malam ini aku berharap, sangat berharap
kau merindukan hadirku
di setiap hela nafasmu
sama seperti aku merindukanmu setiap waktu
meski tak terucap
aku akan sangat bahagia
bila ternyata kita punya rindu yang sama
biar aku tak merasa sendiri
temani aku, dinda
habiskan malam gelisahku ini.....
29 September 2006
Jumat, 29 September 2006
Kamis, 21 September 2006
Aku Ini Seperti Ini
kalau saja masa ini bukan sebuah harapan
mungkin bukan hanya waktu yang ingin kuhentikan
pedih ini juga akan kutimbunkan
karena ini terlalu sepi
terlalu sunyi untuk kujadikan catatan
di hari nanti
aku ini seperti ini
seperti pagi yang tak pernah terhampiri
dan tetap seperti ini
bila ingin mendekap sang mentari
menjemur pagi hingga darah ini tak lagi berarti
karena aku ini seperti ini
dan akan terus seperti ini.....
21 September 2006
mungkin bukan hanya waktu yang ingin kuhentikan
pedih ini juga akan kutimbunkan
karena ini terlalu sepi
terlalu sunyi untuk kujadikan catatan
di hari nanti
aku ini seperti ini
seperti pagi yang tak pernah terhampiri
dan tetap seperti ini
bila ingin mendekap sang mentari
menjemur pagi hingga darah ini tak lagi berarti
karena aku ini seperti ini
dan akan terus seperti ini.....
21 September 2006
Selasa, 15 Agustus 2006
Pasrah
berulang kali aku mencoba tuk mengisi kehampaan di jiwa
namun apa yang kudapat selain goresan luka yang sangat pedih
kini kucoba untuk menyembuhkan goresan luka itu
namun rasanya begitu sulit
dan aku tak tahu dengan apa aku harus mengobatinya
mungkin satu-satunya pilihan
aku hanya bisa berserah diri
dengan kenyataan yang kudapati kini
kadang aku bertanya-tanya
adakah cinta yang indah untukku
aku selalu mengharapkannya
tapi harapan itu mulai sirna
saat tahu seseorang yang kucintai
tak sepenuhnya mencintaiku.....
-mega
15 Agustus 2006
namun apa yang kudapat selain goresan luka yang sangat pedih
kini kucoba untuk menyembuhkan goresan luka itu
namun rasanya begitu sulit
dan aku tak tahu dengan apa aku harus mengobatinya
mungkin satu-satunya pilihan
aku hanya bisa berserah diri
dengan kenyataan yang kudapati kini
kadang aku bertanya-tanya
adakah cinta yang indah untukku
aku selalu mengharapkannya
tapi harapan itu mulai sirna
saat tahu seseorang yang kucintai
tak sepenuhnya mencintaiku.....
-mega
15 Agustus 2006
Rabu, 02 Agustus 2006
Aku Membutuhkanmu
aku membutuhkanmu, bunga
aku tak siap berdiri sendiri
aku perlu tanganmu untuk kugenggam
aku butuh hangat sentuh lembut jiwamu
dalam duniaku yang kian sepi
dingin
aku membutuhkanmu, bunga
seperti dulu
peluklah aku hari demi hari
sebab dengan pelukanmu dalam rebah tubuhku
aku akan tahu
aku takkan pernah bisa terpisahkan
02 Agustus 2006
aku tak siap berdiri sendiri
aku perlu tanganmu untuk kugenggam
aku butuh hangat sentuh lembut jiwamu
dalam duniaku yang kian sepi
dingin
aku membutuhkanmu, bunga
seperti dulu
peluklah aku hari demi hari
sebab dengan pelukanmu dalam rebah tubuhku
aku akan tahu
aku takkan pernah bisa terpisahkan
02 Agustus 2006
Jumat, 28 Juli 2006
Memburu Rindu
memburu merdu rindumu
rintangi gerimis dengan puisi-puisi
segala bisa
meskipun fana, tak pernah abadi
memburu merdu rindumu
membiasi rimbun dedaunan hati
di dahan jiwa
rekah melati indahkan hari
dengan cinta, dengan kedamaian
memburu merdu rindumu
di matamu yang sayu
karena setiap tatapmu binarkan kesunyian jiwa
meski ada yang tak bisa kubaca
antara mata dan jiwa
tentang cinta, tentang kedamaian
tapi aku terus memburu merdu rindumu
hingga pagi yang takkan pernah bisa kembali lagi.....
28 Juli 2006
rintangi gerimis dengan puisi-puisi
segala bisa
meskipun fana, tak pernah abadi
memburu merdu rindumu
membiasi rimbun dedaunan hati
di dahan jiwa
rekah melati indahkan hari
dengan cinta, dengan kedamaian
memburu merdu rindumu
di matamu yang sayu
karena setiap tatapmu binarkan kesunyian jiwa
meski ada yang tak bisa kubaca
antara mata dan jiwa
tentang cinta, tentang kedamaian
tapi aku terus memburu merdu rindumu
hingga pagi yang takkan pernah bisa kembali lagi.....
28 Juli 2006
Jumat, 14 Juli 2006
Dalam Kenangan
bunga,
di saat duka, kaulah teman setia
di saat sepi, kaulah penghibur hati
pelita jiwa
kini semua berlalu
yang tersisa tinggal kenangan
bersua sejenak
berpisah sekian lama
inikah jalan hidup kita?.....
14 Juli 2006
di saat duka, kaulah teman setia
di saat sepi, kaulah penghibur hati
pelita jiwa
kini semua berlalu
yang tersisa tinggal kenangan
bersua sejenak
berpisah sekian lama
inikah jalan hidup kita?.....
14 Juli 2006
Minggu, 04 Juni 2006
Di Pagi Indah Ini
ada seberkas kerlip cahaya
di matamu yang tampak sayu
kala engkau memandang mentari
yang mulai muncul di ufuk timur
kau biarkan tetesan air embun pagi
membasahi elok tubuhmu
di kesejukan pagi seperti saat ini
kau telah menebar keharuman yang semerbak
hangatkan indahnya cinta.....
04 Juni 2006
di matamu yang tampak sayu
kala engkau memandang mentari
yang mulai muncul di ufuk timur
kau biarkan tetesan air embun pagi
membasahi elok tubuhmu
di kesejukan pagi seperti saat ini
kau telah menebar keharuman yang semerbak
hangatkan indahnya cinta.....
04 Juni 2006
Senin, 29 Mei 2006
Jadikan Hari Ini Indah
jadikan hari ini indah dan romantis
pandanglah hari ini dengan pandangan syahdu dan penuh cinta
pada mereka yang serba kekurangan
nyatakan hari ini adalah hari terbaik untuk bersedekah
pada mereka yang membutuhkan
jadikan hari ini indah bersama anak-anak yatim kesepian
dan fakir yang perlu uluran tangan
mari, ikutlah tersenyum bersama mereka
rasakan ia lebih dekat
sadari bahwa ia harus melekat dengan hati dan urat nadi kita
jadikan hari indah dan romantis
saatnya kita kunjungi guru, ulama, dan orang tua
agar mereka bisa menasihati dan mengisi batin kita dengan doa
hingga jiwa haru luruh air mata di pangkuannya
jadikan hari ini indah dan romantis
betapa saat ini adalah saat terbaik untuk membasuh diri
dengan taubat yang sebenar-benarnya
di hening malam bertaburan rahmat Illahiah
jadikanlah hari ini hari yang indah
dan paling romantis dalam hidup kita
untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi
dalam nauangan takwa dan ridha-Nya
rasakanlah saja.....
29 Mei 2006
pandanglah hari ini dengan pandangan syahdu dan penuh cinta
pada mereka yang serba kekurangan
nyatakan hari ini adalah hari terbaik untuk bersedekah
pada mereka yang membutuhkan
jadikan hari ini indah bersama anak-anak yatim kesepian
dan fakir yang perlu uluran tangan
mari, ikutlah tersenyum bersama mereka
rasakan ia lebih dekat
sadari bahwa ia harus melekat dengan hati dan urat nadi kita
jadikan hari indah dan romantis
saatnya kita kunjungi guru, ulama, dan orang tua
agar mereka bisa menasihati dan mengisi batin kita dengan doa
hingga jiwa haru luruh air mata di pangkuannya
jadikan hari ini indah dan romantis
betapa saat ini adalah saat terbaik untuk membasuh diri
dengan taubat yang sebenar-benarnya
di hening malam bertaburan rahmat Illahiah
jadikanlah hari ini hari yang indah
dan paling romantis dalam hidup kita
untuk merubah diri menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi
dalam nauangan takwa dan ridha-Nya
rasakanlah saja.....
29 Mei 2006
Minggu, 23 April 2006
Sayap-Sayap Cinta
relakanlah sayap cintamu
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua
tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....
23 April 2006
yang hanyut terbuang di telaga biru
meski rinduku ingin memburunya
dengan sayap-sayap yang utuh
ia kan terkapar jua
tapi,
masih adakah semilir angina dan kesejukan
untuk kita mengundang musim semi kembali
dan bersama kita bernyanyi lagi?.....
23 April 2006
Selasa, 18 April 2006
Satu Dalam Puisi
untuk sebuah puisi
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi
baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya
ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....
18 April 2006
setangkai melati masih indah merekah di kamar hati
ketika kelopak-kelopak mawar mengabari
seraya melayang menjauh pergi
dan tak lagi jadi bagian dari puisi
baru kemarin pagi mungkin namamu kukenal
baru kemarin juga kumulai mengeja titik-titik keindahanmu
kini kau telah menjadi bait dalam puisi-puisiku
kala waktu memapahku menjelma dalam kebiruannya
ini waktu yang berkata
sedang kita tak pernah saling tahu
aku dan kau entahlah apa
tapi telah satu dalam puisi.....
18 April 2006
Jumat, 24 Maret 2006
Hadirmu...
hadirmu menyejukkan kalbuku
embunkah?...
aku tak tahu
hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu
yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....
24 Maret 2006
embunkah?...
aku tak tahu
hadirmu mewarnai hidupku
pelangikah?...
aku tak tahu
yang kutahu
kau hadir dalam setiap gerak langkahku.....
24 Maret 2006
Kamis, 09 Februari 2006
Cahaya Cintamu
pada awalnya cintaku adalah cahaya
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih
karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku
bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela
kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....
"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."
08 Februari 2006
sebuah kekaguman akan keberadaanmu yang seadanya
tak kurang dan tak lebih
karena itu
aku tak pernah mampu membayangkan wajahmu
lantaran kau adalah cintaku
bagaimana mungkin aku akan melukismu
melukis cahayamu dengan sempurna
pada kanvas hati penuh cela
kupikir,
melukis cahayamu mesti dari segala arah mata angin
dan sekali lagi
aku tak memiliki kemampuan untuk itu.....
"Cinta tak kasat mata, tak dapat dilihat atau pun diukur, tapi cukup kuat untuk mengubah manusia dalam sekejap."
08 Februari 2006
Senin, 30 Januari 2006
Bercinta dengan Puisi
kutulis rindu di penghujung januari
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?
kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba
sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....
30 Januari 2006
kutulis tanpa sedikit pun ragu di dalamnya
akankah rindu menjelma cinta yang baru
saat rasa ini telah sedemikian menjauh bersama waktu?
kutuang memori dalam lembar-lembar kertas
ketika tak jua siapa berani menulisnya
aku sendiri tersudut kabut-kabut
terjepit waktu
memeluk siang dan malam
memanggilmu
memanggilmu
tanpa berani berharap tiba
sesungguhnya
aku sedang membutuhkan banyak puisi
tentang sisa asa dan patah hati
betapa jiwa nelangsa
selalu bercinta dengan kata-kata
dalam kamar hampa.....
30 Januari 2006
Senin, 16 Januari 2006
Tak Bisa
maaf...
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....
16 Januari 2006
aku tak bisa
sungguh tidak bisa
aku sudah mencobanya
separuh tahun ini aku mencoba
tapi tak bisa.....
16 Januari 2006
Minggu, 01 Januari 2006
Tahun Baru Kelabu
akhirnya mentari pagi mulai menyapa mesra
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri
di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan
pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa
pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....
andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus
di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....
01 Januari 2006
saat jiwa ini masih lelap tertidur manja
dengan sekejap harap
aku tertegun
lantas membangunkan mimpi-mimpi dalam naluri
mencoba berdiri
warnai hari bersama pagi berseri
di ujung sana
masih terlihat indahnya kilauan kembang api
menghias jiwa dengan penuh cahaya dan lembutnya cinta
sesekali, kilauan itu memancarkan percikan warnanya
menawarkan seuntai kisah dalam lamunan
pagi,
sebuah jalan hidup yang selalu kunikmati setiap hari
kau bagai sebuah cinta yang selalu kuresapi
tapi entahlah….
kini telah kurasa lain
aku tak tahu mengapa
pagi,
kadang aku jemu dengan kepekatanku sendiri
kadang ingin teriak sekeras hati
tapi siapa lagi
siapa lagi yang akan peduli dengan jerit hati ini
siapa jua yang mampu dengarkan kerasnya suara hati ini
siapa?.....
andai kau masih di sisiku
mungkin tahun baru ini akan membiru, takkan kelabu
tapi semua hanyalah debu
biarlah pagi ini kulewati tanpamu
walau kusadari benar
jiwa ini tandus laksana gugurnya dedaunan pinus
di tahun baru kelabu ini
kucoretkan sepucuk syair biru
agar sinar mentari tetap merona
biarkan cerahnya menemaniku
meski hanya dengan bayangmu kulalui tahun baruku
aku percaya, suatu saat nanti
kan kutemui sebaris jawaban indah
dari sepucuk syair biruku ini
sebuah awal perjalanan.....
01 Januari 2006
Langganan:
Postingan (Atom)