Minggu, 06 Juni 2010

Resah

detik yang begitu mencekik
menit yang begitu menghimpit
jam yang menghujam tajam
hari yang terus berlari
tiada jua kutemu peneduh hati
sementara waktu terus memburu
bertalu-talu
lelah ini kurasa makin tak terperi

diri seolah terbantai emosi
dikepung sunyi
kemudian pasrah ditelan pagi demi pagi

entah kapan waktu menyibak segenap harap
karena yang ada hanya sekat yang menyekap
menyimpan banyak penantian
merebahkan luka, menyandarkan kepiluan
menyesatkan nasib diri
menghempaskannya tanpa arah

lantas,
siapa lagi yang harus kutumpah resah
siapa lagi.....

06 Juni 2010

Sabtu, 05 Juni 2010

Lukislah...


lekas ambil penamu
lukis gumpalan awan hitam itu
dalam rancunya paduan warna sekali pun
dalam gelap penatnya pikir sekali pun
dalam hilangnya kepasrahan sekali pun

lukislah, sahabat...
lukislah yang seharusnya kau lukis
tuangkan saja segala itu
jika keraguan ada pada kanvas hidupmu
teriaklah atas keyakinan
yakin akan elok
yakin akan putih
yakin akan fitrah
lahir dari kekuatan hati
beralaskan serah diri

karena itulah sebuah guratan untuk hari lusa
kelak karyamu kau baca
kau lumat putih merahnya
kau cerna semua
jadikan kaca pada tiap titik tintanya

hingga kau lupa sebuah penuntun
pada suatu corak indah dan harmoni
yang tak ingkari nurani
maka, hapuslah risaumu
lalu, lukislah segera wahai sahabat...

-Gus Mufty
Fajar Pagi, 05 Juni 2010

Jumat, 04 Juni 2010

Rinduku di Sepanjang Jalanku

sejernih mata air tutur kata rindumu
menetes ke pucuk-pucuk kalbu
bertalu-talu
menyelusup pori-poriku
nurani jiwa menari
mencari-cari bayangmu
menjemputmu di semilirnya angin pagi
untuk menjumpaimu lagi
barangkali benar ada secuil rasa rindu
yang dapat kuraba di tempat itu

tak perlu menunda hingga esok tiba
agar segala yang kita punya
satu rasa jadinya
tak lagi menyisa resah berbalut desah

kau tahu
seutas bahagiaku ada di dirimu
sebait nada-nadaku ada dalam kebeningan kata-katamu
yang indah mengaliri sajak-sajakku

dan bila nanti benar-benar dipertemukan
aku ingin
dalam pelukku kau kurengkuh
lalu kau kubawa pergi dengan sayapku....

04 Juni 2010

Kamis, 03 Juni 2010

Mama Mia

mia...
berdiri di antara deretan tembok-tembok tinggi
ternyata tak mampu melumat setiap rindu yang datang
kepergianku, hanya melahirkan gemuruh nada-nada sumbang
entah, apa lagi yang mesti kulakukan
mungkin benar bahwa aku tak bisa
sungguh tak bisa
aku tak bisa melakukan apa yang seharusnya kulakukan

mia...
kini aku teringat kembali padamu
wajahmu datang membayang dalam benakku
tanpa kusadari, kenangan akan dirimu masih jua membekas
sedikit bahagia yang pernah kita rasa berdua
masih tersimpan di sela rapuhnya jiwa

seketika mengemuka tanya
masihkah kau rindukan aku, mia
saat kau sendiri di sudut ruang hampa
dengan senyum yang tak lagi berlagu
di hampar selimut memelukmu tanpaku?

atau barangkali,
kepergianku telah merenggut separuh bahagiamu
menghapus setengah keceriaan hari-harimu
kupikir, sungguh membosankan
aku pun demikian, mia
semua yang telah terjadi bukan karena mauku
seandainya bisa memilih
tak mungkin aku akan meninggalkanmu
tak mungkin

mia...
semua ini bukanlah sajak rindu semata
aku sungguh tak mampu menahan semua yang ada
membayangkan kau sendiri tanpaku di sana
mengiris perlahan setiap rasa yang mendenyut indah
aku harap kau mengerti, mia
aku tak ingin kau berubah
ini kata setiap hela nafas hidupku
aku serius, aku jenuh menulis rindu-rindu semu
aku hanya ingin menemuimu
memeluk tubuh mungilmu
melepas semua cinta yang sepanjang jalan ini seakan bisu
lalu kan kubisikkan sesuatu ke dalam telinga hatimu
aku janji, demi rasamu juga rasaku
takkan lagi kutinggalkan dirimu

mia, aku merindumu
aku pastikan kembali untukmu.....

03 Juni 2010

Rabu, 02 Juni 2010

Aku, Jiwa, dan Idealisasi

oh jiwaku...
malam ini tak perlu kita resah lagi, tenanglah
damaikan dirimu sebentar
hisaplah asap rokokmu dalam-dalam
tak lama lagi puisi ini akan jadi

percayalah,
tenanglah dulu di sini bersamaku
aku hanya akan sejenak memunguti kata-kata
mereka tercecer di sekeliling kita

aku masih ada beberapa batang rokok lagi
mungkin masih cukup untuk menghidupimu
untuk melahap sisa waktumu malam ini
dan menjadikan asapnya sebagai peretas puisiku nanti
yang memenuh teduh seisi pikir dalam hati
damailah kita sampai ke tepi pagi

aku janji, pasti akan kubuatkan puisi
puisi penghibur jiwa separuh mati
aku hanya sedang memunguti kata-kata kini
biar tak bersisa lagi

tunggulah.....

02 Juni 2010

Makna Cinta

syahdu, mengharu biru
pilu, menyayat-nyayat kalbu
inikah makna cinta yang sesungguhnya?.....

02 Juni 2010

Selasa, 01 Juni 2010

Fakir in Hope

ketergantunganku kini hanya kepada-Mu
jadikan jiwa ini untuk selalu menikmati suasana indah seperti itu
aku sungguh tak pernah jemu meminta kebaikan-Mu
tapi sayang,
putus asa kerap membantai segenap rasa
semangat hidup sirna
saat gagal menimpa
saat diri terjebak petaka

aku,
dengan segala keterbatasanku
begitu merasa teramat hina di hadap-Mu
tiada layak memaut hati akan kebesaran-Mu
sajak ini mungkin sekedar harapan hampa
sajak nista yang penuh dosa-dosa
tiada secuil apa pun daya

pinta hatiku dengan sangat
jauhkan ia dari bahaya godaan tak terperi
godaan yang telah menjauhkan diri dari peliharaan-Mu
sekaligus menghalang-halangiku dari rahmat-Mu
jangan lagi tanamkan putus asa dalam dadaku
aku sangat dambakan indah nafas masa depan
lahirkan terus semangat dalam setiap gerak naluri
jernihkan pikirku kembali tanpa henti
ridhai langkah-langkah kaki tertatih ini
antarkan ia ke tepian yang sejuk nan damai
jadikan hatiku setenang angin tanpa badai...

01 Juni 2010

Senin, 31 Mei 2010

Sebuah Harapan

di tengah keterbatasanku menutup segenap kerapuhanku
aku berjuang untuk hidup dalam kehidupanku sendiri
aku tak pernah ingin lagi berhenti berharap
di tempat mana pun aku ingin terus berharap
merangkai banyak asa
betapa pun sulitnya

dan saat kusadari kesabaranku ternyata berbatas
aku ingin,
Engkaulah ujung segenap harapanku...

31 Mei 2010

Minggu, 30 Mei 2010

Detik yang Harus Kusudahi

tak seharusnya persinggahanku di sini
tapi bila waktu menghentikan segala
sanggupkah aku menantangnya
beranikah aku dengan segenap kerapuhan jiwa?

banyak hal yang ingin aku tahu
tapi waktu...
ah, sudahlah
aku sudah terlalu lelah

aku tak harap kau akan mengerti
kemarin, kini, atau pun nanti
aku pun tak ingin kau tahu semua ini
biarkan aku sendiri
karena sampai kapan pun, mungkin
kau tiada dapat sampai untuk kugapai

dan detik ini
adalah detik yang harus kusudahi.....

30 Mei 2010

Semestinya...

duduk lagi, dalam sepi
pujaan hati pergi
aku hanya bisa berpuisi
karena kusadari
semestinya memang begini
cinta tak pernah abadi
tak selamanya jua cinta mesti memiliki

30 Mei 2010

Cinta Ini Kepadamu Saja

cinta ini kepadamu saja
tak pernah mampu kubelah-belah
bahkan sekadar membagi untuk diriku
tak pernah mampu

telah kubukakan pintu gerbang hatiku
dan menyimpan namamu dalam keluasan cinta ini

tenanglah di dalamnya, sayang
damailah di sana
hanyutkan dirimu bersama hiasan sajak-sajakku
sepenuh cinta.....

30 Mei 2010

Sabtu, 29 Mei 2010

Senyummu di Pelupuk Mataku

entah dari mana datangnya
tiba-tiba, senyummu di pelupuk mataku
bergelayut mesra
mengubur partikel-partikel rindu
menjadikannya cinta

di pelupuk mataku
senyummu menebar keindahan surga
tiada sedikit jua menoreh luka
menjelma serangkaian kata
menjadikannya sajak

sungguh,
saat kata tak pernah mampu berucap cinta
mata seolah menjadi bahasa
aku mengagumimu
aku ingin menemuimu
aku ingin bersamamu

di pelupuk mataku adalah senyummu
jadikanlah ia cahaya
lantas, segeralah bawa aku ke dalam terangnya.....

29 Mei 2010

Terimalah Seikat Kata Maafku

sedikit terlambat kumaknai hadirmu
padahal suaramu, kadung mencipta begitu banyak rindu
menyumbat tajam akal pikir dan telingaku

semestinya,
tak perlu ada berdiam diri seperti ini
kadang ego memang tak mudah untuk dikekang
tapi kubiarkan, sesekali
barangkali esok akan ada sesuatu yang lebih berarti
untuk kembali bersama kita nikmati

misalkan ada salah kata dariku
lapangkanlah dada dan jiwamu
ampunilah aku
terimalah seikat kata maafku
tebar kembali pesona senyum indahmu
hambur kembali riang tawa ceriamu
yang mungkin hilang ditelan entah apa
kini belum jua lagi kutemukan
kurindukan...

29 Mei 2010

"Memaafkan itu tak seberat memindah samudera, tak ada yang paling sempurna..."
(Padi)

Jumat, 28 Mei 2010

Cahayaku


-chy achie styowati

cahaya satu menyala terangi hari-hariku
hanya mungkin belum pernah mampu kumaknai
yang pasti, ia merangkul erat segenap rapuh jiwaku

adakah ia sebuah kesetiaan
cinta yang telah sekian lama kudambakan
haruskah kupadamkan
indah kilau yang menghias sinar terangnya
entahlah...

sunyi kurasa perlahan mulai meluruh
tanpa sengaja melukisi semesta rindu, rindu yang baru
yang menyeru melingkari hampir ke semua waktu
oh rindu...
warnamu apa aku tak pernah tahu
aku hanya akan bertahan di sini
tetap dengan kesetiaan cahayaku menemani
ini mungkin sisa asa terindah yang masih tersimpan di hati...

28 Mei 2010

Kamis, 27 Mei 2010

Rindu yang Terbaring di Ranjang Tidurku

kau adalah rindu yang terbaring di ranjang tidurku, selalu
tapi jika engkau mau
aku akan membunuhnya
sampai mati
tak lagi hiasi sunyi
dan tak lagi mengisi sepi

27 Mei 2010