Sabtu, 04 Desember 2010

Maaf Bila Harus Melupakanmu

kala hati menginginkan dirimu kembali
kala diri membutuhkan hadirmu lagi
namun daya tangan ini tak mampu menggapaimu
entah apa yang akan terjadi padaku nanti

cinta ini seperti kembali mengetuk pintu hati
ia datang tanpa pernah aku sadari
rasaku gelisah saat bayangmu membuai mimpi-mimpi
entah apa yang akan terjadi padaku nanti

kadang dengan saat yang tiba-tiba
aku memaksa diri untuk tak lagi membutuhkanmu
memaksa hati ini untuk tak lagi ingin bertemu denganmu
aku harus bisa untuk tak merasakan getaran cinta yang dulu pernah ada
sehingga kini
namun kadang dengan ketiba-tibaan yang lain
aku tak pernah mau melepaskanmu

kini aku harus mengerti
kita memang tak akan mudah untuk mengulanginya kembali
untuk sepi hari-hariku
aku harus bisa untuk tak lagi mengenalmu
aku tahu kini kau bukan yang dulu
dan aku pun tak sebodoh yang ada di pikiranmu
aku hanya yakini hati ini
suatu hari akan temukan yang lebih dari dirimu

maafkan aku

04 Desember 2010

Jumat, 03 Desember 2010

Langkah Kita

kemudian kita pernah seiringan
merajut malam di ujung senja
menjemput rembulan di puncak cakrawala
namun langkah kita terhalang rentang
yang jauh kala bulan jalan separuh
meregang kembali rasa yang mulai tumbuh
sebab kita tak pernah mengerti
bahwa pagi dan mentari akan tetap saling mengisi
dan saling melengkapi

sedang kesetiaan
hanyalah batas antara mimpi dan kenyataan

03 Desember 2010

Rabu, 01 Desember 2010

Desember Melaju


desember melaju
membersit secercah harapan sedalam kalbu
lahirkan impian yang pernah meleleh dilalap waktu
membuka semangat baru hidupku
meski hanya secuil butiran pasir
aku yang semula mati tanpa daya
kini berdiri tegak kembali
perlahan hampiri mimpi-mimpi
setegar karang dihantam ombak ribuan kali

adakah ini anugerah-Mu?
(semoga saja.....)

desember melaju tanpa ragu
semoga selalu ada indah di penghujung tahun
aku hanya berpasrah
haturkan sembah sujud hatiku setulusnya
harapku, pintaku, hasratku
kuluapkan segala ke pangkuan-Mu
penuh seluruh memohon ampun-Mu
karena aku tak mau merasa kehilangan lagi

desember melaju
hidupkan semangat baru

01 Desember 2010

Selasa, 30 November 2010

Sebuah Epilog

apa yang istimewa dari rindu yang mengalir memenuh seisi jiwa?
entah, barangkali sebuah jejak langkah yang mengukir hari demi hari, yang terus saja menghias warna kehidupan ini

kepada malam yang sayup-sayup merdu begini, sepantasnya kita bersyukur, dapat kembali memetik dawai-dawai senja, satu kisah klasik yang pernah kubawa dari semarang, 13 november 2010 silam

semarang oh semarang.....
kotamu kembalikan lagi senyumku, keramahanmu mengisi damai jiwa, november bersemi tiada tara, mencipta kerinduan saat hampa mulai bertahta pada malam perpisahan, sementara hingga aku menemu kembali malam tersunyi, malam yang penuh dengan lagu-lagu sepi, saat aku mencoba melanjutkan kembali sebuah puisi yang tak jadi, tentang mencari cinta sejati, sebuah sajak cinta bunga melati

kini, dalam lamunan terhenti, saat menanti kepulanganmu (kembali), aku melihat semuanya seperti telah berubah, kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana

namun tetap ada yang kutulis pada kertas putih ini, tulisan tentang kata-kata yang terlantar, sampai rindu mengalir kembali penuh getar debar, sampai pada akhirnya kau akan datang lagi, membuat hari ini indah, menjadikan cinta sebagai satu harga mati untuk kita, penuh mesra, sambil mendengarkan cerita tentang sebuah surat dari iblis, berdua, sampai saatnya tiba

sebuah epilog by Cha'unk El Fakir

30 November 2010

Senin, 29 November 2010

Malam Tersunyi

terkadang aku masih seperti bermimpi
mengapa sampai terdampar lagi ke larut malam ini
tidak, sebenarnya bukan terdampar
hanya begitulah aku menamakannya

bersama bayangmu
aku berjalan menyusuri lorong-lorong malam membentang
berharap akan bisa benar-benar menemukanmu
namun tetap saja yang kutemui pemandangan serupa
gelap malam lengkap dengan rintik-rintik hujan
yang hampir saja membuatku bosan

aku mungkin takkan bertahan lebih lama lagi
namun tak apa, aku bisa berdamai dengan keadaan
cukup dengan secangkir minuman kopi penghangat
lalu nyalakan ketenangan dengan batang-batang rokok
:damai

tapi bila nanti aku terlelap
aku ingin mendapatkanmu bersandar di dadaku
mesra berdua menatap rembulan
kala jeda hujan walau sejenak
saling menghangatkan
di balik kelam malam yang perlahan mulai terbenam

29 November 2010

Minggu, 28 November 2010

Puisi yang Tak Jadi

pada detik jarum jam yang melaju di atas angka-angka
telah beberapa kali aku mencoba menyusun kata
lagi-lagi, kuambil kata satu-satu yang terperangkap dalam hujan
namun telah beberapa kali aku salah temukan
hanya menguras jiwa
yang ingin terus mengirim puisi dalam terang bulan

sejenak kuhela nafas dalam-dalam
tanpa kata, aku mengingatimu beberapa waktu
kubuka kembali halaman-halaman buku
saat dapat kupastikan bahwa itu adalah engkau

namun sekali lagi aku mendesah pelan
hampir serah segala
tanpamu memang terasa lain
sementara aku tak suka lagi membangun mimpi
lantas kutinggalkan saja puisi ini
meski belum sempat jadi

28 November 2010

Hari Ini Indah



-sepucuk sajak sederhana untuk bunga melatiku


aku melangkah dengan kekuatan limpahanmu
dengan bermacam penasaran dalam saban perhatianmu
lusa, kemarin, dan mungkin esok pun tak ada lain
kebersamaan kita menjadi salah satu alasan
putih bungamu, selalu membuat diriku lebih terang dari biasanya
aku tahu ini terlalu singkat
bahkan sebelum aku tahu pasti ada apa di balik kelopak-kelopakmu
dan di antara sunyi hari-hariku
tiba-tiba kau merekah dengan senyum paling indah
menemaniku, seolah kemarin, lusa, dan esok kau takkan pernah ada
sungguh, indah nian dirimu hari ini
kini aku tahu kau jauh lebih sempurna dari yang pernah kubayangkan sebelumnya
kini aku percaya dengan kelembutan paling ramah
kau mengalirkan tetes demi tetes embun
meyakini bahwa harapan bisa dialirkan pada siapa pun
termasuk pada diriku
yang hingga kini belum jua bisa menjejaki langkahmu

tanpa hambat
hari ini rasanya lewat begitu cepat
memaksaku meninggalkan impi-impi yang kubuat sendiri
hari ini penuh senyum tawa
dan air mata yang diam-diam kulipat rapat di sudut hati
di sudut taman yang penuh dengan bunga melati
entah kau simpan seperti apa aku dalam benak jiwamu
aku tak terlalu peduli itu

ini hanya sajak sederhana yang mungkin belum pernah kau baca
aku tuliskan untuk mencoba menghibur perasaanku sendiri
aku penat, enggan lebih cepat meninggalkan harummu
menjauhimu, sedetik pun aku tak mau
aku selalu ingin kau tahu bagaimana dalam rinduku untuk dirimu
tapi aku tak bisa memaksamu untuk mau membacanya

aku akan tetap mencintaimu, meski tanpa cintamu

28 November 2010

Tentang Kata

menurutku
kata bisa jadi segalanya yang pernah menjadi:
bunga mawar ketika kebahagiaan datang tak terelakkan
air ketika dahaga menerjang di tengah sahara yang menjanjikan kematian
angin semilir yang senantiasa menyejukkan
senjata yang menuntut satu kematian
dan api yang siap membakar apa yang telah ditatah dan ditahtakannya

28 November 2010

Kamis, 25 November 2010

Sementara

sementara kita masih bisa
taburkan banyak kata-kata
jangan biarkan kertas-kertas ini tetap putih
tulislah sampai jiwa kita letih

sementara masih terbuka pintu hati
segala janji sebaiknya dipenuhi
dan semua harap asa dimaknai
agar tiada sisa urusan nanti

sementara saatnya belum tiba
selesaikan semua rencana
sambil tetap berbenah
menunggu panggilan-Nya

25 November 2010

Rabu, 24 November 2010

Datang Lagi

lagi
hujan turun mendayu
ditiup angin sayu
mencipta lagu
dalam rindu memburu

24 November 2010

Selasa, 23 November 2010

Damai



di kamar ini
semilir angin sejuk merasuk
mendampar sunyi menyusup
membuka tirai kedamaian rasa
mengarung kata setenang malam
membuai mimpi dalam puisi
dalam hening hati

di sepi kamar ini
aku terus lena menyusur kata
meski jiwa bergelut penuh dilema
kedamaian ini sungguh mendamaikan
dengan aroma khas segelas kopi hitam

dan dalam damainya malam ini
kuhembuskan nafas-nafas imaji
menghiba seluruh rasa
mesra semesta jiwa
bertebaran sinar-sinar cinta
berdentingan dawai-dawai asmara
menabur sentuh setia

23 November 2010

Ada yang Kutulis pada Kertas Putih Ini

ada yang kutulis pada kertas putih ini
di sini
dalam himpitan rindu tiada peri
tanpa angkuh diri
sejuk diselubung rimbunnya mimpi-mimpi
melati-melati memagari
aku tetap menulisi hati
dalam puisi

andai mampu aku ungkapkan rindu
diantara batas ruang dan waktu
tapi inilah aku
sepi tanpamu
sendiri
menanti

23 November 2010

Menanti Kepulanganmu (Kembali)


bunga
tengah malam telah lagi menyapa
aku masih tetap terjaga
belum jua memejam mata
tanpamu, tanpa sesiapa
hampa

bunga
aku harap kepulanganmu segera
rawat kembali semua luka dan air mata
di sini selalu ada ruang terbuka menganga
untukmu sepenuh rasa cinta
tanpa sisa

selepas itu, bunga
biarkan bahagiaku dengan semerbakmu bersukaria

23 November 2010

"...sepanjang menjalin kebersamaan denganmu, aku selalu mengungkapkan betapa ringkih diriku oleh lumatan rasa bernama rindu..."

Senin, 22 November 2010

Hampa

aku adalah seorang hampa
yang hidup dalam ruang kesesakpengapan
kepalaku terselubung banyak dilema
dibentuk tanpa rupa
dinaungi tanpa lentera
timpanglah kini kekuatan jiwa

aku memang hampa
tapi aku tak ingin menyelam kelam terlalu lama
aku ingin tetap lebur di dalam cahaya

22 November 2010

Minggu, 21 November 2010

Sajak Cinta Bunga Melati

aku tak lupa siapa pertama menoreh luka
membunuh rasa
dengan mainan kata-kata

aku pun tak lupa siapa pertama mengobat luka
menumbuh rasa
dengan kesejukan kata-kata

dan ternyata
dalam ruang hati penuh bunga melati
merekah indah
kuncup tersenyum mesra

dan ternyata
cinta masih senantiasa dijaganya

21 November 2010