Rabu, 18 Agustus 2004

Aku Bukanlah Gibran

aku bukanlah gibran
yang senantiasa membawamu terhanyut
terbuai mimpi dan teka teki
tapi aku punya puisi
yang kan selalu mengalir untukmu
bukan catatan harian
yang terpenggal-penggal

18 Agustus 2004

Kamis, 12 Agustus 2004

Puisi Untukmu

selalu aku titipkan
sebaris kata rindu pada hujan
agar alirnya yang riuh
menyiram kemarau hatimu
teduh

12 Agustus 2004

Jumat, 06 Agustus 2004

Hingga Fajar Pun Luruh

senja menatap tajam
saat-saat menangkap butiran isyaratmu
kubiarkan tanganmu mekar
merengkuhku erat
takkan kubiarkan ada celah disini
hingga fajar pun luruh
menurunkan mimpi yang mengapung

06 Agustus 2004

Sabtu, 31 Juli 2004

Kau Masih Ada

kau masih ada
karena cintaku tak mudah berpindah
meski tinggal bayangan samar
tapi ingin kunyatakan hari ini juga
kau masih sangat kudamba

31 Juli 2004

Kamis, 22 Juli 2004

Karma

adalah bukan salahmu
jika perasaanmu kau biarkan mengarjunakan dia
karena kecewaku kini
karma sebuah keangkuhan

22 Juli 2004

Minggu, 18 Juli 2004

Sunyi

angan berlabuh dalam kesunyian
hati tertambat pada kegundahan
jiwa berontak ingin lari
saat kutemukan diriku di sini
pada akhir perjalanan panjang
kisah cintaku

18 Juli 2004

Minggu, 11 Juli 2004

Selepas Perih Berlalu

tak perlu setangkai bunga
kata-kata seindah mutiara
atau sederet rencana
adanya kau
cukup membuatku terjaga

kasih,
aku tenggelam dalam teduhmu
tentu selepas perih berlalu

11 Juli 2004

Kamis, 08 Juli 2004

Waktu Menepi

pernah kusangka hatimu penuh telaga
kunanti di halaman rumah
namun hari memupus diri

pernah kusangka rumahmu penuh lautan
kumasuki bagai impian semalam
namun waktu menepi
mempersempit jarak maya

pernah kusangka ladangmu penuh bunga
kusiram di hati bagai kemilau cahaya
namun kini kutemui
serpihan angin membeku

08 Juli 2004

Sabtu, 26 Juni 2004

Rapuh

kutegakkan wajahku
mencoba tersenyum
menembus kemilau cahayamu
terbiaskan keping-keping jiwaku
terjatuh
tersungkur
mencoba tegar
tanpamu
rapuh

26 Juni 2004

Kamis, 24 Juni 2004

Bunga

lihat
hasratku menggebu
rinduku membiru
menantimu di malam air mata puisi

bunga, isyarat yang kubaca di daun senja
aku mesti mengepakkan sayap-sayap cintaku
membasuh kata-kata berdebu

bunga, baru aku boleh menunggumu
di ranjang pengantin yang kita janjikan

24 Juni 2004

Selasa, 22 Juni 2004

Puisi Kenangan

setangkai bunga
atau sepasang gelas yang berdenting di meja pertemuan
kini menjadi kisah manis untuk kita
tapi, akankah kisah manis ini
terus berlanjut hingga nanti
hingga kita berdua membacanya
sebagai puisi kenangan?

22 Juni 2004

Jumat, 11 Juni 2004

Sepi

malam masih menyisakan gerimis
ketika kangen menyayat hati
teriris

ada yang terasa
serpihan-serpihan cinta
mulai mencair
mengguyur
seisi hati tak bersangkar

11 Juni 2004

Kamis, 10 Juni 2004

Jangan Katakan Dukamu Hari Ini

jangan katakan
dukamu hari ini
biar melintas saja
seperti embun meninggalkan pagi
lalu jatuh dan menghilang

10 Juni 2004

Jumat, 04 Juni 2004

Dalam Angan

namamu selalu ada dalam jiwa
dalam setiap debaran dada
saatku mulai terjaga
bayang wajahmu selalu tercipta

simpati yang kau miliki
telah membuatku jatuh hati
rosmie, kau selalu ada dalam angan ini
kala hati terasa sepi dan sunyi

dalam setiap kerinduan
aku tenggelam dengan khayalan
di mana hanya ada keindahan
yang selalu kau pancarkan

tiada bersua bukanlah suatu hambatan
karena kubahagia dalam sebuah impian
dan mampukah semua angan
bukan hanya sekedar angan?

04 Juni 2004

Jumat, 28 Mei 2004

Cinta Sejati

ketika aku tak butuh
senda gurau bersamamu
tatap-tatap beku
dan senyum-senyum kaku
menghujaniku di bawa langit biru
meretakkan hati
mengobarkan benci
tenggelamkan amarah
dalam gejolak darah

masihkah ada tempatku berserah?

28 Mei 2004