Minggu, 23 April 2006

Sayap-Sayap Cinta

relakanlah sayap cintamu
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua

tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....

23 April 2006

Selasa, 18 April 2006

Satu Dalam Puisi

untuk sebuah puisi
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi

baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya

ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....

18 April 2006

Jumat, 24 Maret 2006

Hadirmu...

hadirmu menyejukkan kalbuku
embunkah?...
aku tak tahu

hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu

yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....

24 Maret 2006

Kamis, 09 Februari 2006

Cahaya Cintamu

pada awalnya cintaku adalah cahaya
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih

karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku

bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela

kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....

"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."

08 Februari 2006

Senin, 30 Januari 2006

Bercinta dengan Puisi

kutulis rindu di penghujung januari
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?

kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba

sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....

30 Januari 2006

Senin, 16 Januari 2006

Tak Bisa

maaf...
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....

16 Januari 2006

Minggu, 01 Januari 2006

Tahun Baru Kelabu

akhirnya mentari pagi mulai menyapa mesra
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri

di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan

pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa

pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....

andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus

di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....

01 Januari 2006

Kamis, 29 Desember 2005

Terukir Senyummu

terukir senyummu yang selalu hiasi bibirmu
terucap bisikan rindu yang selalu bisa kurasakan

saatku di sisimu
kau tumbuhkan sejuta pesona
kau debarkan denyut jantungku

sayang,
biarlah aku singgah di hatimu
biarkan aku selalu dalam mimpimu
setulus hatimu kau inginkan
lewati hari-hari yang bermentari
tanpa sedikit pun luka mengiringi

29 Desember 2005

Senin, 26 Desember 2005

Pergilah...

-just for a beautiful gift from heaven

seperti kertas-kertas putih ini
kan kubiarkan hatiku dalam hampa
tak ada cerita
tak ada keluh kesah
tak ada bahagia

pergilah, bunga
aku akan rela
aku di sini akan baik-baik saja
jika memang bahagiamu ada pada dirinya
bukan di diriku

lantas,
aku hanya akan berbuat sesuatu untuk sesuatu
barangkali untuk seseorang yang aku cinta
seperti bunga
saat ia masih merindukanku senantiasa
dan mencintaiku apa adanya
dan ia masih selalu berharap
ada dalam damainya penjagaanku

terima kasih, bunga
untuk semua cinta, pengertian dan perhatianmu
aku akan selalu mencintaimu
dan kuharap rasa itu tak sirna jua dalam hatimu
selamanya

26 Desember 2005

Minggu, 25 Desember 2005

Luruh

ke manakah arahku
di manakah mimpiku
teruskah kumelangkah
tuk mencari jalanku
berhentikah?

di hati tampak terasa getar jiwaku
menanti datangnya cinta dalam dirimu

25 Desember 2005

Jumat, 23 Desember 2005

Cerita Kita

hujan,
membawa jejak-jejak kerinduan
memaksa seluruhnya menerbangkan
segenap harapan

cerita kita seperti luka
yang tak habis-habis
memuncak
kemudian usai

23 Desember 2005

Senin, 19 Desember 2005

Sebatas Kabut

segala yang ada
mungkin takkan pernah tersisa
saat kujalani semua ini
membuatku terpana akan segalanya

segala yang ada
segala yang indah
segala mimpi
tapi itu yang membuatku menyesali
hanya setitik kabut
dari semua mimpi
kini hanya menyisakan air mata
dari seribu kabut yang ada

19 Desember 2005

Kamis, 15 Desember 2005

Ada Rindu di Antara Kita


aku di sini
kau di sana
di tengah-tengah ada rindu
aku bingung
kamu bingung
kenapa bisa ada rindu ya.....

15 Desember 2005

Aku Harus Bagaimana

aku,
tak jemu merindukanmu
semuanya serba rahasia
dan istimewa
siapa sanggup menafsirkannya?

tapi,
jika aku merasa
tak berarti untukmu
mampukah kau yakinkan aku
untuk tetap mengharapkanmu?

juga,
pada akhirnya, mungkin
aku mesti rela melepaskanmu
untuk kembali bersamanya
aku harus bagaimana?

15 Desember 2005

Ternyata

ternyata,
tak mudah mengawal resah
melawan rasa dalam diri
namun terpaksa jua kutelan
sisa-sisa getir asmara
karena kenyataan yang ada kini
bukan sepotong mimpi yang sepi

15 Desember 2005