Kamis, 19 Agustus 2010

Lagu di Sudut Kamar

kadang Engkau kurasakan dekat
merasuki lingkar pandang naluri
saat kulantun ayat demi ayat suci
mewakili lirik syair nurani

aku rindu Engkau, Ya Rabbi
pemecah segenap teka-teki
dan akan selalu ada janji
untuk indahnya jalanku nanti

kini aku mencari makna
dari semilir angin mengantar asa
dengan doa-doa tak pernah sirna
seumpama kasidah-kasidah cinta
aku ingin selalu menanam benih
dalam ramah dan penuh rendah hati
hingga dari batin berucap
:amin...

19 Agustus 2010

Selasa, 17 Agustus 2010

Laa Haula Wa Laa Quwwata

sepanjang sunyi yang terlewati
entah mengapa, selalu ada rindu menghampiri
bumiku terasa telah semakin sepi
tertinggal hilangnya kyai demi kyai
kepergian mereka memang termaknai
tapi adakah, yang mereka tinggalkan jua termaknai
kini negeriku merayakan kemenangannya
tapi sadarkah, penjajahan meraja di mana-mana
sungguh-sungguh merdekakah kita?

renungkanlah...
kita telah lupakan pentingnya kehadiran ulama
mereka telah banyak memberi guna tiada tara
hanya ilmunya mungkin turut melambaikan tangan
tanpa mereka bumiku terasa semakin hampa
aku tak sempat membalas lambaiannya
tak cukup mampu sesungguhnya
hanya saja semoga
fatihahku tetap mengalir deras secepat kereta
dengan doa-doa apa adanya
berharap bila kelak tiba masanya
kita bertemu kembali di satu sua

aku yang masih ada
tiada sedikit kuat dan daya
melainkan dengan kebesaran-Nya

17 Agustus 2010

Kembara Batin

jauh di lubuk hati
kutemui tepian sunyi
tepian dengan nyiur-nyiur tinggi
yang ranting dan dahannya setia menyaksi
kisah-kisah yang menjadi kenangan kini

terus kulayari sampai membenam
segenap gelora benci dan dendam
pada satu senja di jelang malam
meliuk-liuk karam
lantas lenyap ke balik kelam

sunyi ini ya rabbi
sudah sepantasnya berpikir untuk pergi
dan jangan berharap kembali lagi
untuk malam damai seperti ini

meski begitu, sungguh
aku takkan coba mengeliti sunyi
biarkan ia tetap hidup di kamar hati
asal kekhusyukan tetap berapi
menyebut nama-Mu tiada henti

17 Agustus 2010

Sabtu, 14 Agustus 2010

Jasmine Oh Jasmine

di tengah sepi menyapa diri
aku rindukan sejarah terukir kembali
bersama nota seputih melati
dan tinta mengalir setulus hati
sebuah kisah yang dulu pernah sampai ke pucuk langit
menari-nari seindah lengkung pelangi

jasmine...
jika ada kerinduan yang sama di satu masa
yang terus mengiringi jejak usia dengan cinta
aku hanya ingin meminta
biarkan hati tetap menyala
menerang sepi gulita jiwa

14 Agustus 2010

Kamis, 12 Agustus 2010

Surat Kecil Untuk M

maafkan aku
aku tak pernah bermaksud menyalahkanmu
mungkin aku sendiri yang terlalu memaksa diri
karena selama ini aku selalu mengejar bayangmu
hanya untuk satu
:aku ingin menipiskan beda yang ada di antara kita

mungkin seharusnya
aku yang lebih dulu membuka mata
cinta ini tak boleh buta
cinta ini harus nyata
aku siapa, kamu siapa
kita memang tak perlu meniadakan kenyataan ini

sekali lagi
maafkan aku...

12 Agustus 2010

Rabu, 11 Agustus 2010

Maafkan Aku

tak bisa kulupa saat-saat indah bersamamu
semua cerita, mungkin kini hanya tinggal kenangan
kuharus pergi meninggalkanmu di dalam sepiku
bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
maafkan aku...

maafkan aku yang tak bisa menunggu hatimu
lupakan saja diriku untuk selama-lamanya
kuharus pergi meninggalkanmu di dalam sepiku
bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
maafkan aku...

tidurlah sayangku, mentari telah menunggu
sambutlah pagi nanti dengan hati tersenyum
bermimpilah cinta dengan segenap rasa
kini tibalah saatnya kita harus berpisah

-Enda "Ungu"

11 Agustus 2010

Selasa, 10 Agustus 2010

Selamat Ramadhan, Kawan


kawan, sudah ramadhan lagi
belum juga tibakah saatnya kita menunduk
memandang diri sendiri
bercermin firman Alloh sebelum kita dihisab-Nya

kawan,
siapakah kita ini sebenarnya
musliminkah?
mukmininkah?
umat Muhammadkah kita?
khairu ummatinkah kita?
atau kita sama saja dengan makhluk lain?

iman kita kepada Alloh dan yang ghaib
rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan
lebih pipih dari kain rok perempuan
syahadat kita rasanya seperti perut bedug
kosong tak berdaya
sholat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu
lebih cepat daripada menghirup kopi panas
doa kita setelahnya, justru lebih serius
kita memohon hidup enak di dunia dan bahagia di surga
puasa kita rasanya sekadar mengubah jadwal makan minum dan saat istirahat
tanpa menggeser acara buat syahwat
tanpa merasa memikirkan saudara-saudara kita yang melarat
zakat kita jauh lebih dari berat terasa
dibanding tukang becak melepas penghasilannya
untuk kupon undian yang sia-sia
haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri
mencari pengalaman spiritual dan material
membuang uang kecil dan dosa besar
lalu pulang membawa label suci asli made in saudi
:haji

kawan, tak terasa kita memang semakin pintar
paling tidak kita semakin pintar berdalih
selamat ramadhan, kawan
belum juga tibakah saatnya kita menunduk
memandang diri sendiri

10 Agustus 2010

Sabtu, 07 Agustus 2010

Menulis Rindu yang Lebih Indah

kali ini aku akan bercerita kepadamu
tentang betapa indahnya menuliskan rindu
saat tersentuh bayang-bayang wajahmu
setelah malam lepas jam sepuluh
pada agustus hari ke tujuh

entah,
seberapa sering bayangmu menyinggah
menjadi celah bagi mimpiku yang lebih indah
kau memang selalu begitu
kau temani aku duduk
sambil mengingatkanku akan sesuatu
yang sesungguhnya adalah dirimu
selalu sebelum kita pergi berangkat tidur

kini lagi
dan indahnya, kau bawakan aku setangkai bunga
lengkap dengan sebait puisi cinta
aku kian tak kuasa menolaknya

dan yang paling indah saat ini dari semua
adalah bahwa kini aku bisa menuliskan rindu itu untukmu

07 Agustus 2010

Jumat, 06 Agustus 2010

Buat Melati

bersama puisi aku melayang
bersama sunyi aku membayang
subuh masih terlalu jauh
lebih baik kutuliskan rindu
biar tetap mengalir sampai muaramu

malam kian sayup
embun-embun rindu kian mengabut
barangkali wajahmu tergambar di situ
yang terus saja kupandang tiada jemu
sambil tetap melukiskan rindu
dari waktu ke waktu
menghias indah di senyummu

06 Agustus 2010

Rinduku Tetap Mencarimu

rindu mengalun
melangkahi angin-angin malam
singgahi jiwa melati
membunuh sepi
di dadamu

ada rindu mengalun
sebentang cakrawala malam
mengelus nurani melati
menyeret sunyi
di hatimu

ini rinduku, bunga
tak pernah kelu dilalap waktu
meski kata sedingin salju
rinduku tetap mencarimu

06 Agustus 2010

Rabu, 04 Agustus 2010

Selamat Ulang Tahun, Sahabat



selamat ulang tahun, sahabat
bahagialah
bahagialah
karena bahagiamu adalah bahagiaku
yang akan melebarkan senyum kita
menjelma seindah bianglala
bahagiamu mengantar sujud syukur tak terkira

selamat ulang tahun, sahabat
di dunia yang kini penuh warna
dunia yang penuh mimpi dan harapan
ujian dan cobaan
hadapilah damai nafas pertamamu
awali indah kisah barumu di tahun ini
bukalah semangatmu
dan lihatlah pendar cinta dalam jiwamu
bahagialah
bahagialah
sebagai bentuk rasa syukurmu
dan yakinlah, semua keindahan-Nya akan selalu terpancar
pada tiap-tiap hari dalam hidupmu
kau pasti akan memandang betapa indahnya kehidupan

selamat ulang tahun, sahabat
mungkin telah tiba saatmu merenung usia
memandang kelebihan dan kekurangan dalam diri
aku di sini
menyambut suka cita hari jadi
membisikkan sepotong puisi
melumurimu dengan doa-doa suci
yang akan memelukmu dengan penuh kasih

selamat ulang tahun, sahabat
selamat melanjutkan pertarungan hidup
semoga langkah perjalanan keretamu memantap
tetap pada rel keridhaan-Nya

04 Agustus 2010

Tak Sebatas Mimpi

kusadari sekian lama
setelah cinta menggilas ulu hatiku teramat lara
menjambak ubun-ubun sakit terasa
mengusik kedamaian jiwa
aku terpanggang gerah
mendidih seperti sop ayam kuah
menyesali kelancangan angkuhku sendiri
tapi maaf, aku tak sanggup melanjutkan cerita ini
bahkan untuk sepatah kata pun

kurutuki kerapuhan diriku
yang tak pernah bisa menjadi seteguh batu
kupikir semuanya tak seperti yang kumau
yang ada hanya membobol tegaranku
kini tak ada yang lain lagi
selain rindu hangat yang terus menggeliat
berbalut cinta terkunci rapat
lengkap dengan bulir-bulir kedamaian tak singkat

bagiku,
adalah indah menyadari sesuatu yang besar
segalanya telah kulihat dan kudengar
dalam cinta yang debarnya kian membesar
bagai gempa berpuluh-puluh skala richter
menggelembung dahsyat di kedalaman jiwa
tapi aku memang belum berani menyatakannya

cinta.....
hanya ada sisa cinta untuk kehidupanku
dengannya puisi ini kubuat setenang mungkin
sebuah bingkisan sederhana
yang memiliki keluasan makna penuh cinta
sebuah anugerah yang kusyukuri tiada henti

terima kasih, Tuhan
telah mempertemukanku kembali dengannya

04 Agustus 2010

Selasa, 03 Agustus 2010

Welcome to My Heart

kau memandangku begitu lembut
membuatku semakin larut
saat kulirik
kau tersenyum manis, sangat manis
kutatap mesra manja wajahmu
hingga sepasang mata tak jua mampu memejam
mungkin di tatap mataku
wajahmu begitu sempurna
tak ada cela

welcome to my heart
you're always welcomed in this lonely home

terus terang
aku sempat menerjemahkan senyummu
meski sebelumnya tak berani kuterjemahkan
tapi berulangkali senyummu memaksa nalarku
untuk meyakini adanya dirimu untuk diriku

dulu,
rasa seperti ini seringkali datang
tapi sungguh, saat inilah yang akan paling kukenang

03 Agustus 2010

Senin, 02 Agustus 2010

Sunset di Pelataran Maos

kuluah rinduku
kuluah penyesalanku
namun ternyata aku masih lemah
aku tak hendak beranjak pergi

sobat,
senja telah makin memerah
kupikir, semua tak akan mudah berakhir
masih terlalu sulit
bahkan teramat sulit bagiku
untuk meninggalkan semua kehangatan di kotamu

rindu yang lepas
rindu yang menyisa
semua tak lagi bisa kusembunyikan
sobat, maafkan aku tak mampu berbuat lebih
aku tetap harus meninggalkan semuanya
meski mungkin tak ada makna
namun jiwa tetap menyulam cinta
menumbuh ikat batin dalam raga
sampai kembali sua

lihatlah mentari beradu di ufuk senja
melukiskan betapa indah dua jiwa persahabatan
kuharap kita akan lagi berjumpa di tempat yang sama
di saat yang tak ada beda
di lain hari

semoga saja

02 Agustus 2010

Minggu, 01 Agustus 2010

Menyambut Ramadhan

biar nasi tanpa ikan
nikmat tetap dirasakan
asal dapat rahmat Tuhan
sudah cukup jadi jaminan

pukul bedug bertalu-talu
terpekik indah suara adzan
angkat doa hapus dosa nan lalu
mohon Tuhan sudi maafkan

jilbab putih berkibar lagi
qur'an suci dipapah kini
tersungkur sujud di hadap Illahi
ucap taubat sesal di hati

sayup-sayup jerit tadarus
bak dendang lagu merdu dan halus
tahan lapar tak kenal haus
harap negeri seindah firdaus

01 Agustus 2010