Jumat, 28 Juli 2006

Memburu Rindu

memburu merdu rindumu
rintangi gerimis dengan puisi-puisi
segala bisa
meskipun fana, tak pernah abadi

memburu merdu rindumu
membiasi rimbun dedaunan hati
di dahan jiwa
rekah melati indahkan hari
dengan cinta, dengan kedamaian

memburu merdu rindumu
di matamu yang sayu
karena setiap tatapmu binarkan kesunyian jiwa
meski ada yang tak bisa kubaca
antara mata dan jiwa
tentang cinta, tentang kedamaian

tapi aku terus memburu merdu rindumu
hingga pagi yang takkan pernah bisa kembali lagi.....

28 Juli 2006

Jumat, 14 Juli 2006

Dalam Kenangan

bunga,
di saat duka, kaulah teman setia
di saat sepi, kaulah penghibur hati
pelita jiwa

kini semua berlalu
yang tersisa tinggal kenangan
bersua sejenak
berpisah sekian lama
inikah jalan hidup kita?.....

14 Juli 2006

Minggu, 04 Juni 2006

Di Pagi Indah Ini

ada seberkas kerlip cahaya
di matamu yang tampak sayu
kala engkau memandang mentari
yang mulai muncul di ufuk timur
kau biarkan tetesan air embun pagi
membasahi elok tubuhmu
di kesejukan pagi seperti saat ini
kau telah menebar keharuman yang semerbak
hangatkan indahnya cinta.....

04 Juni 2006

Senin, 29 Mei 2006

Jadikan Hari Ini Indah

jadikan hari ini indah dan romantis
pandanglah hari ini dengan pandangan syahdu dan penuh cinta
pada mereka yang serba kekurangan
nyatakan hari ini adalah hari terbaik untuk bersedekah
pada mereka yang membutuhkan
jadikan hari ini indah bersama anak-anak yatim kesepian
dan fakir yang perlu uluran tangan
mari, ikutlah tersenyum bersama mereka
rasakan ia lebih dekat
sadari bahwa ia harus melekat dengan hati dan urat nadi kita

jadikan hari indah dan romantis
saatnya kita kunjungi guru, ulama, dan orang tua
agar mereka bisa menasihati dan mengisi batin kita dengan doa
hingga jiwa haru luruh air mata di pangkuannya

jadikan hari ini indah dan romantis
betapa saat ini adalah saat terbaik untuk membasuh diri
dengan taubat yang sebenar-benarnya
di hening malam bertaburan rahmat Illahiah

jadikanlah hari ini hari yang indah
dan paling romantis dalam hidup kita
untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi
dalam nauangan takwa dan ridha-Nya
rasakanlah saja.....

29 Mei 2006

Minggu, 23 April 2006

Sayap-Sayap Cinta

relakanlah sayap cintamu
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua

tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....

23 April 2006

Selasa, 18 April 2006

Satu Dalam Puisi

untuk sebuah puisi
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi

baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya

ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....

18 April 2006

Jumat, 24 Maret 2006

Hadirmu...

hadirmu menyejukkan kalbuku
embunkah?...
aku tak tahu

hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu

yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....

24 Maret 2006

Kamis, 09 Februari 2006

Cahaya Cintamu

pada awalnya cintaku adalah cahaya
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih

karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku

bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela

kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....

"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."

08 Februari 2006

Senin, 30 Januari 2006

Bercinta dengan Puisi

kutulis rindu di penghujung januari
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?

kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba

sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....

30 Januari 2006

Senin, 16 Januari 2006

Tak Bisa

maaf...
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....

16 Januari 2006

Minggu, 01 Januari 2006

Tahun Baru Kelabu

akhirnya mentari pagi mulai menyapa mesra
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri

di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan

pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa

pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....

andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus

di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....

01 Januari 2006

Kamis, 29 Desember 2005

Terukir Senyummu

terukir senyummu yang selalu hiasi bibirmu
terucap bisikan rindu yang selalu bisa kurasakan

saatku di sisimu
kau tumbuhkan sejuta pesona
kau debarkan denyut jantungku

sayang,
biarlah aku singgah di hatimu
biarkan aku selalu dalam mimpimu
setulus hatimu kau inginkan
lewati hari-hari yang bermentari
tanpa sedikit pun luka mengiringi

29 Desember 2005

Senin, 26 Desember 2005

Pergilah...

-just for a beautiful gift from heaven

seperti kertas-kertas putih ini
kan kubiarkan hatiku dalam hampa
tak ada cerita
tak ada keluh kesah
tak ada bahagia

pergilah, bunga
aku akan rela
aku di sini akan baik-baik saja
jika memang bahagiamu ada pada dirinya
bukan di diriku

lantas,
aku hanya akan berbuat sesuatu untuk sesuatu
barangkali untuk seseorang yang aku cinta
seperti bunga
saat ia masih merindukanku senantiasa
dan mencintaiku apa adanya
dan ia masih selalu berharap
ada dalam damainya penjagaanku

terima kasih, bunga
untuk semua cinta, pengertian dan perhatianmu
aku akan selalu mencintaimu
dan kuharap rasa itu tak sirna jua dalam hatimu
selamanya

26 Desember 2005

Minggu, 25 Desember 2005

Luruh

ke manakah arahku
di manakah mimpiku
teruskah kumelangkah
tuk mencari jalanku
berhentikah?

di hati tampak terasa getar jiwaku
menanti datangnya cinta dalam dirimu

25 Desember 2005

Jumat, 23 Desember 2005

Cerita Kita

hujan,
membawa jejak-jejak kerinduan
memaksa seluruhnya menerbangkan
segenap harapan

cerita kita seperti luka
yang tak habis-habis
memuncak
kemudian usai

23 Desember 2005