Sabtu, 17 April 2004

Bila Harus Kusyukuri

kesendirianku terjaga
tak kusangka kau akan menyapa
mungkin hadirmu
terlalu naif jika kutuliskan di sini
betapa hadirmu membawa sejuk embun
hangat mentari dan binar mata
juga sejuta bahagia tak terkata

bila harus kusyukuri
mungkin akan banyak terima kasih yang harus kuucap
terima kasih telah memberi senyum terindahmu
terima kasih telah membagi tulus hatimu
terima kasih karena kau mencintaiku
aku bangga memilikimu

kini
saat aku mulai memperbaiki segalanya
aku ingin belai cintamu terangkum
sampai aku mampu kembali tersenyum
agar semua tampak lebih indah
dan begitu sempurna

17 April 2004

Rabu, 14 April 2004

Bila Suatu Hari Kau Pergi

bila suatu hari kau pergi
di sini hanya kan tinggalkan tanya:
”lelahkah kau menyayangiku?...”
ucap pun tak sanggup lekangkan rasa
sempat hati ini berarti
namun tak sejalan kenyataan
maaf jika sempat tinggalkan perih itu
saat jiwaku tertatih
mencari sesuatu yang tak nyata
resahku membaca peluh
yang kutulis di cakrawala
sepenggal rindu masih tersisa di kalbu
terukir seperti potongan sajak terkoyak

14 April 2004

Kamis, 01 April 2004

Pandanglah Aku Sesuka Hatimu

pandanglah aku
sesuka hatimu
hingga kau kan terbang
ke angkasa nan biru
lalu kan jatuh menukik di atas ranjang
merebah tubuh di bawah temaram lampu

01 April 2004

Senin, 22 Maret 2004

Sajak 22 Maret

rasanya
tiada yang mesti ditemukan lagi
sejauh malam
selain rahasia kekasih
:puisi tak padam-padam

22 Maret 2004

Dan Pagi Ini

dan pagi ini
kau kembali melintas
sedang setumpuk kenangan
masih tertinggal di pelataran waktu
kau belum sempat membacanya, sayang

22 Maret 2004

Sabtu, 20 Maret 2004

Angin dan Hujan

kadang angin menghempaskan
butiran-butiran cinta di ruang dada
dan hujan terlalu sinis menyapa
tapi terkadang angin dan hujan
menumbangkan bunga yang tak layu
diantara ranting jiwaku

20 Maret 2004

Selasa, 16 Maret 2004

Sore Terakhir

pernah saat kita duduk berdua
kau memberiku satu tatapan
bahwa kau tahu benar aku mencintaimu
dan mencari pembenaran itu untuk diriku sendiri
tapi kau belum berkata apa-apa
hanya senyum termanis yang kau hadiahkan

sesaat kemudian
kita pandangi hamparan langit biru
tampak begitu memesona
kita pun enggan saling beranjak
bahkan tak saling melepas
untuk sore terakhir yang kita nikmati berdua

16 Maret 2004

Selasa, 09 Maret 2004

Jaring-Jaring Cinta

jaring-jaring cintamu
jaring-jaring cintaku
sama-sama hidup di kamar tidur
mimpi dan keindahan
harapan dan kerinduan
adalah milik kita

kubisikkan pada mereka
aku mencintaimu
aku mencintaimu
aku mencintaimu
langit-langit pun menulis kata-kata itu

09 Maret 2004

Senin, 01 Maret 2004

Selalu Kujaga Cintamu

bunga,
ulurkan tanganmu, sambut rinduku
kan kuberi hati yang penuh dengan cinta
kuingatkan padamu
jangan rusak hubungan yang selalu ingin kusempurnakan ini
atas kuasa-Nya
pertalian yang selama ini bersemi
kan selalu kupupuk dan kusirami
agar cinta tetap terpelihara
hingga nanti

dan telah kuharamkan atas diriku
segala apa yang tidak engkau sukai
buang semua ragu yang ada dalam diri
karena cinta tak pernah bisa bersanding
seiring dengan keraguan

dan aku akan selalu menjaga pertalian ini
bahkan mempereratnya
walau engkau tak lagi di sisiku
namun aku percaya
cintamu selalu ada untuk hatiku

01 Maret 2004

Jumat, 20 Februari 2004

Hanya Cinta

hanya cinta
yang membuatku bertahan
di sini menunggu dirimu
kembali untukku

hanya cinta
yang mungkin masih tersisa
diantara keping-keping hati
kau dan diriku

20 Februari 2004

Rabu, 18 Februari 2004

Hilang

nafasku sesak
dadaku sebak
aku terasa seperti tersisih
menatap di sudut yang suram
sunyi semakin panjang dalam dada
cahaya matamu pudar
mungkin tuk selamanya
kini, kesepian semakin mencekam
mencekik jiwa

18 Februari 2004

Selasa, 17 Februari 2004

Kuwarnai Senyummu

kuwarnai senyummu
dengan sejuta rasa
saat hati ingin menegaskan cinta
sedang kau tulis rinduku di dadanya

kau sendiri tak pernah lagi mengisinya
bagaimana kuburu rasamu
yang tenggelam dalam rahim hatimu
aku lelah menunggu
lahirnya rindu di pucuk mawar
yang dulu pernah menari dalam batinku
dengan gerak teramat ramah

cintamu dan cintaku
kuyakin masih tetap satu
menyisakan rasa pada setiap pertemuan
yang hingga kini belum lagi tercerna

17 Februari 2004

Kamis, 05 Februari 2004

Takkan Pernah Berhenti

biasanya, setelah separuh malam terlewati, aku duduk..., memikirkan sedikit kenangan bersamamu, kau yang telah membantuku, melahirkan banyak puisi-puisi baru, dengan secangkir kopi di pangkuanku, dengan sebatang rokok di sela jemariku, lantas merenung, apa yang akan dan telah aku lakukan denganmu

kesendirian yang kujalani kini, telah membuka mata telinga dan hatiku, untuk lebih mengerti akan maknanya hidup, yang masih sedemikian luas, dan kesendirianku ini, takkan membuatku diam dan tak berbuat apa-apa

karena itu,
semoga puisi-puisiku yang tulus ini, menjadi salah satu titik yang dapat menghiasi kehidupanku, begitu juga kehidupanmu

dan aku lebih bisa merasakan, menjadi seseorang yang sangat beruntung, sempat memilikimu dalam hidupku, sampai bertemu kembali bunga, di suatu tempat dan di suatu saat nanti.....

05 Februari 2004

Rabu, 21 Januari 2004

Kau Selalu di Hatiku

aku belum merelakanmu pergi saat ini mawar
aku tahu kau ingin kembali bersamanya
tapi di sini
aku masih sangat membutuhkanmu

jangan kau ingkari
kau takkan pernah bisa pergi
selagi masih bisa kau nikmati kebersamaan kita
selagi hatimu pun masih bisa tersentuh oleh kelelakianku

meski sebenarnya,
hadirmu hanya akan membawa sunyi dan kesendirian
aku akan menikmatinya
aku sungguh mencintaimu
dan takkan pernah rela bila kau kembali bersamanya

aku tahu
kedua sayap cintamu ingin terbang jauh dariku
menjemput impian yang telah ditiupkan olehnya
aku tidak akan sakit, apalagi menangis
seandainya kau baca tulisanku ini
saat itu kau pasti akan tahu
bagaimana sebenarnya perasaanku

21 Januari 2004

Selasa, 20 Januari 2004

Mesra

detik-detik waktu
mengalir menghayutkan aku
dalam melayar bahtera cinta
bagai bunga-bunga tersenyum mesra
lewati sisa-sisa harinya
indah dan bermakna

20 Januari 2004