Kamis, 09 September 2010

Takkan Pernah Menyerah

masih sangat lekat dalam ingatku
saat aku menolak takdir yang menimpa diri
saat aku merasa tanpamu
padahal aku tahu
kau bukanlah wanita terakhir yang tersisa

mungkin kau tak pernah tahu
aku hampir saja gila karena pengkhianatanmu
tiada lagi harga dunia ini untukku
bahkan saat itu aku ingin mengubur diri
hanya untuk menghantuimu
mencari arah cinta sejatiku
tapi ternyata semuanya semu

adalah Sang Pengukir Takdir
yang sudah sekian lama kusingkir
kenyataan membuatku lelah untuk berpikir
aku sempat menyerah
membiarkan hidup terus terukir tanpa pikir

aku baru menyadari
bumi bukanlah penjara bagi orang-orang yang patah hati
Sang Kuasa telah menyediakan segalanya
aku tak pantas berputus asa
karena aku tahu, cinta-Nya lebih luas dari semesta
aku tak pantas melepas jiwa
sekadar untuk mengejar sesuatu yang fana

kau sungguh telah membunuhku
menjatuhkan begitu banyak keberanian hatiku
melubang luka dan merobek kertas-kertas asa
membuang khayalan indah masa depan

aku menangis
aku menyerah karena seorang wanita
pergilah...
pergilah...
karena aku masih percaya
Ia akan menggantinya dengan yang lebih indah

09 September 2010

Rabu, 08 September 2010

Telah Kutemukan Diriku

telah kutemukan diriku yang mencoba mencari arti diri
telah kutemukan diriku tak lagi terbuai mimpi-mimpi
telah kutemukan diriku masih bernyanyi merangkai puisi
telah kutemukan diriku tetap menarikan jari-jemari
dan telah kutemukan diriku yang mulai memahami
betapa ternyata hidup tak pernah cukup berselimut mimpi

08 September 2010

Selamat Tidur, Bunga

kembalikan segenap raga ke peraduan malam
istirahatkan semua
biarkan waktu memutar hari kembali
siapkan senyum sempurna untuk menyambutnya
semoga malam akan lagi mengantarkanmu ke sana

selamat memejam mata, bunga
kuharap indah mimpi kau sua

08 September 2010

Selasa, 07 September 2010

Sebelum Malam Terakhir

meski mungkin belum bisa sepenuhnya kudekap
seperti bulan yang sama pada tahun-tahun yang telah lewat
aku menulis lagi cerita yang sama
:sungguh-sungguh sempurnakah ramadhanku ini?

ragu melanjutkan pelayaran menuju kemenangan
atau mungkin perjalanan mengunjungi perayaan
meskipun zakat telah kupersembahkan
namun sudah benar-benar sucikah diri ini di hadapan-Mu?

bahkan saat gema suara adzan memanggil
aku seolah tak mendengar, apalagi terpanggil
aku masih merasa makin jauh dari rumah-Mu
dan aku lebih merasa terpanggil untuk menemui seseorang yang kurindui

astaghfirullah…..

ramadahan kali ini telah akan menggugurkan musimnya
ia telah akan lagi meninggalkanku tanpa terasa
buahnya tak pernah sampai tuntas aku petik
aku terlalu terpukau angin yang meniup nafsu duniawi
kehidupan dan indahnya perjalanan ini
telah membuatku makin asing dari kemanisan imani
padahal aku percaya doa-doaku kan terkabul pasti
dan aku percaya dosa-dosaku kan terlebur lagi
dalam rahasia lailatul qadar yang tersembunyi

namun aku menghilang, melupa diri
tak cukup sabar menunggu turunnya malaikat-malaikat-Mu
yang kini kusesali sebelum ramadhan ini berakhir
aku ingin kembali ziarah ke dalam pelukan maghfirah-Mu

07 September 2010

Senin, 06 September 2010

Bila

bila engkau masih memburu setiaku
masih mencari-cari sejatiku
dan bertanya-tanya tentang kehidupanku
bakar semua ragumu
bakar sampai semua bunga tersenyum seri
lantas kembali menumbuh rindu

telah kutaburkan sejuta benih cinta
agar jiwa tetap setia bersama selamanya
di taman bunga

06 September 2010

Minggu, 05 September 2010

Yang Terakhir Tapi Tak Pernah Berakhir

mungkin jiwa masih tertidur pulas
meski serpihan cahaya menyatu menghampiri
mungkin raga masih terbiasa lena
meski waktu tak lagi menyelundup sia-sia

05 September 2010

Sabtu, 04 September 2010

Ya Rabb


Ya Rabb...
bimbinglah jiwaku
rawatlah rapuhku
hapuslah air mataku
berkahi qadla dan qadarku
selamatkan aku dari nafsuku
manfaatkan aku dari waktu-waktuku
lantas letakkan aku bersama para kekasih-Mu

04 September 2010

Katakan Padaku

katakan padaku
saat jiwa lumpuh terbunuh cinta
hanyut terbuai gelombang asmara
tergoda racun keindahan wanita

aku pernah merasakan getir itu
menjalari tubuh begitu deras
menghunus pembuluh-pembuluh sukma
lantas mati dengan mimpi yang sia-sia

katakanlah padaku
bila mata sedang bermain-main dengan cinta
yang membahana di rongga-rongga dada
yang menggelegar di sela-sela jiwa
dan mendentum sepenuh gema

kau lihat takdirku ketika itu
tapi aku tak pernah menyerah
meski pernah dikalahkan cinta

04 September 2010

Wajahmu dalam Puisiku

hiasan puisiku adalah wajahmu
tahi lalat yang terlukis di parasmu
hiasan yang lain adalah indah jiwamu
yang selalu kujaga di kedalaman rasa
dan hiasan yang lain mungkin kata-kata
yang desahnya menghimpun kilatan-kilatan cinta
dari puing-puing yang tak lagi kukenali
padahal dulu sebuah mimpi
dengan puisi sebagai saksi-saksi

pernah kususun puisiku dari cucuran air mata
tapi kini telah kubaca sebagai sandiwara belaka
tak ada cerita yang sesungguh-sungguhnya
sekali pun tentang cinta
yang tak lagi punya bahasa

kini penghias puisiku adalah wajahmu
wajah yang masih penuh canda
bertutur kata penuh sahaja
lahirkan senyum dalam cengkerama
semuanya kusimpan dalam seuntai harapan
agar kelak menjadi untaian kenangan
dalam setiap episode pancaran masa depan

kini wajahmu adalah teman
tak lagi sekadar kesenangan
kuyakin tak akan mungkin lagi tergantikan
terleburkan

04 September 2010

Jumat, 03 September 2010

Aku dalam Kata-kata

aku dalam kata-kata
mencoba menguntai sebuah kisah cinta
bersama pijar-pijar cahaya
menembus batas ruang dan waktu
meski tak ada siapa-siapa
aku masih dalam kata-kata

dan aku tetap dalam kata-kata
mencoba mengurai bahasa tentang cinta
bersama damai penuh pesona
menembus batas keheningan jiwa
meski tak kutemukan siapa-siapa
aku tak pernah lenyap dalam kata-kata

sungguh
kata kata, bagiku sangat menyenangkan
bahkan dengannya, aku bisa meresapi selaksa rasa
yang tak pernah melelehkan akal pikiranku
semua indah cinta boleh saja sirna
namun aku
akan tetap ada dalam kata-kata

03 September 2010

Dengan Mentari Pagi

seperti biasa
mentari pagi menyapa diri
tanpa disadari hari kemarin berulang kembali
kubuka mata yang lama terpejam
di sudut kamar lantas terdiam
entah apa yang sedang kurasakan
entah apa yang harus kulakukan

semua yang kulalui kian tak berarti
asa yang dinanti-nanti tak kunjung menghampiri
aku tak tahu, sungguh tak tahu
kapan ia kan datang
kapan ia kan kujumpai
setidaknya untuk menghibur hati

aku hanya bisa berharap
aku hanya tak pernah lupa berdoa
agar aku tetap tegar dan tabah
menanti sesuatu yang tak kunjung pasti
merubah hari-hari
rajutkan mimpi-mimpi

03 September 2010

Kamis, 02 September 2010

Di dalam Kamar

di dalam kamar, kutaburkan kata
yang tumbuh dari hati
pada musim semi
dengan seribu mimpi

diam-diam
kutidurkan segala angan
dingin telah bersenyawa dengan malam
menginjak-injak kenangan masa silam
sampai habis mengeluh luka kepedihan

sendiri aku diselimut gelap
mencoba mengikat senyum
di kamar yang kini tak beratap
dalam kembara waktu mengulum

02 September 2010

Rabu, 01 September 2010

Sesaat Lagi

sesaat lagi aku datang
sebelum matahari tenggelam
di peraduan malam

sesaat lagi aku tiba
dengan sesuatu yang kubawa dalam hati
barangkali sisa cinta
yang tak pernah mampu lagi kukata
atau sesuatu, aku sendiri tak tahu

dan sesaat lagi
aku pasti menemuimu

01 September 2010

Selasa, 31 Agustus 2010

Tentang Cinta

bila kau mencintai seseorang yang tidak membalas cintamu, janganlah pernah merasa tersisih, jangan pula bersedih, tiada salah mencintai seseorang, karena cinta tidak pernah memilih untuk singgah di hati siapa pun jua

bila kau dapati dirimu dicintai seseorang yang tidak pernah bisa kau cintai, anggaplah itu sebuah penghargaan untuk dirimu, tapi selipkanlah dalam penghargaan itu dengan keikhlasan dan kejujuran, jangan pernah mengambil sedikit pun kesempatan untuk melukai hati seseorang

bagaimana kau mengurus cinta, begitulah kau mengurus dirimu sendiri, dan setiap hati dan perasaan akan mengalami kepedihan dan kebahagiaan yang sama, sekali pun cara kita mengendalikannya berbeda-beda

bila kau mencintai seseorang yang begitu mencintai dirimu, tapi tiba-tiba cinta memilih untuk pergi, tiada yang bisa kita salahkan, relakanlah cinta itu pergi, karena setiap kejadian pasti ada maksud yang tersembunyi, dan kita baru akan menyadari saat masa telah silih berganti

ingat,
janganlah terlalu memilih cinta, karena cinta itu sendiri yang akan memilih untuk singgah di hati siapa pun tanpa disadari, kita hanya perlu menerima kehadiran cinta itu dengan segala misteri yang ada di dalamnya

bila cinta datang mengetuk pintu hati, nikmatilah sebagaimana ia telah membuat hidupmu bahagia, bebaskan ia, karena ia senantiasa dan mungkin selamanya akan jadi misteri untuk kita, lantas bersyukurlah karena ia pernah dengan begitu indah singgah di hati kita

31 Agustus 2010

Sabtu, 28 Agustus 2010

Meniti Hari

kemarin kita sempat bermimpi
bersama menghias taman cinta ini
setia menggenggam janji
mencari arti kasih sejati
nyalakan impian dalam pesona sanubari

kini yang ada tinggal kenangan
tanpa ada makna terukirkan

biarkan segalanya mengendap di dadaku
surut terhanyut dalam kabut
meski hilang sudah semua cerita
di hati ia kan tetap abadi

biarkan segalanya menghangat kembali dalam dadaku
dengan harapan-harapan yang masih suci
tanpa mengenang ulang kisah lalu
desah nafasku hari ini
adalah untuk hidupku esok hari
melepas dendam di hati
tanpa menabur janji
meniti hari
walau dalam sepi
selalu kan terus kurenangi

28 Agustus 2010