Kamis, 07 Oktober 2010

Kelana Cinta

ungkapan cinta adalah caraku menundukkan semesta
menerjemahkan setiap detik-detik kehidupan
menafsirkan setiap apa yang telah dan ingin kulakukan
dan jika suatu hari kita datang dalam jumpa
cintaku pastikan mendebar lebih terasa
tak ada kuasa dalam kata
namun sebagaimana bunga
aku yakin,
cinta pun akan bermekaran sepanjang masa

07 Oktober 2010

Rabu, 06 Oktober 2010

Cinta Kenangan Lalu

kenangan yang ditulis dari lalu, dari episode perpisahan yang pernah tak sedikit pun sanggup kita elakkan, kini kembali menjadi semacam tali penyambung rasa, menjadi sebuah cara untuk memastikan bahwa ternyata hati kita tetap saling memagut, bertaut penuh tautan, menjadi sebuah keinginan untuk saling meyakinkan, yang mungkin merupakan satu dari sekian banyak alasan yang paling beralasan, dengan kejutan-kejutan lain yang kita harap akan tetap ada, salah satu diantara kita barangkali bisa jadi menyadari, bahwa kita telah saling mencintai, lama sebelum kita saling mengetahui.....

06 Oktober 2010

Minggu, 03 Oktober 2010

Hujan di Sela Senja

senja,
tiba-tiba hujan menderas melompat ke sisi jendela
membesar, berhenti, kemudian membesar lagi
aku cukup beruntung ditemani secangkir kopi
membuat kamarku tetap terasa nyaman
dan dengan cara tertentu
tak ada tetes hujan yang berjalan
beriring bergantian menggenangi ruang
tak menanggung beban

tak lama aku kedinginan
lantas berusaha menghangatkan
namun aku tak bisa merasakan hal lain kecuali kerinduan

03 Oktober 2010

Jumat, 01 Oktober 2010

Milik Siapa Sebenarnya Kesunyian Ini?

milik siapa sebenarnya kesunyian ini?
siapa yang telah menciptanya?
sunyi ini kerap kembali menjelma
menyapa diri tanpa terasa
justru di saat cinta kembali mengisi relung-relung jiwa
aku sendiri tak berhak berdusta
kesunyian ini sungguh menyiksa

milik siapakah sebenarnya kesunyian ini?
begitu mudah tercipta
membuatku begitu cepat tenggelam di dalamnya
tak cukup daya menyirna segala yang ada
mau tak mau
aku mesti menikmatinya

01 Oktober 2010

Kamis, 30 September 2010

Percaya Padaku


aku tak tahu apa yang kurasakan
dalam hatiku saat pertama kali lihat dirimu
melihatmu

seluruh tubuhku terpaku dan membisu
detak jantungku berdebar tak menentu
sepertinya aku tak ingin berlalu

berikan cintamu juga sayangmu
percaya padaku kukan menjagamu
hingga akhir waktu menjemputku

kuberikan cintaku juga sayangku
percaya padaku kukan menjagamu
hingga akhir waktu menjemputku

saat kutahu kau akan pergi jauh
ijinkan aku tuk selalu menantimu
untuk katakan kuingin dirimu
ingin dirimu

agar kau tahu betapa kuterlalu
mencintaimu aku akan menunggu
hingga dirimu kembali untukku

tolonglah aku bagaimana diriku
ungkapkan itu rasa yang membelenggu
dalam hatiku kucinta padamu

berikan cintamu juga sayangmu
percaya padaku kukan menjagamu
hingga akhir waktu menjemputku

Ungu

Download Ungu - Percaya Padaku.mp3

Selasa, 28 September 2010

September Mengalir

september ini aku banyak sekali bermimpi
padahal telah lama aku lelah membangun mimpi
tapi aku tak mengerti
sementara aku tahu
hatimu tak mampu menangkap sesuatu
dari rindu yang menghangat beberapa waktu lalu
aku tak salahkan dirimu
aku pun tak menyalahkan diriku
yang pada akhirnya kita lebih memilih mengalir
bagai waktu
bagai angin
bagai air

28 September 2010

Senin, 27 September 2010

September Merona

september merah jambu
mengaliri waktu demi waktu
kurasakan bagai bulan penuh madu
yang sekejap lagi hendak kembali berlalu

di sini, aku seperti menimba rindu
bening saja, karena tak kutemukan warna
atau barangkali memang tak ada
seperti di senja ini
aku merasa tak ada sesuatu yang mesti kukagumi
sebab tak ada warna yang bisa kuajak untuk berbagi

entah berapa lama aku harus lagi menanti
setengah tanya yang tak pernah mampu aku mengerti
hingga aku bisa percaya untuk berjanji
aku tak akan pernah pergi

melati,
dulu kita miliki kenangan-kenangan kecil
suatu masa ketika kita berdua tergenang rasa bersama
tenggelam dalam melodi asmara
namun pada akhirnya
menjelma sesuatu yang sangat perih kita alami
membiarkan segalanya pergi tanpa permisi

tak terasa kini kita mengalir lagi
pada september yang coba kita bingkai kita hiasi
begitu kita berjalan sangat alami
setelah aku terlalu kerap bermain dalam mimpi
aku kini tak akan pernah pergi
meski bulan dalam sekejap lagi akan usai
aku akan tetap hangatkan hatimu, melati
aku dan dirimu
meski tanpa kata
meski kau telah tak ada lagi di sana

27 September 2010

Jumat, 24 September 2010

Bukankah...

bukankah sedang basah-basahnya hati kita untuk kembali menumbuh rasa di belantara waktu menghirup rindu menghitung hari-hari yang bisu yang kemudian kita hembuskan setiap malam memanggil namaku namamu?

bukankah sedang rekah-rekahnya segala tumpah sesuatu yang kita rasa tak akan pernah lagi hancur menggugur membawa kita begitu lelap tertidur meski kemarau membaur dan hujan mengguyur saban hari?

bukankah sedang indah-indahnya di mata hati kita yang kembali menyimpan sejuta nyala cinta yang membara yang semula mungkin entah kenapa kita rasa tak akan pernah lagi ada?

hanya yang mungkin tak pernah bisa kita terima
waktu terlalu lekas memisah raga
walau rasa senantiasa kita jaga dalam jiwa

24 September 2010

Kamis, 23 September 2010

Mungkin


-just for my jasmine

mungkin,
kau tak pernah tahu bagaimana kau telah membuatku begitu dalam merasakan kembali rindu ini akan dirimu, mungkin juga kau tak pernah tahu bahwa pada setiap pagi yang membeku, saat aku bisa merasakan hawa dingin itu di sekujur ragaku, tubuhmu tetap menawarkan kehangatan yang telah lama kudambakan dan telah lupa tak kubayangkan, kehangatan yang dulu kurasakan begitu putih dan lembut, sehingga saat matahari akan menyeretku, aku telah lebih dulu merasakan hangatmu, lalu aku tetap meleleh menyatu dengan segenap kehangatanmu

itu baru sebagian

sejujurnya, kau membuatku merasakan takut yang begitu dalam, sungguh, kau sepertinya sudah sangat mengalami dan menyadari apa-apa yang pernah kau lalui dulu bersamaku, kepahitan yang kini kubayangkan begitu luar biasa, membuatmu terkulai dalam ruang besar dan gelap, tanpa peduliku, dan saat aku kembali seperti pada awal aku mengenalmu, kau tetap seperti dulu, mesra menyambutku, inilah sebuah ketakutan yang mendalam akan kehilanganmu

mungkin,
tanpaku kau selalu bisa melakukan hal-hal yang selalu bisa membuat bungamu selalu tersenyum, merekah indah, namun tanpamu, aku tak akan pernah bisa sepertimu, harum bungamulah yang kini selalu kuhirup pada setiap waktu-waktuku, kelopakmu memancarkan seberkas cahaya untuk jalanku, meski tidak terlalu banyak ruang yang tersinari, namun setidaknya kau telah cukup membantuku melihat indahnya siluet-siluet kehidupan di masa depan, memapahku untuk tetap berdiri dan berjalan, menemaniku untuk sekadar membuatku tak lagi merasakan kesendirian

mungkin,
aku sudah begitu terbiasa dengan kesendirian ini, hingga aku sendiri tak pernah sedikit pun merasa bosan, karena aku tahu dalam kesendirianku selalu ada bayangmu, mungkin kau tak pernah mampu melihatku, tapi aku selalu bisa tersenyum saat melihat bayangmu selalu menemani malam-malamku, kadang-kadang aku dengan sengaja pejamkan mata dan menutupi pandanganku saat bayangmu datang, sekadar ingin tahu apakah itu benar-benar dirimu, aku sudah tak lagi terlalu peduli siapa yang kini tengah memelukmu

mungkin,
kini aku tak perlu lagi merasakan ketakutan akan kehilanganmu, aku selalu menanamkan kepercayaan dalam diriku bahwa kau akan selalu ada menemani langkah-langkah perjalananku, sampai kita telah merasa begitu sanggup mengakui perasaan satu sama lain, tak ada pilihan lain lagi kecuali membiarkan cinta datang mengaliri jiwa-jiwa kita dengan sendirinya, sambil diiringi nada-nada indah asmara dari lentik jemari yang tak pernah lelah melukisi hari dengan puisi, dengan aliran kata-kata yang tak pernah mengering, sampai kapan pun...

-with all love

23 September 2010

Awalnya

awalnya
hatiku hatimu seperti mendung di langit
yang hanya berkecamuk kilat dan petir yang menakutkan
sementara rindu kian menderu bertalu-talu
namun pada akhirnya
adalah butiran-butiran cahaya
yang membawa bahagia di taman jiwa
berbunga-bunga

23 September 2010

Selasa, 21 September 2010

Dari Hati

بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allah…
jika aku bukan pemilik tulang rusuknya
jangan Engkau biarkan aku merindukan hadirnya
jangan Engkau biarkan aku melabuhkan hatiku di hatinya
kikislah pesonanya dari pelupuk mataku
dan jauhkan dia dari relung-relung hatiku

Ya Allah…
gantikanlah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini
dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus murni
dan bimbinglah aku agar dapat mengasihinya sebagai seorang sahabat

namun jika Engkau ciptakan dia untukku
tolong satukan hati dan jiwa kami
bantulah aku untuk mencintai dia seutuhnya
mengerti dan menerima dia seadanya
berikan aku kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangi hatinya

21 September 2010

Senin, 20 September 2010

Kembali

untai kata-kata ini mengalir dalam puisi
lahir dari kedalaman palung sanubari
terangkai dengan ketulusan jiwa nurani
demi getar-getar indah kehidupan nanti

20 September 2010

Minggu, 19 September 2010

Sabda Jiwa

setelah sehari penuh melalap waktu bersamamu
kini ingin lagi aku menemuimu
berdua menghirup kabut-kabut rindu
tak peduli gerimis atau pun mega mendung
hujan memancar pendar petir meraung

sempat ada bimbang mendera
dalam asa yang mungkin tinggal sisa
namun hati tetap menyabda
melenyap gejolak cinta yang membara

bunga,
gelap tak akan pernah mampu lelehkan rasa
kenapa kau masih saja tak kunjung melangkah
sedang hatiku hatimu telah sama-sama membasah?

kemarin kita bersama
namun rindu belum jua sirna
malah kian menebar rasa
wajahmulah penumbuh segalanya
memburaikan semua
melukis hatiku penuh warna

bunga,
ijinkanlah aku kembali menemuimu
walau pernah tersentuh serpihan-serpihan debu
aku masih ingin memetikmu
merawat dan manjagamu

19 September 2010

Sabtu, 18 September 2010

Luruhku di Kesugihan

lama mendekam diam
tiba-tiba angan memecah berhamburan
kutahu harapan hanyalah bayangan
meski sekian hasrat berangkaian
bilakah layarku ke tepian?

aku meluruh tenang
memahat kerinduan demi kerinduan
meraih biduk-biduk kemesraan
merangkum bayang-bayang hitam kegelapan
tetap dengan balutan kasih sayang

kuyakini ini hanya sebuah penggalan
tergetar sepenuh makna dalam baitan
tegar melangkah hati menjemput impian
dan bila saatnya nanti aku menemukan
segalanya akan kusebut sebagai kehidupan

18 September 2010

"...aku mencintai kehidupanku karena aku tahu dalam hidupku adalah cinta..."


Jumat, 17 September 2010

Sehari Satu Sua

rindu yang terpendam
mengilhami setiap langkah-langkah kehidupan
lara kepedihan masa silam
sirna sudah dalam sebuah pertemuan

cinta yang tergenggam
merekah bermekaran penuh ketulusan
indah harapan masa depan
luruh sudah dalam sebentuk kesucian

rasa yang tersulam
menumbuh kembang penuh kepastian
semoga tetap dalam keabadian
pertemuan demi pertemuan yang akan datang

17 September 2010