Senin, 21 November 2011

Pada Rintik Nyanyian Hujan

pada rintik-rintik nyanyian hujan
bersama kita bermain lagu
getar-getar dalam kalbu
begitu sendu

pada rintik-rintik nyanyian hujan
bersama kita mengalunkan rasa
lewat getar pesona nada
dalam sekumpulan kata

pada rintik-rintik nyanyian hujan
bersama kita mengayuh sampan
berharap rindu-rindu berdentingan
selalu sampai ke tepian

21 November 2011

Sabtu, 19 November 2011

Mimpikah Aku

hatiku luluh jua
saat hujan kembali temani langkah-langkah kita
senyummu kian ayu mengurai pilu satu per satu
tanpa suara

mimpikah aku?...

19 November 2011

Jumat, 18 November 2011

Kembali Terkenang

inilah arti membaca kenangan, pikiran yang sebelumnya terasing, tiba-tiba dan diam-diam melompati ketinggian dinding, sampai pada saat-saat aku duduk berdua di tepian serayu, dua tahun lalu, bersama seseorang yang telah lama kurindu, dan lama tak pernah lagi bertemu


mungkin memang seharusnya aku menoleh kembali kepada masa-masa itu, masa dua tahun silam untuk menemukan diriku kembali yang dulu, menyayangimu, mencintaimu, dan menjagamu dari jarak yang paling dekat, dan secara tanpa paksa memasukkan namamu ke dalam sebagian kamar hatiku

membaca kenangan, memandang potret masa silam, dan membayangkan keindahan mengenai sebuah impian yang masih harus aku nantikan, akan menjadi halaman-halaman pertama lembaran sejarah kehidupan, demikian adalah pengalaman yang tak semestinya kulumpuhkan, karena sesungguhnya ia telah banyak menambahkan warna dalam lukisan kenangan, bukan kebetulan

benar-benar sebuah pengalaman yang mengesankan, barangkali tidak lagi terlalu penting bagiku memikirkan masa depan, ketika saat-saat seperti itu dulu, kini kembali terkenang

i'm waiting you, so long

18 November 2011

Rabu, 16 November 2011

Temani Aku



temani aku
temani aku sememangnya kau mau
temani aku secepat dulu saat kau berlalu

lara kenangan telah saling kita lepaskan
jangan lagi berlama-lama menggambar dalam kebimbangan

dekati aku
pahami aku
aku takkan bertahan lebih lama lagi

16 November 2011

Selasa, 15 November 2011

Bila Hujan Mengguyur Sepi



bila hujan mengguyur sepi
menderas dalam sukma kenangan lama
sajak-sajak tiada lagi berbunyi
terlena dalam kilauan senyum gerimis merona

aku terdiam
jiwa menghening tenang
saat hujan sore ini kembali membasah bumi

jangan sangkakan aku menghilang, sayang
hujan ini sudah terlalu sering menghanyut kenangan
resah mendesah di tebing-tebing kerinduan
memecah sepi di pantai haluan

adakah terasa rinduku di hatimu?

15 November 2011

Sabtu, 12 November 2011

Tiada Jemu

ketika sesobek puisiku hilang
engkau pergi, aku pun sepi

dan dengan penuh gemetar hati
aku menantimu hari demi hari

tak dapat dimengerti
puisi yang telah kupilihkan untukmu, mati

mataku berkaca kembali
bukan menyesali yang telah terjadi
barangkali, inilah saat-saat yang menyenangkan dulu
saat-saat yang lama kurindukan
walau separuh semu
kita tak pernah jemu

12 November 2011

Kamis, 10 November 2011

Mencarimu

aku masih mencarimu
di antara batas gelap dan terang

seorang gadis berkerudung sunyi
yang pernah menguatkan ketakberdayaan
pesona yang senantiasa menawarkan keindahan
seribu senyum yang melukis kesejukan
membalut pilu, menemaniku memupuk kehidupan baru

namun hingga kini tiada mampu kutemukanmu
sekadar menyapa
berbisik rasa
sampai-sampai malam pernah mentertawakan kita

namun aku tetap mencarimu
di antara batas mimpi dan harapan
mengurai namamu sepenuh kerelaan
dalam nafas hidup ketidakmungkinan
entah, di manakah akan kutemui engkau

10 November 2011

Rabu, 09 November 2011

Perempuan Senja

kau antarkan aku sepotong cinta
menghiasi sisa-sisa gerimis senja
cinta tanpa air mata

tapi mungkin kau lupa
senyum dan canda tawamu
masih tertinggal di rerintikan salju

meleleh
hening mencair di reranting kalbu

09 November 2011

Senin, 07 November 2011

Lima Menit Lagi

di luar
langit hari ini teramat cepat berubah

di sini pun sama, hanya ada waktu lima menit
rindu yang sejak kemarin malam membungkus hati
tersaput angin entah ke mana
aku benar-benar kehilangan bayangmu

dan sebelum lima menit ini berakhir
kuingin kau kembalikan lagi senyumku
setidaknya malam ini langit akan tampak menyenangkan
sedikit banyak akan mengobati rindu yang tertimbun semalaman

07 November 2011

Minggu, 06 November 2011

Potret Kenangan

aisyah,
hamparkan kembali rindumu pada sajak-sajakku yang dulu
yang kukirimkan bersama lembaran-lembaran kertas biru
beberapa bulan yang lalu
saatitu, rindumu masih membasahi kerontang hatiku
membanjiri kawah-kawah jiwaku
mendebur ombak dalam dadaku
sampai juni berlalu

dulu
kurasakan rindumu semesra belaian sayap kupu-kupu
menyihir kata menjelma air susu
menetes-netes semanis madu
rindumu memintal sejuta asa
menyirat syair dalam sebuah puisi
mengiringi denyut nadi dan pikir
memburu rindu yang akan tiba di lain hari

walau jauh, kau selalu kurasakan dekat
sebab rindumu tersemai jua di belantara malam
sayangnya kau lantas mengukir ukiran angin lalu
menggambar kegalauan jiwa
kini hanya menyerpih dalam potret-potret kenangan

rindumu
rindu yang tersimpan
rindu yang terlupakan

06 November 2011

Jumat, 04 November 2011

Catatan Hujan


selama kebersamaan kita
kurasakan hatimu senantiasa memancarkan cahaya
cahaya yang menyala, menyilaukan pandangan mata
seperti menawar lebih dari sejuta kerinduan
setiap hari
bahka saat setiap senja telah berlalu
dan saat itu belum jua kutemu cahayamu
aku menanti
tetap menanti
untuk kurangkul dan kuciumi

namun kini tiba-tiba kau diam
saat kita yakinkan jalan kita masih seiringan
nyala cahayamu meredup
jauh
hilang ke ranah entah

kebersamaan ini memang sebatas teman
namun cahayamu, kadung mempesonakan hati
kita saling sayang, saling mengasihi
merangkai hari dengan bunga-bunga
semestinya saat kau diam
aku masih bisa tersenyum
menikmati binar-binar cahayamu
walau dari kejauhan
tapi nyatanya itu tidak pernah terjadi
kau kian membisu
kau kian menjauh

cahayamu hilang
menjelma hujan
hujan yang kurasa kian memilukan

04 November 2011

Rabu, 02 November 2011

Saat Turun Hujan


hujan turun menderai saat hati terberai
jatuh dengan bahasa yang paling merdu
di sini masih ada sisa cahaya senja
menyeringai menembus rapuhnya jiwa

ketika hujan turun air mataku terberai jua
menyekap kepiluan di jelang malam
menjerat rindu
menelanjangi kata-kata bisu
jatuhnya lembut
tapi terasa begitu mengiris kalbu

sebab tak kuasa kuhentikan hujan
kubiarkan ia bersenandung riang
diantara temaram lampu-lampu kamar
diantara bayang-bayang wajah perempuan
walau terdengar bagai letusan meriam
kuharap ia tetap membukakan jalan
bagi rinduku akan kehangatan

di sini setelah hujan
menyisakan rerintik gerimis yang lembut-lembut berjatuhan
namun memilukan

02 November 2011

Minggu, 30 Oktober 2011

Melodi Sunyi

kerinduan menyusur seharian ini
membentang seluas birunya hati
jarak menjengkal langkah-langkah kaki
seperti sedang mengantar aku ke gerbang kesunyian abadi

30 Oktober 2011

Sabtu, 29 Oktober 2011

Habiskan Semua Malamku, Sayang


habiskan semua malamku, sayang
habiskan semua yang bernama sepi
lakukan saja apa yang ingin kita lakukan
tapi saat pagi datang nanti
kau harus pergi lagi

kembalilah,
nikmati malam ini, sayang
hanya malam ini
sebab ada sesuatu yang harus kau mengerti
kembalilah,
selepas itu kau kubolehkan pergi lagi

kau tahu sepanjang hariku sepi
beri kesempatan untukku membuatmu mengerti

aku inginkan malam ini kita bersama-sama
beri aku kesempatan untuk membuatmu merasa apa yang semestinya kau rasa
luahkan semua cinta dalam hatimu, sayang
setelah itu, kau kubolehkan berlalu

29 Oktober 2011

Jumat, 28 Oktober 2011

Pagi di Kamar Sepi

saat binar cahaya menelusup sebelah jendela
damai menyelinap di sela rongga-rongga dada
meja kecil dengan kehangatan secangkir kopi
bergumul mesra bersama bayang-bayangmu
yang kemudian tak lama menjelma puisi

walau di beranda
pagi seperti menghabiskan mimpi
menyibak gelap yang sepanjang malam menutupi
menikam kesenduan bola matamu
yang kupuja di antara ceruk-ceruk indahmu

sementara waktu
yang selalu saling mengisi dan melepaskan
kugenggam selalu bersama gumpalan angan
entah dengan siapa kini aku bergandengan
segalanya hanya deretan panjang keseorangan
membeku bersama kesunyian hujan

28 Oktober 2011