Selasa, 11 Januari 2011

Januari Basah

januari basah
namun tetap cerah dan ramah
sebuah sajak mengalir bergandeng dengan keriangan
lelehkan sungai jiwaku
entah ke arah mana menuju
namun semuanya terlihat lebih terang dari biasa
lebih bebas memilih harap yang paling diinginkan
setiap kata yang mengalir adalah satu keajaiban

kehilangan
tak lagi menjadi cerita mengerikan
keindahan pengalaman demi pengalaman
kedalaman perjuangan demi perjuangan
melangkah sepenuh kekuatan
menentang ego untuk keabadian

januari basah
kidung kehidupan tanpa ada kata menyerah

11 Januari 2011

Ini adalah pengalamanku tentang inspirasi dan semangat hidup, di sini, semua kata telah kubuka, bukan lagi sebuah rahasia, aku tak ragu bahwa aku harus kembali puluhan tahun ke belakang untuk menemukan siapa pun yang akan mengungkapkan kepadaku bahwa aku adalah miliknya...

Cha'unk El Fakir

Minggu, 09 Januari 2011

Ik Aacht Altijd Op Jou

pada setiap langkah yang kujejaki
pada setiap malam yang kulalui
selalu ada cinta yang tercipta untukmu
selalu ada rindu yang tergetar di sudut kalbu
selalu ada kagum yang terlahir dalam hatiku
untukmu yang selalu temani sendiriku
untukmu yang selalu melantunkan sajak-sajak putih
untuk sekadar mengubur sunyi
membenam dalam dan tersembunyi
tak tertandingi
pun tak pernah mati
melambung tinggi
luruhkan sepi hati

meski pada akhirnya harus juga aku sadari
tentang betapa hampanya langit-langit kamarku ini

* diambil dari Bahasa Belanda yang aku sendiri tak tahu apa artinya

09 Januari 2011

Jumat, 07 Januari 2011

Tempat Terakhir


meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu

lama sudah kau menemani langkah kaki
di sepanjang perjalanan hidup
penuh cerita
kau adalah bagian hidupku
dan aku pun menjadi bagian dalam hidupmu
yang tak terpisah

kau bagaikan angin di bawah sayapku
sendiri aku tak bisa seimbang
apa jadinya bila kau tak di sisi

meskipun aku di surga mungkin aku tak bahagia
bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

bila nanti aku kehilangan
mungkin itu hanya sesaat
karena kuyakin kita kan bertemu lagi

tanpamu
tak akan sama

-Padi

Download Lagu Padi - Tempat Terakhir.Mp3

Sampai Kapan


sampai kapan waktu kau sibakkan untukku
biar tak ada sekat yang menghalang pandanganku
biar tak ada rindu yang terus memanggil dari kedalaman palung kalbu
biar bisa kurebah dan kusandar pada keluasan cakrawalamu
membelah luka penantian pada desah senja
pada redup merah sinar mentari
pada tiupan-tiupan angin menuju malam
dan pada saat nanti
saat malam meninabobokan rintihan-rintihan kerisauan
dan pada ribuan kata yang telah kusulam di lubuk jiwa
segalanya
apa adanya
dan seutuhnya

hati ini
retak menepi
berharap kutemu jawaban pasti

07 Januari 2011

Kamis, 06 Januari 2011

Selamanya

sayangku,
dapatkah kau merasakan
betapa besarnya rasa cintaku untukmu
cintaku pernahkah kita menduga
di antara kita ada rasa mendalam

sayangku,
yakinlah akan cintaku
yang kupersembahkan seutuhnya untukmu
ooo kasihku jangan pernah kau ragukan
luasnya cintaku yang kuberi untukmu

genggamlah tanganku ini sayang
cintaku telah tertambat mati untukmu

selamanya...
hanya dirimu yang selalu ada dalam hatiku
selamanya...
tentang dirimu kau selalu hadir dalam mimpiku
engkau satu cintaku selamanya

genggamlah tanganku ini sayang
cintaku telah tertambat mati untukmu

-Ungu

Download Lagu Ungu - Selamanya.Mp3

Rabu, 05 Januari 2011

I Hope, Dream Will Come True

mimpi bagiku adalah awal segalanya, dengan mimpi, aku bisa meraih apa yang takkan mungkin bisa aku raih, aku sangat bersyukur karena lahir di bumi ini dari orang tua yang begitu berharga dan berpengaruh, orang-orang yang bagi hidupku kuanggap terlalu hebat, dan untuk menjadi hebat, mereka tak perlu ditampilkan dalam berbagai majalah atau layar televisi

dulu aku begitu dikagumi banyak kaum hawa, dan kini semuanya telah banyak berubah, namun meski begitu, kehidupanku telah sangat berbeda, dengan kesendirian ini, I think it's no problem, karena itu aku akan bisa meraih mimpiku tanpa seorang perempuan, dan saat itu, aku akan bangga melihat diriku yang sesungguhnya

inilah saatku, dan inilah tempatku, saat dan tempat di mana aku harus bisa meraih sekian banyak harapan untuk tahun ini, saat dan tempat yang telah Allah anugerahkan untukku, kurasa kini, aku telah cukup mampu untuk menjadi yang terbaik bagi siapa pun, maka aku pun yakin, suatu saat nanti, siapa pun akan memberi yang terbaik untukku

di tahun yang masih belia ini, ada sepercik harapan dan keyakinan kuat dalam diriku untuk bisa melanjutkan sekolah yang selama ini seakan tersendat-sendat, bahkan terlupakan, dan aku akan memulainya kembali untuk tahunku kali ini, hope dream will come true, amin.....

2011, tahun sejuta harapan

05 Januari 2011

Minggu, 02 Januari 2011

Rahasia Kehidupan


tak terasa
kita sudah kembali seperti di awal penantian
meniti alur liku-liku perjalanan
tertawa, menangis, bahagia, susah, dan senang
menjadi kecapan getir manisnya kehidupan
tapi cukup sadarkah kita
bahwa sesungguhnya kita sedang menghampiri sebuah perhentian?

siang dan malam
terus beradu setiap waktu
angin-anginnya mendampar
menyingkap tirai kedamaian rasa
keramaian dan kesepian
menyusur ketenteraman mentari di siang hari
keriuhan dan kesunyian
mengharung sepuas ketenangan malam

yang berlalu
tak pernah mampu kita renung maknanya
dan yang akan tiba
hanya bisa kita reka-reka
tanpa jemu, kita terus saja mengolah mimpi
tanpa tafsiran
melainkan harapan

teman,
hidup ini adalah perjuangan demi perjuangan
dan untuk menikmati keindahannya
kita tidak hanya diberi satu jalan

02 Januari 2010

Lihat di sini untuk membaca rahasia kehidupan yang lain, atau di sini

Sabtu, 01 Januari 2011

Penantian Kali Ketiga

di sinilah aku akan menunggu
menghitung kembali detak detik jarum jam di dinding
sekedar menuntaskan mimpi
mimpi yang belum sempat kutemui
sebab bagiku, kesendirian bukanlah masalah besar
aku masih percaya
masih akan selalu ada jalan keluar
dan takkan ada kegelapan dalam bentuk yang sempurna

aku memang telah kehilangan dirinya sejak lama
dan kesadaran ini sungguh memilukan
tapi sekarang, harapan akan kembali mempertemukan aku dengannya

01 Januari 2011

Jumat, 31 Desember 2010

Sabda Sepotong Jiwa


kala aku merasa telah separuh berhasil melewati masa-masa kritis hidupku, terbersit niat untuk menutup tahun dengan menulis sebuah tulisan pendek, tanpa ragu lagi, aku mencoba mewujudkannya melalui Sabda Sepotong Jiwa, namun sepertinya, ini hanya catatan tanpa makna, hanya secuil kisah yang merujuk pada tulisan-tulisan yang pernah kusimpan di sini, dengan sedikit dihiasi puisi-puisi kenangan sepanjang bergulirnya tahun ini

bersamaan dengan berjalannya waktu, semuanya akan menjadi pengalaman yang mengesankan, mengajariku akan arti hidup yang sesungguhnya, mengalir apa adanya, berdamai dengan keadaan, mantapkan hati dengan pasti, menuju tahun baru dengan jutaan mimpi, meski di sisi lain, jutaan hampa bermain-main dalam benak jiwa ini

JANUARI

entah untuk kali ke berapa, tahun akan kembali berganti, 2010 telah akan menggugurkan daun-daunnya, banyak jejak kupijak, langkah demi langkah menuntun hingga menemui ujungnya, bahkan kurasa, semuanya berjalan dengan penuh tergesa-gesa, banyak warna terlukis, banyak kisah yang tumpah menghias sepanjang tahun ini, suka dan duka, menggenang hiruk pikuk perasaan, namun sayang, aku telah banyak kehilangan puisi-puisiku di awal tahun, tampaknya terlalu sulit bagiku untuk dapat menemukannya kembali, hanya saja kuberharap selalu, semuanya tetap abadi menghias indah kehidupan ini


FEBRUARI

aku adalah aku, ego yang tak akan mampu kubahasakan sebagai sesuatu, yang pada titik lain tak akan ada yang dapat memberi nilai yang sesungguhnya atas sesuatu yang telah terjadi padaku, pun yang akan terjadi nanti

tapi rupanya penderitaanku baru dimulai di bulan ini, bulan yang selama ini selalu kuanggap sebagai bulan paling manis, dan itu terjadi tanpa pernah aku sadari sebelumnya, mungkin selang tiga puluh menit saja, aku harus memaksa diriku sendiri untuk mampu berucap selamat jalan, aku memang terlambat membaca, namun setelah kutahu kau tak harapkan aku lagi, kusadari kau telah benar-benar pergi

MARET

beruntung setelah kejadian itu, aku menemukan sahabat impianku, yang kubayangkan kehadirannya sebagai sebuah keajaiban bagiku, aku menangis di ujung pertemuan, dan karenanya aku makin sering berbicara dengan hatiku sendiri, memohon bahwa aku hanya ingin satu hari lagi denganmu


kalau saja aku masih bisa bersamamu, sekedar untuk melihat senyum indahmu, namun sepertinya semua telah tak berharga sama sekali, aku hanya ingin sedikit bercerita tentang kita, karena kurasa itu bisa benar-benar melekat dalam kenanganku, aku dan tiga sahabatku

APRIL

menyambut april, aku mencoba membangun sebuah harapan, di sinilah pertama kali aku menyimpan tulisan-tulisan dan puisi-puisi kenanganku di blog, biasa-biasa saja, hanya bermula karena aku tak ingin kehilangan puisi-puisiku lebih banyak lagi, kebetulan aku sedang tidak ingin bercinta lagi

putih hitam gambaran lalu kujadikan pengalaman, biarkanlah ia berlalu, berpalinglah..., dengan menautkan puisi-puisiku di sini, aku seperti dituntun untuk menemukan setitik harap di jalan gelap, sebelumnya aku tak tahu ke mana mesti melangkah, namun di ujung perjalanan, tekadku, teruslah berpuisi, dan tersenyumlah...


MEI

setelah detik yang harus kusudahi terlewati, sebuah harapan tumbuh, aku pergi meninggalkan kampang halaman, sebelum bunga-bunga berguguran, perjalanan ini memang tak pernah menjadi sempurna, namun inilah yang semestinya kulakukan, andai pintaku tak berlebihan, kumohon terimalah seikat kata maafku, untuk terus kulanjutkan merajut mimpi-mimpi

kelak,
bila pelayaranku tiba, pintaku, biarkan sajak-sajakku yang bicara, bicara tentang sebilah hati, juga tentang sebuah kerinduan, karena seharusnya aku tak merasakan kehilangan, meskipun dingin dalam kisah, namun kemudian aku terlalu cepat terjatuh dalam cinta, dari rindu yang terbaring di ranjang tidurku

dan untuk perempuan samar, tetaplah menjadi cahayaku, sedang senyummu di pelupuk mataku menjadi cahayamu, amor vincit omnia

JUNI

resah dan gelisah, setengah jalanku di luar kota seperti tak menemui kepastian, padahal semuanya telah aku lakukan, tapi mungkin terlalu terburu-buru aku menginginkan seorang gadis, saat mengeja rindu di jelang fajar, rindu tanpa nama, dalam puisi sepi yang hampir mati di awal hari, lantas kutulis sajak sebongkah rindu, dari hembusan rindu di keheningan malam, sepucuk rinduku di sepanjang jalanku...

JULI

seberapa lama lagi aku menjemput mimpi, semuanya seperti tiada guna lagi, jiwa meragu, hati diguncang bimbang, setelah kutemukan rindu kembali, rindu di celah waktu, rindu yang pernah menjadi kasidah di padang tandus, rindu yang belum jua habis

mahadewi,
kurenung dalam hening, masihkah kau rasakan rinduku memanggil-manggil namamu, sedang aku, di tempat yang lain, selalu, bayang wajahmu di pelupuk mataku, aku rindu...

AGUSTUS

buat melati,
bunga terindah yang pernah menghiasi hampir separuh usiaku, aku ingin menulis rindu yang lebih indah untukmu, sebagai kasidah rindu, karena aku butuh hangatmu malam ini, aku ingin menciummu bunga...

jasmine oh jasmine, dalam meniti hari, kusempatkan diri untuk terus menulisi sajak sajak kenangan, untuk kujadikan lagu di sudut kamar, menemaniku di hening malam, karena itu aku terus saja berpuisi...


SEPTEMBER

september mengalir, awalnya mungkin pertanda satu tangga pendewasaan, bukankah
telah kutemukan diriku kembali, aku dalam kata-kata, dan sesaat lagi, sebelum malam terakhir, akan kunyatakan sabda jiwaku yang terlahir dari hati, bahwa aku takkan pernah menyerah, dengan mimpi yang mungkin bisa dikatakan jauh, terlalu jauh bahkan

aku sedikit tahu, bila kekalahan adalah awal yang mutlak, maka keberhasilan harus menjadi akhir yang mutlak pula, katakan padaku siapa yang meragukan itu

OKTOBER

di sinilah aku semakin tegar berdiri, semua yang tampak tak bermakna dalam kisah yang terbaca, kubuang jauh-jauh, tentu saja tanpa sisa, sebab aku tak ingin cinta tersia kembali, namun sebaliknya, kuingin cinta tak sebatas kata

kau,
menghias oktober ini menjadi oktober terindahku, setia temani hari demi hari, bersama memandang hujan dalam kerinduan, kala hujan di sela senja, dan kala tiba malam, kita telah berada dalam pelukan melati

NOVEMBER

selepas oktober pergi, november bersemi, ia datang lagi, sementara aku telah terlalu banyak menghabiskan waktu dengan kata-kata, kepada malam, saat malam tersunyi, sebuah lamunan terhenti, aku selalu menyanyikan lagu sepi sebagai warna kehidupan malam-malamku, barangkali sebuah sajak cinta bunga melati, atau mungkin sebuah epilog kecil dari puisi yang tak jadi, tapi entah

terus terang, kini jiwaku begitu damai, dari jejak langkah kerinduan dawai-dawai senja...

DESEMBER

tak terasa langkah kita telah menjejak masa lalu, saat desember melaju, tak ada kalut walau sejenak dalam hening, telah aku sadari pada setiap detik yang berlalu, pasti akan selalu ada yang datang dan menghilang dalam catatan malam, yang bisa menjadi sebuah tangisan pagi, atau sebuah elegi

bunga,
maaf bila harus melupakanmu, suatu saat nanti, aku pasti kembali...

31 Desember 2010

lambaian tangan temani pijak langkah kaki
peluk erat jiwa mendekap segenap asa
tahun yang lalu adalah kenangan
tahun yang baru adalah harapan


(Cha'unk El Fakir)

Kamis, 30 Desember 2010

Menatap Tahun Baru

kembara demi kembara
mengantar langkah kaki pada ujung perjalanan
jauh, tanpa pernah kita duga
ada yang menemui indah
begitu pun sebaliknya
mereka menua bersama hembusan-hembusan nafas

lalu perjalanan adalah waktu
dan kata-kata, adalah pencatat setiap sejarah
yang seringkali begitu saja ditemui

lantas kita untai catatan-catatan itu
dengan putaran waktu yang tak berujung
dari tahun yang sebentar lagi berganti
berharap, semua titik indah di tahun muka
menari dalam hari demi hari
menjiwa bersama senja demi senja

dan jika harus mengulang tahun kembali
belajar dari jalan yang pernah dilalui
semoga banyak harapan bertabur di tempat tidur

30 Desember 2010

Selasa, 28 Desember 2010

Cahaya Malam

musim semi terasa indah
kala hatimu berkata
alunan jiwa

sejuk hati ini mendengarnya
sungguh termangu aku akan ketulusan hatimu
hingga merasuk ke dalam sukma

28 Desember 2010

Sabtu, 25 Desember 2010

Dalam Dilema

ada yang mendekap jiwaku dengan lembut
membelai dan menciumnya dengan hangat
penuh kasih sayang

haruskah kembali meleleh jiwaku ini?
atau kutolak seusai semua ini terjadi?

ah,
jiwaku berbelah dua
dan keduanya dalam dilema

25 Desember 2010

Hening

dari kejauhan
ada semacam hamparan bayang
tak henti-henti menggelombang
bertebar di dan ke segala mana mata memandang
menghela nafas panjang
menanti fajar mengundang

di sini
dalam semilir angin malam
yang selalu berselimut dingin tak berbilang
aku kehilangan perhentian
terpedaya teka-teki silang
yang tanpa kotak isian

aku
datang dan menghilang
di sela bimbang

25 Desember 2010

Kamis, 23 Desember 2010

Sejenak

mungkin,
sejenak pikiranku berubah menjadi bumi tercurahi hujan
saat mengenalmu, separuh rahasia diri memecah
ada kepingan-kepingan kebaikan yang terbaca
sinar wajahmu telah menuntunku ke sana
kala luka masih saja mendera jiwa

sambil menggerakkan hati
menyalakan kata dalam kertas-kertas hampa
merindukanmu dalam untaian-untaian asa
berdua melayar ke tepian samudera
melintas malam dihias binar-binar cahaya

23 Desember 2010

Rabu, 22 Desember 2010

Ibu

(sebuah persembahan untuk hari ibu)

ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia
dan ibuku merupakan sebutan terindah
kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa
ibu adalah segalanya, ibu adalah penegas kita di kala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista
ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi
siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya

alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya
matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian
bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan, bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya
pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian

ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud, penuh cinta dan kedamaian

-Kahlil Gibran