Kamis, 13 Mei 2010

Tak Pernah Menjadi Sempurna

biasanya pada setiap imaji
engkau di sini
membangun irama hati
sekalian lebur ke dalam puisi

kini tak lagi

13 Mei 2010

Seharusnya Aku Tak Merasakan Kehilangan

aku merasa begitu sendirian
demikian lelah, bahkan untuk sekedar berpikir
tak pernah kubayangkan sebelumnya
bahwa hidupku bisa terasa begitu hampa

barangkali karena kini aku tahu
kau takkan pernah kembali lagi seperti dulu
kau akan menikah
dan akan memiliki kehidupanmu sendiri
kau takkan ada lagi untukku
untuk menghiburku saatku kesepian
untuk memberi senyum saat aku membutuhkan
atau mungkin untuk sadarkan diriku saatku mengangankanmu
kau takkan pernah ada lagi untuk apa pun bagiku

sungguh...
sedikit pun tak pernah kubayangkan
suatu saat kau akan pergi dari hidupku
aku hanya selalu membayangkan
bahwa kau akan selalu ada untukku
dan aku selalu saja percaya
bahwa selamanya aku takkan pernah kehilangan dirimu
aku tak tahu mengapa
aku sungguh tak pernah mampu untuk membayangkan
bagaimana hidupku tanpa dirimu

dengan penuh sesalan
kusadari bahwa kini aku kehilangan
mestinya dulu tak kubiarkan diri serapuh ini
menjadi begitu bergantung akan dirimu
menjadi terbiasa akan hadirmu pada hari-hariku
ah, keterlambatan sesalan

seharusnya aku tak merasakan kehilangan ini
karena kau memang bukan milikku
bukan bagian dari urat nadiku
juga karena kau bukan siapa-siapa bagiku

13 Mei 2010

Rabu, 12 Mei 2010

Amor Vincit Omnia

keriuhan angin malam
keramahan kertas-kertas putih
keceriaan tinta-tinta pena
kemesraan secangkir kopi susu
dan keakraban batang demi batang rokok
menyatu padu
membentuk setangkup kekuatan maha dahsyat
tak terlewatkan

12 Mei 2010

Senin, 10 Mei 2010

Bila Pelayaranku Tiba

belum jua sampai di pelabuhan
cintamu yang menjadi sampan
merobek-robek layar perjalananku
tiada lagi kemudi
dan kau biarkan aku merana
di tengah samudera seperti ini
seperti tak ingat betapa jauh perjalanan yang telah dilintasi
tangan-tanganku mati
tak lagi mampu menulisi hati

kusadari,
banyak ombak menghapus segala rasa
perlahan-lahan
mengikis kenangan-kenangan
lantas kita tak lagi sehaluan

belum jua sampai di pelabuhan
tiba-tiba gemuruh memeluk raga
tapi kau tak setia
menyerahkan hati pada ombak kecil yang menyapa
samudera ini luas terbentang, sayang...
aku tak bisa pulang
mungkin juga tak dapat kulanjutkan

bila nanti pelayaranku tiba
dengan sampan cinta dan kesetiaan
aku ingin membelah banyak rahasia
sekaligus menghancurkan banyak kenangan
sepanjang perjalanan
yang kini tinggal harapan
tapi tak ada kebencian

dan bila nanti pelayaranku tiba
takkan lagi aku meminta-minta

10 Mei 2010

Minggu, 09 Mei 2010

Bunga-bunga Berguguran

kini bunga-bunga berguguran sudah
padahal dulu pernah begitu indah merekah
menghiasi taman-taman hati
siang malam mengabarkan cinta
pada setiap rongga-rongga jiwa
meneteskan rindu
meski terselip aroma duka

musim telah banyak berganti
waktu tak pernah berhenti berlari
tak terasa bunga-bunga berguguran
di taman yang tak lagi menawan
akankah menumbuh kembali
di hati yang tak mampu terbang sendiri?

09 Mei 2010

Jumat, 07 Mei 2010

Sebilah Rasa di Lembar Pertama

sebilah rasa di lembar pertama
mengisi halaman paling muka
dengan sebaris lafadz bismillah
tiada lain kata
tiada tambahan apa pun jua
kau pasti dapat membacanya
kau pasti dapat merasakannya

07 Mei 2010

Kamis, 06 Mei 2010

Lukisan Seraut Wajah

lukisan seraut wajah
mengajakku berbicara
bergurau senda
ia pandai membuat senyum di bibirku
menjadikan mataku dapat mendengar sesuatu
tertanam dalam pengertian bahasanya sendiri
di ruang benakku ini
membawa kelahiran sebuah hati
hati yang diterangi cinta
cinta yang dipenuhi rindu

lukisan seraut wajah
akankah ia berubah nyata?.....

06 Mei 2010

Rabu, 05 Mei 2010

Kisah

ada yang tertinggalkan
ada yang terlewatkan
saat segala telah mengabut
sementara kita terus saja berlalu

05 Mei 2010

Selasa, 04 Mei 2010

Dingin

ternyata,
dingin memiliki beribu cara untuk bertebaran
bermain-main dengan gelisahku
seperti sekawanan rindu
yang mengiris-iris ulu hati
menusuk celah-celah jiwa
yang tiada berpenghangat

dingin ini menggumpal
membumbung setiap kali kuhembuskan nafas
padahal aku tak pernah bercakap lagi dengannya
bahkan menghalaunya jauh-jauh
kala hasrat pikir mengeluh
seperti kepulan-kepulan asap berlarian
memudar kepiluan

dingin ini menggigilkanku
entah, inikah tempat yang semestinya ia tuju
padahal mungkin ada yang sengaja keluar kamar
hanya sekedar untuk menikmatinya?

dingin memang memiliki beribu jalan
siapa pun dapat merasakan
tak pandang keadaan
aku, yang sepi sama sekali
tak mampu menyembunyikan diri
dingin tetap kerap menyembul di permukaan hati
memaksa seluruhnya menghening
sepi

04 Mei 2010

Minggu, 02 Mei 2010

Tentang Sebilah Hati

ada yang selalu membuatku resah
kala usia kurasa semakin pasrah
dan hari demi hari kupikir telah mulai menepi

pada sebilah hati ini
selalu saja ada yang dinanti
apa dan siapa pun jua
untuk kita barangkali

bila nanti telah tiba semacam kepastian
segera atau pun perlahan
kuyakin kan sampai di ambang pintunya
hanya pilihan kehendak hati
melintasi atau berhenti

aku telah berjanji
bahwa segala tak boleh usai di sini
melerai mimpi-mimpi
mengulur saat dari pagi ke pagi, selesai
di sini semuanya cuma lewat sesaat
tak ada yang abadi

aku sangat menyadari
bahwa aku tak dapat lagi melebur dengan dunia ini
tanpa terkotori
sebagaimana aku tak dapat menyelami air
tanpa terbasahi
ketentuan yang tak mampu kukeliti

karena itu
aku harus dapat bertahan di sini
menikmati tiupan angin takdirku sendiri
dan tak segera pergi
meski aku tak pernah mengerti
bilamana mimpi hampiri sebilah hati

02 Mei 2010

Adakah...

adakah...
damai malam ini menampung kerinduan
yang selalu saja kutanam dan kutitipkan
pada angin-angin yang manja
sampai mengeram banyak kata-kata
jiwa yang meronta?

senja telah lama meluruh
menyisakan sebuah angan sebagai santapan
dalam ruang malam yang merindu hujan
tapi adakah...
adakah gelap yang datang menyelimut
menampung rindu selaut
dari ladang hati yang semakin menciut?

telah kubiar semua kenangan menjadi repihan
kadung runtuh mimpi-mimpi indah
kubiar mereka melebur bersenyawa di dasar lembah

kini nadi-nadi kurasa memanggil kembali
kerinduan yang tertetaskan jua dalam hati
hanya saja belum begitu pasti
tapi enggan jua pergi
maka lekas kukemas dalam puisi
pada malam yang damai begini
tapi adakah...
adakah gelap merangkum dan menyimpanya rapi-rapi
masalahnya rindu telah lagi menggaris hati
aku takut kembali terseret fantasi-fantasi
sampai kehilangan pagi

malam,
adakah?...

02 Mei 2010

Jumat, 30 April 2010

Siapa Punya Setia

siapa punya setia
terlahir dari keramahan jiwa
tertanam dalam kelemahlembutan kata
biar kubeli berapa pun rupiah
untuk hati yang masih merah berdarah-darah?

pernah kudengar dendangan cinta suatu waktu
dibalut mesra sajak-sajak merdu
berhiaskan rindu
kala terang purnama ternyata hanya memerih pilu
sayang tak kutemukan setia di situ
kekasihku berlalu
hatiku membeku

kini kupikir
ini sebuah tawaran hebat tanpa ragu
yang bisa saja saat nanti menjauh
terhembus angin tak tentu

30 April 2010

Berpalinglah...

terlalu sunyi
terlalu getir
tiada pangkal jalan
bagaimana dengan ujungnya?

aku masih berdiri dengan setia
berjalan sendiri di jalan ini
jauh melepas nama dan bayangmu
meski ujung jalannya tak tergambar
ruas dan kelokannya tak terbaca
aku berserah
untuk hari yang kujanjikan
kutemui nanti

berpalinglah, dinda
berlalulah dengan bahagiamu
sampai ujung jalan ini
aku akan tetap dengan setiaku

30 April 2010

Kamis, 29 April 2010

Jangan Pulangkan Rindumu Padaku

bayangmu membuatku resah
ia senantiasa mengurungku
memenjarakanku di balik terali besi
resah bersemayam, lantas mengeram
dan bermalam-malam mulai terasa memendam

bayangmu adalah keresahan
yang meluap-luap di dasar pikiranku
yang memukul-mukul urat nadiku
tiada kelembutan sama sekali
tapi sangat sulit untuk tidak kunikmati
dalam keterjagaanku sendiri

bayangmu ibarat sembilu tak bermata
melanglang buana di sudut-sudut kamar
bercanda di saat sayup-sayup senja
dan merebah rasa di bawah gelap malam
membuatku kian resah dan gelisah

jiwaku memang tanpa dinding
tiada langit-langit
tanpa atap tanpa pintu
sebagaimana adanya yang aku mau
dulu kau sempat menikmatinya sekedar
sebelum akhirnya tiada lagi berdaya
dan pergi bebas ke mana-mana
dengan meninggalkan sebuah pesan
yang sarat dengan sakit dan luka yang teramat dalam
dan teramat banyak

aku mengerti dengan kepergianmu
hingga dalam jiwaku yang tersisa hanya luka
aku tahu kau masih dipuji dan dipuja
tak sepertiku, sepucuk kesetiaan yang berbuah hampa
tak cukup tangguh dengan keadaan yang menyiksa

kini bayangmu kembali menginjak-injak nurani
aku terima
lantas keresahan membentengi sekeliling kamar hati
tak ada berontak, aku senantiasa menikmatinya
karena aku merasa ada setitik rindu
kecintaan yang tak jemu
berjuta rasa yang pernah bersandar di kalbu
semoga itu benar-benar dirimu

hanya saja yang kupinta
jangan pulangkan rindumu padaku

29 April 2010

Rabu, 28 April 2010

Sedang Tidak Ingin Bercinta

nun jauh di ranah sunyi
aku yang dulu pernah menyakiti, mungkin
berubah menjadi aku yang tersakiti
aku yang harap akan terobati
menanti datangnya seorang dara dalam keseorangan
tapi kini, kalau sudah begini
akan sia-siakah penantianku?

aku tak tahu
aku hanya tahu bahwa aku harus terus mencari
bersama panjangnya puisi-puisiku
barangkali juga bersama perempuan yang akan setia menemaniku
tapi adakah…
adakah ia pengganti kekasihku yang hilang
entahlah, tapi semoga

malam ini
sepenuhnya aku terlarut dalam sebuah renungan
sebab esok atau lusa
mungkin aku sudah tiada
tiada lagi di sini, di tempat ini
mungkin aku harus kembali
kembali ke ranah sunyi nan abadi
dengan kesia-siaan hari demi hari
yang sekian lama aku singgahi

kubuang jauh kekasihku yang telah lama hilang
namanya meredup kian dalam
berharap akan membuat nafasku menjadi lebih panjang
meski masih terlalu menyakitkan
sebab tak ada lagi harapan
bahkan hanya untuk sekedar bertahan

impian yang selama ini menggantung tinggi
yang mampu membuatku tetap berdiri
dari sergapan-sergapan penjuru waktu
sedikit terangi jalanku hingga kini
hanya mungkin masih tertaut pada satu petunjuk
yang lagi-lagi mesti aku cari-cari
tapi…
akankah ini berujung pada sebuah nama
ataukah sia-sia?

yang telah pasti
jujur kukatakan bahwa aku sedang tidak ingin bercinta
dan memang sudah tak bisa bercinta
dan tentu
ini lain sesuatu dari masa-masa yang telah berlalu
kuharap begitu

28 April 2010