Rabu, 03 November 2010

Kerinduan

ia seperti angin
berhembus lembut kadang mengencang
menyelinap di antara sekat ruang
menghancurkan batu karang
meruntuhkan tembok rintang

ia seperti air
mengalir di antara ceruk dan lubuk
tenggelamkan segala yang di atas
apungkan segala yang di bawah
pun yang diam sekalipun terhalang

bisa jadi ia seperti api
membakar dan menghanguskan kesabaran

03 November 2010

Selasa, 02 November 2010

Tentang Mencari Cinta Sejati

jangan pernah mencari cinta sejati dengan mata kasatmu, namun carilah ia dengan mata hatimu, ia akan mendengar apa yang tak kita katakan, ia akan mengerti apa yang tak kita jelaskan, karena ia tak datang dari pikiran dan perkataan, melainkan dari hati

saat hatimu telah terisi nama seseorang, simpanlah ia baik-baik, jagalah namanya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang ada pada dirimu, jangan biarkan ia menghilang dari hatimu

02 November 2010

Senin, 01 November 2010

November Bersemi

november kembali bersemi
merebak di awal hari
berhias embun pagi
dalam kilau mentari
memutih bunga-bunga melati
melukisi permukaan dinding-dinding hati
merambah dedaun cinta yang suci
tersenyum penuh mesra berkali-kali
berujud indah di sudut-sudut bumi
melahirkan rindu, harapan, dan mimpi
menebus sekian rupa waktu-waktu sunyi
yang tak mati-mati

november bersemi
menyerah nafas hidup sekuat diri
walau sendiri

01 November 2010

Sabtu, 30 Oktober 2010

Oktober

oktober ini senantiasa bernama:
cerita indah dan senyum yang abadi
tertulis dan terbaca
jelas dalam balutan kata-kata
dari mula hari sampai ke ujung senja

oktober ini senantiasa bernama:
cinta, kasih sayang, dan terima kasih
dengan tulus setia telah melahirkan
berjuta nafas, nasib dan sejarah hidup

oktober ini senantiasa bernama:
kerinduan, harapan, dan sepatah asa
di atasnya setiap mimpi tegak berdiri
menjangkau bintang-bintang dengan janji dan hati

30 Oktober 2010

Jumat, 29 Oktober 2010

Cinta Tersia

redup jiwa
melebur kata yang kurangkai sejak kemarin lusa
rupanya sudah lama kita tak saling sapa
aku tak membuka pintu saat kau tiba
aku sendiri enggan bersua
entah kenapa

bila saja aku dapat merinduimu
bila saja aku mampu mencintaimu

namun semua sia-sia

29 Oktober 2010

Jaga Selalu Hatimu

kau jaga selalu hatimu
saat jauh dariku tunggu aku kembali

mencintaimu aku tenang
memilikimu aku ada
di setiap engkau membuka mata

merindukanmu selalu kurasakan
selalu memelukmu penuh cinta
itu yang selalu aku inginkan

kau mampu membuatku tersenyum
dan kau bisa membuat nafasku lebih berarti

kau jaga selalu hatimu
saat jauh dariku tunggu aku kembali
ku mencintaimu selalu
menyayangimu sampai akhir menutup mata

kau mampu membuatku tersenyum
dan kau bisa membuat nafasku lebih berarti

kau, kau jaga selalu hatimu

Seventeen

Download Seventeen - Jaga Selalu Hatimu.mp3

Kamis, 28 Oktober 2010

Di Manakah Sekarang Adamu, Bunga?

air mata menghias tangis
semesta jiwa yang tipis tiba-tiba teriris
tirai demi tirai ketegaran semakin terkikis
lantas habis

dari sebagian lembaran-lembaran lama itu
bunga, di manakah sekarang adamu?

kujumpai kembali tiap kata yang dulu memupukmu
kutarik satu per satu, lalu kubaca
kenangan yang kupikir telah bersedia menjadi saksi
ribuan bahkan jutaan kisah indah tentang kita

kutanya setiap kata dalam satu perenungan panjang
membuatku tenggelam lagi dalam kerinduan padamu
dulu aku menjamahmu, bunga
sedang engkau genggam erat hatiku
sekuat teguhmu menjagaku
kau jadikan semua penuh arti
lalu kita tak pernah tahu apa yang terjadi
setelah dengan tiba-tiba kau kehilanganku
mungkin kau sempat lumpuh karenaku
padahal setiap perjalanan asaku
masih menjuntai antara dirimu dan dirinya

bunga, di manakah sekarang adamu?

akan kujelaskan pada setiap keraguan hatimu
karena di matamu, masih tumbuh satu jiwa yang lain
aku tak pernah ingin lagi meruntuhkanmu
namun kuakui, aku pun tak pernah ingin lagi melepaskanmu

bunga, kaulah jiwa cintaku untuk dirimu
dulu aku memang terlalu
menelantarkan kejujuran demi sebuah keindahan
aku telah membuatmu layu, meninggalkanmu
namun aku tahu, jiwamu selalu bersenandung
bahkan saat kau kucampakkan begitu lepas

bunga, di manakah sekarang adamu?

aku sudah ingin mencium harummu lagi
mengecup lembut kelopak-kelopak putihmu
hingga aku mampu melihat cinta di sudut matamu
yang kelak akan kuhidupkan kembali dalam jiwaku
dan tak pernah mati

28 Oktober 2010

“…kau membuatku mengerti hidup ini, kita terlahir bagai selembar kertas putih…”


Rabu, 27 Oktober 2010

Tak Bermakna


-peristiwa merapi dan mentawai

entah sudah berapa lama kita tengadah
namun langit tetap saja hitam
entah sudah berapa lama kita terpekur
namun bumi masih saja merintih
entah sudah berapa banyak doa kita baca
namun angin enggan jua datang membawa talak bala
sedang kita tak bisa apa-apa, selain meneteskan air mata
barangkali rasa syukur tiada
barangkali doa tak bermakna
karena kita hanya manusia biasa, penuh nista
atau karena kita tak lagi punya rasa sesama

27 Oktober 2010

Selasa, 26 Oktober 2010

Episode Rindu Kesumatku

aku,
mati-matian membangun semangat dengan berbagai alasan
dan engkau menjadi salah satu alasan itu

26 Oktober 2010

Senin, 25 Oktober 2010

Puisi Rindu untuk Seseorang yang Sering Merasakan Rindu

rindu pada mulanya adalah bayang-bayang
tak ada kata rahasia
tak ada apa-apa
hanyalah rasa

kemudian ia menyapa hati
lalu mengalir melalui ragu demi ragu
yang tak bisa kita pahami
hanya terbuai

rindu larutkan diri dalam harmoni
menyaji sajian indah tak terperi
mengalun alunan simfoni
yang tak pernah bisa kita sadari

25 Oktober 2010

Bungaku Tersenyum

bungaku hari ini tersenyum
ia merekah di bawah awan-awan ceria
bunganya putih
berhamburan hingga ke relung hati
sinar mentari pun ikut riang menyambut rekah bungaku yang cerah

saatnya bagiku mengabadikan senyum bungaku
senyum ceria penuh rona
di sudut-sudut taman jiwa
kuambil beberapa kata
kujadikan sajak penyambut rekah senyum indahnya

dengan begitu aku percaya
bungaku tak akan pernah melayu
ia kan tetap merekah
dan selalu memutih

25 Oktober 2010

Sabtu, 23 Oktober 2010

Musafir


bahwasanya dunia ini adalah tempat singgah untuk sementara waktu
bukan tempat tinggal yang sesungguhnya
sedang manusia di dalamnya adalah musafir yang sedang berkelana

awal pertama manusia singgah dalam perut ibunya
dan terakhir manusia singgah di liang lahatnya
manusia masih dalam perjalanan
dan yang dituju adalah kampung halaman yang kekal nan abadi
:akhirat

maka tiap-tiap tahun yang telah dilalui oleh umurnya laksana satu perhentian
tiap bulan yang telah lewat sebagai tempat istirahat
dan tiap minggu yang dilewatinya adalah sebuah kampung yang ditemuinya dalam perjalanan
setiap hari adalah satu batas yang ditempuh olehnya
setiap detik yang dinafaskannya adalah satu langkah yang dijalani
dan setiap nafas yang dihembuskannya
akan mendekatkan dirinya ke pintu akhirat

dengan demikian manusia makin dekat ke pintu kubur
dan makin renggang dari dunia yang fana ini

Kahlil Gibran

Rabu, 20 Oktober 2010

20102010

aku ingin suatu hari nanti
saat aku bangun dari tidur lelapku
embun menyentuh kulit wajahku kala subuh
kala fajar menjelma
kala kicau burung membahana
kala udara sejuk menyapa
kebiruan pagi indah di pelupuk mata
memanjakan hati dan jiwa

aku ingin suatu hari nanti
sajak-sajakku di sekeliling telapak tangan
mesra menyentuh masa muda terkenang
kala segala terasa senang
kala tiada susah menggenang
keharuannya takkan pernah kubiarkan hilang
tetap manjakan hati nan riang

aku ingin suatu hari nanti
semua yang ada pada hari ini
yang tak bisa kutuliskan dalam sajak ini
tak lagi sekedar melukisi mimpi

kenapa aku ingin itu suatu hari nanti
kenapa inginku tak sekarang saja
kenapa masih tiada juga jawabnya
bilakah aku mampu bertahan
bilakah aku mampu bersabar
bilakah aku akan tertekan
bilakah...
bilakah...

terima kasih untuk pagi demi pagi
kau memapah aku selalu menuju ke arah sana
untuk pergi menjauh dari kegelapan
sedang aku tahu kau tak selalu memberi bahagia
pasti akan ada lara
pasti akan ada duka
yang kadang lahirkan tanya dalam dada
untuk apa kau curahkan kehangatan
padaku yang pernah kau ukirkan luka
tapi pagiku
kuyakin kan tetap setia memapahku ke sana
menuju senja

20 Oktober 2010

Selasa, 19 Oktober 2010

Jasmine, I Love You

I've been alone with you inside my mind
and in my dreams I've kissed your lips a thousand times
I sometimes see you pass outside my door
jasmine, is it me you're looking for?

I can see it in your eyes
I can see it in your smile
you're all I've ever wanted
and my arms are open wide
'cause you know just what to say
and you know just what to do
and I want to tell you so much
:I love you ...

I long to see the sunlight in your hair
and tell you time and time again how much I care
sometimes I feel my heart will overflow
jasmine, I've just got to let you know

jasmine, is it me you're looking for?
'cause I wonder where you are
and I wonder what you do
are you somewhere feeling lonely or is someone loving you?
tell me how to win your heart
for I haven't got a clue
but let me start by saying
:I love you

19 Oktober 2010

Dalam Pelukan Melati

kukatakan aku takkan pernah berpaling lagi
selama cinta dan rindu masih ada menghiasi hati
aku telah berjanji
untuk menjaga dan merawatmu seadanya
karena masih kuingat pasti
saat indah kelopakmu merangkul
memeluk rapuh jiwa
lalu yang telah mengabu pun perlahan menghilang
lalu kita bergerak bersamaan
menyatu kembali seiring semilirnya angin-angin asmara
dan segalanya
memang terjadi apa adanya

sungguh,
aku tak pernah tahu kuasa apa yang telah menumbuhkan kembali rindu akan dirimu dalam hatiku ini?

satu hal yang selalu kuyakini
cinta ini masih berkenan menyapa diri
dan engkau, yang masih tetap beraroma melati
keindahan jiwa yang kau miliki
tak pernah mampu sedikit pun aku pahami
kecantikan seperti apa yang ada pada dirimu
membuatku berkali-kali harus memendam rindu
sekali lagi,
kau mesti menemuiku
karena hidup semestinya bukanlah rindu melulu

dan episode ini
episode perjalanan yang senantiasa mengingatkan
betapa pertemuan demi pertemuan itu kini berkisah
entah sudah sampai pada halaman ke berapa

19 Oktober 2010