Sabtu, 01 Februari 2003

Malam Minggu Kelabu

malam minggu kelabu
saat ku sangat merinduimu
dalam ketiadaanmu aku selalu berharap
agar cinta ini selalu satu selamanya
walau akhir-akhir ini seakan terpisah
oleh suasana yang tak pernah kita pinta

namun percayalah, bunga
tiada sedikit pun cintaku surut dan berubah
yakini bahwa suatu saat nanti
akan ada masa yang membawa kita kembali
untuk bersama menikmati satu cinta
yang indah dan istimewa

01 Februari 2003

Jumat, 31 Januari 2003

Andai Mampu

andai mampu
kan kupinta hembusan angin malam
mengantarkan sepotong rindu
agar engkau esok sudi
mengisi sepi hariku tanpamu
hingga usai sudah senandung kerinduan
dan bait-bait penantian
yang tak pernah berhenti tercipta
karena ketiadaanmu

31 Januari 2003

Di Bawah Sinar Mentari

di bawah sinar mentari
kulihat kau di sana lama menantiku
segalanya tampak begitu indah
dan damai pun terkunci di dalam hati
meluruhkan segenap rasa kecewaku

makin lama aku makin merindukanmu
kupikir inilah waktu yang tepat
untuk menceritakannya pada hatimu
aku takkan pernah berpaling darimu
dan bila saja aku tiada di sampingmu
kuharap kau senantiasa bahagia dan sejahtera
hingga terselimut sebuah harapan
untuk abadikan satu cinta kita
yang suci dan mulia ini

31 Januari 2003

Cintaku Padamu

aku berjalan diantara kerumunan banyak orang
hanya untuk mengharapkan hadirmu
ingin kembaliku dalam pelukanmu
di setiap kenangan indah, mesra
aku tak peduli
waktu yang mengalir begitu cepat
aku tetap akan mencarimu
itulah sepotong janjiku padamu

kini dan nanti
cintaku padamu takkan berubah
biarkan kukatakan sekali lagi
hatiku sangat merindukanmu
walau kau kini telah pergi jauh dariku
namun meninggalkan banyak kenangan yang indah
aku tak pernah takut dunia berubah
itulah sepotong janjiku padamu

kini dan nanti
cintaku padamu takkan berubah
mohon kau terima cintaku selapang jiwamu
mohon kau berikan cintamu hanya untukku
setulus dan seutuhnya
mohon jalani impian kita ini
agar aku bisa selalu dan lebih mencintaimu
agar aku bisa memberi semua yang kumiliki
tiada jemu dan tiada henti
hanya untukmu
biarkan cintaku padamu tetap utuh dan apa adanya
dari kini dan jua nanti

31 Januari 2003

Selasa, 28 Januari 2003

Mungkinkah Kau Jemu

bungaku...
engkau satu kekasihku
meski sesaat aku telah melupakanmu
kuyakin nanti pasti kita kan kembali menyatu
aku mencintaimu
kau yang membuatku rindu
senyum indahmu, kebaikan hatimu
membuat hatiku jadi biru

bungaku...
aku rindu kamu
mungkinkah engkau tahu
bagaimana aku harus berkata seperti itu
aku akan datang menemuimu saat kau menantikanku
dan aku kan pergi menjauh darimu
saat kau tak lagi harapkan aku
dan juga saat rindumu tak lagi menyapa diriku
tapi,
mungkinkah kau jemu?.....

28 Januari 2003

Aku Tak Lagi Peduli

aku tak lagi peduli
dengan basah tubuhku ini
dan hujan yang bertubi-tubi diruntuhkan langit
sebab hangat hatimu
selalu bisa menyelimuti dinginnya hatiku

28 Januari 2003

Kamis, 23 Januari 2003

Genggam Erat

genggam erat jemariku
bangkitkan rindu
yang pernah membeku
dan kikiskan hati
yang tertutup
terselimut waktu

23 Januari 2003

Minggu, 12 Januari 2003

Senyumku Selalu Menantimu

aku mencintaimu
dengan segenap rasa yang ada
sehingga saat kau ingin berlabuh
di sanalah senyumku selalu
menantimu

12 Januari 2003

Rabu, 08 Januari 2003

Menjelma Puisi

jangan pernah kau pasrahkan
cinta kepada waktu
sebab dirimu aku terjerat rindu
kemudian engkau menjelma sebuah puisi
setelah tanganmu pertama kali terkecup
dalam percakapan teramat beku
garis senyum yang begitu abstrak
menjelma kata-kata
terangkai diantara celah-celah hari

08 Januari 2003

Selasa, 07 Januari 2003

Aku Mencintaimu

dalam sajak yang terindah dan yang termanis
yang pernah kau tuliskan untukku
aku mencintaimu...
sebagai perempuan puisi

pada senyuman yang selalu
mewarnai dan melukiskan keceriannmu
aku mencintaimu...
sebagai perempuan melati

pada kelembutan tutur kata dan sikap ramahmu
yang selalu aku nikmati pelukannya
aku mencintaimu...
sebagai perempuan musim semi

07 Januari 2003

Selasa, 31 Desember 2002

Goodbye 2002

mentari 2002 tenggelam di peraduan
meninggalkan banyak kenangan
menyimpan banyak catatan
menyisakan banyak pekerjaan rumah
yang belum sempat kita selesaikan
sinarnya melemah
meredup lalu hilang

tapi percayalah...
esok hari kan ada sinar yang lebih terang
memancarkan banyak harapan
membuka banyak kesempatan
tergantung cara kita menggapainya

31 Desember 2002

Minggu, 22 Desember 2002

Hal yang Terindah

hal yang terindah, mawar
adalah bahwa kau dan aku
selalu berjalan bergandengan
dalam keindahan dunia ini

22 Desember 2002

Meminangmu dengan Sebait Puisi

sebelum meminangmu dengan sebait puisi belum jadi
aku mengubur beribu puisi yang telah mati
agar semakin kupahami makna sebait puisi
dari sisa usia yang terus digali
dari ampas kata yang terhempas di tepian mimpi

terimalah sebait puisi belum jadi ini
sebagai mahar abadi
sebagai prasasti di bumi
yang kehilangan pagi
sebagai saksi bahwa kita pernah saling berbagi

22 Desember 2002

Jumat, 20 Desember 2002

Sahaja

aku mengenalmu dalam kesederhanaan
tanpa puisi...
tanpa lagu pujian...
hanya harapan

aku memandangmu dalam kesederhanaan
tanpa tanya...
tanpa banding...
hanya kepastian

aku mencintaimu dalam kesederhanaan
tanpa ragu...
tanpa paksaan...
hanya ketulusan

aku mengenalmu dalam kesederhanaan
dan dalam kesederhanaan pula
aku memilih jalanmu...

20 Desember 2002

Senin, 02 Desember 2002

Tentang Rinduku

ketika aku merasa sedih dan sendiri, bunga
aku selalu membaca surat-suratmu
saat rindu sudah menumpuk di jiwa
kuambil surat-suratmu dari dalam laci, dua atau tiga
lalu membacanya berulang kali
sampai aku merasa seperti berenang dalam rona warna
keindahan dan kebahagiaan berpadu menjadi satu
bagaikan bianglala

dan jika kau pergi meninggalkanku
barangkali selamanya aku akan kehilangan
sesuatu yang paling berharga dan paling bermakna sepanjang hidup

aku sangat merindukanmu bunga
dan kuharap hal yang sama juga kau alami
kan kureguk segala sesuatu yang kudamba darimu
dan saat kau hadir dalam nestapaku
kau bagai sebuah langkah yang kudaki
demi harapan untuk merasakan hadirmu
sungguh sebuah perasaan yang damai

02 Desember 2002