Selasa, 30 November 2004

Di Ujung November

siang tadi
dengan tangan biasa tak senonoh
kubangunkan engkau, demi cintaku
sambutlah satu kecupan itu
agar mengerti jika aku ingin selalu dirindumu
apakah kau merestui itu?....

mawar
perkenankanlah aku mencium jemarimu
sebelum segalanya runtuh
dan waktu kembali meredup
sebab aku sendiri masih tak tahu
apakah kau merestui itu?.....

30 November 2004

Sabtu, 20 November 2004

Sapa Rindu

ketika rindu kian deras menyapa
dan wajahmu bergayut di bulu mata
kau diam dengan kebiruan
menyimpan sejuta misteri

ketika aku tawarkan pesona cinta
mengelus jiwamu di pucuk rasa
namun kau tetap diam dalam kebiruan
membuat rapuh sekat hati

tak tahukah di matamu
rinduku berlabuh?.....

20 November 2004

Selasa, 16 November 2004

Untaian Kasih

langkah demi langkah kususun
jatuh dan bangun tak terbendung
suka dan duka kupasrahkan

satu demi satu menguntum
titik demi titik bercantum
menjadi satu cerita yang indah

tertegun seketika
bila kau tebarkan rasa cinta
hanya untuk aku semata

biarlah,
untaian kasihmu merenda di hatiku
dan biarlah
kita dirantai rindu yang lama membara

walau apapun yang terjadi
tak surut cinta yang melanda
di pesisir kasih kita
apakah mungkin untuk kita menjejak pelamin impian
setelah sekian lama kita bersama?

16 November 2004

Kamis, 11 November 2004

Catatan Harianku

catatan demi catatan
kembali mengisi agenda harianku
tinggalkan goresan sejarah
yang seharusnya tak perlu lagi kuingat
sebab kertas putih ini ternoda sudah kenangan pahit
aku pun menanti kepastian
menanti perubahan
yang tak kunjung jua datang

beribu pertanyaan pun tersusun rapi dalam jernih pikiranku
mencoba temukan lagi harapan yang sempat sirna

11 November 2004

Senin, 08 November 2004

Adakah...

cinta di hati
adakah menetes lagi
mengalir dalam jiwa
menerjang ruang rongga?

08 November 2004

Kamis, 21 Oktober 2004

Sajak Untukmu

ini sajak untukmu
kutulis di tengah kerinduan
kurilis pada malam kunantikan
alunan bibirmu membabat habis igauan

ini sajak hanya untukmu
kutunjuk kiblat dikala rindu
membuat tubuhku terlentang diantara dua tangan
yang kupakai sebagai bantal

ini sajak kucipta untukmu
saat napas panjang berhembus
membuang segenap kekalutan

ini sajak kukirim untukmu
saat angin risau menabrak jasadku

21 Oktober 2004

Rabu, 20 Oktober 2004

Di Balik Cermin

sejenak aku terpana
saat menghadap sebuah cermin besar
tampak sewajah perempuan cantik, tak asing
ia mencitra kemasakinian
dinamis penuh kematangan, dan tempaan beragam pengalaman
yang sebagiannya rapat terlindung
terbungkus kerudung bunga renda

sesaat kemudian
kutatap terus wajahnya
kusentuh lembut bibirnya
kubisikkan kata di telinganya:
"kau telah dikaruniai wajah yang indah
demikian indahnya
hingga kau tak perlu menambah apa pun, untuk memperindahnya
percayalah..., aku akan sangat mencintaimu....."

20 Oktober 2004

Minggu, 10 Oktober 2004

Sampai Akhir Waktu

begitu banyak kisah telah kita lalui
begitu banyak rasa telah kita arungi
begitu banyak hal telah kita pelajari

semua itu adalah pelajaran
di mana telah begitu banyak hal mendewasakan kita
menempa kita
menjatuhkan dan mengangkat diri kita

semua itu juga telah menempatkan kita pada sebuah titik
di mana cinta tak hanya sebatas dinikmati dan dirasai
tapi sebuah kebersamaan yang selama ini coba kita rangkum
dengan kejujuran dan kesetiaan
menjadi sebuah catatan sejarah yang indah

maka,
dengan apa adanya dan segenap keyakinan di hati
sampai akhir waktu
aku kan selalu persembahkan cinta ini

10 Oktober 2004

Jumat, 08 Oktober 2004

Bila Kau Pulang

bila kau pulang
telah kusiapkan kamar putih
sprei berbunga mawar
kenangan masa lalu
saat kita pertama saling cinta

08 Oktober 2004

Senin, 27 September 2004

Luka

dulu
hal sama terjadi
memecah tangisku
luka merana
kini lagi
kau tancapkan sembilu di hati
rumah cintaku untukmu
betapa tega
tapi tak ada benci di dada
hanya maaf dan doa
bahagialah kau bersamanya

27 September 2004

Minggu, 26 September 2004

Puisi Embun

puisi ini adalah puisi embun
yang tercipta kala malam gelap
yang jatuh hanya setetes-setetes
bila ada cerita cinta yang indah
semua tentang kita
dan lenyap ketika adzan subuh
menggema

26 September 2004

Senin, 13 September 2004

Pertemuan Gersang

akhirnya kau pun pergi
lebih cepat dari dugaanku semula
entah, mendadak ada sesak menderak
kala sadar bayangmu melayang

aku tahu
kita memang belum apa-apa
kita hanya jalan mengitari mimpi
menapaki kata demi kata
kemudian mencoba tuk saling jatuh cinta

kau tahu
aku justru terjerembah lebih dulu
saat sajak-sajakmu berterbangan
malam selalu kunanti
karena berharap waktu akan menjembatani
namun itu keliru

kau dengar seketika nadiku remuk
berdarah-darah menggenang
tertikam pertemuan gersang

13 September 2004

Rabu, 08 September 2004

Salam Rindu

kau yang kucinta
selalu takkan kulepas
di sini aku kirimkan
sebait puisi dari hati
juga setumpuk salam
tentang rasa rinduku
bersama embun malam

08 September 2004

Rabu, 01 September 2004

Puisiku

puisiku adalah pecahan kata yang menyatu
puisiku adalah kata-kata yang terurai sendu
puisiku adalah ungkapan indah nan biru
yang lahir dari kesunyianku
yang hadir sebagai teman sekaligus guruku
dalam hidup dan tingkah laku
yang lahir karena cinta dan rinduku
padamu, mawar merahku

01 September 2004

Selasa, 31 Agustus 2004

Bisikkan Padanya

Tuhan...
bila cinta itu anugerah
ijinkan aku turut luruh di dalamnya
bila semua atas kehendak-Mu
hadirkan sosok dia seutuhnya

Tuhan...
tolong bisikkan padanya
tentang bening cintaku ini
yang tak pernah kenal lelah
menanti tanpa batas

31 Agustus 2004