukan

dan segala kata hanya melayang-layang di udara
segala rasa terbunuh keangkuhan, lalu terkapar
tanpa daya
terpenjara dalam sangkar anganan belaka

aku tak pernah bisa percaya
kau akan kembali menyusun sebait puisi yang telah mati
di atas puing reruntuhan hati
dengan angkuhmu sendiri
karena kutahu takkan ada yang menjadi lain
hanya rindu yang pernah kutitipkan bersama sobekan kertas putih
yang akhirnya melebur bersama angin

aku sudah tak tahan lagi
kali ini aku hanya ingin menguntai pecahan puisi
dari kisahku sendiri

biarkan waktu tenggelam
dan aku akan terus berjalan
antara batas rindu dan kehampaan

08 Mei 2011

Sabtu, 23 April 2011

Malam Ke Sekian

masih di satu sudut jendela
waktu selalu saja dipermainkan bayu
membuatku tak bisa lagi melukis gerimis

aku coba menguntai pecahan kata di atap hati
yang mengaliri kesunyian diri
tiada yang menjadi lain
selain lembar-lembar puisi yang melayang-layang
membungkus rindu yang mengambang di permukaan waktu
membunuh pilu

dan tangan-tangan malam merengkuh luka
sebelum aku beranjak dari sudut jendela

23 April 2011

Minggu, 20 Februari 2011

Saat Kau Pergi


bagaimana bisa kau katakan aku telah melupakanmu?
bagaimana kau tahu apa yang kini ada di pikiranku?
ingatkah saatku begitu banyak memberikan cinta
tiba-tiba kau kecewakan aku
dulu aku tahu kau ingin sendiri
mungkin karena jenuh atau patah hati
tapi mengapa kini kau ingin kembali
saat aku begitu menikmati kesendirian ini
kau tahu aku sudah enggan terjebak lagi
atau kau merasa kisah kita belum pernah berakhir hingga kini?

aku bingung harus bagaimana

sesungguhnya jika dulu kau percaya aku
bahwa akan selalu ada kebenaran di setiap janji-janjiku
kita mungkin masih bisa bersama, bahkan untuk saat ini pun
aku takkan pernah mencoba melukaimu
dan kupikir kau tahu alasanku mengapa
kata-kataku akan selalu mengatakan kesungguhan
dan kesungguhan itu ada dalam jiwaku

sayang,
kau tahu kisah kita hanya indah pada awalnya
sedang luka mengiris-iris jiwa di ujungnya
air mata telah mengubur semua cerita
tapi aku tak pernah menyalahkanmu
apa yang dulu kau lakukan aku terima

mungkin saat dulu di mana kau berlalu
aku hanya melangkah pergi
dan apa-apa darimu yang telah membuatku bahagia
biar aku menyimpannya
di sini, dalam hati dan jiwa ini
dan kisah indah kita di sana
hanya akan menjadi kenangan belaka
barangkali kemunafikan takkan pernah kau ingkari
dan kau tak perlu memintaku untuk kembali mengisi hati
karena kita masih akan jadi sepasang kekasih hingga kini

sayang,
dulu aku tak pernah ucapkan selamat tinggal
dan saat kau pergi, lukaku menganga
hanya mungkin Tuhan saja yang tahu besar cintaku padamu
dan itu terlukis di mata jiwaku
sayang dulu kau tak percaya aku
sampai kau pergi dan aku pun berlalu
dan kini tiada mungkin lagi menyatu

20 Februari 2011

Jumat, 14 November 2008

Masih Adakah Cerita Tentang Kita Esok Hari

lukaku kembali menganga
tak kusangka kau melakukannya lagi
sedang kini aku tak setangguh dulu lagi
lalu masih adakah cerita tentang kita di hari esok
bila hati tak lagi mengumandangkan cinta
kupikir,
hanya engkau yang bisa menjawabnya

14 November 2008

Kamis, 02 Oktober 2008

Cerita Air Mata

saat ini aku berjalan
berdendang ria tuk hancurkan lara
coba dinda kau masih di sini
menoleh, melihat bunga indah di taman, mempesona
tak usah kau tanya
mungkin itu taman surga
dengan mekaran bunga-bunga
wangi semerbak semilir
aku berhenti berjalan sejenak
kulihat kau terduduk di sana, di taman itu
kau tampak muram, sekaligus kejam
tak palingkan wajahmu padaku
aku terima, harus terima
kulihat ke tanah tempatku berpijak kini
ada bekas telapak kakiku di sana
aku masih menapak
tak sedang terbang di surga seperti yang kurasa

kulihat ada genangan air di sana
di ujung-ujung kakiku yang terluka
perih merunduk
kulihat bayang wajahmu yang mempesona
tak tersenyum lagi padaku seperti dulu
memang itulah kenyataannya
dan aku terima, harus terima

tapi air apa itu
tak hujan kini
tak mungkin pula genangan seperti ini, terlalu sedikit
ini seperti tetesan
kuseka mataku yang sedikit memerah, tak sengaja
sungguh bosan
tapi aku harus berpelukan dengan sepi
aku juga harus berteman dengan kesendirianku kini
tapi entahlah
batinku meringis bertanya, tergetar
percayalah, ujung-ujung jariku kedinginan
sudah terlalu lama aku terpekur di sini
tak merasa nyaman di tempat ini
ada yang mengganggu
kuremas keras
agar tak jatuh dari genggamanku yang rapuh, saat ini
di sebelah kulihat ada kertas buram
lusuh sekali, sungguh
tapi tunggu dulu
sepertinya aku kenal tulisan itu, rapi
panjang sekali untaian kata-kata di situ
sepertinya cerita, atau semacam harapan, atau doa

ya Tuhan...
aku tahu, aku ingat
aku yang menulis ribuan kata di situ
kutumpahkan di sana
bukanlah cerita cinta, bukan pula cerita rindu
melainkan kisah tetesan-tetesan air mata

02 Oktober 2008

Senin, 01 September 2008

Jangan Biarkan Aku Pergi Jauh

waktu itu kau titipkan rindu untukku
hingga kini pun masih tertata rapi dalam hatiku
kutaburi kasih setiap hari
kusirami doa setiap waktu
agar rindu abadi dalam hatiku

kata orang rindu itu indah
tapi bagiku menyakitkan

karena itu
curilah hatiku dari dalam diriku
dan sembunyikan ia ke dalam hatimu
jangan pernah biarkan aku pergi jauh
kenanglah aku selalu
dalam setiap gerak detak jantungmu

-nurma

01 September 2008

Rabu, 16 Juli 2008

Untukmu

sepi kini adalah temanku
sendiri itu memang aku
hanya cinta hal terindah yang kupunya
dan rindu adalah bayang-bayang diriku

demi jiwa yang dipenuhi lara
kuberikan cinta setulus hati untukmu
walau kutahu tak ada cinta untukku di sana

untukmu kuberikan cinta dari hati
yang mungkin tiada berarti bagimu, sama sekali
hanya bila nanti kau tinggalkan aku
biarkan kesendirianku menjaga semua kenangan ini

Salam Kerinduan

16 Juli 2008

Rabu, 27 Februari 2008

Dua Tujuh Februari

sebenarnya
rindu melintas dalam alunan nafas panjang
tapi kenapa perjalanan kita belum jua dapat terpahamkan

aku tahu
cinta di hatimu akan selalu mengalir untukku
layaknya sungai yang mengaliri bebatuan
tapi butakah
kau tak pernah mau memahami apa yang kuingin

dua tujuh februari ini
kau malah membentangkan kepedihan
tak pernah ada lagi kata-kata mesramu
tak pernah kurasakan lagi ucapan-ucapan lembutmu

mungkin kini harus kukatakan
angka dua tujuh telah tak penting lagi dalam hidupmu

27 Februari 2008

Minggu, 10 Februari 2008

Tentang Dia

dia yang selalu mendengarkan cerita-ceritaku
yang selalu menjadi tempat curahan hatiku
berkelana entah ke mana

dia yang selalu ada saat kubutuhkan
menjadi tempat keluh kesahku
mengembara ke negeri entah

dia yang menjadi raja dalam istana hati
yang bertitah kerinduan
tertelan bumi ambia

dia kini membisu
menjaga rahasia sehemat buku
dengan lagu-lagu meraung
yang tanpa ujung
dan dia kini berlalu
aku hanya bisa termangu
meratapi nasibku

-jasmine

10 Februari 2008

Minggu, 03 Februari 2008

Nyanyian Air Mata

lihatlah jembatan serayu itu
masih ingat kita pernah bercengkarama
di atas batu pembatasnya
ingatkah, atau lupakah?

dulu masih ada senyum kita
tapi kini aku selalu bernyanyi
tentang air mata yang derasnya tak terbendung

ini sebuah nyanyian air mata
yang kudendangkan pada setiap malam
merdu bukan?.....

-jasmine

03 Februari 2008

Lara

pada akhirnya mungkin aku mengalah
lara menemani sunyi malamku bersama rinai hujan
petir ikut menyambar seakan menertawaiku

carut marut dadaku
duka menganga di relung jiwa karena kehilangan
jika ada yang temukan
tolong kembalikan padaku
jangan biarkan terlantar begitu
karena hanya ada lara yang akan terasa

-jasmine


03 Februari 2008