Minggu, 30 Mei 2010

Semestinya...

duduk lagi, dalam sepi
pujaan hati pergi
aku hanya bisa berpuisi
karena kusadari
semestinya memang begini
cinta tak pernah abadi
tak selamanya jua cinta mesti memiliki

30 Mei 2010

Cinta Ini Kepadamu Saja

cinta ini kepadamu saja
tak pernah mampu kubelah-belah
bahkan sekadar membagi untuk diriku
tak pernah mampu

telah kubukakan pintu gerbang hatiku
dan menyimpan namamu dalam keluasan cinta ini

tenanglah di dalamnya, sayang
damailah di sana
hanyutkan dirimu bersama hiasan sajak-sajakku
sepenuh cinta.....

30 Mei 2010

Sabtu, 29 Mei 2010

Senyummu di Pelupuk Mataku

entah dari mana datangnya
tiba-tiba, senyummu di pelupuk mataku
bergelayut mesra
mengubur partikel-partikel rindu
menjadikannya cinta

di pelupuk mataku
senyummu menebar keindahan surga
tiada sedikit jua menoreh luka
menjelma serangkaian kata
menjadikannya sajak

sungguh,
saat kata tak pernah mampu berucap cinta
mata seolah menjadi bahasa
aku mengagumimu
aku ingin menemuimu
aku ingin bersamamu

di pelupuk mataku adalah senyummu
jadikanlah ia cahaya
lantas, segeralah bawa aku ke dalam terangnya.....

29 Mei 2010

Terimalah Seikat Kata Maafku

sedikit terlambat kumaknai hadirmu
padahal suaramu, kadung mencipta begitu banyak rindu
menyumbat tajam akal pikir dan telingaku

semestinya,
tak perlu ada berdiam diri seperti ini
kadang ego memang tak mudah untuk dikekang
tapi kubiarkan, sesekali
barangkali esok akan ada sesuatu yang lebih berarti
untuk kembali bersama kita nikmati

misalkan ada salah kata dariku
lapangkanlah dada dan jiwamu
ampunilah aku
terimalah seikat kata maafku
tebar kembali pesona senyum indahmu
hambur kembali riang tawa ceriamu
yang mungkin hilang ditelan entah apa
kini belum jua lagi kutemukan
kurindukan...

29 Mei 2010

"Memaafkan itu tak seberat memindah samudera, tak ada yang paling sempurna..."
(Padi)

Jumat, 28 Mei 2010

Cahayaku


-chy achie styowati

cahaya satu menyala terangi hari-hariku
hanya mungkin belum pernah mampu kumaknai
yang pasti, ia merangkul erat segenap rapuh jiwaku

adakah ia sebuah kesetiaan
cinta yang telah sekian lama kudambakan
haruskah kupadamkan
indah kilau yang menghias sinar terangnya
entahlah...

sunyi kurasa perlahan mulai meluruh
tanpa sengaja melukisi semesta rindu, rindu yang baru
yang menyeru melingkari hampir ke semua waktu
oh rindu...
warnamu apa aku tak pernah tahu
aku hanya akan bertahan di sini
tetap dengan kesetiaan cahayaku menemani
ini mungkin sisa asa terindah yang masih tersimpan di hati...

28 Mei 2010

Kamis, 27 Mei 2010

Rindu yang Terbaring di Ranjang Tidurku

kau adalah rindu yang terbaring di ranjang tidurku, selalu
tapi jika engkau mau
aku akan membunuhnya
sampai mati
tak lagi hiasi sunyi
dan tak lagi mengisi sepi

27 Mei 2010

Rabu, 26 Mei 2010

Biarkan Sajak-sajakku yang Bicara

aku tak tahu
keindahan apa yang telah kutemukan di tempat ini
hanya ada cahaya dan gelagak air hujan
meluap-luap tak kenal lelah
tiada yang lain lagi
tapi entahlah,
aku begitu menikmati saat-saat seperti ini
ramah, keriuhan yang mendamaikan
pelan menumpahkan kerinduan yang menyesakkan nian

cahaya oh cahaya...

hidupku seperti terlahir kembali dengan cahayamu
cahaya yang kilaunya tercipta dari senyumanmu
senyum yang indahnya tak henti menghias cantik di wajahmu
wajah yang sendunya menyesatkan jiwaku dalam ruang penuh rindu
dan rindu inilah yang perlahan-lahan menumbuhkan sekuntum rasa cinta
cinta yang berapi-api
cinta yang telah lama tak lagi bersemi di kamar hati
hati yang sepi

tapi aku tak pernah ingin lagi mengatakannya
hanya, biarkan saja sajak-sajakku yang bicara...

26 Mei 2010

Selasa, 25 Mei 2010

Terjatuh dalam Cinta

aku memiliki banyak alasan untuk jatuh cinta
begitu pun saat harus menafikannya
ada cinta yang begitu lembut menyapa
dan ada yang sinis, begitu mengiris-iris
saat perginya menyisakan tangis


kupikir, aku sudah cukup beruntung karena cinta
atau aku pikir, tak selamanya aku akan hidup demi cinta
sampai aku bertemu denganmu dan mengenalmu
dan menunjukkan untukmu
apa-apa yang menjadi bagian dari keterbatasanku


kau telah mengajariku bagaimana untuk tetap tersenyum
agar aku bisa setegar karang menyikapi kesulitan hidup
kau ajari aku kapan saat yang tepat untuk menangis
karena indahnya harapan tak selalu membutuhkan air mata
kau juga tunjukkan aku bagaimana rasanya memiliki cinta lagi
tapi entahlah...
kau terlalu jauh di sana
hanya inginkan kita akan baik-baik saja
padahal kau telah memberiku sesuatu yang telah hilang dari jalanku
dan kuharap itu adalah cahayamu

aku tak perlu lagi banyak berkata-kata
karena mungkin aku tidak akan pernah lagi lupa
tentang betapa indahnya terjatuh dalam cinta.....

25 Mei 2010

Cahayamu

cahayamu adalah rinduku yang basah
tanpa ada yang tahu ia mendesah-desah, senantiasa
cahayamu, irama hatiku
tanpa ada yang tahu ia begitu mesra memeluk kolong jiwaku
sentuhan cahayamu, mengalir seisi aliran darah
tanpa ada yang tahu ia selalu membuatku resah
pelukan cahayamu, memusat di jantung kalbu
hanya aku yang rasa
tanpa cahaya aku hanya bisa melihat kegelapan asa

cahayamu...
biarkanlah tetap bersamaku
agar aku mampu untuk selalu melihat celah jalan hidupku
yang beberapa saat lalu
belum kutemu

25 Mei 2010

Minggu, 23 Mei 2010

Andai Pintaku Tak Berlebihan


andai pintaku tak berlebihan
aku ingin kau berarti di hidupku
bukan hanya sementara waktu
tapi sampai nanti
katamu, sampai jasad terbujur kaku

andai pintaku tak berlebihan
kuingin tetap kan terjaga
hiasi indah hariku harimu
hadirkan diriku di sisimu yang sesungguhnya

andai pintaku tak berlebihan
kuingin selalu cahayamu
untuk tetap sinari jalan hidupku......

23 Mei 2010

Jumat, 21 Mei 2010

Hikmah Alam

dari batu aku bisa belajar tentang ketegaran
dari air aku bisa belajar tentang ketenangan
dari api aku bisa belajar tentang keberanian
dan dari angin aku bisa belajar tentang kebebasan
karena aku tahu
sesungguhnya hidup ini terasa begitu indah
saat aku mampu mencuri hikmah dari alam......

21 Mei 2010

Kamis, 20 Mei 2010

Aku, Kau, Persahabatan Ini

adalah engkau
saat embun membasahi kehidupan bumi
adalah engkau
saat mentari membumbung tinggi membelah lazuardi
adalah engkau
saat lembayung melambai menghiasi senja
adalah engkau
saat purnama memberi satu senyum indahnya
aku yakin,
aku, kau, persahabatan ini
tak kan lekang ditelan waktu

20 Mei 2010

Tentang Sebuah Kerinduan

pernah pertemuan kita diwarnai hal-hal yang indah
tak ada air mata
hanya embun yang menyegarkan asa dan cita-cita
menetes bersama senyum dan canda tawa
namun masihkah ia berharga
saat pada ujungnya kita terberai jua?
masih indahkah sejarah pertemuan kita?

kita diam, tak mampu bicara
entah apa yang ada dalam benak kita

perpisahan seperti menyulap segalanya
ia menghadirkan keperitan dan linangan air mata
namun haruskah kesedihan menghapus indahnya awal sua kita
dan menguapkan embun-embun kebahagiaannya?
masih perlukah kita meneteskan air mata?

kita tetap diam, tak mampu jua bicara
tentang mengapa mesti ada pertemuan
tentang mengapa mesti ada perpisahan

barangkali,
pertemuan memberi kita banyak keindahan
sedang perpisahan hanya memberi kita kenangan
menghiasinya dengan berbagai kesedihan
memaksa kita untuk tetap bertahan
menelusuri arti pentingnya kehidupan

kadang berat kita rasakan
padahal tahu semuanya adalah kepastian
waktulah yang merancangnya
sementara kita, hanya mesti bersiap-siap sepenuh harap
mengemasi kenangan demi kenangan
agar bisa tetap terus menatap indahnya masa depan

semaikan selalu kerinduan
relakan perpisahan
lambaikan tangan untuknya
selipkan doa-doa kebahagiaan
yakinkan bahwa perpisahan adalah cerita keindahan jua

(meskipun kita tahu, Adam tak pernah rela meninggalkan surga...)

20 Mei 2010

Selasa, 18 Mei 2010

Untuk Perempuan Samar

telah lama, bahkan bagiku terlalu lama
tak pernah lagi terdengar suara perempuan-perempuan
di balik nada-nada dering penantian
rasa-rasanya daun telinga ini kehampaan

di satu sudut ruang lengang, tengah malam
penantian ini berakhir sudah
awal dari sebuah kedekatan dan saling pengertian
terbungkus kehangatan juga dorongan emosional, barangkali

untuk kali pertama, lagi
suara perempuan itu terdengar sayup, riuh
aku begitu merindukannya
aku begitu menikmatinya

isyaratkah?

memang,
tak mampu aku menyapanya
hanya menghadirkan bayangnya dalam angan-angan
menghayati senyumannya
meresapi binar tatap matanya
mendalami debar-debar yang mungkin tercipta dalam dadanya
denyut nadiku mengalun lembut
dalam ayunan gontai kata-katanya

berlebihankah?

kupikir tidak
karena aku tak pernah berharap demikian
aku hanya mendambakan
suatu saat aku akan makin tenggelam
senantiasa tenggelam
dalam naungan indahnya persaudaraan

sayang, bagiku dia masih terlalu samar
bahkan tentang adanya kini juga aku tak tahu di mana
tapi rasanya
dia terlalu indah untuk sekedar aku sapa
aku sangat menyadarinya

-Salam Kedamaian

18 Mei 2010

Minggu, 16 Mei 2010

Perjalanan Ini

lepas maghrib berdiri termangu
menunggu kereta mengetuk pintu stasiun
melaju dari arah timur
lantas dalam kerjap waktu sejenak
suaranya terdengar memekak gendang telinga

bismillahi...
kutunggangi gerbong paling depan
berharap langkahnya lebih mapan
semapan niat dalam dzurriyatku
meski lelahnya sama sekali tak mampu kutanggung
lekang menempuh jarak sepanjang rel terbentang

ya, lelah jua akhirnya penantianku
padahal adanya perjalanan panjang ini
adalah buah dari keberanian
untuk mengais repihan-repihan harapan

lelah jua akhirnya penantianku
meski pada setiap pemberhentian kereta
menjadi ejaan perlahan-lahan
yang menguntai sebuah sajak tentang perjalanan
berujung di sebuah kota kecil mengesankan
lewat tengah malam

kereta pukul tujuh
melaju kencang membawaku pergi jauh
tapi hati masih menyisa sedikit ragu
inikah yang semestinya kutuju?

Rabb-ku,
bimbinglah keterbatasanku

16 Mei 2010