Rabu, 26 Mei 2010

Biarkan Sajak-sajakku yang Bicara

aku tak tahu
keindahan apa yang telah kutemukan di tempat ini
hanya ada cahaya dan gelagak air hujan
meluap-luap tak kenal lelah
tiada yang lain lagi
tapi entahlah,
aku begitu menikmati saat-saat seperti ini
ramah, keriuhan yang mendamaikan
pelan menumpahkan kerinduan yang menyesakkan nian

cahaya oh cahaya...

hidupku seperti terlahir kembali dengan cahayamu
cahaya yang kilaunya tercipta dari senyumanmu
senyum yang indahnya tak henti menghias cantik di wajahmu
wajah yang sendunya menyesatkan jiwaku dalam ruang penuh rindu
dan rindu inilah yang perlahan-lahan menumbuhkan sekuntum rasa cinta
cinta yang berapi-api
cinta yang telah lama tak lagi bersemi di kamar hati
hati yang sepi

tapi aku tak pernah ingin lagi mengatakannya
hanya, biarkan saja sajak-sajakku yang bicara...

26 Mei 2010

Selasa, 25 Mei 2010

Terjatuh dalam Cinta

aku memiliki banyak alasan untuk jatuh cinta
begitu pun saat harus menafikannya
ada cinta yang begitu lembut menyapa
dan ada yang sinis, begitu mengiris-iris
saat perginya menyisakan tangis


kupikir, aku sudah cukup beruntung karena cinta
atau aku pikir, tak selamanya aku akan hidup demi cinta
sampai aku bertemu denganmu dan mengenalmu
dan menunjukkan untukmu
apa-apa yang menjadi bagian dari keterbatasanku


kau telah mengajariku bagaimana untuk tetap tersenyum
agar aku bisa setegar karang menyikapi kesulitan hidup
kau ajari aku kapan saat yang tepat untuk menangis
karena indahnya harapan tak selalu membutuhkan air mata
kau juga tunjukkan aku bagaimana rasanya memiliki cinta lagi
tapi entahlah...
kau terlalu jauh di sana
hanya inginkan kita akan baik-baik saja
padahal kau telah memberiku sesuatu yang telah hilang dari jalanku
dan kuharap itu adalah cahayamu

aku tak perlu lagi banyak berkata-kata
karena mungkin aku tidak akan pernah lagi lupa
tentang betapa indahnya terjatuh dalam cinta.....

25 Mei 2010

Cahayamu

cahayamu adalah rinduku yang basah
tanpa ada yang tahu ia mendesah-desah, senantiasa
cahayamu, irama hatiku
tanpa ada yang tahu ia begitu mesra memeluk kolong jiwaku
sentuhan cahayamu, mengalir seisi aliran darah
tanpa ada yang tahu ia selalu membuatku resah
pelukan cahayamu, memusat di jantung kalbu
hanya aku yang rasa
tanpa cahaya aku hanya bisa melihat kegelapan asa

cahayamu...
biarkanlah tetap bersamaku
agar aku mampu untuk selalu melihat celah jalan hidupku
yang beberapa saat lalu
belum kutemu

25 Mei 2010

Minggu, 23 Mei 2010

Andai Pintaku Tak Berlebihan


andai pintaku tak berlebihan
aku ingin kau berarti di hidupku
bukan hanya sementara waktu
tapi sampai nanti
katamu, sampai jasad terbujur kaku

andai pintaku tak berlebihan
kuingin tetap kan terjaga
hiasi indah hariku harimu
hadirkan diriku di sisimu yang sesungguhnya

andai pintaku tak berlebihan
kuingin selalu cahayamu
untuk tetap sinari jalan hidupku......

23 Mei 2010

Jumat, 21 Mei 2010

Hikmah Alam

dari batu aku bisa belajar tentang ketegaran
dari air aku bisa belajar tentang ketenangan
dari api aku bisa belajar tentang keberanian
dan dari angin aku bisa belajar tentang kebebasan
karena aku tahu
sesungguhnya hidup ini terasa begitu indah
saat aku mampu mencuri hikmah dari alam......

21 Mei 2010

Kamis, 20 Mei 2010

Aku, Kau, Persahabatan Ini

adalah engkau
saat embun membasahi kehidupan bumi
adalah engkau
saat mentari membumbung tinggi membelah lazuardi
adalah engkau
saat lembayung melambai menghiasi senja
adalah engkau
saat purnama memberi satu senyum indahnya
aku yakin,
aku, kau, persahabatan ini
tak kan lekang ditelan waktu

20 Mei 2010

Tentang Sebuah Kerinduan

pernah pertemuan kita diwarnai hal-hal yang indah
tak ada air mata
hanya embun yang menyegarkan asa dan cita-cita
menetes bersama senyum dan canda tawa
namun masihkah ia berharga
saat pada ujungnya kita terberai jua?
masih indahkah sejarah pertemuan kita?

kita diam, tak mampu bicara
entah apa yang ada dalam benak kita

perpisahan seperti menyulap segalanya
ia menghadirkan keperitan dan linangan air mata
namun haruskah kesedihan menghapus indahnya awal sua kita
dan menguapkan embun-embun kebahagiaannya?
masih perlukah kita meneteskan air mata?

kita tetap diam, tak mampu jua bicara
tentang mengapa mesti ada pertemuan
tentang mengapa mesti ada perpisahan

barangkali,
pertemuan memberi kita banyak keindahan
sedang perpisahan hanya memberi kita kenangan
menghiasinya dengan berbagai kesedihan
memaksa kita untuk tetap bertahan
menelusuri arti pentingnya kehidupan

kadang berat kita rasakan
padahal tahu semuanya adalah kepastian
waktulah yang merancangnya
sementara kita, hanya mesti bersiap-siap sepenuh harap
mengemasi kenangan demi kenangan
agar bisa tetap terus menatap indahnya masa depan

semaikan selalu kerinduan
relakan perpisahan
lambaikan tangan untuknya
selipkan doa-doa kebahagiaan
yakinkan bahwa perpisahan adalah cerita keindahan jua

(meskipun kita tahu, Adam tak pernah rela meninggalkan surga...)

20 Mei 2010

Selasa, 18 Mei 2010

Untuk Perempuan Samar

telah lama, bahkan bagiku terlalu lama
tak pernah lagi terdengar suara perempuan-perempuan
di balik nada-nada dering penantian
rasa-rasanya daun telinga ini kehampaan

di satu sudut ruang lengang, tengah malam
penantian ini berakhir sudah
awal dari sebuah kedekatan dan saling pengertian
terbungkus kehangatan juga dorongan emosional, barangkali

untuk kali pertama, lagi
suara perempuan itu terdengar sayup, riuh
aku begitu merindukannya
aku begitu menikmatinya

isyaratkah?

memang,
tak mampu aku menyapanya
hanya menghadirkan bayangnya dalam angan-angan
menghayati senyumannya
meresapi binar tatap matanya
mendalami debar-debar yang mungkin tercipta dalam dadanya
denyut nadiku mengalun lembut
dalam ayunan gontai kata-katanya

berlebihankah?

kupikir tidak
karena aku tak pernah berharap demikian
aku hanya mendambakan
suatu saat aku akan makin tenggelam
senantiasa tenggelam
dalam naungan indahnya persaudaraan

sayang, bagiku dia masih terlalu samar
bahkan tentang adanya kini juga aku tak tahu di mana
tapi rasanya
dia terlalu indah untuk sekedar aku sapa
aku sangat menyadarinya

-Salam Kedamaian

18 Mei 2010

Minggu, 16 Mei 2010

Perjalanan Ini

lepas maghrib berdiri termangu
menunggu kereta mengetuk pintu stasiun
melaju dari arah timur
lantas dalam kerjap waktu sejenak
suaranya terdengar memekak gendang telinga

bismillahi...
kutunggangi gerbong paling depan
berharap langkahnya lebih mapan
semapan niat dalam dzurriyatku
meski lelahnya sama sekali tak mampu kutanggung
lekang menempuh jarak sepanjang rel terbentang

ya, lelah jua akhirnya penantianku
padahal adanya perjalanan panjang ini
adalah buah dari keberanian
untuk mengais repihan-repihan harapan

lelah jua akhirnya penantianku
meski pada setiap pemberhentian kereta
menjadi ejaan perlahan-lahan
yang menguntai sebuah sajak tentang perjalanan
berujung di sebuah kota kecil mengesankan
lewat tengah malam

kereta pukul tujuh
melaju kencang membawaku pergi jauh
tapi hati masih menyisa sedikit ragu
inikah yang semestinya kutuju?

Rabb-ku,
bimbinglah keterbatasanku

16 Mei 2010

Kamis, 13 Mei 2010

Tak Pernah Menjadi Sempurna

biasanya pada setiap imaji
engkau di sini
membangun irama hati
sekalian lebur ke dalam puisi

kini tak lagi

13 Mei 2010

Seharusnya Aku Tak Merasakan Kehilangan

aku merasa begitu sendirian
demikian lelah, bahkan untuk sekedar berpikir
tak pernah kubayangkan sebelumnya
bahwa hidupku bisa terasa begitu hampa

barangkali karena kini aku tahu
kau takkan pernah kembali lagi seperti dulu
kau akan menikah
dan akan memiliki kehidupanmu sendiri
kau takkan ada lagi untukku
untuk menghiburku saatku kesepian
untuk memberi senyum saat aku membutuhkan
atau mungkin untuk sadarkan diriku saatku mengangankanmu
kau takkan pernah ada lagi untuk apa pun bagiku

sungguh...
sedikit pun tak pernah kubayangkan
suatu saat kau akan pergi dari hidupku
aku hanya selalu membayangkan
bahwa kau akan selalu ada untukku
dan aku selalu saja percaya
bahwa selamanya aku takkan pernah kehilangan dirimu
aku tak tahu mengapa
aku sungguh tak pernah mampu untuk membayangkan
bagaimana hidupku tanpa dirimu

dengan penuh sesalan
kusadari bahwa kini aku kehilangan
mestinya dulu tak kubiarkan diri serapuh ini
menjadi begitu bergantung akan dirimu
menjadi terbiasa akan hadirmu pada hari-hariku
ah, keterlambatan sesalan

seharusnya aku tak merasakan kehilangan ini
karena kau memang bukan milikku
bukan bagian dari urat nadiku
juga karena kau bukan siapa-siapa bagiku

13 Mei 2010

Rabu, 12 Mei 2010

Amor Vincit Omnia

keriuhan angin malam
keramahan kertas-kertas putih
keceriaan tinta-tinta pena
kemesraan secangkir kopi susu
dan keakraban batang demi batang rokok
menyatu padu
membentuk setangkup kekuatan maha dahsyat
tak terlewatkan

12 Mei 2010

Senin, 10 Mei 2010

Bila Pelayaranku Tiba

belum jua sampai di pelabuhan
cintamu yang menjadi sampan
merobek-robek layar perjalananku
tiada lagi kemudi
dan kau biarkan aku merana
di tengah samudera seperti ini
seperti tak ingat betapa jauh perjalanan yang telah dilintasi
tangan-tanganku mati
tak lagi mampu menulisi hati

kusadari,
banyak ombak menghapus segala rasa
perlahan-lahan
mengikis kenangan-kenangan
lantas kita tak lagi sehaluan

belum jua sampai di pelabuhan
tiba-tiba gemuruh memeluk raga
tapi kau tak setia
menyerahkan hati pada ombak kecil yang menyapa
samudera ini luas terbentang, sayang...
aku tak bisa pulang
mungkin juga tak dapat kulanjutkan

bila nanti pelayaranku tiba
dengan sampan cinta dan kesetiaan
aku ingin membelah banyak rahasia
sekaligus menghancurkan banyak kenangan
sepanjang perjalanan
yang kini tinggal harapan
tapi tak ada kebencian

dan bila nanti pelayaranku tiba
takkan lagi aku meminta-minta

10 Mei 2010

Minggu, 09 Mei 2010

Bunga-bunga Berguguran

kini bunga-bunga berguguran sudah
padahal dulu pernah begitu indah merekah
menghiasi taman-taman hati
siang malam mengabarkan cinta
pada setiap rongga-rongga jiwa
meneteskan rindu
meski terselip aroma duka

musim telah banyak berganti
waktu tak pernah berhenti berlari
tak terasa bunga-bunga berguguran
di taman yang tak lagi menawan
akankah menumbuh kembali
di hati yang tak mampu terbang sendiri?

09 Mei 2010

Jumat, 07 Mei 2010

Sebilah Rasa di Lembar Pertama

sebilah rasa di lembar pertama
mengisi halaman paling muka
dengan sebaris lafadz bismillah
tiada lain kata
tiada tambahan apa pun jua
kau pasti dapat membacanya
kau pasti dapat merasakannya

07 Mei 2010