Senin, 16 Maret 2009

Kembali

kala waktu berlalu tanpa hadirmu
tiada bermakna dan tak begitu sempurna
hanya ada baying dirimu di anganku
yang buatku merasa sedikit damai dan bahagia

kau wanita yang indah, begitu menurutku
aku tak pernah lelah merindukanmu
aku tak pernah jenuh membayangkanmu
cinta ini seperti selalu menjaga dirimu
agar tak pernah lepas dari hidupku

bahagia rasanya bisa kembali menatap wajahmu
kau tetap cantik seperti dulu-dulu
tiada kata sia-sia aku menunggumu
seperti pertemuan terdahulu di waktu-waktu yang lalu
maka di waktu yang sekarang
cinta tumbuh kembali seperti teratai bermekaran di atas air
dan itulah yang terjadi diantara kita
saat aku dan dirimu kembali saling bertemu

15 Maret 2009

Minggu, 15 Maret 2009

Risalah Hati

dinda,
tak mudah bagiku menulis rangkaian kata-kata ini untukmu
aku harus seberangi samudera jarak antara diriku dan dirimu
mendaki bukit-bukit kecewaku atas sikap-sikapmu
juga menembus aral perselisihan yang membatasi kita
tapi, semuanya rela aku daki perlahan
hingga akhirnya puisi sabda hatiku ini
sampai ke palung hatimu yang terdalam

kau tahu
kau selalu menggelitik waktu tidurku
kau selalu menggoda waktu malam-malamku
kau selalu mengusik setiap gerak langkahku
kau juga selalu ada dalam setiap denyut nadi
dan celah pikiranku

matamu, hidngmu, bibirmu, juga lesung pipimu
sudah sangat mampu membuat hatiku luruh
walau aku tahu
semuanya kadang tak pernah menjadi dekat dalam hari-hariku

kupikir
mungkin kaulah yang akan menjadi cinta terakhirku
menemani sisa waktu hidupku ini
sekaligus menjadi ujung pelabuhan hatiku
dan akan selalu kujalani semuanya
sepenuh jiwa

dinda,
ijinkan detik ini kukatakan
bahwa aku sedang merindukanmu lagi

14 Maret 2009

Rabu, 11 Maret 2009

Aku Selalu Merindumu

rinai gerimis merapatkan hati
dalam dekap malam di dadamu
tapi engkau jauh
dan aku sendiri tak tahu
dingin angin telah memapahmu
dalam selimut waktu

dengarkan selalu puisiku, sayang
saat kau merasa rapuh
karena di sini aku selalu merindumu

Sepenuh Cinta

11 Maret 2009

Sabtu, 07 Maret 2009

Puisi Kita

ketika kau tenun kerinduan di kehidupan pagiku
ketika kau selimutkan kehangatan di kehidupan malamku
sungguh
kau selalu mampu robohkan kokohnya benteng keangkuhanku
kau selalu sanggup menumpahkan keceriaan di jantung dadaku
hari-hariku pun sedikit berubah dari biasanya
aku sendiri berharap
hatimu adalah sebuah keramahtamahan
dan jiwamu adalah kelemahlembutan
yang akan menjadi rumah yang damai dan tenang bagi diriku

kuyakinkan sekali lagi padamu
jiwaku tak selalu seperti yang ada di pikiranmu
lubuk hatiku penuh cinta dan kasih sayang
sungguh
kuyakin kau pun merasakan nikmatnya kebahagiaan bersamaku
tak pernah takut merasakan pahitnya kehilangan
mari kita kembali saling merangkul dan memeluk hati
berdua menjemput indahnya pesona mimpi

07 Maret 2009

Sabtu, 28 Februari 2009

Hanya Bisa Berharap

maaf bila aku mengganggu hari-harimu
aku kini hanya bisa berharap
untuk selalu memilikimu setiap saat
detik demi detik kulalui bersamamu

aku berharap agar bisa selalu menyentuhmu
saat kau bermuram ragu
aku berharap agar bisa selalu membelaimu
saat kau terbaring dalam sedihmu
aku berharap agar bisa selalu memberikan tubuhku
saat kau terbakar amarah
dan ingin meninggalkanku

dan aku berharap akan candamu
saatku melempar marah padamu
tapi aku hanya bisa berharap

28 Februari 2009

Cintaku di Titik Penghabisan

aku kini tak mampu lagi berkata-kata
untuk sekedar mengungkapkan rasa rindu
tiada jua keberanian untuk kembali menyatukan cinta
bila ternyata cuma dipandang sebelah mata

cintaku kini di titik penghabisan
rela berlama-lama dengan segenap cinta
jenuh jua menunggu sepenuh rindu
meski kutahu pada akhirnya tak berarti apa-apa

kadang aku merasa lelah
tak kuasa lagi berbuat sesuatu
untuk sekedar membuatmu merasa lebih baik
aku tak bisa apa-apa lagi
mungkinkah ini titik penghabisan cintaku?

aku sendiri tak tahu
karena itu kuserahkan segalanya padamu

28 Februari 2009

Tak Cukup Sampai di Sini

karena aku telah menemukanmu
yang mungkin terjepit diantara pilar-pilar rindu
kusenandungkan keabadian cinta
bahwa kisah kita ini takkan pernah berhenti
dan takkan berakhir

karena aku telah menemukanmu
berdiri kokoh menjaga pintu-pintu hati
dari puing kehancuran dan keterpurukkan
kutuliskan kata-kata ini
memeluk sketsa-sketsa hati
bahwa hidup kita tak cukup sampai di sini

karena aku telah menemukanmu kembali
mendendangkan merdunya nyanyian rindu
kukirimkan untukmu risalah hati ini
bahwa mimpi masih harus selalu kita jalani
membuatnya abadi
dan tak cukup sampai di sini

28 Februari 2009

Selasa, 24 Februari 2009

Semua Tentang Kita

saat lagu itu mengalun pelan
aku teringat saat kita tertawa bersama
aku teringat saat kita bercanda ria
aku teringat saat gemerlap kembang api berkobaran
aku teringat semua tentang kita
dan semuanya terasa indah

tapi malam ini semua itu seakan berubah
tiada lagi canda tawamu
tiada lagi senyum indahmu
yang selalu kau hiaskan untuk hari-hariku
tiada lagi cerita indah untuk kita

akankah semuanya berakhir dengan kesedihan
akankah semuanya berlalu dengan kebencian
kini aku hanya bisa meneteskan air mata mengingat semuanya
akankah kita bisa kembali seperti sedia kala?

24 Februari 2009

Kamis, 19 Februari 2009

Di Pintu Kamar Aku Menanti Sentuh Hangatmu


-untuk perempuan tercantik di ranah jiwaku

entah,
sudah berapa sering kita mengobar api
tanpa ada kata rindu yang sejujurnya kita rasa
tanpa ada kata cinta yang menyirat penuh makna
tiada lagi senyum yang menyediakan saarapan pagi ceria
sepertinya embun kesejukan telah lama sirna
pergi merendah bersama terngnya sinar mentari

entah,
berapa lama waktu akan kembalikan kehangatan itu
aku sendiri tak mampu pahami semua keadaan ini
aku tak mungkin bias terima semua kegilaan ini
yang hanya akan melahirkan tangis dan air mata

kita mungkin perlu istirahat sejenak
tidur dengan posisi seperti semula
agar saat terbangun nanti
kita masih bisa saling memeluk kembali
menikmati hangatnya sebuah kecupan
yang kini kita rasa mulai terasingkan

tapi,
aku selalu saja menikmati perjalanan kita ini
sebagai perjalanan yang kukira takkan kutemui ujungnya
hingga nanti

Sepenuh Cinta

19 Februari 2009

Selasa, 17 Februari 2009

Rindu Yang Merdu

di sebuah kesejukan pagi
adalah embun yang menetes lembut di wajahku
menyusur kecil melewati pipi
jernih tak tercelai
megaliri sampah-sampah keresahanku
arusnya sampai bermuara ke dalam hatiku
menyimpan kembali hilangnya beribu kisah rindu

kuhimpun tetes demi tetes embun
menguntum bunga di segara penuh puisi
embun pun menjelma kata
semerbak aroma-aroma cinta
menggebu dan begitu bergairah

kubiarkan embun-embun indah menyejukkan hidupku
seperti keindahan senyummu
agar aku bisa selalu tahu
merdu rindu yang kau titipkan lewat embun-embun itu

17 Februari 2009

Kamis, 12 Februari 2009

Akulah Puisi

akulah puisi segenap rindu
yang membangun impian kini dan nanti
akulah puisi yang merangkai bunga-bunga
bahkan yang jauh lebih menawan
dari sekedar rangkaian bunga-bunga rindu
karena puisiku selalu menyuarakan cinta

akulah puisi segenap anugerah
sumber ketenangan dan kedamaian
akulah puisi penuh pesona
yang akan membuaimu dalam tidur lelapmu
lelahmu seketika menjelma mimpi indah
yang teramat nyata

dengan puisi ini aku memelukmu
mencumbumu penuh kehangatan
memberimu seindah-indahnya ciuman

dengan puisi ini aku selimutimu
mengagumimu penuh kemesraan
menjaga tidurmu hingga pagi esok tiba

selamat tidur, sayang
dengan puisi ini kutitipkan kecup hangatku
untuk sepasang bibir pemancar keindahanmu
semoga mimpimu indah selalu

12 Februari 2009

Selasa, 27 Januari 2009

Cinta Tak Terhalang Jarak

aku tahu kau jauh
namun namamu selalu terukir dalam hatiku
aku tahu jarak tak pernah berteman dengan kita
namun bayang wajahmu selalu menemaniku
ke mana pun kakiku melangkah
aku juga tahu kau tak bias kugapai
saat setiap kali aku membutuhkanmu

tapi,
semua itu tak pernah bisa membuat hatiku goyah
apalagi berpaling dari hatimu
sampai kapan pun
aku akan selalu menunggu waktu itu
ya, waktu yang hanya ada aku dan dirimu

27 Januari 2009

Biduk Cinta Kita

fajar kan tiba
mentari esok kan terbit
dan aku melihat cinta di hatiku ini akan terus bermekaran
seperti bebunga yang terus menumbuh di taman
untaian harapan bergantungan
serangkaian impian menjelang
ujung demi ujung senja datang
tak pernah henti menanti terik sinar mentari
untuk kita dayung bersama biduk cinta ini
menghempas gulungan angin curiga
melempar putaran pasir-pasir cemburu
sambil terus hembuskan debur ombak asmara kita

tak terasa dua tujuh bersua lagi
kali ini di bulan januari
memintal jutaan benang-benang rindu
mendandani semua yang semestinya tiada
sambil tetap membingkai pelangi
sungguh menakjubkan

kita hanya berharap
biduk cinta ini dapat memapah ke tepian
lantas menemu pelaminan
meski jauh tahun ke depan
asal tetap menyatu cinta kita

dan kita biarkan mengalir begitu saja
kita biarkan
hati yang kau tanam dalam jiwaku
dan jiwa yang kupendam dalam hatimu
agar tetap menebar asa seiring masa
kita titipkan segala saja kepada-Nya

Dalam Penantian

27 Januari 2009

Senin, 26 Januari 2009

Curahan Hati

sempat terbersit dalam pikiranku
benarkah kau pelabuhan terakhirku
sempat aku meragu saat awal melangkah bersamamu
sanggupkah kita menyatu kembali
dalam cinta yang suci

seakan perasaan mencambuk hatiku
kala perpisahan menjemputku
kepergianmu menyadarkan aku
sepertinya kau tinggalkan cinta di hatiku
cinta yang hanya kuberikan untukmu

kini kau tepiskan keraguan itu
tuk mengejar impian kita kembali

26 Januari 2009

Sabtu, 24 Januari 2009

Seperti Berciuman

sebelumnya aku tak dapat menduga apa pun
saat kupejamkan mataku
kurasakan nafsu telah menyeruak jiwa
dan aroma napas mulutmu
mulai terserap rongga-rongga hidungku

aku sempat mengenali harum napasmu
dari tubuhmu pun meruap aroma yang tak asing
kuingin bibirku menempel pada bibirmu
dan untuk waktu yang lama
mulutku tak terlepas dari mulutmu

tak dapat kuhindari
lidahku bermain lincah dengan lidahmu
begitulah sesungguhnya
hawa liar yang tersalurkan
antarkan tubuhku merengkuh tubuhmu
lantas terbacalah di sana
betapa cinta telah melahirkan hasrat seperti ini

lidahmu kurasakan berkelit dalam mulutku
begitu juga lidahku dalam mulutmu
kita harus tetap bertahan dengan pagutan ini
saling mengulum tanpa celah sedikit pun
sebelum kenikmatan terpuaskan
dan kita kan menyimpannya sebagai kenangan
untuk waktu yang tak sementara

tepat pada saat pori-pori mengembang
segenap liur telah berpindah tempat
dari mulutku ke dalam mulutmu
dari mulutmu ke dalam mulutku
terciptalah sebuah kenikmatan
yang tak terbayang sebelumnya
melentinglah sebuah gerakan dahsyat
lantas membasahlah kemaluan kita

demikianlah kita telah berhasil menandai
melukis indah cinta kita dengan ciuman
dan menyimpannya dalam ingatan
setenang malam

24 Januari 2009